The first 200 lines.
- Hei. - Hei.
Oke. Aku sudah berpikir,
Jika aku sedikit tengah ke kiri,
- Lalu kau di kananku... - Aku di kiri.
Tidak, itu kananku, jika kau melihatnya dari sini.
- Ya, ya, ya. - Dan kau sedikit mundur.
Oke. Aku mengerti.
Tyler, lepaskan itu! Cepat keluar! Keluar! Ibu!
Tyler, keluar dari kamar kakakmu.
Ibu akan memotong lidah kecilmu itu.
Laura, ibu dipanggil untuk bekerja.
Ibu sangat ingin agar kau menjaga Tyler.
Laura.
Ya, terserah. Aku akan jaga dia.
Oke. Terima kasih.
Ibu keluar bersama Ken setelahnya, jadi ibu mungkin pulang malam.
Kau juga harus yang tidurkan Ken.
Carly, maaf, aku tak punya apa-apa untukmu makan malam.
Tak apa, Lisa, aku juga tidak lapar.
Tapi apa boleh aku tetap di sini? Aku bisa bantu menjaga Tyler.
Tak masalah.
Terima kasih, sayang.
Siapa Ken?
Dia yang terburuk.
Dia selalu mabuk dan mereka selalu bertengkar.
Aku yakin itu takkan bertahan.
Itu payah.
Ya, dia cukup menyebalkan.
Dia selalu mengikuti Jason.
Itu jelas dia suka dengannya. Tapi aku tak peduli.
Sungguh?
Aku tak peduli dengan Jason. Kami hanya bercumbu sesekali.
Entahlah. Aku rasa dia pacarku.
Aku tak punya rasa dengan orang lainnya.
Menurutku Jason cukup manis.
Ya, kurasa dia lumayan.
Anak laki-laki lain di sekolah kita kurang dewasa.
Anak gadis sebenarnya lebih cepat dewasa dibanding laki-laki.
Jadi secara teknis,
Kita harusnya menjalin hubungan dengan pria lebih tua dari kita.
Berengsek!
Sebenarnya, itu tak begitu buruk.
Tyler? Ada apa?
Lututku tergores.
Pasang plester dan tutup pintunya. Kau begitu menyebalkan.
Giliranmu.
- Hei. - Hei.
Mau ke gudang perawatan?
Ya.
Apa?
Aku pikir kau punya ganja.
Kau memang bodoh.
Aku tidak bodoh.
Mau?
Aku tak mau menghirup itu. Itu bahkan tak membuatmu teler.
Kau punya ganja atau tidak?
Cobalah. Jika kau cukup melakukannya,
Itu bisa membuatmu sangat teler.
Apa?
Masukkan itu ke mulutmu sebentar.
Aku tak bisa. Mulutku kering.
Sayang, kau sangat pandai melakukan itu.
Terima kasih.
Ini juga tak masalah.
Sumpah demi Tuhan, ada wanita di sana.
Sumpah demi Tuhan.
Aku benar-benar tak bisa melupakan wanita tadi.
- Siapa? - Wanita di sudut.
- Kau teler. - Dia disana.
Tidak, kau teler.
Laura. Bagaimana kabarmu?
- Aku merindukanmu. - Oke.
Muka anjing. Tapi aku tetap akan mencumbunya dari belakang.
Persetan denganmu, Matt. Kau juga tak ada bagusnya.
Hei, Matty, bicara soal wajah anjing,
Saudarimu biarkan aku ejakulasi di bokongnya semalam.
Oke, aku harus pergi.
- Sampai nanti. - Baiklah. Dah.
Oke, ayo masuk sebelum pelajaran sejarah dimulai.
Apa? Sekolah sudah selesai. Kau melewatkan pelajaran sejarah.
- Apa? - Ya.
- Berapa lama aku di sana? - Aku tidak tahu.
Serius, kurasa aku ada ujian hari ini.
Kau harus lebih bertanggung jawab.
Sial.
Baumu seperti lavender. Aromanya enak.
Apa itu memberimu pengar?
Tidak, itu cepat mereda.
Bagaimana dengan Pineapple Girls?
Kau tak pernah suka nama-nama usulanku!
Karena kita benar-benar harus latihan.
Bagaimana dengan Burnt Girls? Burnt Devils?
Itu terdengar seperti tim hoki.
Burnt Angels?
- Aku ingin mengatakan itu. Ya. - Ya?
Burnt Angel. Hanya, "Angel."
- Burnt Angel. - Burnt Angel.
- Aku suka itu. - Aku juga.
Bagus. Sekarang kita harus pikirkan...
...properti panggung dan sebagainya.
Itu jelas sayap malaikat. Seperti di In Utero.
