Release info

Bulgasal Immortal Souls S01 NF WEB-DL Pahe in Complete
A Commentary by ChoBot
Netflix Retail.

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2022-02-15
Downloads: 23
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SERIAL NETFLIX

Di tanah ini, 600 tahun lalu,

ada makhluk hidup yang bukan manusia.

Mereka adalah Monster.

Dahulu, ada Monster pemakan manusia yang tidak terhitung jumlahnya.

Namun kini,

semua Monster telah menghilang.

Kecuali aku.

Aku Monster yang terakhir selamat.

Yang tak bisa dibunuh dan tak bisa mati karena aku adalah Bulgasal.

Untuk mengakhiri kutukan abadi ini,

aku sudah mencari dirimu selama 600 tahun.

Pada hari itu, 600 tahun lalu,

jika saja aku tidak bertemu denganmu…

EPISODE 1

AKHIR DINASTI GORYEO

Bukankah kita harus kembali?

Mau ke mana jika ada kelaparan di mana-mana?

Perompak Jepang menjarah dan membakar lahan rumah kita. Mau kembali ke mana?

Mereka menjarah desa pergunungan juga. Kenapa para tentara diam?

Sekarang, yang harus dicemaskan bukan mereka, tetapi para Monster.

Monster ada di segala penjuru.

Perompak Jepang dan Monster.

Ini pertanda buruk bagi Goryeo. Hancurlah kita.

Apa kau tahu?

Katanya di jalan perbukitan ini, ada Jomagu, monster pemakan mayat.

Hentikan itu. Aku takut sekali.

Dari mana itu?

Suara apa itu?

- Suara apa itu? - Apa…

- Ayo. - Ayo, Sayang.

- Hei! - Apa itu?

- Itu… - Astaga.

- Kalian mau ke mana? - Bagaimana ini?

- Cepat lakukan sesuatu! - Astaga.

- Astaga, apa itu? - Sayang!

- Istriku! - Hei, diam!

Kita semua bisa mati!

Jomagu.

Jomagu.

Ini bayiku.

Ini bayiku.

Ini bayiku.

- Apa itu? - Sayang!

Istriku!

Apa yang kau lakukan?

Bagaimana jika kau dimakan dia?

Bayiku ini sudah dikutuk.

Dia tidak boleh dilahirkan.

Bulgasal mengincarnya.

Tidak, Sayangku!

Sayangku, sadarlah!

- Bulgasal memburu kita. - Sayang!

Bulgasal akan datang.

- Bulgasal… - Tidak.

- Sadarlah! - Bulgasal akan datang.

Istriku!

Istriku!

Istriku!

- Astaga. - Dia gantung diri padahal mengandung?

- Jadi, dia bunuh diri? - Kenapa bisa begini?

- Astaga. - Kenapa dia melakukannya?

Kau baik-baik saja?

Bayi itu lahir dari ibu yang sudah mati?

Ya. Namun, bayi ini tidak menangis.

Sama sekali tak menangis.

Dia tak seharusnya lahir.

Seharusnya dia mati bersama ibunya.

Astaga. Kenapa berkata begitu?

Bayi itu sudah dikutuk oleh Bulgasal.

- Apa? Bulgasal? - Bayinya dikutuk?

Makhluk tak berjiwa sehingga tak bisa dibunuh.

- Setan Bulgasal. - Apa maksudnya?

Bayi itu membuat Bulgasal dendam di kehidupan sebelumnya.

Lantas, kita harus bagaimana sekarang?

Apa itu Bulgasal sebenarnya?

Jika telah mendendam, Bulgasal akan memburu jiwa manusia itu sampai mati.

- Astaga. - Apa ini?

Bagaimana kita sekarang?

Ini masalah besar bagi kita!

Ini sialan!

10 TAHUN KEMUDIAN

Tunggu aku.

- Astaga. - Kenapa banyak sekali saljunya?

Kenapa kau mengajak berburu di hari seperti ini?

- Kita tak punya makanan. - Astaga.

Dasar sialan.

Lihat bocah terkutuk itu. Membuat orang sial saja.

Ayo cepat pergi.

Sudah kubilang tunggu aku.

Ayo cepat.

Sialan.

Sudah sepuluh tahun sejak tinggal di tempat ini,

tetapi kelaparan terus ada.

Apalagi istriku hamil lagi.

Astaga. Padahal katamu untuk mencangkul pun tak bertenaga.

Hei. Kau pikir kekuatan untuk kedua hal itu sama?

- Dasar… - Astaga.

