Release info

비켜라 운명아 It's My Life EP102 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-03-28
Downloads: 14
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"

"Pemirsa diharap bijak"

"It's My Life"

"Episode 102"

Kamu bermimpi buruk?

Aku merasa seseorang mengawasiku.

Siapa yang mau mengawasimu?

Apa gunanya mengawasimu saat tidur?

Benar, bukan?

Aku hanya terlalu sensitif, ya?

Itu karena kini kamu lemah secara fisik dan mental.

Makan dan istirahatlah yang teratur.

Tidurlah sekarang.

Bu Yang.

Bu Yang, kamu sudah tidur?

Bu Choi, sebaiknya pejamkan matamu sampai tidur.

Aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu.

Apa Nam Jin dan Seung Joo

sudah menentukan tanggal pernikahan?

Mereka belum menentukan tanggal pernikahan.

Orang tua Seung Joo akan memberitahukan tanggalnya.

Jika

Seung Joo memintamu pindah

dan tinggal bersama mereka,

kamu mau?

Entahlah.

Aku hanya akan melakukan keinginan Nam Jin.

Aku tidak berhak bicara dalam hal itu.

Tidak bisakah kalian semua tinggal di sini bersamaku?

Astaga, kamu selalu kejam kepadaku.

Kenapa kamu memintaku tinggal bersamamu?

Hanya dengan begitu aku bisa melihat Nam Jin.

Jika mereka punya rumah sendiri,

aku akan jarang melihat mereka.

Seung Joo bahkan tidak akan berkunjung.

Jujur, aku tidak suka pindah dengan mereka.

Jika aku tinggal bersama mereka,

mereka tidak bisa melakukan yang mereka mau.

Aku juga akan sendiri seharian setelah mereka pergi bekerja.

Astaga.

Setelah kupikirkan, aku akan sangat bosan.

Kamu serius?

Terima kasih, Bu Yang.

Aku berpikir begitu bukan karena kamu.

Jadi, jangan berlebihan.

Tidurlah sekarang.

Baiklah.

Bu Heo, apa Ibu sudah pergi kerja?

Belum, aku tidak melihatnya pergi.

- Dia tidak ada di kamarnya? - Tidak ada.

Dia tidak sehat. Ke mana dia pergi sepagi ini?

Aneh. Aku belum melihat Bu Yang juga.

Dia tidak ada di rumah juga?

Sepertinya dia masih tidur,

tapi belum pernah seperti ini.

- Aku akan melihatnya. - Aku ikut.

Yeon Ji!

Bangun. Kamu harus menyarap, lalu pergi bekerja.

Yeon Ji, bangun.

Pukul berapa sekarang?

Sudah lewat pukul 7.00.

Bangun.

Sudah lewat pukul 7.00?

Kamu mau tidur 20 menit lagi?

Dae Sik.

Jika kamu menggendongku ke kamar mandi,

aku akan bangun.

Aku selalu ingin mencobanya.

Seperti ini? Apa?

Kamu tidak mau?

Lupakan kalau begitu.

Tidak. Aku akan mencobanya.

Astaga.

Apa-apaan itu? Kenapa kamu lemah sekali?

Tanganku licin.

Akan kucoba lagi, ya?

Sudahlah. Aku sudah bangun sekarang.

Apa?

Bu Choi tidur di kamar Ibu?

Benar.

Mereka tidur berdampingan.

Ibuku tidak bisa tidur saat ada orang di sampingnya.

Dia tidur nyenyak. Dia bahkan tidak mendengarku.

Dia tidak bisa tidur belakangan ini. Jadi, aku lega.

Bukankah dia seharusnya bersiap-siap bekerja?

Rapatnya sore ini. Jadi, biarkan dia tidur.

Besok adalah peringatan kematian

mendiang Wakil Pimpinan, Pak Ahn, dan istrinya, Bu Kim.

Ya, aku tahu.

Peringatan hari ini akan sangat berarti.

Ini akan menjadi peringatan pertama yang dilakukan oleh kedua putranya.

Sekarang dia menemukan putra kandung dan bahkan menantunya.

Bu Kim akan sangat senang.

Bagaimana jika kita mengundang Seung Joo juga?

Aku akan mengundangnya, tapi dia mungkin tidak akan datang.

Jika karena ibuku, jangan khawatir.

Dia akan pergi besok dengan Pak Jang dan Pak Lee.

Kamu sudah merasa lebih baik?

Ayo berkencan sepulang kerja hari ini.

Aku sudah membeli tiket film dan memilih restoran.

Ayolah. Kenapa kamu tidak menjawab?

Jika kamu menolak lagi, hatiku akan sakit.

Baiklah. Sampai jumpa di kantor.

"Hidup bahagia selamanya dengan Han Seung Joo! Itu harapanku."

Hidup bahagia selamanya dengan Han Seung Joo.

Itu harapanku.

