Specials

Release info

Heart to Heart E04 150117 HDTV H264 720p-WITH
A Commentary by Anisa Dwi
Beberapa dialog tidak ada subtitlenya, karena dari sumbernya sudah seperti itu. @anisadwiiiii

Tags

HDTV
hdtv
720p
720
HD
Published on: 2015-01-22
Downloads: 38
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Hei, Cha Hong Do, sudah berapa kali kamu begitu?

Cepat ke sana.

Sampai kapan kamu mau berdiri di sana. Sudah telat nih.

Cha Hong Do.

Ugh, bikin frustasi saja!

Hei, pergi sana, pergi. Benar begitu.

Oh, oh, dia sudah jalan.

Aku tidak bisa.

Aku tidak bisa, tidak bisa, tidak bisa, tidak bisa.

Ahh, kenapa kamu terus-- urgh!

Cepat ke sana.

Benar begitu, katakan 1 hal saja.

Benar begitu, cuma 1 hal, cuma 1 hal, kamu bisa melakukannya.

Jangan panik, jangan panik. Cuma 1 hal saja.

Kamu bisa. Kamu bisa.

Min Ho, bawa bekal makan siangmu.

Aku sudah terlambat Bu.

Argh, bikin frustasi saja.

Kacau sudah hari ini.

Benar begitu.

Aigoo, Hong Do-ssi, ada apa sepagi ini?

Oh, kamu melepas helmnya.

Oh, dia keluar.

Apa kamu...kamu...kamu...

Oh, tidur...tidur, tidur...

Detektif Jang, aku menyukaimu.

Apa yang dia katakan? Apa dia sudah mengatakannya?

Aku...

Lihat ekspresinya!

Hei, tidak peduli seberapa besar kamu menyukainya, kamu tidak boleh lari seperti itu?

Keluarlah jadi kamu bisa menceritakan padaku apa yang kamu rasakan.

Kita harus merayakan hal semacam ini dengan sesuatu yang enak.

Merayakan apa?

Apa kamu perlu suatu alasan untuk sebuah perayaan?

Ini keberhasilan pertamamu dan kamu pasti ketakutan.

Argh, harus bagaimana nih aku?

Apa maksudmu harus bagaimana? Kamu hanya perlu keluar rumah saja.

Aku sedang di toko roti sekarang, jadi keluarlah & beli beberapa roti.

Aku keluar rumah tanpa sarapan dulu itu karena kamu. Keluarlah dan traktir aku roti.

Sialan, membicarakan roti segala.

Bagaimana bisa aku ke sana? Aku sudah tinggal di lingkungan ini

selama 7 tahun dan aku tidak pernah menjejakkan kakiku ke sana.

Keluar dulu saja. Aku tutup ya.

Ah, kenapa dia tidak ke sini- sini sih? Aku lapar sekali.

- Dimana kamu? - Di luar.

Dimana?

Kenapa menelepon segala?

Kenapa kamu menelepon--? Masuk saja.

Cepat masuk, aku lapar. Cepat, cepat.

Cepat. Cepat.

Cepat ke sini.

Benar begitu. Oke.

Benar begitu, benar begitulah caramu ke sini.

Hebat sekali kamu. Kamu hanya perlu jalan saja, yak jalan saja.

Aku robot. Aku robot. Anggap saja seperti itu.

Kenapa kamu duduk di sana? Cepat kemari.

Aigoo, benar-benar. Aku mengerti. Aku yang akan ke sana.

Aku yang akan ke sana.

Biarkan aku melihatmu. Cara tegasku efektif kan?

Bukan hal yang mudah mengajak penderita anthrophobia keluar seperti ini.

Lihat, perkembanganmu sangat pesat setelah bertemu denganku.

Kamu hebat.

Aku langsung bisa menilainya.

Mukamu yang kemerah-merahan itu yang menciptakan ketakutanmu.

Dan tingkatannya berbeda, tergantung pada jenis kelamin seseorang.

Kamu mulai bisa berbicara dengan Detektif Jang & aku, lebih mudah dari yang aku perkirakan.

Berbicara tentang pertimbangan-pertimbangan itu...

Kemungkinannya tinggi bahwa orang yang memberimu bekas luka adalah seorang wanita.

