The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"It's My Life"
Sekarang, waktunya kalian menjelaskan.
Kamu ingin kami menjelaskan apa?
Beberapa hari lalu, Pak Bang menemui Ahn Hyun Joo,
perawat yang dahulu bertugas saat Nam Jin hilang.
Pak Bang juga memberinya jumlah uang yang besar dan mendapat resi.
Apa hubungannya denganku?
Kamu terlibat.
Kenapa Pak Bang
memberikan resi itu kepadamu, Bu Choi?
Resi itu
kusimpan sebagai jaminan.
Jaminan?
Aku akan menyimpannya sebagai jaminan sampai dia melunasi
50.000 dolar yang kupinjamkan kepadanya.
Itu bukan dokumen tanah ataupun surat lahan yasan.
Kamu menyimpan resi untuk 30.000 dolar
yang dia berikan kepada orang lain?
Itu terdengar seperti alasan lemah bagiku.
Dia tidak memiliki tanah ataupun rumah atas namanya.
Bukankah setidaknya aku harus menyimpan resi itu?
Pak Bang.
Kalau begitu, kenapa kamu memberikan uang itu kepada Bu Ahn Hyun Joo?
Mengenai itu...
Bukankah kamu memberitahuku bahwa itu investasi?
Ya, itu benar.
Aku berinvestasi kepadanya.
Dia hanya perawat. Bisnis macam apa yang dia mulai
sampai kamu memutuskan berinvestasi kepadanya?
Sepertinya dia ingin membuka
fasilitas perawatan di rumah bagi lansia.
Ya, itu benar.
Fasilitas perawatan di rumah bagi lansia.
Hyun Joo sangat tertarik dalam masalah itu.
Begitukah?
Tidak akan lama untuk mengetahui apakah itu benar.
Tapi apakah kalian tahu?
Dari pertemuan dengan kalian berdua,
aku mendapatkan firasat mendalam bahwa aku mendekati
kebenarannya.
"Kebenaran"?
Omong kosong apa yang kamu rencanakan
sampai kamu berkata seperti itu kepadaku?
Pikirkan ini.
Kepala perawat di klinik kandungan
tiba-tiba ingin membuka fasilitas perawatan di rumah untuk lansia?
Bukankah itu alasan yang lemah?
Cepat atau lambat, kebenarannya akan terungkap.
Maaf sudah mengganggu kalian di pagi hari.
Bagaimana sekarang?
Bagaimana jika dia menanyai Hyun Joo soal fasilitas itu?
Kita harus bagaimana?
Kenapa kamu masih duduk di sini?
Kita harus memastikan dia bungkam sebelum Pak Han mengetahuinya.
Baiklah, aku akan memikirkan rencana.
Bagaimana hasilnya, Pak?
Seperti dugaanku.
Dia membantah dengan cerdik.
Kata mereka, Bu Ahn mendapatkan uang itu untuk investasi fasilitas
yang ingin dia buka.
Haruskah kutemui Bu Ahn dan memverifikasi hal itu dengannya?
Tidak, Bang Cheol Sang pasti sudah bertindak.
Kamu sebaiknya terus mengawasi orang yang bekerja dengan Bu Ahn
- pada hari peristiwa itu. - Baik, Pak.
Jika berhasil amankan beberapa hal untuk mendukung klaimku,
akan kuajukan investigasi ulang lewat Jaksa Yu.
Investigasi ulang?
Bukankah masa kedaluwarsa kasusnya sudah berakhir?
Dalam kasus penculikan anak, itu dimulai saat anaknya ditemukan.
Tolong fokus mencari bukti kuat.
Baik, Pak.
Saat kamu membungkam orang dengan uang,
mereka pasti akan bicara.
Cepat atau lambat, kebenarannya akan terungkap.
Aku akhirnya berhasil menghentikan Si Woo,
tapi Pak Han masih berusaha menggali apa yang terjadi di masa lalu?
Dia hanya membuang-buang waktunya.
Bagaimana dia akan mengungkap kebenaran yang terkubur 30 tahun?
Dia hanya mencoba memprovokasiku.
Hei, Si Woo.
Ibu jarang melihatmu belakangan ini.
Aku sibuk bersiap untuk babak ketiga kontes.
Baguslah kamu sudah bekerja keras, tapi kamu tampak lelah.
Kamu bekerja tanpa henti seharian tanpa istirahat,
dan kamu minum miras tiap malam.
Kamu tidak tahu bahwa minum miras tidak baik saat minum obat herbal?
Aku hanya minum sedikit karena tidak bisa tidur.
Benar juga. Kami menerima sampel dari Minhan tadi pagi.
Benarkah? Bagaimana hasilnya?
Itu sangat memuaskan.
Syukurlah.
Kita mengiklankan pakaian kita
di tempat ramai seperti mal dan pertokoan.
Jadi, kesenjangan penjualan babak kedua akan segera menurun.
Terima kasih.
Omong-omong, apakah Ibu mencoba membuat Minhan
kehilangan klien?