Beberapa bunga palsu.
Seperti spanduk, spanduk besar dibelakang kita.
"Burnt Angel."
Ada hasil temukan bass?
Belum ada yang mampu dibeli Ibuku.
Aku harap dia berikan aku satu untuk ulang tahunku.
Aku lupa memberitahumu,
Jika Ayahku mungkin belikan aku ampli.
- Apa? - Ya.
- Ampli gitar? - Ya.
Temannya menjual, dan kami akan melihatnya besok.
Kau mau ikut?
Ya, aku sangat mau.
Aku tak tahu kenapa kau tak beritahu ini padaku lebih cepat.
Kita akan menjadi begitu bagus.
Burnt Angel.
Itu bahkan terlihat keren. Benar? Itu, di spanduk?
Sayang kita belum punya lagu.
Menurutku itu terlalu berisik.
Dan jujur, itu mungkin terlalu kencang untuk kami.
Karena itu cukup kencang, bukan?
Kau tak perlu menyukainya.
Kau harus melakukan apa yang harus dilakukan.
Hei, boleh aku minta sebatang, Carly?
- Terima kasih. - Ya.
Aku akan menggantinya. Aku janji.
Ya, oke, Jay.
Sampai nanti.
Bisa kau bantu aku?
Aku punya sesuatu yang perlu disingkirkan.
Bisa kau gadaikan ini untukku?
Aku akan memberimu imbalan sebungkus rokok.
Jay, itu curian?
Ini bukan curian. Orang disana, mereka...
Mereka tahu siapa aku, dan mereka tak percaya aku.
Tapi aku janji padamu, barang ini?
Tidak. Itu bukan curian.
- Entahlah. - Itu takkan lama.
Dua bungkus.
Ya? Oke.
Jika aku mendapat masalah karena ini, aku mengadukanmu.
Terima kasih, Carly.
- Hei. - Halo.
- Bagaimana kabarmu? - Baik.
Ini Carly yang aku katakan padamu.
- Dia vokalis di band. - Hei.
Oke, apa yang berbeda? Kau potong rambut?
Tindik telinga.
Ayah punya TV baru. Ini besar. Ayah punya TV satelit?
Kau tindik telinga. Ayah suka itu.
Terima kasih.
Kau tak harus lepas sepatu.
Kita juga harus pergi untuk melihat amplinya.
Ya. Oke. Dan terima kasih untuk ini, Ayahnya Laura.
Kami sangat bersemangat.
Panggil aku Wayne. Dan terima kasih kembali.
Kau siap untuk pergi?
Kita harus mengejar dia sebelum dia pergi.
Ya. Aku akan taruh gitarku di bawah.
Baik. Cepatlah.
Kau mau minum?
Aku tak apa. Terima kasih.
Kau tahu, kunciku...
Dia izinkan kita gunakan ruang bawah tanahnya?
Baiklah, sambungkan itu.
- Ya Tuhan! - Ya Tuhan!
- Itu terdengar menakjubkan. - Itu terdengar sangat bagus.
Kalian mau BLT untuk makan malam?
Tentu. Ya.
Ayahmu kelihatannya seru.
Ya, dia seru.
Lalu kenapa kau tak tinggal di sini?
Ibuku takkan mengizinkanku.
Plus, ayahnya Tyler tak pernah membayar tunjangan anak,
Jadi kurasa Ibuku membutuhkanku di sana.
Apa mereka menikah? Wayne dan ibumu?
Tidak, kurasa itu hanya hubungan sesaat.
Ayahku sebenarnya memiliki masalah narkoba dulu.
- Sungguh? - Ini memiliki bass dan trebel .
Sini, biar aku lihat.
- Overdrive. - Overdrive.
Aku akan besarkan volume amplinya.
- Ya. Itu bahkan lebih baik. - Itu sangat keren.
Oke, ya, menurutku kita biarkan itu di level 10.
Oke.
Itu cukup bagus ayahmu tetap tinggal...
...saat Ibumu hamil.
Ya, dia orang baik.
Dia bahkan meminta Ibuku menikahinya,
Karena menurutnya itu "Hal yang tepat untuk dilakukan".
Tapi kurasa Ibuku tak senang...
...dengan dia memakai narkoba pada waktu itu.
Seolah pria yang dia kencani sekarang jauh lebih baik.
Ayolah.
Terima kasih sekali lagi, ayah. Ini sangat luar biasa.
Tak masalah. Kau menginap di sini akhir pekan depan, 'kan?
Ya, aku harus menjaga Tyler akhir pekan ini,
Tapi Ibu bilang aku bisa ke sini akhir pekan berikutnya...
- ...sepulang sekolah. - Bagus.
No comments yet. Be the first to leave one.