Grey's Anatomy

Grey's Anatomy

Download Indonesian Subtitle

Season 22

Release info

Greys Anatomy S22E06 AMZN+DSNP WEB-DL DDP5 1 H 264
A Commentary by tedi
Retail ADSNP | 43:01 Fix common errors

Tags

webdl
Published on: 2025-11-26
Downloads: 53
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Saat risiko prosedur bedah lebih besar daripada manfaatnya,

kami mengawasi dan menunggu.

Jika gejalanya memburuk ...

- Selamat pagi. - Pagi.

...kami ambil pisau bedah.

Siapa itu? Kita di antah-berantah.

Mungkin hanya pekemah mencari tisu toilet.

Aku akan kembali. Baik. Aku datang.

Baik.

- Baik. - Hei,

anak-anak ingin bawakan panekuk yang mereka buat.

Tunggu.

- Siapa kau? - Di mana pakaianmu?

Seharusnya kau menelepon dulu.

Anak-Anak?

Kita harus pergi atau kita akan terlambat. Berpamitanlah kepada Ayah.

- Dah. - Nyalakan nada deringmu.

- Maaf. - Tidak. Dia hanya terkejut.

Santai saja. Aku akan ambilkan kopi.

- Ya? - Baiklah.

Kedengarannya mudah,

tapi diam saja adalah salah satu hal tersulit bagi dokter bedah.

Kami dilatih untuk bertindak, mengangkat, memperbaiki.

Mengendalikan diri tak ada pada DNA kami.

Bayinya tampak sehat.

- Ikatan masih di tempatnya. - Itu bagus.

Bagus berarti ketubanku pecah tujuh pekan lagi.

Masih mungkin terjadi.

Mungkin saja. Bayinya sehat. Tak ada tanda infeksi.

Jika aku melahirkan lebih awal, mereka berisiko sepsis,

paru-paru kurang berkembang, kesulitan makan...

Semua opsi tak bagus.

Tapi kau benar. Aku bisa bertahan tujuh pekan lagi.

Ya.

- Kau baik-baik saja? - Aku sesak napas.

- Bisa panggil kardiologi? - Menurutmu apa?

Masalah jantung atau paru-paru?

- Ada nyeri? Tajam, tumpul? - Mungkin bukan apa-apa.

Aku hanya ingin mempraktikkan ucapanku, memeriksakannya.

- Baik. Aku akan telepon lantai atas. - Baiklah.

Pada akhirnya, kami hanya bisa mengharapkan yang terbaik.

Dan percaya keputusannya tepat.

Meade? Kau mau ke mana?

Miranda. Webber membatalkan kuliah bedahnya.

- Kukira kau tahu. - Apa aku terlihat tahu?

Tidak juga.

Siapa yang membatalkan kuliah orang lain tanpa memberitahunya?

Mungkin dia lupa.

Apa dia lupa aku direktur residen?

Sejak dia mengambil alih sebagai kepala,

dia membuat perubahan pada programku tanpa berkonsultasi denganku.

Seolah-olah tak ada rima atau alasan dari caraku bekerja.

Aku hanya sampaikan pesan.

Perbandingan Jaring Sintetis Versus Biologis dalam Penutupan Trauma

Bagaimana dengan pesan ini?

Aku sudah muak.

Ya.

RUMAH SAKIT GREY-SLOAN MEMORIAL

Kalian sudah baca surel dr. Webber?

Bagaimana kita bisa tingkatkan kasus sebanyak sepuluh persen?

Di mana kita bisa temukan kasus tambahan ini?

Kau tampak tenang. Kau tak tertinggal?

Aku mau selesaikan ini,

karena lima menit lagi aku sibuk.

Aku tak tahu kau merajut. Keren.

- Itu merenda. - Kalian kembali bersama?

- Aku tak bersama siapa pun. - Kami membuat perjanjian.

Kami fokus pada diri sendiri dan hobi.

Apa itu defekasi?

Ini limpa.

- Seseorang hubungi 911! - Ayolah!

Tolong!

Aku butuh bantuan. Tolong.

- Bantuan datang. Di mana kau? - Di bawah sini.

Tolong.

- Baik. Siapa namamu? - Maisie.

Maisie, aku Owen. Aku dokter.

Aku akan telepon 911 dan kami akan mengeluarkanmu dari sana.

- Mengerti? Bagus. - Ya.

- Semua baik-baik saja? - 911, apa keadaan daruratmu?

Pastikan milik kalian tak ada.

Akan disumbangkan hari ini.

- Ini bagus. - Aku sudah mencari ini.

Hei, bagaimana perjalananmu?

Aku di selatan Prancis,

tapi aku harus belajar dan ikuti ujian lisan,

jadi tak terlalu menyenangkan.

Aku sudah pesan penggantian elektrolit Tn. Litton.

Terima kasih.

Tak masalah. Jika dia butuh selang dada, boleh aku saja?

Tidak.

Kau bekerja dengan Bryant?

Tetaplah kuat.

Percayalah, tak akan jadi masalah.

Ada tiga kendaraan yang akan datang,

salah satunya bus, setidaknya 30 penumpang.

Akhirnya ada kabar baik.

Untuk catatan kasus kami, turut sedih ada kecelakaan mobil.

Apa aku sudah menyambutmu?

Belum?

- Akan kami urus, dr. Hunt. - Sampai jumpa di RS.

