The first 200 lines.
Follow my IG @ MaulanaZxZ
Follow my IG @M aulanaZxZ
Follow my IG @Ma ulanaZxZ
Follow my IG @Mau lanaZxZ
Follow my IG @Maul anaZxZ
Follow my IG @Maula naZxZ
Follow my IG @Maulan aZxZ
Follow my IG @Maulana ZxZ
Follow my IG @MaulanaZ xZ
Follow my IG @MaulanaZx Z
Follow my IG @MaulanaZxZ
Drama ini hanya fiksi belaka dan nama, tempat, perusahaan, dan latar belakang peristiwa hanyalah rekayasa.
Aku sudah lama melarikan diri,
tapi aku masih berada di antara perbatasan hutan.
"Polisi"
Baek Soo Hyun!
Istriku akan kembali setelah melihat anak itu.
Ya, aku sudah dengar.
Ke sana.
Kami melakukan yang terbaik.
"Markas Investigasi Khusus"
Bagus.
Kamu mengenalnya, bukan? - Ya.
Markas investigasi khusus kami
akan berusaha keras menangkap pelakunya.
Kamu sudah mengetahui siapa pelakunya?
Kim Seok Pil.
Pimpinan Seo juga mendapatkan pemerasan yang sama.
Tidak hanya memiliki rekaman suara,
kami juga punya saksi.
Jika kamu menusukku dari belakang, aku akan membunuh cucumu.
Macan tutul tidak ubah bintiknya. Kamu mencoba membunuhku, bukan?
Dengar. Jika aku mati, kamu tidak akan mendapatkan berkas aslinya.
Kamu, Baek Soo Hyun, dan aku akan hancur bersama.
Mari kita semua hancur bersama.
Seseorang di acara amal juga melihat Kim Seok Pil.
Pimpinan Seo memberitahumu soal rekaman itu dan saksinya?
Ya. Kami sedang menggeledah rumah Kim Seok Pil
serta rumah pacarnya, bar, dan tempat judi.
Kami mencari ke setiap tempat yang kami tahu.
Kamu juga berpikir Kim Seok Pil pelakunya?
Apa yang sebenarnya ingin kamu tanyakan?
Kamu kebetulan menemukan pelaku dan saksi mata,
polisi tiba-tiba melakukan penyelidikan,
dan kita kebetulan bertemu lagi.
Maksudmu itu semua kebetulan?
Apa maksudmu?
Kim Seok Pil masuk perangkap. Dia bukan pelakunya.
Kamu berpikir seperti itu
karena masih tidak percaya polisi?
Seperti biasa, aku tidak percaya siapa pun.
Apa pun alasannya,
kusarankan kamu memberitahuku semuanya.
Sebaiknya kamu tidak diam saja kali ini.
Mari mulai dengan membahas kasus ini.
Seperti yang kamu tahu, anak yang salah diculik.
Pelakunya pikir dia putramu.
Terjadi pemadaman listrik dan hujan turun.
Besar tubuh mereka hampir sama dan mereka berpakaian mirip.
Jadi, dia mungkin berpikir menculik dan membunuh Yeon Woo.
Kami harus segera menangkapnya
untuk mengamankan keselamatan putramu.
Benar.
Polisi tidak akan membocorkan informasi apa pun
sampai kami selesai menyelidiki.
Jangan cemaskan keamanan.
Ada lagi hal tidak biasa yang kamu ingat?
Silakan. Aku sudah mengirimkan rekaman suaranya
dan rekaman navigasi dari hari insiden itu.
Ini juga kartu memori dari kamera dasborku.
Jika membandingkannya, kamu bisa mengetahui situasi kasus ini.
Kamu merekam semua ini bahkan saat putramu diculik?
Mengesankan.
Ini pekerjaanku.
Aku tidak bermaksud menyinggungmu.
Kamu menerima ancaman baru-baru ini?
Atau ada orang yang mungkin menyimpan dendam kepadamu?
Lusinan. Aku akan membuat daftar dan mengirimkannya besok.
Kuharap begitu.
Kamu ingat apa yang terjadi di apartemen itu?
Saat berlari menuruni tangga,
aku tersandung sesuatu. Kurasa itu tali.
Kami menemukan tali kawat di TKP.
Pelakunya yang mengaturnya.
Yeon Woo!
Pelakunya tidak tertarik membuat kesepakatan denganmu.
Tujuannya adalah membuatmu pingsan dan mengambil uangnya.
Mobil dan tasmu yang penuh uang sudah hilang.
Aku benar-benar salah menilai.
