The first 200 lines.
Love a Lifetime
Episode 42
Ketua Balai Bai.
Ikut aku!
Jika masih belum pergi,
jangan salahkan aku tidak mempertimbangkan hubungan kita sebagai tuan dan hamba selama bertahun-tahun.
Kamu...
Liuli.
Xuanye yang bersalah pada pemimpin kota.
Sebelum bertemu dengan Liuli,
aku mengira aku bisa demi pemimpin kota
dan Kota Longyin
mengorbankan semuanya,
bahkan nyawa sekalipun.
Tetapi sekarang aku sudah takut,
pedang di tanganku,
takutnya tidak bisa membantu pemimpin kota lagi.
Orang bodoh sepertimu,
aku sejak awal sudah muak melihatnya.
Mau pergi, cepat pergilah sekarang.
Jangan datang ke hadapanku lagi dengan berlagak seperti ini.
Kalau dia bukan setulus hati memperlakukanmu,
sudah dari awal dia membawaku pergi jauh dari sini,
mengapa harus kembali dan dihina olehmu?
Kakak.
Cepat pergi!
Liuli,
cepat bawa Xuanye pergi!
Pergilah!
Terima kasih, Nona Kedua.
Xuanye yang melarikan diri,
tidak heran pemimpin kota memandang rendah aku.
Sifat kakak,
kamu seharusnya lebih mengerti daripada aku.
Benar.
Pergilah!
Mereka sudah pergi,
Kakak tidak perlu berpura-pura lagi.
Akhirnya pergi juga.
Lebih bagus pergi.
Kamu mengusirnya,
hanya khawatir dia akan mengenang perasaaan yang lama,
dan sekali lagi terlibat dalam pertempuran yang kacau ini.
Kota Longyin sekarang banyak yang mati dan terluka,
seluruh kota sudah tidak seperti dulu lagi.
Xuanye adalah orang yang paling aku percayai,
juga sangat setia padaku.
Tetapi dengan keadaan sekarang,
lebih baik segera pergi dari sini.
Banyak hal berubah dengan sangat cepat dan tidak bisa diduga.
Yang masih tetap setia tinggal berapa orang?
Yang bisa dibantu,
maka bantulah.
Liuli, gadis ini walaupun terlihat sangat aneh,
terlalu menganggap dirinya pandai,
tetapi untungnya
dia tulus terhadap Xuanye.
Kakak,
kamu sudah banyak berubah.
Oh ya,
aku mau pergi ke Distrik Tingfeng.
Yue sampai saat ini belum kembali.
Aku takut terjadi sesuatu padanya.
Tidak bisa.
Kamu tidak boleh muncul di Distrik Tingfeng.
Itu sangat berbahaya.
Kakak tidak perlu khawatir.
Sudah kabur?
Benar.
Murid melihat sendiri Nalan Yue membawa Mei Ying
kabur keluar dari kota.
Guru jangan khawatir.
Murid sudah memutus banyak orang
mengejar mereka.
Akhir-akhir ini apakah ada pergerakan
di dalam kota?
Kota...
Dalam kota?
Tidak ada pergerakan apa-apa,
semuanya berjalan normal.
Di tempat Jinque
apakah sudah ada kabar keberadaan kakak beradik keluarga Rong?
Guru tenang saja.
Jinque sedang berusaha mencari mereka.
Aku percaya,
pasti dengan segera sudah ada kabar.
Takutnya Jinque
tetap tidak tega berbuat kejam
terhadap murid kecilnya.
Tidak masalah.
Aku beri waktu setengah hari lagi.
Kalau masih tidak ada hasil,
aku akan turun tangan sendiri.
Baik.
Istriku.
Bagaimana?
Sementara bisa menyembunyikannya.
Tetapi guru berkata
paling lama memberi waktu setengah hari lagi.
Kalau tidak ada hasil,
dia akan turun tangan sendiri.
Kali ini takutnya...
Bagaimanapun
Liuli dalam keadaan seperti ini bisa melarikan diri,
itu adalah nasib baiknya.
