Release info

어느-날-우-리[Doom-At-Your-Service EPS02]NEXT-VIU 🖤
A Commentary by KUMO
Selamat menyaksikan (っ.❛ ᴗ ❛.)っ

Tags

other
Published on: 2021-05-11
Downloads: 9
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

°SUB BY VIU°(。◕‿◕。)

"Semua tokoh, lokasi, organisasi, agama"

"Dan insiden dalam drama ini adalah fiksi"

Dewa memihakku.

Pilihlah. Kamu akan mati di sini sekarang?

Atau kamu akan menerima uluran tanganku?

Jawabannya...

Aku.

Jangan lepaskan.

Jangan lepas kecuali kamu ingin mati sekarang

"Episode 2"

Bagaimana mungkin?

Kita hanya kembali ke masa lalu.

Bukan masalah besar. - Bukan itu.

Kamu...

Bagaimana mengatakannya?

Aku mencari istilah yang tidak akan terdengar kasar.

Identitasku? - Ya.

Kamu curiga atau penasaran?

Bukan keduanya. Aku hanya bersikap rasional.

Tapi kamu sudah melihatnya tadi.

Kamu mengalaminya sendiri. Terima saja.

Bicara lebih mudah.

Kamu masih hidup sekarang. - Lalu?

Saat itu Swiss, lalu Italia di luar pintumu.

Lalu?

Dalam mimpimu, di kereta bawah tanah, dan di kantor.

Kamu tidak ingat?

Ingat, tapi itu tidak masuk akal.

Aku merasa seperti sudah gila.

Baiklah. Lihat baik-baik.

Apa?

Astaga. - Listrik mati?

Mesin ini kenapa?

Bagaimana dengan ini?

Aneh. Apa yang terjadi?

Kebetulan saja?

Apa yang terjadi? - Ponselku mati.

Kenapa tiba-tiba mati? - Tidak menyala.

Baterainya habis?

Kebetulan jugakah?

Begitu rupanya.

Kamu berhubungan dengan listrik?

Lihat. - Apa itu di langit?

Komet?

Astaga.

Tiba-tiba muncul komet?

Baiklah. Aku mengerti, jadi, hentikan.

Kenapa? Aku tidak melakukannya.

Aku berhubungan dengan listrik.

Kubilang hentikan.

Hentikan.

Apa yang terjadi?

Listrik menyala lagi.

Aku tidak terlalu baik.

Ponselku juga menyala.

Dengan sosok seperti itulah kamu meneken kontrak.

Ingatlah kalau aku ini jahat.

Cukup bermain-mainnya, aku harus pergi.

Tiba-tiba saja? - Sesuatu yang menyebalkan terjadi.

Anggap itu pertunjukan untuk memperingati kontrak kita.

Semoga kamu menikmatinya.

Tadi tidak mau pegang, sekarang tidak mau lepaskan?

Kamu bilang jangan lepaskan.

Apa ini? - Janjiku.

Aku sudah berjanji kamu tidak akan merasa sakit.

Jangan merasa terlalu tenang.

Kamu harus mengisi dayanya sekali sehari sebelum tengah malam.

Mengisi daya? Bagaimana caranya?

Dengan memegang tanganku. - Apa? Kenapa?

Kalau-kalau kamu kabur.

Juga, buatlah permohonan, Tak Dong Kyung.

Hei. Bagaimana kamu bisa tahu namaku?

Hei!

Permisi.

Ya?

Kamu ingat kejadian di penyeberangan tadi?

Kamu tidak ingat? - Aku tidak ingat apa-apa.

Kurasa benar-benar tidak terjadi.

Kamu benar-benar merepotkan.

Aku akan membunuhmu jika sudah saatnya.

Kubilang jangan parkir di tempatku,

tapi kamu terus berusaha melakukannya.

Kehancuran adalah tanggung jawabku.

Lakukan sesuatu.

Aku terus mendengar suara.

Aku tidak bisa tidur. Ini membuatku gila.

Matilah. - Dasar sampah.

Berhenti. - Pengecut.

Matilah. - Dia pantas mati.

Matilah, Pembunuh.

Pengecut. - Matilah.

Dia harus dicabik-cabik!

Mati! - Matilah.

Bagaimana rasanya?

Aku menghadapinya setiap hari.

Tolong bunuh aku saja! Kumohon!

