The Smile Has Left Your Eyes

The Smile Has Left Your Eyes

하늘에서 내리는 일억개의 별

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

错ㅡㅡ일억개의 별ㅡㅡThe Smile Has Left Your EyesㅡㅡE06 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-10-19
Downloads: 32
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Nomor polisi, 18M7865 Kamera depan, Kamera belakang"

Ternyata kamu baik -baik saja

padahal aku tidak produktif seharian karenamu.

Tapi kamu benar-benar biasa saja.

Lagi-lagi. Ekspresi "mengasihani".

- Jin Kang! - Cho Rong?

Syukurlah. Aku tepat waktu.

- Ya. - Kamu terkejut?

Ibuku mendesakku memberimu sup tulang ikan.

Terima kasih.

Semoga kamu menyukainya.

- Kamu sudah makan? - Belum.

Akan kumasukkan dahulu. Mari kita makan siang.

Baiklah. Akan kutunggu.

Dia sangat keras kepala.

Supnya tepat satu porsi,

jadi, hangatkan dan makanlah.

Baik. Kuhargai pemberiannya.

Dia pasti bersusah payah membuatnya. Bahkan aku juga diberi.

- Itu bukan apa-apa. Nikmatilah. - Ya.

Terima kasih.

Kelihatannya lezat.

Selamat datang.

- Aku pesan kalguksu. - Baik.

Apa? Aku mau makan.

"Ibu"

Angkatlah. Itu dari ibumu.

Aku tidak perlu menjawabnya.

Tetap saja...

Ada apa?

- Kamu berhasil mendapatkannya? - "Dapat"? Apa maksud Ibu?

Aku tidak mendapatkannya. Sudah, ya.

Maksudnya menangkap kriminal.

Dia menunggumu makan malam bersamanya, ya?

Tidak, bukan begitu. Jangan dipikirkan.

Baiklah.

- Ayo makan. - Ayo makan.

Uhm Cho Rong, ibu tidak melahirkan anak bodoh.

Ibu akan mencoretmu dari kartu keluarga

jika kamu gagal berpegangan tangan dengannya.

- Kamu tidak makan? - Ya. Aku akan makan.

Makanlah.

Tanganku sangat berkeringat.

Apa salahnya?

Bagaimana jika kita berpacaran?

Kita perjelas hubungan kita.

Kita perjelas hubungan kita.

Benar, perjelas hubungan.

- Jin Kang. - Ya?

- Aku akan pulang, Jin Kang. - Baiklah.

Permisi.

Aku harus mengeluarkan mobilku.

Maaf.

- Nanti kuhubungi. - Hati-hati di jalan.

Apa-apaan kamu?

Memastikan kalian tidak berciuman.

Apa? Kamu kecewa?

Kamu ingin menciumnya?

Ya, aku kecewa.

Maka kamu harus bicara denganku.

Kenapa?

Kamu bilang ingin menciumnya?

Jika kamu tidak mau bicara hari ini, besok aku akan berdiri di sini lagi.

Tatapanmu terngiang di benakku seharian.

"Kasihan, kasihan, kasihan."

Rasanya itu mengikutiku ke mana pun. Aku tidak berdaya.

Sekarang pun masih. Mau ke rumahku?

Rasanya "kasihan" tertulis di seisi rumahku.

Begitu aku masuk, kamarku berseru, "Selamat datang. Kasihan."

Jadi,

aku ingin mengetahui alasannya.

Apa maksudmu? Kenapa kamu mengasihaniku?

Ternyata karena itu?

Karena aku mengatakan hal yang tidak ingin kamu dengar?

Sepele sekali.

Jika sepele, kenapa aku merasa begini?

Merasa apa?

Hina.

Benarkah? Baguslah.

Kini kamu tahu rasa.

Apa?

Kamu selalu mempermainkan perasaan orang lain,

tapi enggan merasa hina?

Sungguh mengejutkan.

Kamu belum pernah dikritik seperti itu?

Untuk apa kamu datang karena hal seremeh itu?

Tentu saja banyak yang sudah mengatakannya.

Kata-kata, juga ekspresi itu.

Menurutmu bagaimana perasaanku?

Biasa saja.

Aku tidak terpengaruh.

Saat orang lain mengasihaniku, itu artinya mereka lega.

