Warm and Cozy

Warm and Cozy (맨도롱또똣)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Warm and Cozy E03 LIMO
A Commentary by Mong_Ji
♥Manual translate♥ || Visit us @idfl.me :D || Jin Young ♥

Tags

other
Published on: 2015-05-21
Downloads: 39
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

:: Episode 3 ::

[Kami akan melayani anda dengan pelayanan administratif terbaik]

Nona Lee Jung Joo!

Ya?

- KTP baru anda sudah jadi. - Terima kasih.

Kau harus memilih Pulau Jeju sekarang.

Aku akan mati dan mengubur tulangku di sini.

- Geon Woo! - Kami tutup setiap hari sabtu dan minggu.

Kami juga tutup hari selasa pertama dan ketiga.

Juga hari rabu kedua dan keempat bulan ini.

Haruskah saya pesankan meja untuk anda saat itu?

Ya, saya mengerti. Terima kasih.

Jadi kau sedang memesankan meja untuk pelanggan.

Setiap aku datang kemari, tidak ada siapapun di sini.

Jadi aku penasaran apakan tempat ini menghasilkan uang.

Kenapa kau kemari? Geon Woo hyung sedang keluar sebentar.

Benarkah? Aku kemari untuk meminjam sesuatu.

Oh iya, apa banyak pelanggan yang membuat pemesanan?

Kurasa kami akan sedikit sibuk minggu depan.

Saat Nona Boo Mi Ra bicara soal restorannya hyung di bolg-nya,

Kami dapat kenaikan pesanan.

Boo Mi Ra... maksudmu, novelis yang tinggal di Jeju?

Ya, dia biasa kemari.

Dia menulis segala macam postingan mengenai kota Sorang.

Apa ini tentang Geon Woo?

Ini Geon Woo.

- 'Chef Baek di Maendorong Ttottot...' (*Restoran Warm and Cozy) - Dia adalah pria yang romantis.

Katanya dia bertemu dengan cinta pertamanya di Jeju.

Di ulang tahunnya yang ke-19, seperti embusan angin yang berjalan melalui pantai Jeju

Ia membuat sebuah pintu yang mengesankan.

Ulang tahunnya yang ke-19...

Hari itu aku mencarinya dan mengaku sebagai saudara kembarnya.

Astaga...

Lee Jung Joo!

Kau meminta Poong San untuk meminjam tangga?

Ah... iya.

Kenapa kau tak datang untuk makan siang?

Aku baru saja makan mie ramen.

Dasar kau ini...

Kau harusnya tidak boleh makan beginian!

Kau adalah apa yang kau makan!

Hey, kenapa dengan wajahmu? Apa kau sakit?

- Tidak, aku cuma sedikit pusing... - Kau beneran sakit?

- Haruskah kubawa kau ke dokter? - Tidak.

Aku sedang melihat sesuatu di internet sebentar.

Apa yang kau lihat?

Aku melihat sesuatu yang membuatku marah.

Itu karena kau tidak makan dengan benar!

Kau bisa mudah marah kalau kekurangan kalsium

Kalsium?

Semangkuk mie mel akan sempurna untuk kejadian seperti ini.

- 'Mel' apa? - Ada deh.

Kau akan jadi penduduk Jeju saat menikmati rasa dari mel.

Sekarang kalau dipikir, aku belum makan semangkuk mie mel musim semi ini.

Oh iya, mau apa kau dengan ini?

Kudengar akan hujan hari ini, jadi aku mau membetulkan atap.

Aku mau menutup lubang-lubangnya.

Dasar, kau harusnya tidak melakukan perbaikan sementara!

Kau harus melakukannya dengan benar saat membetulkannya!

Dasar...

Biarkan saja. Aku yang lakukan. Tak apa.

Bagaimana kalau atapnya terbang saat kau membetulkannya sendiri!

Kau tahu seberapa kuatnya angin di Jeju ini?

Jangan lakukan pekerjaan itu!

Halo, Paman.

Kau sudah membuat anggaran pembangunannya?

Aku akan segera kesana.

Aku harus pergi membahas anggaran pembangunan.

Jung Joo, jangan buat keputusan terburu-buru.

Putuskan nanti saja setelah kita bicara malam ini.

Benar, kita bicarakan ini sambil makan sesuatu yang enak.

Kita buat pesta.

- Pesta apa? - Kau sudah jadi warga baru Jeju hari ini.

Sebuah pesta penyambutan. Akan kubuatkan sesuatu yang enak malam ini.

Pergilah. Akan kuperbaiki semua atapnya untukmu!

- Aku segera kembali. - Baiklah.

Tenang ya!

Jung Joo! Sampai ketemi nanti!

Akan kutunggu kau dengan hidangan yang sudah siap.

Baik.

Baiklah, buatkan ia makanan yang enak,

Dan ceritakan semua padanya malam ini.

Kurasa aku harus menarik ini dulu.

Kenapa ini yang ketarik?

Kenapa tidak bisa?

Haruskah aku telepon ahlinya?

Siapa ini?

- Ya, Ji Won. - Baek Geon Woo.

Kau tahu aku di Seoul, jadi kenapa tak pernah menghubungiku?

- Aku kecewa. - Aku sedikit sibuk.

Bercanda kok.

Hari ini sangat cerah. Bagaimana cuaca di Pulau Jeju?

Sangat indah. Cuaca di sini bisa berubah-ubah...

Tapi saat lautnya tenang dan cuaca hangat seperti ini adalah yang terbaik.

Haruskah aku pergi ke Jeju?

Kapan?

Kalau aku pergi sekarang, aku harus makan malam di sana.

Kalau aku pergi, apa kau akan membuatkanku makanan enak?

Ya, tentu.

- Kau beneran mau datang sekarang? - Ya.

