The first 176 lines.
Izumi!
Mau ini, enggak?
Tiket bioskop?
Tiket bioskop gratis.
Aku dikasih sama senior di tempat kerjaku.
Masa berlakunya sampai hari Minggu.
Memangnya kamu enggak mau nonton?
Bentrok sama jadwal kerja.
Kamu ajak siapa begitu kalau gabut.
Dadah.
Terima kasih.
Semangat kerjanya!
Iya!
Film...
Shikimori, kamu suka nonton film?
Banget!
Misal besok?
Gabut banget!
Besok mau nonton di bioskop bersamaku?
Mau!
Nonton film bareng Shikimori...
Aku jadi enggak sabar.
Enggak, enggak.
Sekarang bukan waktunya kegirangan dulu.
Setiap kali kami pergi jalan...
Padahal menurut ramalan cuacanya cerah,
tapi tiba-tiba kehujanan.
Ditambah kehilangan dompet pula, jadinya uang saku bulanan pun melayang.
Shikimori selalu saja tersenyum dan memaklumi semuanya.
Seenggaknya aku ingin melindungi Shikimori dari kejadian sial yang terus menimpaku.
Aku harus bersiap-siap supaya kencan ini bisa berjalan lancar tanpa hambatan!
Pertama sedia payung.
Aku bawa lebih karena takut rusak kalau ada angin kencang.
Dompetnya dikasih tali supaya enggak terjatuh di jalan.
Bawa handuk buat jaga-jaga kalau kena cipratan air.
Ini juga...
Oh, bawa botol air juga.
Sip!
Apa ini enggak kebanyakan?
Duh, berat!
Aduduh.
Suaranya keras sekali.
Kamu tidak apa-apa, Yuu?
Enggak apa-apa, kok.
"Menjadi gadis manis tanpa upaya ekstra!"
"Baju terusan kesukaan pacar cowok!"
"Jumbai-jumbai membuatmu terlihat feminin!"
"Pakaian kencan sama dengan pakaian perang!"
Aku harus pakai baju apa?
Aku masuk, ya.
Berisik banget, sih.
Siapa juga yang berisik.
Mau ada acara?
Iya.
Besok mau nonton film bareng teman.
Temanmu yang seperti apa?
Abang enggak perlu tahu.
Jahat amat.
Yah, semoga lancar.
Sip!
Harus semangat!
Nah, pagi ini sama seperti biasanya.
Meski tali ranselku tiba-tiba putus,
lalu ada anak kecil yang tersesat dan harus kuantar ke pos polisi.
Aku sudah menduga bakal ada kejadian begini, jadi aku berangkat lebih cepat.
Sip, aku enggak terlambat.
Hari ini aku enggak membuat Shikimori menunggu.
Shikimori!
Padahal masih ada waktu sebelum janjian...
Selamat siang, Izumi!
Maaf aku malah datang duluan sebelum waktu janjian.
Izumi?
Ada yang aneh dariku?
Enggak, bukan aneh, kok.
Kamu terlihat sangat menawan.
Terima kasih!
Hari ini Shikimori terlihat sangat manis.
Ini pertama kalinya kami nonton film bareng.
Semenjak aku meninggalkan Tokyo,
aku selalu mencintaimu.
Sekarang pun masih.
Kalau situasinya sampai jadi begitu...
Izumi?
Wajahmu memerah.
Jangan-jangan kamu kena demam?
Ka-Kamu enggak perlu khawatir!
Benar, nih?
Benar, kok.
Aku cuma enggak sabar pengin nonton film bareng kamu.
Aku juga!
Banyak film yang sedang tayang, ya.
Saking banyaknya jadi bikin bingung, ya.
Shikimori suka film genre apa, ya?
Romantis?
Tapi dia kan cukup atletis.
Mungkin suka film aksi.
Shikimori.
Kamu mau nonton apa?
Eng, apa saja boleh.
Aku ikut kamu saja.
Kamu selalu saja begini.
Eh?
Kamu selalu mengutamakan tempat dan sesuatu yang kuinginkan, kan?
Masa, sih?
Iya!
Hari ini nonton film pilihanmu saja, ya?
Ke-Kenapa?
Memangnya kenapa?
Eng...
Soalnya aku ingin lebih mengenal dirimu!
Enggak perlu sungkan dan sebut saja film yang kamu inginkan.
Mana yang ingin kamu tonton?
Eng, kalau begitu...
Yang di sana!
Apa kamu tahu, Izumi?
Film itu lagi sering dibahas di media sosial, membuatku jadi penasaran.
Begitu, ya.
Benar.
Katanya sangat menakutkan juga.
Kamu kuat nonton film horor?
Iya.
Kurasa masih bisa.
Syukurlah.
Memangnya kamu enggak takut yang beginian?
Takut, sih.
Tapi kalau ada film horor, aku jadi penasaran.
Oh, ternyata dia juga takut.
Sial, jangan ke sini!
Jangan ke sini!
Seenggaknya aku masih kuat nonton film sadis.
Kalau berada di teater bioskop, kurasa enggak bakal ada masalah.
Mungkin saja...
Tenang saja.
Aku ada di sampingmu.
Izumi!
Kesempatanku menunjukkan kalau aku LAKIK!
Kalau kamu takut, langsung bilang, ya.
Karena aku ada di sampingmu.
Iya. Terima kasih.
Balon?
Seram banget!
Apa ini? Kok seram banget?
Saking seramnya, aku sampai mau muntah.
Shikimori.
I-Izumi!
Kamu enggak apa-apa?
Enggak kusangka kamu akan seketakutan ini.
Maaf, ini semua karena aku yang kepengin nonton film horor.
Tapi ini berkatmu juga.
Mungkin aku sudah pingsan kalau nonton sendirian.
Aku bisa bertahan karena ada kamu di sampingku.
Syukurlah kalau begitu.
Shikimori,
mau cari makanan yang enak?
Mau!
Wah, kelihatannya lezat!
Bentuknya imut-imut!
Memang imut, ya.
Tapi harganya lumayan juga.
Tenang saja.
Serahkan padaku.
Aku sudah menabung supaya bisa makan ini bareng kamu.
Izumi!
Ditambah aku juga punya kupon diskon...
Lah?
Kenapa?
Lah, dompetku mana?
Kupon diskonnya juga ada di sana.
Duh, padahal aku sudah menalikannya supaya enggak jatuh.
Talinya putus.
Yang benar saja.
Maaf, Shikimori.
Enggak apa-apa. Jangan terlalu dipikirkan.
Padahal aku ingin membuatmu senang, tapi aku malah enggak bisa traktir.
Eh, Yuu?
Ayah, Ibu? Kenapa ada di sini?
No comments yet. Be the first to leave one.