"Kasihan yatim piatu itu."

"Syukurlah anak-anakku punya aku."

"Lihat luka bakar di lengannya."

"Kasihan dia."

"Syukurlah tidak ada luka bakar di tanganku."

Tapi aku tidak tahu makna ucapanmu.

Itu sungguh berarti bagiku.

Kamu sungguh mengasihaniku. Bukan?

Benar.

Kenapa?

Kenapa bertanya?

Tentu aku mengatakannya karena mengasihanimu.

Daripada buang waktu untuk ini, renungkan perbuatanmu ke orang lain.

Untuk apa kamu repot kemari karena masalah sepele?

- Kakak sudah di rumah. - Ya.

Tadi kamu bertemu dengan Kim Moo Young?

Untuk apa?

Kamu bilang ingin berteman dengannya? Jika tidak, lupakan saja.

Makanlah sup tulang sapinya jika lapar. Itu dari Cho Rong.

Cho Rong?

Ya. Ibunya memberikannya untukku.

Menurutmu Cho Rong bagaimana? Dia baik, bukan?

Bukan urusan Kakak.

Jangan mencampuri kehidupan asmaraku.

Asmara? Kamu bilang "asmara"?

Jin Kang.

Kamu sungguh mengasihaniku.

Itu sangat berarti bagiku.

Sungguh?

Kamu yakin?

Kim Moo Young tersorot kamera pada hari kejadian?

Ya.

Aku merinding.

Lihat ini.

Manajer Yoo.

Kamu kenapa?

Apa maksudmu?

Kamu merasakan sesuatu saat pertama jumpa Kim Moo Young.

Kamu berdebar-debar dan gelisah di dekatnya.

Apa kamu

memiliki mata ketiga?

Ada firasat khusus saat bertemu dengan kriminal?

Bicara apa kamu?

Sejak awal entah kenapa Kim Moo Young terasa tidak asing.

Jadi, aku merasa ada yang mengganjal.

Astaga.

Apa kata Cho Rong?

Aku saja sangat terkejut, dia pasti sangat heboh sekarang.

Aku belum memberitahunya.

Dia tergesa-gesa pergi ke IGD.

Benar juga.

Ibunya terkena luka bakar, ya? Apa yang terjadi?

Kakinya melepuh karena setrika uap.

Ya ampun.

Luka bakar sukar sembuh pada orang tua.

Lalu apa rencanamu?

Aku akan bertanya.

Ke siapa? Tentang apa?

Kim Moo Young.

Kamu mau menanyainya langsung?

"Kamu tersorot kamera pada hari kejadian." Begitu?

Ya.

Astaga.

Pikirmu dia akan menjawab,

"Ya. Aku ke sana malam itu untuk membunuh."

- Mungkin saja. - Apa?

Sungguh, itu memungkinkan.

Dia orang teraneh yang pernah kutemui.

Bagaimana rasanya membunuh?

Seperti fantasi.

Dia berlagak tenang, tapi jelas aku merasakan

kegelisahannya.

Andai aku bisa menjawab begitu.

Jangan terlalu sering menonton drama.

Kim Moo Young.

Di mana kamu akan menaruhnya?

Di samping perahu atau malaikat?

- Malaikat. - Tapi

dia mempermainkanku.

Saat dia dibunuh, semua bola kristal jatuh ke lantai.

Tapi seseorang menatanya kembali ke tempat semula.

Bola kristal itu ada 50 buah.

Mereka orang yang sama?

Ya.

Kamu.

Aku?

Kamu salah. Aku hanya memperbaiki gelang Seung Ah.

Mulanya, kukira dia hanya bercanda. Tapi...

Perahu.

Rusa Rudolph.

Manusia salju.

Bunga.

Malaikat.

Malaikat.

Aku salah.

Dia malah sengaja melibatkan diri ke permainan ini.

Kenapa?

Kenapa dia mengambil risiko?

Itulah yang aneh darinya.

Baginya, makin berisiko,

sensasinya akan makin menarik.

- Ini untuk direktur eksekutif. - Baik.

Tunggu!

Terima kasih.

Siapa dia?

Katanya dia Kim Moo Young dari Arts Brewery?

Ya. Katanya bir ini

dipesan oleh Direktur Jang Woo Sang.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left