The first 200 lines.
Bonus 0.25% Commision Grade A Bonus 0.7% Rollingan Casino
Kenapa kau di sini?
Dimana Irina?
Dia mengirimku.
Perlihatkan paketnya.
Berikan ini pada Irina, dan jangan mengacau.
Akhirnya datang juga. Kau ke mana saja?
Aku ke gereja.
Halo, sayang./ Halo, sayang.
Bagaimana?
Kurasa semua lancar.
Irina pasti senang./ Sangat senang.
Ada hambatan?/ Hanya hambatan kecil.
Mungkin aku bisa pinjam uangnya. Irina takkan kehilangan 1,000-2,000.
Boleh aku bergabung?
Halo, tampan.
Siapa namamu, seksi?
Enyahlah.
Baiklah, kawan.
Baiklah, kawan.
Harry.
Kita sudah mendarat?/ Tidak, kita belum mendarat.
Aku digoda oleh perempuan yang menggelapkan kulitnya.
Penerbangan ini sangat buruk.
Aku sudah dilecehkan, dan aku membayar untuk kemewahan.
Kenapa kita harus pergi ke Los Angeles?
Itu tempat teraman untuk kita berada saat ini.
Dia akan mencari kita di setiap bar hotel di London.
Itu pasti.
Dia akan memburu kita. Dia akan temukan kita.
Dia akan menyiksa kita.
Aku terlebih dulu.
Entah kenapa dia tak pernah menyukaiku.
Ini. Minumlah ini. Kau akan merasa jauh lebih baik.
Apa itu?/ Entahlah.
Xanax, mungkin./ Benar.
Los Angeles sangat buruk.
Ini seperti taman yang dibangun diatas garis patahan.
Tidak, tidak, tidak. Tidak, benar.
Sampai jumpa, sayang.
Siapa itu?
Sayang, jangan marah.
Itu Sidney, 'kan? Aku harusnya tahu.
Dia teman lama./ Dia pedofil tua yang licik.
Jika kita akan bertemu Sidney, aku butuh minuman.
Aku sekarang sekering celana dalam gadis sekolahan.
Sekali lagi,
Aku diminta melacurkan diriku demi urusan kriminal.
Aku hanya memintamu berkorban demi tim, mengerti?
Itu salahmu karena begitu tampan, bukan?
Ini. Minumlah ini./ Aku sudah meminumnya.
Minum lagi./ Baiklah.
Lalu minumlah ini juga.
Baiklah.
Pergilah dengan damai, anakku.
Astaga, kemarilah./ Sidney.
Harry-ku tersayang. Dan pria kesayanganku.
Astaga. Tidakkah kau lebih subur?
Jika aku ingat lagi, kau dulu sangat kurus saat pertama kita bertemu.
Seperti burung kecil, bibit kecil. Dan lihatlah kau sekarang.
Burung besar yang bangga.
Kuharap kau sudah memaafkan Paman Sidney-mu...
...untuk sedikit kesalahpahaman di Turki?
Aku tak suka berpikir kau bersikap marah denganku.
Tentu saja dia sudah memaafkanmu. Itu hanya beberapa bulan.
Aku tak bisa bayangkan kengerian yang kau alami di penjara itu.
Aku mau kau ceritakan aku semuanya. Hingga setiap rincian kecilnya.
Seluruh luar dan dalamnya.
Sidney? Kita perlu bicara.
Benar. Sebelah sini, anak-anak.
Dia baru./ Benar, yang terakhir kabur.
Kurasa kita tak bertemu sejak Istanbul. Ini sudah lama.
Apa saja kesibukanmu?
Kau tahu, ini dan itu.
Impor-ekspor. Sedikit poker. Bagaimana kabarmu?
Kurang lebih sama.
Masih berusaha melawan perasaan jenuh tanpa akhir ini.
Hidup sangat menjenuhkan tanpamu, Harry.
Aku kembali./ Aku tahu.
Kau lama berada di sini, kuharap?/ Astaga, tidak!
Itu tergantung.
Paketnya sudah tiba./ Terima kasih, Kim Kim.
Sidney...
Kami butuh pekerjaan./ Dan uang.
Uang yang banyak./ Begitu yang aku dengar.
Berapa utangmu pada Irina lebih tepatnya?
Kau tahu soal itu, ya?
Ya.
Dia sangat mempermasalahkan itu.
Benarkah? Aku tak bisa bayangkan kenapa.
Aku meminjam sedikit darinya untuk bermain poker.
Itu tidak seberapa. Kau tahu bagaimana itu.
Dimana dia?/ Ambilkan kami minuman, sayang.
Minuman?/ Ya. Tambahkan minuman kami.
Ya, kau mau?/ Ya.
Baiklah. Aku ambilkan.
Irina mengeluarkan imbalan untuk kepala kalian.
Kau tahu itu, 'kan?
Aku tak pernah mengira dia peduli.