Tiga orang yang kamu tusuk tewas,

dua orang masih koma.

tapi kamu masih hidup dan sehat. Harusnya kamu berterima kasih kepadaku.

Bukan itu rencanaku.

Bukan begitu.

Hidup tidak berjalan sesuai rencana.

Sekian saja untuk hari ini.

Aku senang karena mendapat kontrak bagus hari ini.

Siapa kamu?

Pernah dengar ungkapan ini?

"Aku yang pertama dan terakhir, yang awal dan yang akhir."

Begitulah aku. Yang terakhir. Akhir.

Hei!

Kenapa kamu melakukan ini kepadaku? Apa maumu?

Kehancuran.

"Bedebah Jo"

Kenapa dia meneleponku?

Hei. Aku tahu kamu tidak akan percaya apa yang akan kukatakan,

tapi dengarkan aku tanpa bicara.

Halo?

Ji Na!

Ji Na!

Ada apa?

Ada apa? Kamu kenapa?

Aku akan mati.

Apa? - Aku akan mati!

Kenapa?

Tunggu. Jangan bilang...

Semuanya terhapus.

Ini kehendak Tuhan.

Tulisanku sampah, jadi kekuatan-Nya menghapusnya.

Mereka seharusnya melakukannya sebelum aku menyelesaikannya.

Ada apa dengan komet-komet itu?

Kenapa listrik mati juga?

Apa lagi?

Itu pertanda aku harus mati.

Jaga dirimu. Selamat tinggal.

Kenapa kamu harus mati?

Ini semua salah si berengsek itu.

Si berengsek itu?

Siapa? Bill Gates?

Seseorang. Apa pun.

Ji Na.

Duduklah dahulu. Ya?

Berhentilah bersikap seperti amatir.

Kamu yang paling tahu harus bagaimana dalam situasi ini.

Tidak. Haruskah aku mati?

Hanya ada satu solusi, Penulis Ji Na.

Apa?

Tulis semuanya lagi dalam sejam.

Apa? Surat bunuh diriku?

Bab itu.

Bab itu?

Aku akan ke atap.

Selesaikan babmu dahulu.

Apa gunanya?

Tidak ada yang menyukainya.

Di firma pun tidak menyukainya, bukan?

Apa kata mereka? Jujur saja.

Membosankan.

Kurasa asmara bukan keahliannya.

Protagonis prianya terlalu hambar.

Jumlah pembacanya terus menurun.

Tapi begitu pembaca membayar untuk membaca cerita,

rata-rata jumlahnya turun setengah.

Jung Min, kamu sendiri mau berkencan dengan protagonis pria itu?

Apa? - Aku tidak.

Aku akan memintanya mengurangi jumlah bab

dan mengakhirinya lebih cepat.

Tentu. Mari kita akhiri novel ini.

Mari kita lihat bagaimana karyanya berikutnya.

Mereka bilang novelmu layak ditunggu.

Jangan bohong! Jumlah pembacanya berkurang setengah.

Separuh pembaca berhenti membaca

begitu mereka harus membayar bab.

Benar juga.

Jadi, kita tulis saja, ya?

Jika melewatkan waktu mengunggah,

kamu juga akan kehilangan pembaca yang tersisa.

Ini.

Kamu sudah makan?

Itu bukan makanan sungguhan.

Ini mengenyangkan.

Aku tidak punya waktu untuk menulis, apalagi memasak.

Ini jauh lebih enak dari apa pun yang kumasak,

dari segi rasa dan nutrisi.

Ji Na.

Aku harus mulai dari mana?

Apa? Kamu mengatakan sesuatu?

Aku akan pergi ke toserba sebentar.

Baiklah.

Halo.

"Penulis Jung Dang Myun"

Halo, Pak Jung. Ada yang bisa kubantu?

Kamulah yang butuh bantuan, Bu Tak Dong Kyung.

Kenapa menyebut nama lengkapku?

Ada kesalahan dengan unggahannya?

Kamu bahkan tidak merasa takut?

Aku menelepon sebagai dokter, bukan penulis.

Aku menelepon untuk mengancammu.

Begitu rupanya. Masalah itu, ya.

Kamu mungkin merasa baik-baik saja sekarang,

tapi nanti akan sangat menyakitkan hingga kamu ingin mati.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left