Season 1

Release info

Innocent Man S01E04 720p NF WEB-DL x264-Pahe in
A Commentary by black1d

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
720p
720
Published on: 2021-01-25
Downloads: 56
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Hentikan, Kang Ma Roo!

Kau bukan dokter! Hentikan!

Dia mengancam kesejahteraan keluargaku

dan meminta uang sebanyak 1 milyar won.

Terjemah Bahasa Indonesia oleh MINDS My Indonesia Subtitle Team Penerjemah: bunnycuddly

Episode 4

Terima kasih.

Begitu kan seharusnya yang kukatakan?

Sampai jumpa.

Aku ingin... kita bertemu lagi.

Tiba-tiba, aku penasaran terhadapmu.

Jadi aku ingin... melihatmu lagi.

Aku ingin bertemu denganmu besok. Juga besok lusa.

Apa itu berarti ya atau tidak?

Jam berapa kita bertemu besok?

Segera setelah kita bangun?

Kau mau ke mana setelah bangun tidur?

Apa yang kau pikirkan?

Haruskah aku biarkan calon pengantin jatuh dan mematahkan hidungnya?

Supaya pernikahan dibatalkan.

Ah aku salah.

Aku sudah membiarkan kesempatan itu hilang.

Aku memang masih muda, tapi...

Begini, masalahnya...

saat kau mulai berpikir bahwa ini terlalu mudah

dan semua berjalan sesuai rencanamu

dan kau melompat-lompat kecil sambil bersiul...

pada suatu titik, kau akan goyah dan menyadari bahwa ada sesuatu yang salah.

Terutama jika ada keinginan kotor dan licik di dalamnya.

Sepertinya, meskipun kau merasa sudah separuh perjalanan sampai pada tujuanmu.

Aku memberi tahumu, supaya kau jangan sampai lengah karena semuanya berjalan mulus.

Sebagai pembela keadilan, apa kau pikir aku akan duduk diam dan menontonmu?

Seberapa kenal kau dengan laki-laki itu?

Bagaimana kau bertemu dengan laki-laki yang mengantarmu pulang kemarin?

Apa kau tahu siapa dia?

Sejak kapan kau sangat peduli dengan kehidupan pribadiku?

Apa kau sudah mulai bertingkah sebagai istri ayahku?

Betapa piciknya kau.

Sejauh mana hubunganmu... dengan pria itu?

Kau kan sudah melihatnya.

Aku masih berusaha merayunya.

Apa kau tahu laki-laki seperti apa dia?

Apa yang kau tahu tentangnya?

Berapa banyak yang kau tahu?

Kau tidak tahu, kan?

Lalu apa kau mengenalnya dengan baik?

Kau mengenalnya dengan baik sehingga...

kau jadi hilang kesabaran dan emosi.

Ah jangan-jangan, kau tertarik padanya?

Dia masih muda dan ketampanannya tidak dapat disangkal.

Dia tidak terlihat seperti pria baik-baik.

Benarkah?

Dia... tahu siapa kau kan?

Dia tahu siapa kau dan mendekatimu.

Aku tahu tipe seperti itu.

Tipe yang seperti itu...

Aku tahu! Contohnya seperti... Han Jae Hee?

Apa kau akan terus bersikap sinis?

Baiklah aku akan memasang wajah serius dan berkata padamu.

Bahkan jika dia mendekatiku karena tahu siapa aku.

Aku tidak peduli.

Karena aku telah mengenal orang seperti Han Jae Hee.

Apa yang harus kutakuti? Aku adalah Suh Eun Gee.

Aku pergi dulu.

Kau pasti akan terluka.

Kau akan terluka dan menangis, bodoh!

- Oppa! - Masuklah.

Ada apa?

Aku minta maaf.

Untuk apa?

Seharusnya aku tidak usah menemui ibuku.

Oppa jadi dipukuli dan terluka.

Kenapa aku tidak pernah membawa kebaikan dalam hidupmu, Oppa?

Ya benar.

Benarkah aku tidak berguna untukmu, Oppa?

- Kau yang mengatakannya sendiri ya. - Huh!

Oppa macam apa kau?

Kenapa aku tidak berguna?

Kadang aku mencuci pakaianmu.

Kadang aku memasak untukmu.

Kadang aku bersih-bersih rumah untukmu.

Kurasa yang hampir selalu memasak, mencuci, dan membersihkan rumah itu aku.

Ya makanya aku bilang 'kadang'... 'sometimes'.

Tunggu!

Kau hampir mati karena dikejar anjing gila waktu SMA.

Aku menyelamatkanmu dengan melemparkan sosis.

- Benarkah? - Apa kau sudah pikun?

Ada lagi.

Oppa, tahun pertama saat kau sekolah kedokteran...

Gadis yang menyukaimu tahu kalau kau dekat dengan Jae Hee unni.

Dia berkata 'Kang Ma Roo, ayo mati bersamaku' dan ingin menyeretmu terjun ke Sungai Han.

Aku membatalkan niatnya dengan memberikan tiket konser Shinhwaku yang berharga.

Betul. Aku ingat itu.

Jika aku mulai bercerita tentang semua pengorbananku untukmu

mungkin tidak akan selesai ceritanya hingga kau menikah dan anakmu masuk TK.

Oke! Terima kasih, Kang Choco!

Kau telah menyelamatkan hidupku.

Sampai jumpa.

Tolong pilih aku. Terima kasih.

- Antrian nomor 96! - Ya!

