The first 200 lines.
- Psych musim lalu... - Kami sudah membahas...
pembentukan posisi baru,
perantara yang bekerja dengan departemen lain,
agensi, bantuan dari luar.
Cenayang.
Lakukan sesuatu! Aku tak bisa menahannya lebih lama lagi!
Dapat.
- Aku terima. - Apa?
Pekerjaan yang kau tawarkan padaku, Karen. Aku terima.
Senang bisa kembali.
Baik, kuperingatkan kalian. Gus bisa karate.
- Aku tak bisa karate. - Ya, kau bisa.
Aku belajar wushu. Itu dari Tiongkok.
Kawan, percayalah padaku. Karate terdengar lebih menakutkan.
Aku hanya berlatih dua kali.
Latihanmu dua kali lebih banyak dari mereka.
Ayolah. Ayah melarangku belajar karate.
Jadi, sekarang kau harus melakukannya.
MASA KINI
- Kau saja. - Kau saja.
Kau tahu aku tak ahli memecat orang.
- Kau mau punya asisten. - Aku mau dia wanita.
Hanya dia yang mau terima pekerjaan itu, Shawn.
Itu mencerminkan apa soal kita?
- Kita perankan polisi baik dan jahat. - Siapa polisi jahatnya?
Kau, bos amoral dan pelit yang pendendam dan bermasalah karena pola asuh ibumu.
Aku tipe yang mengayomi dan terpercaya seperti "Gus itu berengsek,
tapi aku akan membelamu. Kita akan kalahkan dia bersama-sama."
Tidak.
Kalau begitu bersama-sama.
Baik.
Ken!
Ternyata bisnis sedikit lebih sepi dari yang diharapkan.
Kalian mempekerjakanku empat hari lalu.
- Lebih sepi. - Begini, ayahku bekerja
di kantor polisi, paham?
Jadi, kami kira akan dapat banyak kasus.
Dia yang mengira. Aku sudah tahu sejak lama.
Tepat sekali. Tunggu.
- Sial, kau jadi polisi baik. - Aku tahu.
KEPOLISIAN SANTA BARBARA
Ada yang memindahkan mejaku?
Aku tak lihat siapa pun.
Kau di sini berapa hari seminggu?
Dua atau tiga hari, tergantung. Aku hanya berurusan dengan konsultan.
Tapi kau tak memerintahku, 'kan?
- Entahlah. - Aku yang memerintah, bukan kau.
Bayangkan seperti Santa Barbara yang tak ada berita,
tapi dengan pembunuhan.
Dan seperti pasar real estat, kejahatan akan selalu meningkat.
Satu hal yang kami tahu pasti, itu akan membaik.
Dan real estat adalah investasi jangka panjang yang masuk akal.
Tapi intinya kejahatan akan meningkat.
Dan itu sudah terjamin.
Permisi, Tn. Chiang.
Boleh kupotret Anda sekeluarga untuk The Santa Barbara Courier?
Terima kasih.
Hadirin, siapkan tiket lotre kalian
saat memasuki Festival Pecinan. Terima kasih.
Cari putriku!
KEPOLISIAN SANTA BARBARA
Buzz, dia tak kembali hari Senin?
Tidak. Belum.
Biarkan petugas kami bekerja.
Jika ada telepon soal tebusan, kami akan bertindak.
Tn. Chiang,
aku cenayang di sini.
Namaku Shawn Spencer.
Ini mitraku Jonathan Jacob Jingly Smith.
Katamu namanya Jonathan Jacob Jingleheimer Smith?
Benar, Pak.
Dahulu itu nama kami.
Kuganti namaku karena orang-orang yang berteriak saat aku keluar.
Aku tak ingat memanggilmu, Tn. Spencer.
Tak perlu, Ketua.
- Kasus ini memanggilku. - Kasusnya menelepon.
Ya, itu aneh karena aku juga punya Twitter dan biasanya kasus mengirim cuitan padaku.
Sekarang jujurlah, Ketua. Penculikan adalah keahlianku.
Kasus ini khusus dibuat untuk cenayang.
Kurasa itu agak masuk akal.
Karen, kau memanggil Shawn?
- Kasusnya yang memanggilku. - Menelepon.
Tentu saja ini keputusanmu, Henry.
Sekarang kau yang mengatur konsultan kita.
Ini akan jadi penugasan resmi pertamamu.
Baiklah.
Jawabanku tidak.
Apa?
Bisa bicara empat mata dengan Ayah?
Baik, tadi itu apa?
Tugas Ayah menentukan apa kita butuh konsultan
dan saat ini Ayah rasa itu tak perlu.
Ayah punya lima kesempatan untuk tugaskan kami. Ini soal apa?
- Kau tahu istilah persona non grata? - Kenapa kita membahas makanan?
Shawn, ada alasan kenapa mereka membuat jabatan yang Ayah pegang.
- Kau merusak banyak hal di sini. - Mulai lagi.
Kau membuat banyak kesalahan ceroboh. Kau harus buktikan dirimu.
Keadaan akan berbeda sekarang.
- Sangat tak adil. - Sungguh?