Kurasa kita sama-sama setuju jika itu tidak benar, 'kan, sayang?
Untuk untukmu... Kau pria yang sangat nakal.
Aku sangat ingin kau berlutut dan biarkan aku sedikit melecutmu.
Meski begitu, aku punya sedikit opium yang perlu dikirimkan.
Benarkah? Berapa banyak?
Lumayan banyak.
Kami akan lakukan itu untuk 50./ 35.
40.
Aku sangat lemah. Karena aku mencintaimu, Harry.
Motode seperti biasa, 'kan?
Tentu saja.
Luar biasa.
Aku tak mau lakukan itu.
Sudah pasti tidak untuk 40,000.
Aku serius. Aku takkan lakukan itu.
Kita butuh uang, sayang.
Aku sudah begitu banyak memasukkan barang ke bokong,
Aku mungkin sebaiknya mencari kekasih pria dan pindah ke San Francisco.
Jangan cengeng. Ini akan segera berakhir sebelum kau menyadarinya.
Jujur, kita tak punya pilihan.
Dimana dia?
Aku tak melihat dia berbulan-bulan.
Jangan bohong padaku.
Aku tidak bohong.
Wanita jalang itu masih berutang padaku.
Uang. Dari permainan di Hackney.
Saat kau bertemu dia, tolong beritahu itu padanya.
Ya?/ Irina, malaikatku.
Bagaimana kabarmu?
Apa yang kau inginkan?
Ini sudah lama, bukan?
Aku bermaksud menghubungimu dan sedikit berbincang denganmu.
Tapi kemana perginya waktu? Bukan begitu?
Sidney, aku sibuk.
Ini takkan lama.
Aku tahu kau sedang mencari orang tertentu,
Dan kau menyiapkan bayaran dengan harga yang menarik.
Sebentar.
Bicara padaku.
Kita butuh hotel.
Kita butuh rencana yang lebih baik selain obat-obatan di bokongku.
Selamat datang di Chateau Marmont./ Terima kasih.
Berhenti! Berhenti!
Astaga! Aku.../ Kau hampir membunuhnya!
Maafkan aku./ Sayang, kau baik-baik saja?
Dia bisa saja membunuhku./ Dimana manajermu?
Silakan lewat sini. Aku...
Kuharap kamar ini bisa menyelesaikan insiden yang kurang mengenakkan.
Ini cukup.
Dan panggil dokter.
Aku butuh obat penenang./ Segera, Pak.
Kirimkan kami asisten berbelanja, bisa?
Tampaknya kami kehilangan barang-barang kami.
Tentu saja.
Cepat. Pergilah.
Buatkan kita minuman, sayang.
Kita seharusnya pergi liburan.
Kita pergi keluar negeri, bukan? Itu yang kau inginkan.
Los Angeles bukan liburan. Ini lobotomi.
Dan diburu oleh Joseph Stalin jauh lebih menenangkan.
Gin dan tonik?/ Bagus. Bagaimana menurutmu?
Pelacur.
Bukan itu yang aku inginkan, tapi...
Tidak. Bukan kau. Tapi Jackie. Lihat.
Kelihatannya dia mengalami masalah di rumah.
Mungkin kita sebaiknya mengunjungi dia.
Tidak. Jangan kehilangan fokus, sayang.
Jangan libatkan Jackie
Tentu saja.
Berapa banyak yang kau minum?/ Empat. Kau harus mengejar.
Empat martini, tolong.
Kuharap menemui Sidney tidak mengacaukan rencanamu.
Bagaimana kita akan membayar Irina kembali?
Ada ide, bung?
Aku selalu bisa ikut berjudi.
Apa kau gila?/ Apa?
Istriku punya masalah judi.
Masalahnya adalah dia tidak pandai.
Katakan padaku, sayangku.
Kenapa dia begitu membencimu?
Itu jelas bukan hanya soal uang.
Pasti ada alasan lainnya
Aku mau tahu apapun itu.
Benarkah?/ Ya, benar.
Katakanlah, dia sedikit punya rasa denganku.
Kau keberatan? Ini percakapan pribadi.
Kapan ini terjadi?
Sudah lama. Kau belum kenal aku saat itu.
Aku di Monte Carlo melakukan semacam kerja amal.
Kerja amal? Di Monte?
Kau mau dengar ceritanya atau tidak?
Lanjutkan.
Aku menggalang dana atas nama lembaga amal besar.
Irina juga melakukan kegiatan serupa,
Dan kami memutuskan menggalang dana bersama.
Kami satu tim yang bagus, dan kami bekerja tanpa kenal lelah.
Siang dan malam kami mengumpulkan uang untuk anak yatim.
Kami membujuk orang untuk melakukan donasi yang sangat besar.
Tapi sayangnya, dia cukup merepotkan untuk bekerja sama.
Setelah Monte Carlo, aku tak berencana bertemu dia lagi,
Dan itu yang terjadi.
No comments yet. Be the first to leave one.