The first 200 lines.
NETFLIX MEMPERSEMBAHKAN
Sudah dapat surelnya? Hubungi aku secepatnya.
KANTOR JAKSA PENUNTUT UMUM
KAMI MENUNTUT KEADILAN MEKSIKO MEMBUNUH WANITA
SENTUH SATU WANITA DAN KAMI AKAN BICARA
PEMERKOSA
Ayo. Mereka mengizinkan kita masuk lewat pintu lain.
Arturo Bravo Díaz dan Julia Velázquez Noriega?
Nama anggota keluarga?
Gertrudis Bravo Velázquez.
Oke.
Usia?
Maaf. Aku tak mengerti.
Kau yang meminta kami kemari.
Ya.
Jika kalian peduli pada tugas kalian
seperti kalian memedulikan ponsel,
negara ini akan sangat berubah.
Bisa sebutkan usia putri Anda?
Bukankah ada di berkasnya?
Cuma untuk memastikan tak ada kesalahan, Bu.
Usianya 24 tahun.
Usianya 25 tahun.
Ulang tahunnya kemarin.
Terima kasih.
Ada ciri-ciri pengenal?
Tato di lengan kirinya.
Tato?
Anda punya fotonya?
Oke.
Tunggu sebentar.
Orang-orang bodoh.
Ada apa?
- Itu bukan Ger. - Kalian selalu bilang begitu.
- Tidak mungkin. - Kalian pikir ini adil?
Berkasnya sudah mereka simpan berbulan-bulan.
Orang-orang di universitas mengawasi ini.
Itu bukan dia.
- Bisakah kalian keluar? - Apa? Kenapa?
- Jaksa dalam perjalanan. - Kini, aku harus pergi?
- Tolong tunggu di luar, Bu. - Lewat sini.
Tapi…
Maaf, Bu. Kita bisa kembali sebentar lagi.
Pak Bravo, Bu Velázquez.
Saya jaksa penuntut, Zamudio Rodríguez.
Seperti yang saya jelaskan di surel,
saya dipindahkan ke sini beberapa minggu lalu.
Saya bertugas menyelidiki kasus putri kalian.
Jaksa ketiga dalam sembilan bulan.
Saya hanya menjalani perintah, Bu.
Tampaknya, ada kesimpangsiuran dengan berkas Gertrudis.
Kami tak punya catatan fitur yang bisa dikenali.
Kesimpangsiuran?
Kenapa ada kesimpangsiuran setelah sembilan bulan?
Maafkan saya.
Anda meminta maaf?
Kami tetap mau menemuinya.
- Maaf? - Saya ingin menemuinya.
Jika bukan putri kami, dia putri orang lain.
Tidak, itu melanggar protokol.
Protokol kalian yang membawa kami ke sini untuk mengidentifikasi mayat.
Jika itu tak cukup menyakitkan,
jawablah ini.
Apa yang kalian lakukan di sini jika tak bisa menjaga berkas dengan baik?
Mayat-mayat itu ditemukan di kuburan rahasia
dan sudah lama ada di sana.
Semua dalam keadaan membusuk,
tak pantas meminta kalian melihat…
- Halo. - Halo.
- Namaku Adriana. - Hai, Adriana.
Aku ibu Mitzy.
Kakakku menghilang beberapa bulan lalu.
DI MANA MEREKA?
Suatu hari, dia keluar rumah,
dan kami tak melihatnya lagi.
- Di mana Mitzy menghilang? Di sini? - Ya.
Tapi katanya ada kemungkinan
dia dibawa ke tempat lain.
DI MANA MEREKA?
Terima kasih, Adriana.
Ada lagi yang ingin kau ceritakan?
Ya.
Mitzy punya seorang saudari.
Adela.
Mereka kembar.
Kembar identik.
Adela sedang hamil 16 minggu.
Meski aku sudah membeli pakaian dan mainan untuk bayiku,
sebenarnya, aku merasa…
aneh.
Aku tak bisa merasa lebih…
bersemangat.
Ini cucu pertamaku.
Dan…
aku merasa malu
karena putriku bisa melihatku sedih sepanjang waktu.
Dia tak pernah mengatakannya.
