The first 178 lines.
Subtitle Wetv Dibawa Oleh@Dyah
Mobilnya baru sekali.
Klien siapa?
Halo,
dilarang parkir di sini.
Hati-hati ditempel tiket denda.
Biarkan dia tempel.
Xiao Jian Jian.
Kamu, ya.
Ganti mobil baru?
Kak Jian,
berapa harga mobil ini?
Kamu tidak sanggup beli Buick.
Maksudku sementara tidak sanggup beli.
Aku hanya tanya.
Omong kosong apa?
Sekarang sudah murah.
300 ribu Yuan, 'kan?
318 ribu Yuan.
Kak Jian, hebat.
Untuk pengeluaran,
kamu rela.
Aku pakai Leverage
untuk bayar cicilan.
Kamu juga bisa jika kamu ingin.
Wang Zi.
Ini mobil pinjaman dari mana?
Mau jemput pacar, ya?
Aku beli.
Aku beli.
Sangat menghabiskan uang.
Perbedaan antar manusia sungguh sangat besar.
Aku hanya beli satu lipstik saja,
sudah membuat diriku merasa hebat.
Jian Jian malah beli mobil.
Bagaimana rencanamu menyatakan perasaan?
Belum pikir.
Apa masih perlu pikir?
Begitu kamu
parkir mobilmu di depan kantornya,
pasti langsung terima.
Alangkah baiknya jika dia sedangkal dirimu.
Apa yang kamu katakan?
Kenapa kamu memarahiku?
Siapa yang dangkal?
Aku...
Kamu yang dangkal!
Kebaikan dianggap kejahatan!
Aku hanya berharap kamu berhasil!
Karena kamu tidak menerimanya,
maka aku jujur saja.
Sudah berapa lama kamu mengejarnya?
Sudah belikan berapa bunga?
Apa dia sudah menerimamu?
Kamu kira dengan mobil baru,
dia akan menerimamu?
Dia suka kamu atau suka mobil?
Shan Shan,
perkataanmu kelewatan.
Dia yang mengataiku duluan!
Kamu tenang saja.
Walaupun dia tidak terima,
aku juga tidak akan jatuh ke tanganmu!
Jangan harap!
Siapa kamu?
Jangan banyak bicara.
Masih pagi sudah bertengkar.
Apakah tidak ada kerjaan?
Wang Zi Jian.
Pindahkan mobil di depan pintu.
Jangan sampai ditempel tiket denda saat kamu sedang senang.
Siapa yang ingin jalan-jalan denganku?
Aku!
Pelan-pelan.
Ayo sama-sama.
Aku tidak mau.
Manajer Fang saja.
Mobilnya tidak muat,
aku tidak ikut.
Kalian saja.
Segera kembali, ya.
Putri Shan,
beri aku muka.
Tadi dia sungguh marah,
tapi sekarang sudah senang lagi.
Apa tidak bisa dewasa?
Dua orang yang keras kepala.
Lumayan serasi.
Shan Shan,
maaf.
Tempat duduk ini
khusus untuk pacarku.
Kamu tahanlah.
Duduk dengan mereka.
Menjengkelkan.
Buka pintunya.
Jangan bercanda.
Sini, sini.
Silakan duduk.
Berdempetan saja.
Sebentar, aku atur sebentar.
Masuk.
Baik.
Agar kamu nyaman,
duduk di atas jasku.
Sabuk pengaman.
Berangkat!
Xiao Liu.
Bibi Xu.
Apa belakangan ini ada sumber rumah baru?
Apa pemilik 1403 sudah kembali?
Dengar kabar,
bulan depan pulang.
Mungkin untuk jual rumah.
Jika ada pergerakan,
aku akan menghubungimu.
Baik.
Apa istrimu baik-baik saja kerja di pasar?
Pimpinannya terlalu baik padanya.
Dia mengizinkan menjemput anak saat kerja,
juga boleh bawa anaknya saat kerja.
Terima kasih sekali, Bibi Xu.
Terima kasih sudah
mengenalkan pekerjaan ini.
Tidak apa.
Jika butuh bantuan, beritahu aku kapan pun.
Terima kasih.
Bekerjalah.
Baik.
Halo.
Kakak,
kamu sedang apa?
Bekerja.
Ada apa?
Aku ingin kamu menemaniku periksa kehamilan.
Kemarin kata dokter,
detak jantung anak sedikit cepat.
Jadi saat diperiksa,
harus ditemani keluarga.
Kamu juga tahu,
orangtuaku sudah tua.
Jadi...
Kapan?
Aku akan menjemputmu.
Sungguh?
Kakak paling baik.
Aku tunggu, ya.
Alpha, apa yang kamu lakukan?
Haus sekali.
Agak lapar juga.
Aku tidak ingin makan ini.
Aku ingin makan kacang almond.
Aku tersedak, ingin minum air.
Kakak.
Apa kamu merasa sekarang aku menjengkelkan?
Sebenarnya aku juga merasa aku menjengkelkan.
Tapi inilah wanita.
Saat mengandung,
tidak nyaman jika makan sedikit saja,
tapi ingin muntah jika makan kebanyakan.
Jika tidak punya anak,
tidak akan tahu jasa orangtua,
benar, 'kan?
Zhang Cheng Cheng, daftar di sini.
Aku datang.
Suamimu sangat
sabar padamu.
Tidak seperti si malas di rumahku.
Hanya datang sekali ke rumah sakit,
lalu tidak ingin datang lagi.
Katanya banyak orang di rumah sakit,
membuatnya sesak.
Jadi aku datang sendiri.
Lagi pula nanti saat melahirkan,
aku juga menghadapinya sendirian.
Di mana kamu ingin melakukan masa nifas?
Mertuamu pasti akan menjagamu, 'kan?
Mertuaku sudah meninggal.
No comments yet. Be the first to leave one.