Spartacus

Spartacus

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Spartacus Blood and Sand-Season-01-Complete-BluRay-Pahe in
A Commentary by Eben Haezer
Retail Netfix, Resync Dan Merapikan

Tags

BluRay
Published on: 2020-06-30
Downloads: 936
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ayo!

Kau tahu apa soal itu? / Pergi saja!

Jangan berisik.

Biarkan orang Romawi itu bicara.

Trakia dan Republik pernah berselisih.

Kita tak selalu akur.

Tapi mari kita kesampingkan masalah itu.

Bersatu demi tujuan yang benar.

Kau menjajah tanah kami.

Dan kini kau minta bantuan kami?

Tanganmu terulur?

Aku tak mengulurkan tangan. Aku kemari hanya memberi tahu.

Mithridates dan pasukan Yunaninya menyerang dari Timur.

Mendekat dari Laut Hitam. / Jauh dari desa-desa kami.

Benar.

Benar. Tapi bangsa Getae diuntungkan dengan pengalihan ini.

Gerombolan barbar mereka berkumpul di Utara.

Berjarak hampir setengah minggu dari desa-desa kalian.

Berapa banyak?

Ribuan.

Bergabunglah dengan Roma.

Bersumpahlah ke dalam pasukan cadangan.

Bergabunglah dalam kampanye kami!

Untuk apa?

Untuk apa?

Kemenangan.

Bagaimana kemenangan itu diukur?

Getae pernah menyerbu desa kami.

Memperkosa wanita kami. Membunuh anak-anak kami.

Setiap kali kita mengusir mereka, mereka pasti kembali.

Dia bicara bukan pada tempatnya, tapi ucapannya benar.

Jika kita akan bergabung dengan Roma

tujuannya harus jelas.

Bangsa Getae harus mati.

Mereka semua.

Mati. Mereka semua.

Dewan telah memutuskan?

Kami akan berperang.

Aku telah memohon ke para dewa untuk memberkati pedangmu.

Begitu Getae dimusnahkan, tak ada alasan untuk mengangkat pedang ini lagi.

Apa yang akan dilakukan suamiku tanpa ini di tangannya?

Bertani, beternak kambing.

Membuat anak.

Kau tak akan bertarung lagi?

Selamanya, untuk berada di sisimu.

Kapan kau berangkat? / Esok pagi.

Naiklah ke ranjang. Jika kita hanya punya 1 malam lagi

aku akan memaksimalkannya.

Kuatkan hatimu, istriku.

Aku bangun berharap istriku ada di sisiku.

Dia bangun pagi untuk berdoa.

Agar suaminya mau tetap bersamanya.

Kukira kita sudah sepakat.

Tadinya. / Tadinya?

Para dewa mendatangiku dalam mimpiku semalam.

Apa yang mereka tunjukkan padamu? / Suamiku berlutut.

Membungkuk di depan seekor ular merah besar.

Kehidupannya mengalir keluar dari nadinya.

Bagaimana kau menafsirkannya? / Sebuah peringatan.

Jika kau berperang, kau ditakdirkan bertemu hal-hal besar dan buruk.

Getae menyembah serigala gunung.

Mereka tak menyembah ular.

Itu hanya mimpi.

Jika ternyata bukan?

Aku berjanji, Sura.

Darah dan kehormatan.

Itu janji seorang pria.

Tak ada yang akan menghalangiku kembali ke pelukanmu.

Tidak Getae, tidak bangsa Romawi, bahkan para dewa sekali pun.

Malam begitu dingin.

Apa yang harus kulakukan tanpamu di ranjang kita?

Angkat gaunmu.

Jaga aku dekat dengan pahamu.

Pikiran itu akan menghangatkan kita.

Bunuh mereka semua.

Demi kau.

Serang!

Pertahankan barisan!

Aku akan tiduri wanita kalian!

Aku akan tiduri mereka semua!

Di mana pasukan Romawi?

Jangan tunjukkan belas kasihan!

Pasukan Romawi! Maju!

Kalian mau ke mana?

Agak terlambat.

Mereka hanya akan menghalangi.

Rasa kotoranku masih lebih enak.

Kumasak bahan pemberian mereka.

Isi perut dan tulang.

Sementara Glaber dan pasukan Romawinya makan daging!

Kita yang terakhir makan dan terakhir mendapat rampasan perang.

Tapi selalu yang pertama dikirim untuk melawan bangsa barbar itu!

Mungkin Legatus Glaber akan keluar dari tenda hangatnya

dan tahu bahwa anjing-anjing Trakia-nya telah pergi.

Mau ucapkan sesuatu, Pria kecil?

Sebuah janji.

Janji apa?

Yang kuberikan pada bangsa Romawi.

Beserta tubuh dan darahku.

Kita semua melakukannya, untuk mengusir Getae.

Kita bisa bela tanah kita sendiri!

Kita sudah berjanji.

