Season 1

Release info

See You in My 19th Life S01E06 1080p NF WEB-DL AAC2 0 x264-MARK
A Commentary by Luh_Fil
NF Version

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
1080
Published on: 2023-07-02
Downloads: 67
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SEE YOU IN MY 19TH LIFE

Kak, coba tangkap aku!

- Aku akan menangkapmu! - Tidak!

Tidak!

Kena!

Wajahnya menghadap belakang.

Kepalanya terbalik.

Kakak!

Paman janji akan terlahir lagi

dan datang untuk melindungimu.

Cho-won.

Lihat kakak.

Apa katamu?

Cho-won.

Aku…

Yoon Ju-won.

Kau sedang bersandiwara lagi?

Sebenarnya kenapa kau begini?

Cho-won, lihat aku dahulu.

Aku tidak pernah mempermainkanmu sejak kali pertama kita bertemu.

Aku terus menahannya,

tetapi karena tak tahan lagi…

aku memutuskan untuk mengatakannya.

Aku ingat kehidupan lampauku.

Lalu di kehidupan lampauku,

aku adalah Yoon Ju-won.

Aku yakin orang lain juga sama denganku.

Mereka terlahir lagi setelah mati, dan terus begitu.

Akan tetapi, hal yang berbeda dariku…

adalah aku bisa mengingat kehidupan lampauku saat terlahir lagi.

Apa maksudmu…

Sebenarnya aku

sudah ke rumah orang tuamu beberapa kali.

Karena…

aku merindukanmu,

Ibu, dan Ayah.

Aku ingat semuanya.

Semua ingatan berhargaku denganmu.

Semuanya.

Sudah cantik.

Apa saja yang kau ingat?

Kau

lahir saat salju pertama turun di tahun itu.

Tanggal 7 Desember.

Itu bisa dicari tahu dengan mudah.

Kau punya tiga tahi lalat di sini.

Aku sering lihat waktu mengikatkan rambutmu.

Lalu,

kau punya bekas luka di sini, kan?

Waktu masih kecil, kau merangkak ke sana kemari dan tertimpa cermin.

Kau terluka amat parah hingga Ibu dan aku menangis kencang.

Kau memberitahunya?

Kenapa tiba-tiba begitu?

Katanya tak ada baiknya memberi tahu soal itu ke keluargamu.

Namun, kau menerimaku, Ae-gyeong.

Kurasa

aku hanya ingin bisa hidup akrab dengan Cho-won seperti denganmu.

Itu perasaan serakah sesaatku.

Lantas, apa dia percaya?

Sepertinya dia agak masih agak ragu.

Bagaimana jika dia bilang ke Seo-ha atau ibumu?

Yang benar saja.

Mustahil dia menceritakan hal itu kepada mereka.

Ya ampun. Rupanya ada Min-gi.

Ya. Aku keluar sebentar, Bi.

Baiklah.

KERINDUAN DI HATI

Bagaimana?

Aku tinggal di sana sebagai pekerja paruh waktu.

Bagaimana denganmu, Han-na?

Bukankah kau menemuinya?

Aku…

hanya melihatnya dari jauh.

Sepertinya wanita yang tinggal dengan Ji-eum sekarang

adalah kenalannya di kehidupan lampaunya.

Kalau begitu, bukankah katanya kenalannya akan tertimpa masalah?

Sepertinya itu sudah lama terjadi pada Bibi Kim.

Dia menyembunyikan penyakitnya dari Ji-eum.

Kenapa hal seperti ini terjadi?

Astaga!

Sedang apa malam-malam begini?

Bunga azalea yang ada di taman tiba-tiba mati semua.

Ibu jadi tidak bisa tidur.

Tiba-tiba begitu? Tidak layu dahulu?

Setelah ibu gali, ternyata sudah kering sampai akar.

Kenapa kau ke sini selarut ini? Ibu kira kau akan datang akhir pekan.

Tidak ada alasan.

Ibu.

Apa di belakang leherku ada tiga buah tahi lalat?

Ya.

Kenapa?

Apa sudah ada sejak aku kecil?

Ya.

Kenapa tiba-tiba menanyakannya?

Lalu, apa aku punya bekas luka di sebelah sini?