Apa lagi yang aku takutkan?
Istriku,
kamu mau berbuat apa?
Masalah ini pasti tidak bisa disembunyikan lagi.
Aku mengambil inisiatif mengaku bersalah kepada Pimpinan Agung Ming,
membersihkan hubungan kalian,
menghindarkan kamu terlibat di dalamnya.
Kamu dan aku adalah sepasang suami istri
Apa yang harus kamu bersihkan?
Aku lebih mengenal guru daripada kamu,
kalau dia sudah mulai curiga
lebih baik salah membunuh,
pasti tidak akan melepaskan orang yang terkait.
Benar.
Mei Ying adalah contoh yang baik.
Kamu jangan cemas dulu.
Tadi aku bilang kamu akan lebih tegas lagi kepada Liuli,
dengan alasan menarik mundur murid penjaga.
Saat ini,
tidak akan ada yang curiga.
Tetapi biarpun bisa menunda, memangnya bisa bagaimana?
Pimpinan Agung Ming hanya memberi waktu setengah hari.
Sampai waktunya nanti...
Tenanglah, Istriku.
Apa pun yang akan terjadi,
aku pasti akan melindungimu.
Tetapi di dunia ini,
siapa yang bisa kabur dari genggaman Pimpinan Agung Ming?
Gadis.
Gadis.
Guru.
Tidak peduli kamu hari ini berkata apa,
aku tetap akan pergi mencari dia.
Aku datang bukan untuk menghalangimu.
Aku...
aku tahu menghalangimu juga tidak ada gunanya.
Jadi,
aku akan menemanimu pergi bersama.
Guru selalu mengerti aku.
Siapa suruh aku melihatmu tumbuh besar dari kecil?
Ayo jalan.
Kalian mau ke mana?
Bocah ini.
Yue?
Kamu sepanjang malam tidak pulang, dari mana saja kamu?
Kali ini aku pergi ke Kota Longyin,
dapat dikatakan dengan satu panah membunuh dua ekor burung.
Liuli dan Xuanye sudah datang untuk berpamitan.
Masih ada satu masalah lagi.
Di depan banyak orang,
aku sudah membawa Mei Ying keluar dari Kota Longyin.
Mo Huan sekarang sedang mengejarnya dan ingin membunuhnya.
Lagi pula,
Xueman sudah mengikuti rencana yang sudah disepakati sebelumnya,
pergi bertemu dengan Mei Ying.
Itu juga termasuk sudah mempertimbangkan pemikiran Xueman.
Bagaimanapun mereka adalah kakak beradik,
bagaimana bisa dengan mudah hubungan mereka terputuskan?
Liuli sudah mati.
Mohon Pimpinan Agung Ming membiarkan seluruh tubuhnya utuh.
Guru,
ini benar Liuli.
Benar sudah mati?
Liuli,
aku tidak bisa menjaga kamu dengan baik.
Maafkan aku.
Mempertimbangkan dia selama bertahun-tahun membantu serikat salju,
maka biarkan jasadnya utuh.
Terima kasih, Pimpinan Agung Ming.
Kakak.
Xueman.
Kakak,
selagi Keluarga Nalan dan Sekte Ling sedang bertarung
dan tidak punya waktu lain,
kita cepat pergi dari sini,
diam-diam pulang ke Kediaman Mei.
Ayo pergi!
Berhenti!
Nona Mei?
Kalian...
Kakak Cangqi.
Kakak Cangqi.
Aku mohon lepaskan kami.
Anggap...
Anggap saja hari ini aku dan kakakku
mati dibunuh orang dari Sekte Ling.
Kamu mengelabui tuan besar,
membantu orang jahat.
Aku Cangqi, tidak bisa berbuat seperti itu
Kakak Cangqi.
Xueman,
kamu tidak perlu menyusahkan diri.
Jika aku bertarung dengannya, belum tentu akan kalah.
Kamu tidak sama dengan dia.
Kamu...
No comments yet. Be the first to leave one.