Aku mengira, kita akan bisa mengetahui lebih lanjut tentang itu lewat konsultasi2 selanjutnya.

Bagaimanapun juga,

Detektif Jang, dia pasti

merasa seperti habis disambar petir. Aku merasa lebih baikan.

Hei! Kenapa ekspresimu seperti itu?

Kamu sangat menyukainya kan, kalau kamu tidak kumat seperti biasanya?

Tidak, aku cuma gila saja.

Bukan itu yang ingin aku katakan.

Apa katamu?

Kenapa kamu datang ke sini segala? Tanggung jawab

untuk yang tadi. Aku harus bagaimana sekarang?

Aigoo, tidak seharusnya aku mendengarkan kata-kata dari dokter bodoh.

Kenapa? Apa Detektif Jang takut dengan wajahmu?

Aku tidak bisa bilang "Apa tidurmu nyenyak?"

Kamu tidak bisa? Lalu, apa yang kamu katakan padanya?

Aku lihat kamu berbicara dengannya tadi.

- Aku bilang "Aku Menyukaimu." - Apa? Apa katamu?

Bahwa aku menyukainya.

Argh, bikin frustasi. Katakan saja. Apa katamu?

Aku bilang aku menyukainya. Aku bilang "Detektif Jang, aku menyukaimu."

Omo, ini...

Katakan padaku, jadi aku bisa mengerti apa yg dia rasakan.

Kamu bilang padaku, kamu mengatakan "Aku Menyukaimu" pada Detektif Jang. Bayangkan saja aku ini sebagai dia,

dan ulangi perkataaanmu dengan benar. Mari kita lihat seberapa besar efek merindingnya.

Sebelum aku mengatakan itu...

"Apa kamu"... aku cuma bilang begitu.

"Detektif Jang, aku menyukaimu."

Aku tidak merasakan apa-apa. Ulangi lagi.

"Detektif Jang, aku menyukaimu."

Tidak ada perasaan gugupnya.

Detektif Jang harus merasakannya.

Lagi.

"Detektif Jang, aku menyukaimu."

"Aku sangat menyukaimu, Detektif Jang."

Bagaimana?

Apa kamu jadi bosan mendengarnya?

Apa mukaku tambah merah?

Iya, aku tidak bisa membayangkannya. (artinya dia tidak bisa merasakan apa-apa)

Apa separah ini mukaku?

Omo, bagaimana ini? Telepon dari Detektif Jang.

Aku harus bagaimana kalau dia marah?

Berikan padaku, berikan padaku.

- Aku saja yang jawab. - Tidak, kamu tidak boleh.

- Berikan padaku. - Tidak, tidak.

- Iya, Hong Do-ssi. - Sekarang,

dia sedang gugup dan kesadarannya sedang tidak baik jadi telepon lagi nanti.

Tentang apa yang terjadi pagi ini, anggap saja dia tidak pernah melakukannya. Oke?

Ada lagi yang ingin kamu katakan?

Kenapa kamu selalu menjawab telepon di HP-nya Hong Do?

Dan kamu kok tahu tentang kejadian pagi ini?

Apa kalian sedang mengerjaiku?

Aku merasa seperti sedang di tes atau apalah.

Kamu bukan orang yang dungu sama sekali ternyata.

Anggap saja yang tadi pagi itu tidak ada artinya.

Oh, menakutkan. Hei, hei, hei, hei.

Oh! Aish, dasar! Oh!

Dia kaget dan gugup karena kejadian tadi pagi, jadi...

Pokoknya begitu lah. Aigoo, dasar.

Hei, jangan--. Aishh.

- Dasar, argh. - Apa itu?

Kyung Soo?

Kalian bertengkar. Aigoo.

Jadi itulah yang aku katakan, tidak peduli jika hyung akan menikah

dengan seseorang yang baru kemarin ditemui, hyung harus melamarnya dulu..

Paling tidak ambil setangkai bunga di tanah dan berikan padanya.

Aku merasa seperti sedang dipermainkan.

Oleh Kim Kyung Soo? Apa dia naksir pria lain?

Dia bilang, dia menyukaiku.