Halo.

S-s-s-saya Kang Choco dari Jungrung.

Silahkan mulai.

M-m-m-mengapa langit t-t-tampak lebih b-b-bi...

Maaf, saya akan coba lagi.

Saat aku gugup, suaraku hilang.

M-m-m-mengapa langit t-t-tampak lebih b-b-biru dari yang k-kukira?

Sekali lagi... Aku akan mencoba sekali lagi, kumohon.

Peserta yang lain sedang menunggu.

Kurasa sudah cukup.

Apa kau mau mendengar unni menyanyi?

Masalahnya unni tidak bisa menyanyi dengan baik di depan banyak orang.

Tapi unni adalah Mariah Carey dari Timur.

Para juri tidak sabar padaku, tapi...

saat mendengarku bernyanyi, orang akan pingsan.

- Apa kau mau mendengar unni menyanyi? - Ya.

Air mata mulai...

Saya peserta nomor 96, Kang Choco dari Jungrung.

Oppa.. Di hadapanmu, aku bisa bernyanyi dengan baik.

Tidak, unni bukan orang gila.

Permisi, Nyonya.

Apa kau memanggilku?

Benar, saya ingin menanyakan sesuatu.

Silahkan. Tanya saja.

Berapa lama Anda tinggal di sini?

Mungkin... sekitar 20 tahun lebih sedikit.

- Kenapa kau bertanya itu? - Bagus!

Apa mungkin Anda kenal dengan orang ini?

- Kurasa tidak. - Bisakah Anda melihat dengan seksama?

Bukankah dia pernah tinggal di lingkungan ini?

Aku sudah melihatnya dengan seksama, tapi...

Aku tidak pernah melihat wajah itu.

Kurasa dia tidak tinggal di lingkungan ini.

Baiklah.

Benar perkiraan Anda, Pengacara Park menyelidikinya sendiri.

Saya rasa dia tidak akan curiga pada saya.

Dia masih curiga mengenai Kang Ma Roo

dan ingin menyelidikinya sendiri.

Tentang tempat kelahiran dan alamat Nyonya yang dulu...

Saya memalsukan dokumennya dan memberikan padanya.

Saya juga sudah meminta para tetangga untuk tutup mulut.

Dan memberi mereka kompensasi atas kerja sama mereka.

Anda tidak perlu khawatir.

Sudah sejak lama...

kau menyukai Han Jae Hee, bahkan sebelum Presiden Direktur.

Bisakah aku naik lift ini? Yang satunya penuh.

Maaf, tapi ini lift khusus untuk orang-orang penting.

- Silakan Anda menggunakan lift satunya. - Kenapa aku tidak boleh menggunakan lift ini?

Lift besar ini hampir tidak ada isinya.

- Apa kau termasuk orang penting? - Ya.

Kudengar Tae San adalah perusahaan di mana semua karyawan adalah pemiliknya.

Ternyata itu hanya omong kosong ya?

Bahkan lift-pun digunakan untuk mendiskriminasikan karyawan...

Karyawan seperti pemilik perusahaan? Omong kosong!

Maaf.

Aku adalah wartawan junior HBS, Han Jae Hee.

Aku datang bersama kru untuk mewawancarai Presiden Direktur.

Kejadian di lift ini...

Jelas menunjukkan manajemen perusahaan yang munafik, ambigu, dan tidak peduli.

Aku boleh mengulas berita ini kan?

Tadi Anda bilang siapa namamu?

Han Jae Hee, wartawan junior dari HBS.

Han Jae Hee...

Presiden Direktur akan segera keluar.

Direktur Suh dan ibunya Eun Suk mungkin sudah sampai di hotel.

- Mereka pergi olah raga tadi pagi. - Ya.

Min Young!

Ya, silakan...

Ibu Eun Suk...

Menurutmu dia orang yang seperti apa?

Saya tidak mengerti maksud Anda.

Bisakah dia dipercaya?

Kenapa tiba-tiba Anda bertanya seperti ini?

Aku... tidak mempercayai wanita.

Kepercayaanku pada orang lain tidak pernah lebih dari 30%.

Han Jae Hee pasti beda dari yang lain, kan?

Dia tidak akan mengkhianatiku, kan?

Mana berani saya berbicara jelek tentang Nyonya.

Tapi cintanya untuk Anda...

ketulusan dan kesetiannya tidak ada bandingnya.

Saya rasa Anda tidak perlu khawatir.

Eun Gee, tunggu dulu!

Apa tadi malam kau tidur nyenyak?

Kau benar-benar datang.

Bukankah kita sudah janji untuk bertemu pagi ini?

Aku senang melihatmu.

Kau sudah lama menunggu?

Tidak juga. Sekitar dua jam.

Sepertinya saya melihat Anda di depan rumah tadi malam.

Dia akan segera menikah dengan ayahku.

Saya pernah melihat Anda di TV.

Kekerasan dan ketidakadilan hukum. Kesejahteraan sosial yang timpang...

dan topik lainnya yang tidak jauh dari moralitas dan keadilan.

Anda adalah wartawan yang banyak mengulas tentang topik seperti itu.

Benarkah kau seperti itu?

Kau wartawan, Han Jae Hee, kan?

Wah, kau hebat!

Setelah sekian lama, kau masih bisa mengingat nama seorang wartawan?

Aku sangat mengidolakan Han Jae Hee.

Kau pasti gembira mendengarnya...

More Indonesian subtitles for The Innocent Man

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left