Biarkan hasil yang bicara. Ayah punya standar berbeda untukku.
Tidak.
Ayah kubur telur paskahku 1,5 m.
Ayah sisakan tanah untuk tunjukkan galian baru.
Ya, di bawah terpal kamuflase yang ditutupi bata dan pecahan kaca.
Itu petunjuknya!
Maaf karena Ayah mencoba menantangmu.
Aku butuh tiga minggu untuk menutup penyelidikan telur.
Usiaku delapan tahun.
Ya, asal tahu saja,
masih ada dua telur yang belum kau temukan.
Ayah gila.
- Apa yang terjadi? - Dua hal.
Satu, kita akan buat Ayah dipecat. Dua, kita tangani kasusnya.
Kau masih bisa yakinkan dia untuk tugaskan kita?
Artikan "yakinkan".
Buzz...
sudah periksa apartemen gadis yang diculik itu?
- Baru saja selesai. - Hebat.
- Kami butuh alamatnya. - Kalian ditugaskan untuk kasus ini.
Artikan "ditugaskan".
Shawn, polisi sudah kemari.
Dia diculik di sisi lain kota.
Sudah beberapa jam, Gus.
Masih belum ada permintaan tebusan. Dengar, ini bukan penculikan biasa.
- Astaga, semuanya sangat rapi. - Mungkin dia orang yang rapi.
Atau mungkin dia menyembunyikan sesuatu.
Lihat lemari ini.
Penuh dengan barang baru.
Kita akan menunjukannya ke polisi, 'kan?
Memang, tapi bukan yang menangani kasus ini.
- Tunjukkan pada Lassiter. - Apa bagusnya?
- Aku mau tunjukkan padamu. - Ketua tak mau menugaskan kalian, ya?
Dengar, aku dilarang menangani kasus oleh Ayah, paham?
Bukankah sudah saatnya kau mencoba lagi?
Ini penugasan sementara.
Ini umum bagi polisi
yang mengalami kejadian traumatis.
Dengar, aku tahu urusan Yin itu berat bagi semua orang,
tapi saat ini rasanya kau seperti bersembunyi
di kantor pos raksasa.
- Ini Balai Kota, Shawn. - Kita punya Balai Kota?
Aku hanya butuh sedikit waktu.
Dan aku senang tak perlu terlibat dalam kasus ini.
Sungguh? Kau tahu bahwa tak ada permintaan tebusan?
Kau tahu Bekki Chiang akan mewarisi
sekitar 20 juta dolar
dan sudah disiapkan untuk menjadi duta besar di usia 19 tahun?
Bukan kasusku. Itu kasus Lassiter.
Apa?
Itu uang 50 sen Hong Kong lama.
- Dinasti mana? - 1978.
Lihat, ada yang sudah membantu.
Ada satu hal lagi.
Itu tiruan.
Gadis pintar kaya yang punya rahasia dan menyimpan uang tiruan?
Sedang apa kau di sini?
Wali kota mau bertemu aku.
Kami tentu tak percaya.
Kau bebas percaya apa pun.
Jangan katakan itu pada Gus.
Dia akan bilang kalau Michael Jackson belum wafat.
Dia belajar memalsukan kematian dari Lisa Marie.
Itu berarti Elvis masih hidup.
Elvis wafat dua tahun lalu.
Apa kau akan terus mudah ditipu?
- Kuberi tahu kau dua tahun lalu. - Tidak.
- Dahulu dia kasir toko sepatu, Shawn. - Tidak, Gus. Tidak.
Aku tak mau bahas ini denganmu, sekarang atau kapan pun.
Kami tak yakin soal bungkusan di tangannya.
Dia melompati dinding dan membaur di keramaian.
Jadi dia atletis. Selalu menutupi wajahnya.
Fotonya tak jelas. Seolah dia tahu ada kamera di sana.
Carlton, ada banyak hal yang harus kukerjakan. Kalau kau tak keberatan...
Astaga, pemikiran kita sama.
Kau mau pancing dia keluar dari penjara ini dengan detail kasus.
- Tidak. - Lihat, bukan hanya aku.
Kau cemas karena dia bersikeras tetap di sini,
panggilan yang tak terjawab
dan rambut yang jadi sedikit gelap.
- Aku tak memperhatikan. - Aku suka.
Terima kasih, Gus.
Sekarang kalian bisa pergi?
Bagus, Spencer.
Kau tak terlibat kasus ini.
Apa? Lassie, kita sudah berdamai.
Ayo pakai jumpsuit kembar besok...
Tidak, kaus.
Aku jadi Benda Satu. Kau jadi Benda Dua.
- Permisi. - Tunggu.
Sebelum kau pergi, ada satu pertanyaan.
Siapa yang mau buat tiruan uang 50 sen,
Hong Kong, Dinasti 978?
1978.
Itu jauh lebih masuk akal.
Kau tak mungkin berpikir kalau Triad terlibat, 'kan?
- Triad? - Atlet.
Komplotan dari Tiongkok.
Komplotan pria Tiongkok atletis.
Komplotan kelas kakap.
Bagaimana kita bicara dengan Triad?
No comments yet. Be the first to leave one.