Akan kuhubungi saat aku tiba di Jeju.

Bagaimana ini?

Masa bodo.

Aku punya gurita, dagung, dan sayuran.

Baik, aku bisa membuat salad dan makanan goreng.

Aku buat apa ya, untuk makanan penutupnya?

Poong San, dimana kau simpan mangga yang kita dapat dari kebun?

Apa? Ada di gudang lantai 2.

Apa kau mau memasukkan mangga ke menu malam ini?

Kita tutup malam ini. Kita tidak akan berbisnis.

Seseorang akan datang.

Hyung, apa dia Mok Ji Won?

Aku punya bahan-bahan untuk membuat makan malam...

Oh, sampanye!

Apa sampanye kesukaan Ji Won ada di Jeju?

Pak, ini kemahalan.

Ini dua kali dari anggaran yang aku perkirakan.

Nona, dari lantai sampai langit-langit jendela memang mahal untuk dibangun lagi.

Dan barang-barangnya setidaknya 30% lebih mahal di Jeju daripada di pedalaman.

Aku tidak bisa melakukannya.

Tidak bisakah anda mencarikan yang lebih murah?

Dasar, dimana kau bisa temukan yang lebih murah dari ini?

Direktur Kim, Nona dari Seoul sedang berusaha menghemat uang tiap sen nya.

Jadi kita harus menolongnya. Tolong carikanlah untuk dia.

- Kalau begitu kembalilah sekitar 2 hari. - Ya, terima kasih.

Di luar mendung. Tampaknya akan turun hujan malam ini.

Aku harus makan semangkuk mie mel di hari seperti ini.

Paman, 'mel' itu apa?

Aku tahu, 'mel' itu ikan teri.

Di Jeju, orang membuat sup, masakan rebus, dan kue dadar dari ikan teri.

Di Seoul, orang mencelupkan daging babi ke dalam udang yang diasinkan, 'kan?

Di Jeju, kami mencelupkannya ke dalam saus ikan teri asin.

- Saya mau yang itu sedikit. - Baiklah.

Baiklah... ambil ini.

Benar... hyung bilang aku tak bisa memakai kartu kredit.

Sial.

Halo, bisakah kau berikan aku dua botol sampanye yang waktu itu?

Aku akan membawanya di resort.

Akan kubayar tunai, jadi tolong jangan ceritakan pada hyungku.

Sampai ketemu.

Tidak mudah mencari PR profesional.

Orang yang sudah berpengalaman tidak mau datang ke Pulau Jeju.

Seorang teman yang bekerja di Hotel Pierre di New York kembali ke Korea.

Bekerja di Hotel Pierre artinya pengalamannya sudah tingkat tertinggi.

Halo, Oppa.

Ya. Ada apa?

Aku harus bicara dengamu. Bisa kau luangkan waktu?

Sekarang? Tentu saja bisa.

Aku akan ke resort. Ya.

Ji Won! Kau sudah datang?

Maaf, Geon Woo. Kurasa aku tak bisa ke Pulau Jeju.

Mendadak terjadi sesuatu di rumah sakit ayahku.

Benarkah?

Aku sangat ingin melihat pemandangan Jeju di musim semi.

Kupastikan akan mengunjungimu sebelum musim semi berakhir.

Aku janji. Maaf!

Sampanye anda sudah siap.

Benar, sampanye nya.

Tunggu, dia mau bikin pesta.

Tapi ia menutup restorannya?

Baek Geon Woo, kenapa kau lebih banyak tutup,

Daripada buka untuk... berbisnis?

Noona! Kami tidak buka untuk makan malam nanti.

Aku lihat kalau tutup. Tapi apa semua ini?

Geon Woo hyung yang menyiapkannya.

Katanya dia mau membuat hidangan makan malam spesial nanti.

Dia menyiapkan banyak untuk pesta.

Wow...

Ini hati. Lucunya.

Itu pasti hatinya Geon Woo hyung. Ini untuk cinta pertamanya.

Kau tahu soal cinta pertamanya Geon Woo?

Tentu. Aku mendengarnya setiap tahun saat ulang tahunnya Geon Woo hyung.

Ia bertemu dengannya di hari ulang tahunnya.

Meski Geon Woo hyung tampak sumringah pada semua orang,

Dia sangat romantis, sekali kau mengenalnya.

- Menyentuh, 'kan? - Menyentuh.

Bukankah hati stoberinya sangat cantik?

Ia menyukai sesuatu yang cantik, jadi ia berusaha keras membuatnya.

Ini cantik.

Mungkin rasanya sangat manis dan meleleh di mulutmu.

- Ini manis! - Noona!

Kenapa kau memakannya?

- Apa? - Kau menghancurkan hatinya!

- Aku cuma mau icip... - Kenapa kau mencicipinya?

Itu untuk gadis yang disukai Geon Woo hyung!

Dia akan segera kemari. Bagaimana ini?

Tunggu, gadis yang disukai Geon Woo akan kemari?

Dia pergi menjemputnya ke bandara.

Mok Ji Won. Cinta pertamanya Geon Woo hyung.

Kenapa kau simpan di sana? Jorok!

Makan sajalah.

Baik.

Sejujurnya, Maendorong Ttottot dimulai dengan gadis bernama Mok Ji Won.

Geon Woo hyung mengikutinya ke Pulau Jeju.

Tapi sebelum pembukaan restoran ini,

Ia mengkhianatinya dan pergi ke New York.

Dia terus mengatakan akan segera menjual tempat ini.

Tapi mengingat kalau ia masih di sini menjalankan bisnis...

Mungkin ia menunggunya kembali.

Pokoknya, gadis yang sedang ia tunggu benar-benar datang.

More Indonesian subtitles for Warm and Cozy

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left