The first 200 lines.
Aku sudah menyiapkan semua dokumen untuk rapat.
Terima kasih sudah mau lembur untukku.
Tidak apa-apa.
"Lihat pacarmu jalan dengan cewek lain."
"Terlihat jalang."
"Kau ahlinya."
"Pope"
Tolong ditahan.
Apa yang kau lakukan malam-malam begini?
Orang-orang sudah pada pergi.
Kau lihat mobil merah yang biasanya parkir disini?
Mobil yang merah?
Tidak hari ini.
Kau, cepatlah pulang agar aku bisa menyelesaikan pekerjaanku.
Sudah malam.
Terima kasih.
"Ant"
"Aku tahu kau pergi dengan siapa."
"Ant"
Kenapa kau menghentikan mobilnya disini?
Bannya sedikit kempes jadi aku harus berhenti untuk memeriksanya.
Masih bisa jalan?
Bisa tapi pelan-pelan.
Yang lain pada kemana?
Pak?
Biasanya, dimana kau keluar tol?
Pak?
Pak?
"Ant"
Ant, kau dimana?
Sudah malam. Kau belum pulang?
Apa?
Pak supir! Berhenti.
Aku mau turun.
Pak supir!
Terima kasih.
Tolong ditahan.
"Makan bareng?"
"Tunggu di tempat biasa."
"Baiklah!"
"Aku sibuk malam ini, tidak bisa makan malam"
"dan mengantarmu pulang."
Tolong! Tolong!
Tolong!
Tolong.
Tolong.
Hei!
Ada apa dengan mobilnya?
Siapa saja tolong aku! Tolong!
Tolong. Siapa saja tolong aku!
Tolong aku. Tolong!
Buka! Tolong aku!
Siapa saja tolong aku!
Siapa saja tolong aku!
Kau ingin tahu betapa aku mencintaimu?
Mencintaimu sampai nafas terakhir.
Hanya itu yang bisa kulakukan.
Walaupun kau tidak mencintai seseorang sepertiku,
itu tidak masalah.
Aku masih tetap mencintaimu.
Gang yang ini?
Iya.
"Ta Lor Soi 9. Moo 3, Ban Khao Din."
Bodoh,
kenapa kau tidak telepon dan tanya arah jalan?
Untuk apa nge-Line segala?
Aku mau pergi ke rumah bordil.
Lihat ini.
Terlihat seperti penjara.
Sialan.
Kalian mencari rumah bordil?
Brengsek! Jantungku hampir copot.
Bank, kenapa kau ingin bertemu denganku disini?
Dan dimana saudara sialan itu?
Kau sudah melihatnya.
Klub terbesar di seluruh kota.
Serius? / Serius?
Iya.
Semua barang bagus ada didalam.
Ikut aku.
Big!
Ayo pergi.
Ada apa dengan kalian semua?
Sial. Kau ingin membuatku terbunuh?
Apa yang kau katakan?
Barang bagusnya didalam.
Aku kesini untuk membeli.
Halo, bro.
Halo.
Ini benar-benar besar.
Bank, serius, darimana kau tahu tempat ini?
Temanku yang memberitahuku.
Tapi kujamin, tempat ini benar-benar keren.
Tapi kita harus menunggu. Terlalu cepat untuk datang sesore ini.
Hei, kau terlihat familiar.
Kau pernah kesini?
Ya.
Aku mau cewek yang sama, yang nomor 16.
Dia sudah dibooking penuh hari ini.
Kau harus menawar untuk dia.
Banyak barang baru. Coba lihat mereka dulu.
Sungguh?
Ups, aku harus pergi kerja, sial.
Cewek cantikku,
pasang pose cantik dan senyuman manis.
Senyum, senyum.
Hitung 1 sampai 3 untuk tersenyum.
1, 2, 3.
Big!
Apa?
Ayo pergi. / Oke.
Hei, kau belum memilih, kenapa terburu-buru?
Yeah, biar kutunjukkan kalian cewek paling top disini!
Oh Tuhan!
Hei ganteng...
aku sudah lama tak melayani orang lain.
Aku bisa main threesome dengan kalian.
Tertarik?
Om, tolong.
Kau memanggilku "Om"?
Kau mau susu?
Apa payudaramu itu terbuat dari sikut anjing?
Bu, nomor 16 tidak disini?
Nomor 16, yeah.
Bajingan itu selalu bolos kerja.
Benar-benar membuatku kesal!
Dimana dia?
Aku tidak tahu.
Kau tahu semuanya?
Urus, cowok-cowok ini.
Ya, Bu.
Seksi, jangan pilih siapapun.
Tunggu aku, oke?
Big.
Nhong.
Kau lihat apa yang kulihat?
Dengan kedua mataku.
Dia benar-benar seksi.
Katanya mau pergi, huh?
Sekarang kau malah tidak mau keluar.
Dasar mupeng.
Ini cewek yang kupakai kemarin.
Kami mau yang itu!
Bank!
Banyak kamar disini.
Kau tahu yang mana?
Yah, dia nomor 16. Pastinya di kamar nomor 16.
Yeah. Pintar sekali kau.
Kau duluan, Big.
Apa yang kau lakukan?
Ayo.
Tolong aku. Tolong aku.
Bank. Apa-apaan itu? Menakutkan.
Yeah. Aku kasihan dengannya.
Sepertinya kalian harus urus urusanmu sendiri.
Kalian harus memikirkan si cewek nomor 16 itu.
Kulit yang mulus...
Payudara yang besar...
Bagaimana?
Kulit mulus, payudara besar.
Sekarang kalian lihat?
Apa-apaan ini!
Bagaimana denganmu?
Ding dong!
Aku mengantar barang kalian.
Sini.
Layani tamu-tamumu itu.
Sana.
Masuk.
Kalian semua, senang-senang ya!
Kulit yang mulus.
Payudara.
Kau siap?
Ya! / Ya!
Hari ini adalah hariku!
Kau yakin tidak melupakan apapun?
Iya. Ayo pergi.
Hei, apa yang kau lakukan?
Adikku dan aku tertipu masuk kesini.
Tolong bantu kami keluar dari sini.
Aku akan kembali dan kita akan keluar bersama.
Ayo.
Kau tidak takut dengan mereka?
Tidak. Ayo lakukan!
Bank! / Bank!
Dia tidak mendengarku sama sekali.
Dia menipu kita kesini!
Kita harus ngapain, Nhong?
Sepertinya kita harus kabur.
Kau tidak peduli dengan Bank?
Kau seharusnya memikirkan dirimu sendiri, bodoh!
Hei.
Hei!
Apa-apaan yang kalian lakukan?
Menikmati surga, huh?
Haruskah aku memuja kalian disini?
Dasar pahlawan homo pemberani!
Kau pikir ini lucu?
Tidak bisa bicara...
Dasar penakut.
No comments yet. Be the first to leave one.