The first 200 lines.
"Semua karakter, organisasi, tempat, dan peristiwa adalah fiktif"
The Penthouse 3 episode sebelumnya.
Aku tidak makan atau membeli apa pun yang kuinginkan,
menabung dari mengemis sejak usiaku sepuluh tahun.
Kamu bilang akan mengizinkanku
membangun rumah di tanah tempat ibuku meninggal!
Kamu bukan manusia!
Saat melihat cincin pernikahan di jarinya,
aku benar-benar hilang akal.
Cinta? Kita bisa memulainya sekarang.
Orang-orang yang tidak punya uang akan membuka hati kepada siapa pun
yang memperlakukan mereka dengan baik.
Tidak bisakah kamu mengalah sedikit untuk Seok Kyung?
Aku sangat menyayangi putriku.
Tolong aku!
Selamat tinggal, Oh Yoon Hee.
Sampai menusukku dari belakang?
Kamu masih belum sadar?
Jika kamu sangat merindukan putrimu, aku akan membiarkanmu bersamanya.
Tolong!
Astaga.
Aku terlalu berhati lembut.
Sebentar lagi, seorang psikopat mengerikan
akan menggemparkan seisi negara.
Bunuh aku jika kamu bisa.
"Episode 13"
"Nomor Dirahasiakan"
"Nomor Dirahasiakan"
"Pengeras suara"
Shim Su Ryeon. Kamu tampak makin cantik hari ini.
Logan di sampingmu juga tampak cukup gagah.
Datanglah ke griya tawang sekarang. Kuberi waktu lima menit.
Tapi kamu harus datang sendirian.
Jika kamu tidak menurutiku,
akan kuledakkan Hera Palace.
Aku memasang bom di mana-mana.
Aku merindukanmu. Jadi, cepatlah datang.
Bunyikan bel darurat! Ini darurat.
Evakuasi semua penghuni. Sekarang!
Bunyikan bel darurat. Cepat.
Perhatian, kepada semua penghuni.
Ada bom di Hera Palace.
Diharap segera menyelamatkan diri.
Jika liftnya penuh, gunakan tangga.
Hati-hati jangan sampai terluka.
Lewat tangga darurat!
Lewat sini! Hati-hati!
Minggir! Ada yang jatuh!
Pelan-pelan. Ayo!
Lewat sini!
Kamu baik-baik saja?
Bom akan meledak! - Lari!
Cepat! - Lewat sini!
Tidak! Kamu baik-baik saja?
Tunggu!
Pergilah sekarang!
Masuk ke lift!
Seok Kyung. Kenapa kamu berdiri di sana?
Ayo.
Ibu, tolong jangan mati.
Ibu harus keluar hidup-hidup!
Lantai satu. - Masuk!
Cepat.
Cepat pergi. - Berhenti.
Tunggu apa lagi? Ayo!
Seseorang masih di dalam.
Seok Kyung!
Seok Kyung!
Apa kamu gila? Itu berbahaya! Kita tidak punya waktu!
Lepaskan aku. Aku tidak bisa membiarkannya mati.
Tidak! Tunggu! - Astaga.
Semuanya, tidak!
Tidak! Tunggu!
Kamu baik-baik saja? - Terima kasih.
Mereka akan segera kembali. Tunggu sebentar.
Jenny.
Jenny.
Tunggu sebentar.
Cepat.
"Kapasitas maksimal"
Masuk! - Tidak!
Tidak!
Tangga darurat! - Ayo lari.
Terima kasih sudah datang ke pesta pertunanganku, Joo Dan Tae.
Akhirnya kamu muncul.
Akhirnya,
aku bisa membunuhmu dengan tanganku sendiri.
Kamu sungguh berpikir itu bisa terjadi?
Selamat atas pertunanganmu dengan Logan.
Aku menyiapkan hadiah dadakan.
Entah apa kamu akan menyukainya.
Jika kutekan tombol ini,
semua bom yang ada di air mancur dan griya tawang akan meledak.
Jauh lebih kuat daripada yang kupasang di mobil Logan waktu itu.
Nantikan saja.
Duar.
Duar.
Duar.
Dasar bedebah gila.
Jika kamu ingin mati, matilah sendirian.
Kenapa hanya aku yang harus mati?
Apa salahku?
Kamu tahu bahwa ayahmu
yang membunuh ibu dan adikku?
Ayahmu, yang bekerja untuk Konstruksi Simoon,
merenggut rumahku.
Apa salahnya mengambil kembali
yang diambil dariku?
