The first 200 lines.
Astaga.
Apa-apaan?
Kau sudah menambal lubangnya?
Aku mengerjakannya.
Ya. Itu selalu begitu.
Kenapa?
Aku mengerjakan unit ini setiap tahun.
Dan itu selalu terjadi.
Penghuni tak pernah tinggal lama, dan lubang itu selalu disana.
Kita boleh merokok di sini?
Tidak, Chad, aku yang bisa merokok di sini.
Astaga.
Dengar,
Aku mendengar cerita ini.
Lubang di dinding itu?
Itu hidup.
Itu menunggu.
Itu merasa lapar.
Dan jika kau menatapnya cukup lama,
Itu menjadi lubang kemuliaan.
Berhenti mempermainkan aku.
Dengar, matahari sudah terbenam.
Kikis bagian yang lembab, tutup itu dengan kertas dinding,
Dan aku tidak membayar lembur.
- Aku setidaknya butuh satu jam lagi. - Tidak, kita akan kerjakan itu besok.
Kita juga masih ada waktu beberapa hari untuk selesaikan ini.
Jadi pulanglah.
Kau butuh tumpangan?
- Pacarku akan menemuiku. - Baiklah.
Kunci pintunya sebelum kau pergi, mengerti?
Baiklah, bos.
Ini omong kosong.
Apa-apaan?
Hei, Tuan.
Maaf aku terlambat.
Lihat siapa yang akhirnya datang.
Dan lihat apa yang aku bawa.
Itu kemasan empat botol?
Dua mungkin sudah habis saat perjalanan ke sini.
Ya, tentu.
Terima kasih.
Wow.
Itu keren, bukan?
Oke.
- Tunggu, tunggu. - Apa?
Aku punya sesuatu untuk.
- Kau belikan itu untukku? - Ya.
Berbalik.
Biar aku lihat.
Kau suka?
Sangat suka.
Dan kau butuh bir lagi.
Lena?
Sayang, kau tak apa?
Lena!
Lena!
Astaga.
Tetap bersamaku! Lihat aku!
Lena, sayang, tidak, tidak, tidak!
Tolong, siapa saja!
Lihat aku, Lena. Tolong!
Astaga!
Oke, aku akan cari pertolongan. Aku akan cari pertolongan.
Kau membuat kesalahan besar.
Dia pengaruh buruk terhadapmu.
Kau keluar dari pintu itu,
Jangan kembali kepada kami meminta bantuan.
Kim!
Hei.
Tempat ini keren, bukan?
Sangat keren. Aku suka lantainya.
Di mana Ibu dan Ayahmu?
Masih tak menyukaiku, ya?
Tak menyukai kita berdua saat ini.
Aku senang kau di sini bersamaku.
Aku senang untuk bisa kebagian reputasimu...
...ketika kau menjadi jurnalis terkenal.
Atau jika aku berhasil sebelum itu terjadi,
Aku akan beri kau liputan eksklusif...
...tentang betapa menawannya aku.
Hai.
Aku suka topimu.
Aku Ronan, pengelola gedung.
Kau yang pindah ke kamar 203, benar?
Itu kami. Ya.
Ini masih gedung yang sama, 'kan?
Ini gedung niaga tua.
Bank berada di lantai satu,
Laintai lainnya diubah menjadi apartemen...
...saat Depresi Besar.
Kami menerima jaminan tambahan di awal dan akhir bulan, tunai,
Untuk penghuni sepertimu yang tak punya riwayat kredit.
Itu cara kerjanya.
Lahan parkir tidak termasuk.
Dilarang merokok, jangan membuat kegaduhan lewat pukul 21:00,
Tak ada kucing atau anjing,
Dan ruang bawah tanah di luar jangkauan bagi penghuni.
Ini adalah lantai terakhir yang di pugar di gedung ini.
Unit lainnya di lantai ini kosong,
Jadi hanya unitmu di sini yang tersedia,
Dan unitku di belakang sana.
Seluruh perabotannya asli dari sebelum perang.
Utilitas sudah termasuk ke tanggungan bulanan.