Harapanku sama.

Namun, apa kita bisa mewujudkannya?

Tren terbaru adalah "glamping".

Apa? "Glamping"? Apa itu?

Berkemah dengan cara glamor.

Glamor?

Astaga. Tren aneh.

Bukan itu arti "glamor".

Maksudnya kemah mewah.

Semua peralatan dan fasilitas berkemah sudah tersedia.

Kita hanya pergi ke sana dan menikmati pengalamannya.

Astaga. Kini semuanya sangat mudah.

Jadi, kita tidak perlu menyiapkan apa-apa?

Benar.

Tempatnya sudah dilengkapi berbagai peralatan berkemah.

Ada TV dan ranjang di dalam tenda.

Di sini kamu rupanya.

Sepertinya kamu datang ke kantor,

tapi tidak ada di ruanganmu. Itu sebabnya aku kemari.

Kenapa? Kamu mencariku?

Ya. Begini...

Geum Soon bersikap aneh.

Apa maksudmu Bu Choi bersikap aneh?

Mungkin dia lupa yang terjadi. Saat dia datang ke kantor kemarin,

dia tampak senang melihatku seperti 30 tahun tidak bertemu denganku.

Sepertinya Choi Geum Soon sangat terguncang

sampai hilang akal atau semacamnya.

Kita harus membantunya.

Bawa dia ke rumah sakit.

Aku takut Sun Ja

harus mengurusnya.

Bu Choi baik-baik saja.

Jadi, fokus saja bekerja sebagai satpam.

Aku hanya mencemaskannya.

Kenapa kamu marah kepadaku?

Sampai jumpa besok sore, Pak Lee.

Karena dingin pada malam hari, bawa baju tebal.

Baik.

Astaga.

Kenapa kamu sangat lamban?

Bisa-bisanya kamu mengatakan itu di depan teman lama Bu Choi?

Astaga. Kamu bodoh. Ya ampun.

Apa salahku? Astaga.

Ada apa denganmu belakangan ini? Kamu mencemaskan sesuatu?

Tidak ada apa-apa.

Karena kamu tiba-tiba menjadi sangat tertekan,

tim kita merasa tidak bersemangat.

Katakan ada apa. Ayo.

Aku lebih tahu tentang pernikahan daripada kamu.

Karena Bu Choi, ya?

Benar, bukan? Sudah kuduga.

Jika Bu Choi calon mertuaku,

aku juga akan menderita.

Kalian bisa pindah. Apa yang membuatmu cemas?

Aku juga berpikir begitu,

tapi pisah rumah darinya tidak akan menyelesaikan semuanya.

Tapi jika begitu, kamu tidak akan terlalu sering melihatnya.

Saat terjadi sesuatu,

kamu bisa menyuruh Pak Ahn pergi sendiri.

Hubungan istri kakakku dengan ibuku buruk.

Jadi, dia jarang mengunjungi ibuku.

Bahas dengan ibunya Pak Ahn lebih dahulu.

Jika kamu tinggal dengan Pak Ahn dan ibunya saja, itu cukup.

Menurutmu begitu?

Tentu saja. Dia memiliki ibu yang membesarkannya selama 30 tahun.

Apa dia akan menyayangi ibu kandung yang menculiknya?

Jika kalian tinggal bahagia bersama, hanya itu yang penting.

Saat proyek kolaborasi dengan merek Italia berakhir,

Bu Choi akan mengundurkan diri.

Lalu, kamu tidak perlu bertemu dengannya di kantor juga.

Ibu, ini Seung Joo.

Bisakah kita bertemu sebentar saat istirahat makan siang?

Dia bicara denganku saat aku hendak tidur.

Lalu, dia bicara lagi saat aku hendak tidur.

Kami akhirnya mengobrol sampai fajar.

Kupikir aku hanya tidur sebentar, tapi aku bangun sesiang ini.

Tidurku sangat nyenyak setelah sekian lama.

Cobalah ini.

Aku tidak suka teripang.

Kamu tahu kenapa namanya teripang?

Karena ini seperti ginsengnya boga bahari.

Itu bagus untuk kesehatanmu. Jadi, makanlah.

Astaga.

Seung Joo ingin bertemu denganku saat istirahat makan siang.

Benarkah?

Mau kupesankan taksi setelah kamu selesai makan?

Jika kamu akan bertemu dengannya dekat kantor, ayo pergi bersama.

Kamu ingin aku duduk bersamamu di mobil?

Tidak perlu. Aku akan pergi sendiri.

Ayo pergi bersama karena aku akan pergi ke kantor juga.

Terima kasih atas kebaikanmu,

tapi aku ingin mencoba layanan pemesanan taksi.

Mereka menjemputmu di depan pintu dan mengantarmu ke tujuan.

Aku tidak perlu berutang budi kepadamu.

It's My Life subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for It's My Life

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left