Lahan 27 di Distrik Cheonsoo sudah jelas memang milik ayahku.
Orang tuamulah yang tinggal di lahan itu tanpa izin.
Ayah Baek Joon Ki yang melakukan pembongkaran itu.
Ayahku tidak tahu apa-apa.
Jangan membuat alasan!
Shim Su Ryeon yang mulia
tidak pernah mengakui kesalahan bahkan sampai akhir.
Jangan bergerak.
Beraninya kamu mengotori Hera Palace-ku?
Hanya aku yang boleh memiliki dan menghancurkan tempat ini.
Jika aku tidak bisa memilikinya, tidak ada yang boleh. Mengerti?
Mati sendirian terasa sepi.
Aku terhibur mengetahui akan mati bersamamu.
Sudah kuduga kamu tidak akan mengecewakanku.
Itu pakaian yang sempurna untuk kamu pakai ke neraka.
Jatuhkan pengendali jarak jauhnya.
Kamu pikir bisa menembakku?
Aku akan menekan tombolnya begitu kamu menarik pelatuknya.
Lalu Hera Palace akan lenyap dalam sekejap.
Ayo. Tembak aku!
Kubilang jatuhkan pengendalinya!
Kubilang kamu akan mati jika terus menantangku.
Seperti mantan suamimu.
Seperti Min Seol A!
Seperti Oh Yoon Hee!
Tembak aku!
Ini untuk
semua nyawa tidak berdosa yang kamu renggut!
Dasar gila!
Beraninya kamu menembak Joo Dan Tae yang perkasa!
Kamu masih terobsesi dengan nama itu?
Inilah ganjaran
atas semua kejahatanmu.
Jatuhkan pengendalinya!
Shim Su Ryeon,
ayo pergi bersama
ke neraka.
Hentikan!
Hentikan, Joo Dan Tae!
Seok Kyung.
Ibu sangat menyayangimu.
Su Ryeon.
Kamu baik-baik saja?
Kenapa kamu datang ke sini?
Kenapa kamu datang ke sini?
Kita harus pergi dari sini. Cepat.
Sedikit lagi.
Aku membunuh Dan Tae.
Kamu tidak melakukan kesalahan.
Semua baik-baik saja. Sudah berakhir.
Bagaimana dengan yang lain?
Semua orang dievakuasi. Mereka semua aman.
Kamu baik-baik saja?
SBS E37 'The Penthouse 3' -♥ Ruo Xi ♥- Synced with Subcake Android
Aku akan membiarkanmu hidup seperti Shim Su Ryeon.
Aku akan menghasilkan banyak uang sampai kamu terkubur uang.
Kita bisa membeli rumah di Gangnam dan membangun gedung.
Aku akan membuat semua orang di dunia berlutut di kakiku.
Dan kita akan punya anak?
Tentu saja.
Seorang putra dan seorang putri.
Anak-anak kita akan tinggal di rumah termahal
dan tertinggi di negara ini.
Yang paling dekat dengan surga.
Astaga. Membayangkannya saja sudah membuatku senang.
Hera Palace, apartemen termahal di Korea
sekaligus yang menjadi maskot Seoul telah roboh.
Hera Palace, yang memimpin pasar properti domestik
dengan nilai propertinya yang meroket tahun demi tahun,
hancur berkeping-keping kemarin
setelah bom yang dipasang oleh Pimpinan Joo Dan Tae,
yang merancang Hera Palace sendiri, meledak.
Gedung apartemen 100 lantai dengan tempat berlindung
yang bisa menampung 200 orang selama perang nuklir
dan membanggakan infrastruktur yang bisa menahan gempa bumi
dihancurkan oleh pengebom bunuh diri.
Pimpinan Joo Dan Tae mendapatkan bom ilegal buatan
melalui Cho, yang dahulu adalah sekretarisnya.
Jasad Cho ditemukan pagi ini.
Penyebab kematian belum diketahui.
Lebih dari 90 persen penghuni
sudah pindah dari Hera Palace.
Berkat respons cepat para penghuni,
tidak ada satu pun korban.
Namun, karena kebanyakan penghuninya berasal dari kalangan atas,
kerugian diperkirakan akan sangat besar.
Massa yang marah dengan perbuatan Joo Dan Tae
yang mengancam nyawa orang tidak bersalah
berkumpul di depan Gedung Biru
untuk menentang pemakaman Joo Dan Tae.
Joo Dan Tae
mengancamku dan bilang
No comments yet. Be the first to leave one.