Seluruh perabot harus tetap didalam apartemen.
Wow.
Astaga.
Ya!
Ini bagus.
Ini tidak masalah.
Ini lebih baik dibanding fotonya.
Ini jelas memiliki aura klasik.
- Kau setuju? - Aku setuju.
Ini di luar harapan.
Ini mengingatkanku pada pentas kacau...
...yang kau lakukan saat tahun awal kuliah.
"Pembunuhan di Cathedral."
Jangan sentuh itu!
Ini gedung bersejarah,
Dan itu tak boleh dirusak dalam keadaan apapun.
Baiklah, Bung.
Apa semuanya beres?
Hore.
Hei.
Hei.
Dia bilang ini satu-satunya foto dimana rambutnya terlihat bagus.
Rambutnya selalu terlihat bagus.
Ya.
Aku mengharuskan gerobak sorong.
- Tidak. - Itu peraturan Ibumu.
Gadis yang sedih masuk ke gerobak sorong.
Gerobak sorong.
Ayo!
Darah mulai turun ke kepalaku.
Maaf.
Astaga.
Astaga, aku pusing.
Kau tahu apa yang baru saja aku ingat?
Apa?
Ini Selasa margarita.
Itu tidak ada.
Kenapa? Aku baru saja menetapkan itu.
- Ini Selasa Margarita. - Aku tak bisa.
Aku ada hari orientasi besok lusa.
Milikku!
Aku hanya akan meminjamnya.
Meminjamnya? Aku membelinya!
Halo. Kau menghubungi Samuel dan Anne White.
Silakan tinggalkan pesan setelah tanda.
Hei, ini aku. Aku hanya ingin memberitahu...
...jika kami sudah resmi pindahan, dan tempat ini sangat bagus.
Dan aku bahagia.
Oke, aku akan coba lagi besok setelah hari pertamaku.
Aku menyayangimu.
Astaga.
- Hai. - Selamat pagi.
Aku bermimpi pipis di atap semalam.
Tunggu, aku rasa kau memang pipis di atap semalam.
Nanti malam ronde kedua.
Bukan itu yang aku katakan.
Maksudku adalah jika 99% mahasiswa...
...mengikuti masa orientasi dengan rasa pengar.
Aku rasa itu itu seperti ritus peralihan.
Jika aku melihat tequila malam ini, aku akan muntah.
Bung, minum saja anggur.
Aku tahu, aku berusaha gantung cermin di sana semalam,
Tapi pakunya tidak kuat.
Aku temukan itu berada di lantai pagi ini.
Tak apa. Kita akan minta Ronan perbaiki itu.
Aku rasa melihat sesuatu.
Izzy, jangan. Kau hanya akan mengacaukannya.
Tidak, sebentar.
- Jangan. - Tidak, tak apa.
Izzy!
Kau bercanda! Kau... Berengsek.
Sudah kubilang aku akan jadi bintang besar.
Fotoku di mana-mana, dan semua orang tahu namaku.
- Itu berada didalam dinding? - Ya.
- Biar aku lihat. - Yang menemukan yang memiliki.
Aku tak menginginkan itu.
Itu mungkin jamuran atau sesuatu.
Terserahlah. Ini antik.
Dan aku ratunya barang antik.
Lebih seperti ratu tetanus.
- Itu bagus, sebenarnya. - Terima kasih.
Bersiaplah. Kita akan keluar malam ini.
Oke, jadi ibu dan ayahmu tak izinkan kau bergaul saat SMA,
Lalu kemudian, apa, mereka sekarang tak mengakuimu, atau...?
Mereka bukannya tak mengakuiku.
Mereka hanya terlalu ketat.
Itu karena aku masuk rehab.
Astaga. Itu...
Bukan karena alkohol.
Lalu karena apa?
Bukan urusanmu, orang asing.
Namaku Steve.
Bagus untukmu, Steve.
Dan juga, kami teman kontrakan sekarang,
Dan aku mulai kuliah besok.
Oke, bagus.
Baiklah, jadi kalian akan kuliah.
No comments yet. Be the first to leave one.