Tapi aku tahu dia terluka.
Dan…
aku ingin bisa bicara dengannya.
Untuk menjelaskan.
Tapi aku juga merasa dia mulai muak padaku
yang selalu melakukan hal serupa.
Dan…
aku juga ingin dia tahu…
bahwa aku senang.
Ini cucu pertamaku.
Tapi aku juga ingin dia tahu…
setiap kali melihat perutnya,
saudarinya lah yang kupikirkan.
Itu sebabnya aku sedih.
Lalu aku membatin
diriku akan menemukannya,
dan dia akan punya banyak anak.
Jika dia mau, pastinya.
Jika tak mau, dia tak perlu punya anak.
Sebenarnya…
aku terkadang merasa bahagia.
Tapi…
setengah hati.
Hai, Adriana.
- Hai. - Aku Paula.
Aku sudah mencari ibuku, Augustina, selama tujuh tahun.
Kurasa kau akan senang saat melihat cucumu.
Sangat bahagia.
Bayi itu akan memberimu tambahan alasan untuk terus berjuang bersama kami.
Karena itu yang dilakukan bayi.
Kau tak sendirian.
- Kau tak sendirian. - Kau tak sendirian.
Selamat datang, Adriana.
Sekadar mengingatkan, hari ini, ada jurnalis Abril Escobedo bersama kita.
- Beberapa dari kalian sudah mengenalnya. - Hai, Abril.
Dia akan membuat catatan untuk penyelidikannya.
- Selamat datang, Abril. - Selamat datang.
Sekarang, kita akan mendengar cerita dari seseorang
yang pernah datang ke sini, tapi sudah lama tak kita temui.
Ini hari yang penting baginya.
- Selamat datang. - Selamat datang, Julia.
Terima kasih.
Aku Julia.
Ibu dari Ger.
Gertrudis.
Ya, hari ini penting
karena ini tepat sembilan bulan sejak dia menghilang.
Ingatkan kami, Julia.
Apa kabar terakhir yang kau dengar tentangnya?
Ger baru saja menyelesaikan pelatihannya. Dia psikolog.
Dia ingin mengurus anak-anak yang kesulitan
dalam membaca dan menulis.
Untuk merayakannya, dia pergi dengan beberapa teman.
Dan…
Aku sudah melalui proses resmi.
Kami…
sudah melakukan semua yang diminta polisi.
Kami habiskan berminggu-minggu
di area tempat dia menghilang,
sampai kami lelah berkali-kali bertemu jalan buntu.
Karena ulang tahunnya hampir tiba,
aku merasa sedih sekali.
Semuanya sakit.
Lalu ada Arturo,
ayah Ger.
Dia terus menawarkan untuk membantu mengurus semuanya.
Dia tak mengerti bukan itu yang kuinginkan.
Itu membuatku kesal.
Aku kesal karena dia sangat baik.
Aku tak mau dia bersikap baik.
Aku hanya ingin tahu
di mana putriku.
Aku mengerti bahwa itu adalah caranya untuk menemaniku.
Aku bersyukur
dia menjagaku,
tapi aku ingin dia mengerti
bukan itu yang dibutuhkan Ger.
Aku sangat merindukan Ger.
Hari ini, sudah sembilan bulan
sejak Ger menghilang.
Dahulu, Ger bahagia.
Kini, aku tak tahu di mana dia.
Kau tak sendirian.
Lihat di mana aku berenang,
sementara kalian terjebak di kota dengan kemacetan dan polusi.
Ini satu.
- Itu yang lain. - Hai.
Itu saja, Bu. Aku menyayangimu. Sampai jumpa.
Dan tenang saja.
Saudaraku bilang kau menyulitkan galeri.
Apa itu?
Ini sulaman.
Jangan khawatir.
Itu putriku. Kau menyukainya?
Tunggu. Biar kuperiksa.
Permisi. Apa Anda Julia?
- Ya. - Ini Emilia, putriku.
Senang bertemu denganmu, Emilia.
Ya. Nanti kutelepon, ya? Terima kasih.
Maaf, pengasuhku batal datang.
Silakan.
Boleh lihat?
Ya, tentu saja.
No comments yet. Be the first to leave one.