Kau ingat soal ini?

Sungguh ada?

Ini luka karena apa?

Kalau tidak salah, waktu masih kecil kau tertimpa cermin

saat sedang merangkak.

- Kalau begitu… - Waktu kau empat tahun,

kita ke taman hiburan, dan kau hilang mengikuti parade.

Kau melepaskan tangan Ayah, dan kami mencarimu seharian.

Hari saat gigi pertamamu copot.

Kau menyimpannya di sebuah kantong, dan sampai dibawa tidur.

Kau ingat semua itu, Cho-won?

Jadi, itu semua benar?

Apanya?

Ibu.

Ya?

Orang seperti apa…

Orang seperti apa Kak Ju-won dahulu?

Kenapa tiba-tiba bertanya soal kakakmu?

Nona Yoon.

Ada masalah apa?

Tidak ada apa-apa.

Aku akan selesaikan semua ini hari ini…

Kau percaya kehidupan lampau?

Kau percaya kehidupan lampau?

Kenapa kalian bersaudara sama saja?

Apa maksudmu?

Kak Ju-won pernah menanyakan hal yang sama.

Kakak begitu? Sungguh?

Lalu, dia bilang apa lagi?

Ya ampun. Maaf.

Maaf karena membicarakan Kakak.

Apa Nona Ban ada di kantor?

Nona Ban cuti hari ini.

Kenapa?

Ini kesempatan terakhir. Siapa namanya?

- Nama siapa? - Bos Kapital Wonjo.

Beri tahu aku namanya.

Pak Bang Ho-sik.

Hei, Ban Dong-u.

Saat berperang,

kita harus menebas leher jenderal musuh agar bisa menang.

KEHIDUPAN KE-5

Cepat panggil Bang Ho-sik.

Dasar wanita gila.

Hei!

Kemarin Ban Dong-u mengajak kami menemui adiknya

untuk membayarkan utangnya.

Rupanya kekasih adiknya

adalah putra direktur Grup MI.

Grup MI?

Dia bos kami, Nona.

Ya ampun.

Kenapa ada wanita secantikmu yang mencariku ke sini?

Aku adik Ban Dong-u, orang yang berutang kepadamu.

Setahuku utang dan bunganya sekitar 100 juta won.

Kita impaskan saja dengan ini.

Apa ini?

Itu keramik hijau Goryeo.

Kau pasti familier dengan nama itu, kan?

Jika tanya opini yang ahli,

kau akan tahu bahwa harganya jauh lebih berharga dari utang itu.

Jadi, kau mau bayar utang dengan keramik ini?

Biasanya konglomerat mengoleksi barang seperti ini.

Bukankah bisa saja ini dari kekasihnya?

Begitu, ya?

Kalau begitu…

Untuk sekarang,

aku terima keramik ini.

Kupikir kau tidak akan mau.

Rupanya kau orang yang baik.

Begitulah aku bisa sampai sejauh ini.

Banyak orang memuji kesuksesanku…

Jangan sampai kau ganggu aku dan kenalanku lagi.

Aku tahu bisnismu belum terdaftar.

Tak mau semua menjadi rumit, kan?

SURAT PERNYATAAN LUNAS

KAPITAL WONJO

Kalau begitu, bubuhkan stempelmu

di sini.

KAPITAL WONJO

Kenapa dia sampai datang ke sini?

Dia membuatku gila.

Yang-sik.

Cari tahu nama putra direktur Grup MI.

Baik, Pak.

DIREKTUR MI

MUN JEONG-HUN

Nama direkturnya Mun Jeong-hun.

Lalu nama putranya…

Mun…

- Mun Seo-ha. - Ya, benar.

Namanya Mun Seo-ha.

Bagaimana kau tahu?

Bagaimana aku tahu?

Aku yang melakukannya.

Apa?

Melakukan apa?

Begini.

Saat Mun Seo-ha masih kecil,

dia mengalami kecelakaan yang amat parah.

Namun, sebenarnya

itu bukan kecelakaan.

Apa?

Saat itu, aku sangat takut karena anak lain yang mati.

- Terima kasih, Bibi. - Datang lagi, ya.

More Indonesian subtitles for See You in My 19th Life

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left