The first 189 lines.
Ada bom, cepat!
Bom?
Sekarang, waktu kalian
yang tersisa tak sampai lima menit.
Kuberi kalian satu pilihan.
Beri aku uang,
agar aku menolong kalian.
Jika tidak,
kalian meledak
bersama bom ini saja.
Kau bisa jinakkan?
Kau tak percaya?
Aku pergi dulu.
Katakan, kau mau berapa?
Katakan!
Satu orang 100.000 Yuan.
Selain itu, kembalikan uang yang kalian
ambil sebelumnya.
Kuberikan, kuberikan berapa pun itu.
Jinakkan bomnya.
Kuberi tahu yang bisa mendapatkan lebih banyak uang.
Kau selamatkan Bos Li.
Dia pasti memberimu lebih banyak.
Di mana Bos Li?
Sudah diculik oleh Bos Cao.
Ke mana?
Di jam tanganku ada posisinya.
Kak.
Hubungi ayah angkatmu.
Bos Cao, aku tahu.
Aku tahu kau hanya mau barang.
Benar, 'kan?
Bagaimana kalau begini saja?
Kau lepaskan aku dulu.
Nanti, semua bisa dibahas.
Bagaimana?
Masalah nanti, nanti baru bahas.
Aku minta sekarang hubungi
ayah angkatmu!
Anda sungguh salah taruhan.
Aku...
Aku hanya panggil Tuan Ou
Ayah Angkat.
Aku tak akrab dengannya.
Anda menahanku untuk mengancamnya
percuma saja.
Baiklah.
Kulihat sepasang tanganmu
juga sudah tak berguna lagi.
Jangan bergerak!
Tenang!
Mau apa?
Jangan bergerak!
Bos Cao! Bos Cao!
Potong!
Aku salah, Bos Cao.
Aku salah!
Bagaimana? Aku tak salah, 'kan?
Terima kasih atas budi baikmu!
Jangan bergerak!
Bos.
Ayo pergi.
Tunggu di sini, jangan matikan mesin.
Baik.
Ayo.
Bos Cao.
Jika psikologis tak baik,
sungguh tak berani datang membahas bisnis dengan Anda.
Masih aturan lama.
Lima kantong ini cukup untuk apa,
Bos Cao?
Bukan lima kantong.
Diskon 50 persen.
Bos Cao.
Apa kita bisa diskusi baik-baik?
Belakangan ini,
bisnisku sedang tak bagus.
Aku ingin minta Organisasi K
untuk sedikit
menghargaiku.
Bos Cao.
Harga diri Anda seharusnya dihitung
per kati, 'kan?
Barang-barang kami
dihitung pakai gram.
Bagaimana menghitungnya
juga tak bisa dihitung bersama.
Kadang rugi sedikit
juga bukan hal buruk.
Apa itu "Rugi"?
Enak?
Apa maksudnya, Bos Cao?
Kau jauh-jauh kemari untuk membawa barang.
Tak boleh membiarkanmu datang sia-sia.
Aku berbisnis
paling mengandalkan ketulusan.
Tidak seperti kamu.
Bisnis belum dibahas,
kau langsung mau pergi.
Apa kau tahu aturan?
Di mana ketulusannya?
Kenapa aku tak melihatnya, Bos Cao?
Pelanggar aturan
harus dihukum.
Apa kau mau membayar untuk
kenakalanmu itu?
Kau adalah anak angkat Tuan Ou.
Nyawamu yang berharga
atau barangmu yang lebih berharga?
Bos Cao, aku sudah bilang.
Tuan Ou tak akan
menjawab teleponku.
Aku anak angkatnya,
di dalam hatinya
sama sekali bukan apa-apa.
Aku sungguh tak dekat dengannya.
Bisnis Tuan Ou begitu besar,
di sisinya punya Empat Penjaga.
Dia juga punya banyak bawahan.
Kaulah satu-satunya yang
memanggilnya ayah angkat.
Karena kuputuskan untuk mengatakannya,
maka saya tak takut Anda tertawakan lagi.
Dulu, aku berbohong
Tuan Ou adalah ayah angkatku.
Itu karena aku mau hidup
dengan baik di dunia.
Tidak diganggu orang lain.
Aku bersumpah yang kukatakan tadi
semuanya adalah kejujuran.
Bahkan wajah Tuan Ou,
aku jarang melihatnya.
Bos Cao, Kak Cao!
Siapa kakakmu?
Aku...
Pukul!
Saya mohon.
Pukul!
Kenapa kau tak melihat jalan?
Maaf.
Maaf.
Halo.
Apa kabar, aku manajer baru
dari bagian pelayanan.
Ada seorang tamu
kehilangan koper yang dititipkan.
Aku mau periksa CCTV.
Bos Cao, aku benar-benar sudah berusaha.
Lempar dia.
Bos Cao, aku hubungi lagi.
- Ayo! - Aku hubungi lagi.
Ayo!
Bos Cao!
Saat bicarakan bisnis besar sebelumnya,
aku sudah ingat.
Masih ada satu nomor telepon!
Tuan Ou masih punya
nomor telepon lain.
Situasi darurat!
Cepat periksa lokasi ponsel!
Ada apa ini?
Bos, sepertinya kebakaran.
Kebakaran?
Cukup membantu.
Lempar dia ke bawah!
Kemari!
Sedang apa kau?
Aku tanya kamu, kau dengar?
Bunuh dia!
Ayo, pergi!
- Cepat! - Kemari!
Cepat jalan!
Ponsel masih ada di atas.
Ayo jalan! Cari ponsel apa lagi.
Pengawal! Pengawal! Pengawal!
Biasanya aku membayar banyak uang
membiayai kalian.
Tak berguna di saat penting.
Aku hampir mati!
Kalian lihat dia.
Seperti 'Zhao Zilong' dari Changshan.
Menang melawan tujuh orang.
Menolong majikan seorang diri.
Disebut apa ini?
Ini disebut setia!
Apa kalian tahu kekurangan kalian?
Di sini, kecerdasan intelektual dan emosional.
Kau terkena flu?
Zhao Zilong ini
No comments yet. Be the first to leave one.