Di desaku, hal itu masih berarti.

Desamu?

Karena itukah kau di sini? Untuk melindungi desamu?

Atau mungkin kau coba mengesankan istri manismu dengan kisah perang.

Ucapanku menusuk hatimu, ya?

Janji dan kehormatan apanya?

Pada akhirnya semua kembali pada sepasang dada wanita

dan lubang kecil yang sempit.

Legatus datang.

Legatus butuh relawan untuk mengintai di depan barisan.

Kau. Laporan taktik saat fajar.

Atau pergi tanpa ransum.

Apa tak bisa bilang "tolong".

Kita selesaikan diskusi ini nanti.

Dan jika kita mati?

Akan kuhajar kau di alam baka.

Ilithyia. / Bagaimana jika aku pembunuh?

Aku akan jadi janda.

Berapa lama periode duka cita sebelum aku menikah kembali?

Kau keterlaluan.

Wanita dilarang di dalam perkemahan. / Aku masuk diam-diam.

Kau?

Anak buahmu membantuku melalui gardu jaga.

Setelah aku mengancam akan lari telanjang di perkemahan

sambil berteriak bahwa dia menyentuh istri Legatus.

Apa ayahmu tahu kau di Trakia?

Tidak. Ayah terlalu sibuk bersekongkol dengan para mayat hidup lain di Senat.

Dia pikir aku masih bersantai di vila di Capua.

Di sana terlalu gersang.

Sudah lama sekali di sana tak hujan.

Seharusnya kau tulis surat.

Kau pasti melarangku datang.

Aku sedang berperang.

Kubawakan kau hadiah.

Untuk mengingatkanmu akan Roma.

Anggur Sestii.

Biar kuisi cangkirmu sambil kau ceritakan perang kecilmu.

Kisahnya singkat.

Mithridates dan pasukan Yunaninya

mendesak legiun kita di timur, dekat Laut Hitam.

Tapi aku di sini, melindungi perbatasan Utara

di negeri kotor dan menjijikkan dari penyerbu barbar bodoh.

Mithridates.

Kemenangan melawannya akan membuatmu dipuja di Romawi.

Cotta memimpin penyerangannya.

Dia mencuri kejayaanmu.

Dia anggota dewan. Pencurian adalah hak istimewanya.

Ayah akan kecewa.

Dia mengamankan posisi ini agar kau berjaya.

Dan di sinilah kau. Terkucil.

Aku bertindak semampuku.

Tentu saja. Aku hanya berharap kau pulang.

Ayah merencanakan pertunjukan dan gladiator sehari penuh.

Itu jadi pembahasan di Capua.

Aku tak sadar pemilu sudah dekat.

Tak pernah terlalu cepat untuk kampanye.

Jika keadaan semakin baik, kau bisa jadi wakilnya.

Jika.

Serius sekali. Buruk untuk humor.

Kemarilah. Kau belum merasakan hadiahmu.

Mereka membubarkan kemah.

Dasar pengecut. Lari terbirit-birit.

Jika mundur, mereka melalui pegunungan ke Utara.

Tapi obor mereka menuju Barat.

Barat?

Mereka memutar untuk menyerang desa-desa di bawah celah gunung.

Desa-desa kita.

Pengecut-pengecut licin.

Mereka menuju celah gunung ini.

Maksimal 4 hari untuk mencapai desa di bawah.

Makanan, perbekalan, wanita. Semuanya tak terlindungi.

Mudah untuk salah menyimpulkan situasi pegunungan pada malam hari.

Mungkin aku harus kirim orang Romawi untuk menilai situasinya dengan benar.

Kirim saja para dewa, mereka akan laporkan hal yang sama.

Bubar.

Jika kita bergerak siang hari...

Bubar!

Bangsa barbar menuju Barat.

Tampaknya begitu.

Makin jauh dari Mithridates dan bangsa Yunani.

Juga kejayaan yang layak kau terima.

Kembalilah ke Capua.

Dan ayahku?

Bagaimana dia akan menilai suami putrinya?

Seperti seorang raksasa. Menjulang tinggi di atas musuh-musuh Roma.

Romawi angkuh, sombong, penyuka sesama. Menyebut kita pembohong!

Dari mana kau tahu? / Kau dengar dia.

"Salah menilai di malam hari." Seolah bicara dengan bocah.

Bukan, soal penyuka sesama jenis. Darimana kau tahu dia begitu?

Kini siapa yang tertawa?

Belakang tenggorokanku geli.

Itu karena kemaluan Glaber yang dia paksakan ke mulutmu.

Jika dia mau mengirim pasukannya, biarkan saja.

Itu tak akan mengubah arah Getae.

Glaber adalah orang bodoh yang paling berbahaya.

Yang punya gelar.

Benar. Tapi mungkin dia lebih ahli dalam urusan anggur.

Kau mencuri anggurnya?

More Indonesian subtitles for Spartacus

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left