Tidak akan ada yang berubah meski polisi terlibat.
Maksudmu... - Seperti yang kamu duga.
Kami baru bisa yakin setelah autopsi selesai,
tapi tampaknya si pelaku membunuh anak itu
begitu dia menculiknya.
Jangan terlalu keras kepada dirimu.
Terima kasih.
Tidak, jangan berterima kasih.
Aku dengar
kamu berusaha keras mencari anakku.
Aku tidak tahu harus berkata apa untuk menghiburmu.
Tidak perlu.
Aku tidak berhak dihibur.
Itu berlaku untukku dan istriku.
Putra kami sekarat,
tapi kami sama sekali tidak tahu.
Kamu ayah Choi Jun Yeong?
Katanya aku harus menandatangani formulir persetujuan autopsi.
Ya. Silakan ke sini.
Tunggu sebentar.
Pak Shim Seok Hoon dari Unit Investigasi Wilayah?
Ya. Kamu ibu anak itu?
Kenapa orang dengan pangkatmu menyelidiki kasus sebesar ini?
Sayang.
Jangan khawatir.
Ketua timku yang memimpin.
Autopsi.
Kenapa terburu-buru?
Selain waktu kematian yang tepat berdasarkan isi perutnya,
ada lagi yang bisa kamu cari tahu?
Untuk membantu penyelidikan...
Aku tidak mengizinkanmu membedah putraku karena alasan seperti itu.
Dia bilang itu bisa membantu menemukan pembunuhnya.
Kubilang aku tidak akan membiarkannya!
Mungkin kamu harus memastikan anakmu dahulu.
Silakan ambil waktumu untuk proses selanjutnya.
Di mana putraku?
"Ruang Autopsi"
"Ruang Autopsi"
Itu disengaja.
Kamu sengaja membunuhnya, bukan?
Ini salahmu. Kamu membunuhnya.
Kamu membunuhnya!
Apa yang kamu lakukan? Kendalikan dirimu.
Sayang! Hentikan!
Itu bukan salah Soo Hyun.
Itu karena aku menelepon polisi.
Ini salahku.
Ini salahku...
Maafkan aku, Seo Young.
"Institut Penyelidikan Ilmiah Nasional"
Begitukah?
Bangun, Sayang. - Maafkan aku, Seo Young.
Eun Soo tidak bersalah.
Penculik itu langsung membunuh putramu.
Baek Soo Hyun!
Jadi, salahkan aku.
Aku memulainya, dan apa pun hasilnya,
akulah penyebabnya.
Kalian berdua.
Seumur hidupku,
aku akan mengutukmu.
Aku ingin membuat penawaran.
Apa yang mau kamu lakukan?
Beri aku lima menit.
Kamu tahu
kalau kamu manusia yang sangat keji?
Ya.
Aku juga tahu ini saat terburuk.
Dasar munafik.
Ini pilihan terbaik.
Hei. Kamu baik-baik saja?
Semua orang sudah mendengarnya.
Di mana kamu?
Aku dalam perjalanan untuk menemuimu.
Apa?
Lalu apa?
Ini gila.
Lakukan itu untukku.
Baiklah. Jaga dirimu.
Aku akan menghubungimu.
Aku pergi. Kepalaku sakit.
Aku akan meneleponmu.
Tentu.
Aku minta maaf karena membicarakan kasus itu.
Aku gegabah.
Kita tidak akan menjauh jika kamu gegabah.
Apa yang kalian berdua bicarakan?
Kamu akan segera tahu. Aku akan menghubungimu.
Periksa semuanya. - Baiklah.
Ada alasannya dia menjadi seperti itu.
Kalau aku dia, aku pasti sudah gila.
Ada apa?
Ini aneh.
Dia mengumpulkan rekaman dan fail terlepas dari apa yang baru terjadi,
tapi dia tidak banyak bicara tentang tersangka.
Menurutmu dia menyembunyikan sesuatu?
Bagaimana kalian saling mengenal?
Kalian teman sekelas?
Semacam itu.
Kamu sudah datang. Aku sudah mendengar beritanya.
Kamu sudah melalui banyak hal.
Apa yang terjadi?
Kapan kamu tahu itu bukan Yeon Woo?
Baru saat Yeon Woo pulang.
Kenapa kamu tidak meneleponku?
Yeon Woo demam.
Aku memanggil dokter dan merawatnya.
Aku tidak sempat meneleponmu. Tanyakan sendiri kepada dokternya.
Dia bilang akan meledakkan diri.
Kamu tidak peduli soal itu?
No comments yet. Be the first to leave one.