Sudahlah. Kau belum menikah. Tak akan paham.

Kalau begitu, kenalkan aku kepada wanita agar bisa menikah!

Gu-bong.

Sepertinya bukan takdirmu untuk menikah dengan wajah begitu. Mau bagaimana lagi?

Jaga omonganmu.

Gawat, sejak tadi perutku sakit.

Tunggu sebentar di sini.

Pal-bong! Kenapa tiba-tiba…

Dasar… Katanya tidak makan, tetapi bisa sakit perut.

Astaga.

Pal-bong! Kenapa lama sekali?

Pal-bong.

Pal-bong?

Pal-bong?

Pal-bong! Cepat jawab aku!

Di mana kau sebenarnya?

Pal-bong.

Pal-bong! Pal…

- Pal-bong! - Ayah.

Astaga! Bagaimana bisa terjadi?

Gu-bong, apa kau tidak lihat?

Siapa yang membuat Pal-bong jadi begini?

Lihat ini. Sudah ada empat orang desa kita yang hilang atau mati tahun ini.

Karena isi perut Pal-bong masih utuh,

jadi, ini pasti bukan ulah hewan liar,

Jomagu, ataupun Mokgwang.

Lihat semua darahnya habis.

Lantas, apa ini ulah makhluk itu? Makhluk itu datang ke hutan itu?

Jika bukan Bulgasal, apa lagi?

- Bulgasal? - Bulgasal?

- Sungguh? - Gawat.

- Sial. - Haruskah kita pergi?

Bagaimana ini?

Namun, kau tahu bocah itu…

Bocah terkutuk tanpa nama itu.

Kau yang membuatnya datang, 'kan?

Hei! Berhenti kau!

Berhenti, kataku!

Orang-orang di desa berkata bahwa kau anak yang dikutuk oleh Bulgasal.

Ayahmu juga kabur karena ketakutan!

Apa benar Bulgasal datang mencarimu ke gunung ini?

Maksudmu, tidak atau tidak tahu?

Ini semua salahmu!

Ayahku mati karenamu!

Orang-orang di desa berkata bahwa kau anak yang dikutuk oleh Bulgasal.

Apa benar Bulgasal datang mencarimu ke gunung ini?

Kak Yeon-ji, ada apa?

Sepertinya ada sesuatu di sana.

- Gil-deok… - Ada apa?

Kakak!

- Astaga. - Yeon-ji…

Semua keluarga Pal-bong…

sudah mati.

- Astaga, tidak! - Yeon-ji juga?

- Astaga. - Mengerikan.

Astaga. Bagaimana ini?

Makhluk itu datang.

Makhluk itu…

sudah tiba di desa ini.

Ia bahkan memasuki rumah penduduk.

Ia mencari bocah itu karena dendamnya di kehidupan sebelumnya.

Jadi, ini semua sungguh perbuatan Bulgasal?

Benar. Makhluk itu akan terus menghampiri rumah kalian

sehingga menemukan orang yang dicarinya.

Kini…

semua orang di desa ini akan mati!

- Tidak! - Bagaimana ini?

Hei, Gu-bong. Kau mau ke mana?

Itu…

Bocah itu harus dibunuh.

Membunuhnya?

- Kita bunuh dia! - Ya!

Sial. Di mana dia sembunyi?

Di mana tikus sial itu?

- Seharusnya kita bunuh dia sejak dahulu! - Di mana dia?

Itu dia! Dia di sana!

- Dia kabur! - Hei!

- Berhenti! - Tangkap!

Jangan kabur!

- Berhenti kataku! - Tangkap!

- Hati-hati. - Kemari!

Hei! Kemari!

- Tangkap dia! - Kau kejar dia!

Dia kabur!

Kita harus membunuhnya!

- Bunyi apa itu? - Tangkap dia!

- Sial. - Esnya…

Lihat bocah terkutuk itu.

Hei.

Ambil ini dan pergi. Jangan ke desa ini selama beberapa waktu.

Ada hal buruk terjadi di desa!

Kau bukan hanya bisu, tetapi tuli juga?

Kau tidak lihat apa pun? Jawab aku!

Kenapa kau membantu berandal itu?

Dia dikutuk oleh Bulgasal!

Ayahnya bahkan hanya menukarnya dengan sebotol miras. Aku bisa apa?

- Itu dia! - Hei.

- Tangkap dia! - Tangkap!

Minggir!

Kami harus melindungi keluarga kami dari Bulgasal!

- Ya! - Kau harus mati agar kami bisa hidup!

Tidak…

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left