Tentu saja, dia akan menikahimu karena dia menyukaimu.

Dia bukan orang semacam itu.

Tentu saja, dia kan guru, kalau bukan dia, lalu--

Kamu ini ngomong apa sih?

Oh, ada rumput laut ya?

Harusnya aku mengambil juga.

Aku ini tidak pikun.

Aku hanya tinggal di rumah sakit terus-menerus saja, jadi aku

keluar dari sini dengan puteraku karena bosan.

Makanlah! Mau Nenek bukakan?

Aigoo, makanmu lahap sekali.

Nenek, berapa umur anakmu?

Kamu yang beritahu. Aigoo! Lihat wajahnya berubah jadi merah.

Dia agak malu-malu.

Umurnya 12 tahun.

Sekarang ini, ada saya & Nenek,

dan wanita yang bersembunyi di sana, hanya kita bertiga.

Tidak ada anak laki-laki yang berusia 12 tahun.

Chul-ku ada di sini.

Dia tidak ada di sini. Nenek sedang melihat hal-hal yang takhayul saja.

Itu bukan pikun tapi gangguan delusi..

Nenek sudah diberi obat. Diminum tidak?

Hei, Ko Yi Suk!

Kamu! Apa kamu bilang pada Si Nenek bahwa kamu tidak melihat anaknya?

Dia mengira kamu gila dan menangis!

Itulah yang ingin aku katakan.

Dengan kondisinya yang begitu, kelihatannya dia tidak meminum obatnya

sementara. Apa yang sudah kamu lakukan dan tidak mengecek keadaannya?

Harusnya kamu itu memutuskan sesudah melihat kondisi pasien!

Kondisi pasien? Apa, karena itu tidak berbahaya,

tidak apa-apa baginya hidup seperti orang gila, begitu?

"Dia tidak punya banyak waktu lagi, jadi biarkan dia menghabiskan waktu dengan puteranya"?

Lalu kenapa kamu mengirim dia padaku, jika aku tidak bisa memeriksanya?

Aku ingin melihat bagaimana caramu memeriksanya, oke?

Kalau begitu jangan menggangu dan mengawasiku terus.

Atau bawa saja dia pulang denganmu.

Jangan membawa-bawa perasaan pribadimu pada orang lain. Kamu kan tahu kalau kamu itu

seperti ini karena kamu punya perasaan yang bertentangan dengan Ibumu kan?

Kenapa kamu membawa-bawa ibuku?

Kamu tidak memberi obat pada si Nenek karena merasa kasihan padanya!

Dan orang yang punya perasaan benci yang tak mendasar terhadap ibu. adalah kamu. Kamu tidak punya ibu!

Dasar kamu.

Wow. Dia kasar sekali. Benar-benar mirip anjing.

Apa? Hei, hei! Berhenti ngomong sembarangan diam-diam dan ikut denganku.

Beraninya kamu berbicara yang tidak-tidak tentangku?

Hei, hanya ada kamu dan aku di sini.

Lepas saja helmnya.

Kamu kan punya masalah dengan alkohol?

Nih~~ Bersulang untuk hari pengakuanmu.

Aku tidak akan meminumnya. Hanya untuk menyemangatiku saja.

Hei! Itu lumayan banyak...

Tercengang aku.

Hei. Kamu pulang dengan supir pengganti ya. Jangan berani memintaku untuk mengantarmu!

Minumannya enak.

Hei, hei, hei. Berhenti meminumnya seperti 'arak beras'. Sedikit demi sedikit.

Ah, dasar.

Kenapa kamu bisa jadi dokter sih?

Apa?

Kamu itu jauh dari kata sukarela, pengorbanan dan rasa cinta.

Apa? Aku tidak punya rasa cinta? Aku dilimpahi dengan rasa cinta.

Akankah seseorang yang dilimpahi rasa cinta bisa menyakiti perasaan seorang Nenek?

Meskipun kamu tidak bisa melihatnya akankah itu memiliki arti apapun untukmu jika melakukannya?

Kamu bahkan tidak punya sepasang mata manusia yang penuh kasih sayang.

Dan kamu adalah orang yang penuh kasih sayang bukan?

More Indonesian subtitles for Heart to Heart

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left