- Hei. - Terima kasih sudah datang.

Ada mobil pecah ban, lalu menabrak mobil lain yang menabrak bus,

dan bus itu menabrak pesepeda.

Aku tahu kau di dekat sini karena kau datang tanpa pemberitahuan.

Aku tak mau bicarakan itu. Kau butuh aku di mana?

- Di bawah bus. - Hati-hati.

Damkar khawatir kita mungkin harus amputasi kaki pesepeda

untuk mengeluarkannya.

Paramedis bisa, tapi aku lebih suka dokter bedah.

- Owen, itu kau? - Aku di sini. Ini Maisie.

Kaki kiri dan panggulnya nyeri, ada pendarahan juga,

tapi tak bisa kujangkau, jadi aku tak tahu asalnya.

Baik. Hai, Maisie. Aku Teddy. Aku juga dokter.

- Sudah dekat? - Bus dievakuasi,

dan ada satu pasien lagi di mobil,

lalu kami akan mengeluarkanmu.

Maisie, ada yang kau ingin kami hubungi selagi menunggu?

Aku mau bilang kau bisa telepon pacarku, tapi aku ingat...

- dia bukan pacarku lagi. - Aku turut sedih.

Kami bertengkar karena dia tak mau naik kapal pesiar bodoh

untuk hari pernikahan orang tuaku, yang sebenarnya masuk akal.

Sangat dingin di Alaska pada bulan Oktober.

Bisa kubayangkan.

Aku ingin minta maaf, tapi dia tak jawab teleponku.

Mungkin jika kau beri tahu kondisiku, dia akan jawab.

Kami akan mengeluarkanmu dari sini,

lalu kita bisa telepon pacarmu, ya?

Baik.

Apa kau akan memberitahuku kau membatalkan kuliahku?

Kukira sudah.

Aku tiba pukul 05.45 untuk mencetak selebaran dan menyiapkan ruang konferensi.

Maaf, karena konstruksi

dan para residen kekurangan kasus,

semua orang harus turun tangan.

Dengan segala hormat, ini bukan tugasmu.

Hei, ayo.

Astaga.

Aaron!

Dia autis, tak bicara dan terluka di kepala.

Pasien itu asistennya.

- Kejar dia! - Ya.

Glenn Kelly, 53 tahun, SKG 3T,

kecelakaan dengan bus, pengemudi bersabuk pengaman.

Riwayat medis tak diketahui, diintubasi di TKP.

- CPR berapa lama? - Sepuluh menit.

Tak terlihat bagus.

Bisa kutolong. Bawa dia ke Trauma 3!

- Maisie, bagaimana keadaanmu? - Di bawah sini dingin.

Aku tak bisa bernapas.

Kakinya mengeluarkan banyak darah.

- Sedang kerjakan mobil kedua. - Tetap bersamaku, Maisie.

- Tahan. - Bus akan distabilkan ke mana?

Begitu kita selamatkan pasien terakhir, akan ada akses.

- Mau apa? - Pendarahan dalam tak bisa kukendalikan,

tapi aku bisa hentikan pendarahan di kakinya.

- Jalan napas tak terbuka. - Pergi. Aku bisa.

- Baik. - Bu, jangan ke sana.

Aku dokter dan dia butuh turniket di kakinya.

Aku akan pasangkan ini padamu

lalu aku akan pakaikan turniket padamu.

Baik. Tarik napas yang dalam.

Kau baik-baik saja? Teddy.

Teddy, busnya belum stabil.

Kau memanggilku. Aku akan lakukan tugasku.

- Sudah waktunya? Aku bisa keluar? - Belum. Aku harus atasi kakimu.

Aku harus kencangkan ini untuk hentikan pendarahan. Ini dia.

Aku tahu ini sakit. Teruslah bernapas.

- Kau akan dapat obat nyeri. - Teddy, kau harus pindah sekarang.

Sebentar.

Kau akan mundur?

- Teddy! - Aku akan menemanimu.

Teruslah bernapas.

Ayo, Maisie. Tetaplah bersamaku.

Dr. Adams?

Hai, aku Dani Spencer. Aku dokter magangmu.

Ini hari pertamaku. Tepatnya, hari keduaku.

Meredith Grey melakukan laparotomi eksplorasi di klinik pada hari pertamaku.

Jadi, di sinilah aku.

- Berapa banyak kau minum kafein? - Aku tak minum kopi.

Selamat pagi. Flap pasien lepas.

Aku akan bawa dia ke OR untuk menyelamatkannya.

- Aku butuh... - Boleh ikut?

Tidak, aku butuh orang untuk ganti perban.

Bagaimana jika kau lakukan itu?

Ya.

Ayo.

- Kudengar ada TRAM flap. - Aku sudah punya asisten.

Tidak, kau...

Kau berutang padaku.

Kau diare. Itu bukan salahku.

Kuberikan kau kesempatan bedah dengan Jackson Avery.

Jika kau dapat pekerjaan di Boston, aku dapat sepuluh persen.

Aku menolak Adams.

Jika kuberikan karena kau minta, apa kata orang?

Aku tak peduli pendapat orang.

Frank Nelson, kamar 3256. Ulkus dekubitus sakral yang buruk.

Lukanya tak bisa divakum.

- Terlalu dekat anus. - Aduh.

Satu-satunya pilihan adalah lakukan ostomi

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left