The first 51 lines.
Ibu Cabul
Bibi, aku sudah tidak bisa menahannya lagi...
Tidak, jangan dulu.
Jangan² Masaru?
ini tidak mungkin...
Bibi... sempit banget...
Kakakku... dengan Masaru!
Menikah?
Tentu saja.
Yah, dia adalah pria yang akan kau nikahi...
Tapi dia benar² pria yang baik...
ditambah anaknya, Masaru...
dia tampak seperti cinta pertamamu...
Bahkan jika kau tidak mau, temuilah dia sekali saja...
Masaru?
Ya!
Senang bertemu denganmu...
Aku Saori.
Luar biasa... Kau luar biasa, Masaru...
Bibi... bibi...
Aku berada pada puncaknya sekarang.
Ada apa, bibi?
Tidak.., tidak ada apa-apa...
Hei Masaru, bolehkah aku menutup matamu?
Apa yang akan kau lakukan?
Sesuatu yang terasa jauh lebih enak.
Baiklah.
Sepertinya cukup menarik...
Bi... apa yang akan kau lakukan?
Sesuatu yang benar² nikmat...
Ini lebih menarik dengan memakai penutup mata...
Aduh, Bi...
ini terasa lebih enak...
sungguh L...Luar biasa...
Masaru, lepaskan penutup matamu.
Aku bisa melepasnya?
Ya.
Ibu!
Maafkan aku, Masaru.
Ini tidak boleh...
Tenang saja...
Kita akan baik-baik saja...
Benarkan Masaru? Saori?
Kita akan bersama? Bibi...
Kenapa kau pikir Saori mau menikah dengan ayahmu?
itu karena kau bersama dia...
Dia menyukaimu...
Dia mencarimu!
Dia adalah ibu yang buruk...
Kakak, kau berjanji tidak akan mengatakannya!
Sekarang Masaru... Jilat memekku...
No comments yet. Be the first to leave one.