Itu?
Ibu hanya menggertak,
tapi dia berubah pikiran.
Pak Han pasti tahu
ibu sangat berpengaruh di industri ini.
Tapi kenapa kamu menanyakan itu?
Aku hanya penasaran.
Seperti itulah mengelola bisnis.
Untuk mencapai tujuanmu,
kamu harus bisa membuat orang lain mematuhimu.
Tentu. Tidak bisa kubiarkan mereka merebut Hyunkang dariku.
Kita menang babak pertama.
Tapi penjualan tim lain lebih tinggi daripada kita.
Babak kedua berakhir seri.
Tapi kita kalah telak dalam penjualan.
Yang tersisa bagi kita adalah babak ketiga.
Kita harus menang dalam kontes dan angka penjualan.
Para desainer, selesaikan revisinya dengan sempurna meski harus lembur.
Pak Jo dan Nona Kim, tinjau kembali laporan produksi.
- Baik. - Baik.
Tidak boleh ada yang meninggalkan pekerjaan tanpa izinku.
Baik.
Dia sangat menyeramkan.
Dia akan kembali menjadi dirinya sebelum babak pertama.
- Benar? - Benar sekali.
Dahulu dia sangat mendesak kita.
- Aku sampai terkena radang lambung. - Benar.
Wajar saja dia bersikap seperti itu karena kita kalah.
Harga diri Pak Choi terlalu tinggi untuk menerima situasi ini.
Ayo kita fokus bekerja. Ya?
Haruskah kita memeriksa ulang revisi dari desain Jin Ah?
Ayo kita lakukan itu, Nona Seo.
Ayo kita evaluasi sebentar.
- Baiklah. - Baiklah.
Portofolio desain dan laporan produksi sudah selesai.
Apakah kamu sudah selesai merevisi desain
untuk pakaian yang dibuat dari biji bunga kesumba dan baru cina?
Ya, sudah selesai, tapi akan kuperiksa lagi semuanya.
Baiklah.
Kita masih punya waktu untuk menyiapkan
pesanan pembelian, pewarnaan, dan bahan presentasi.
Masalahnya adalah kain kacang kedelai.
Aku akan pergi ke Minhan setelah rapat.
Aku akan bekerja semalaman agar selesai besok. Jangan khawatir.
- Baiklah. Aku akan ikut denganmu. - Apa?
Aku akan pergi bersama Pak Koo.
Aku harus mengurus entri bea cukai untuk ornamen tambahan.
Apa?
Kubilang aku akan ikut.
Kenapa? Kamu tidak mau pergi bersamaku?
Apa yang terjadi?
Apakah kalian bertengkar? Ya?
Jika kamu tidak mau pergi bersama Nam Jin,
kamu mau pergi bersamaku, pria tampan?
Tidak usah. Kami tidak bertengkar.
Aku hanya khawatir dia mungkin terlalu lelah.
Pak Ahn, Seung Joo sangat peduli kepadamu.
Aku iri sekali.
Kuharap seseorang bisa memperhatikanku seperti dia.
Tidak ada yang memperhatikanmu seperti aku.
Aku berangkat sekarang.
Seung Joo.
Seung Joo.
Aku penasaran kenapa pacarku kesal lagi.
Aku tidak kesal.
Aku akan pergi sendiri.
Kenapa kamu bersikeras ikut denganku padahal aku bisa pergi sendiri?
Itu karena kita harus memenangi babak ketiga. Maksudku,
Kita akan memastikan kita menang.
Aku akan memastikan kita menang.
Aku bisa memperbaiki desain dengan sempurna.
Apakah ini karena ayahmu?
Apa? Itu... Sebenarnya...
Kamu khawatir dia marah kepadaku
karena aku meminjami uang kepada Jin Ah, bukan?
Astaga. Bagaimana kamu tahu?
Ayahmu tidak marah.
Jadi, jangan khawatir.
"CEO Han Man Seok"
- Pak Han. - Baiklah.
Ayah.
- Hei. - Astaga. Selamat datang, Pak Ahn.
- Hai, Seung Joo. - Hai.
Selamat datang.
- Bu Ko. - Ya?
- Tolong buatkan teh untuk mereka. - Baiklah.
Beri Pak Ahn teh krisan.
Aku tahu dia menyukai teh krisan.
Akan kuminum tehnya setelah kembali dari pabrik, Ayah.
Baiklah, kalau begitu.
Ada apa dengan kalian? Apakah pemanasnya tidak bekerja?
Kenapa kalian memakai syal yang sama?
Kamu tidak perlu tahu, Anak Nakal.
Ayo kita cek pekerjaannya.
- Ya. - Kami akan segera kembali.
Ayo.
Apa? Ayahku bertingkah aneh.
Dia pasti mengatakan sesuatu kepada Nam Jin.
Astaga. Sepertinya kamu tidak tahu.
Apa? Soal apa?
Setelah kamu pergi kemarin, Pak Ahn datang.
No comments yet. Be the first to leave one.