The first 200 lines.
Tolong biarkan kami pergi.
Dia harus menjalani transplantasi kornea hari ini.
Dia akan kehilangan kornea itu jika tidak tiba tepat waktu!
Maka dari itu katakan di mana tabung posterku.
Bagaimana kami bisa tahu jika kamu saja tidak tahu?
Kenapa kamu melampiaskannya kepada kami?
Kalian tidak boleh melangkah
keluar dari rumah ini
sampai kami menemukan perhiasannya.
Aku harus segera pergi setelah menyapa
karena operasi ayahku.
Soo Ho menemuiku di sana segera setelah dia selesai bekerja.
Baik. Sapalah
dan pergilah ke rumah sakit.
Siapa itu?
Kami dari Kantor Kejaksaan.
- Apa? - Siapa?
Nyonya, mereka dari Kantor Kejaksaan.
Kantor Kejaksaan?
- Biarkan mereka masuk. - Baik.
- Hai, San Ha. - Halo.
Tapi
apa itu soal Kantor Kejaksaan?
Aku tidak tahu.
Ini terdaftar sebagai alamat Oh San Ha.
Apa dia di sini?
Ya, aku Oh San Ha.
Ada apa?
Anda dilaporkan berpura-pura menjadi Oh Jemma dari Gold Asset.
Kami membawa surat panggilan Anda.
Apa?
Atas nama Aura Bio, aku mengajukan tuntutan
terhadap Oh Ha Young dan Kim Nam Joon dari Gold Asset.
Aku menambahkan bagaimana mereka menanamkan mata-mata industri
untuk membocorkan teknologi inti kita.
Gold Asset akan menyerang dengan gencar.
Walaupun dia hanya anak angkat,
Pimpinan Oh tidak akan tinggal diam.
Ya, aku tahu.
Kudengar mereka mengumpulkan uang secara tidak sah dan sah di luar.
Aku tidak tahu seberbahaya dan sekejam apa mereka,
tapi kita tidak bisa membiarkan Aura dipakai untuk tindak kejahatan.
Kita sudah bekerja keras melindungi Aura.
Aku harus ke rumah sakit
untuk operasi ayah mertuaku.
Paman tidak tahu bagaimana harus menghadapinya.
Dia kehilangan penglihatannya
karena yang terjadi akibat Aura juga.
Jangan cemas.
Operasinya akan berjalan lancar. Baiklah kalau begitu.
Pak, kita dalam masalah.
Bu San Ha dipanggil Kantor Kejaksaan.
Apa? Kenapa? Atas apa?
Gold Asset melaporkan atas penipuan dengan berpura-pura jadi Oh Jemma.
Gold Asset melaporkannya?
- Kalian menemukannya? - Tidak, Pak.
Kenapa tidak bisa menemukannya?
Periksa keranjang, kaus kaki,
pakaian dalam, semua! Temukan perhiasannya!
Baik, Pak.
Sayang, kamu akan terlambat operasi.
Sekarang atau tidak sama sekali.
Akan kubilang aku tahu di mana itu dan kubuka pintu.
Seul Ha, bawa ayahmu dan lari segera setelah itu.
Ayahmu harus dioperasi
apa pun yang terjadi, paham?
- Baik. - Tidak.
Bagaimana jika kamu terluka?
Astaga. Jangan cemas.
Aku Baek Geum Hee dari Mapo.
Astaga.
Buka!
Akan kuberi tahu
di mana tabung poster itu!
Seul Ha! Sekarang!
- Pergi! - Ayah, ayo pergi!
Pergilah!
- Ibu! - Astaga!
Astaga. Seul Ha.
Apa yang kalian lakukan?
Maaf.
Jaga mereka dengan benar!
- Bawa mereka masuk kembali. - Baik, Pak.
Astaga. Seul Ha.
Seul Ha.
Kumohon, Nam Joon.
Setidaknya biarkan suamiku pergi ke rumah sakit.
Dia harus dioperasi sekarang agar bisa melihat.
Kumohon kepadamu.
Dia tidak bisa dioperasi jika terlambat.
Maka dari itu katakan di mana perhiasan atau tabung posternya.
Aku tidak tahu! Kalau tahu pasti sudah kubilang.
Nam Joon, kamu sempat menyukai San Ha.
Kamu berbohong kepadanya bahwa dia Oh Jemma
dan bahwa dia istrimu serta berusaha menikahinya.
Bukankah kamu melakukan itu karena menyukainya?
Wanita yang kamu sukai...
Ayahnya mau menjalani operasi mata!
Jika aku tidak menemukan tabung poster itu,
ibuku satu-satunya akan mati di hadapanku.
- Bangun. - Nam Joon!
Tolong bantu kami.
Ha Young. Apa yang kamu lakukan di sini?
Kamu mengacaukan semuanya.
Ayah angkatku mengetahui semuanya.
Apa?
Pimpinan Oh dari Gold Asset
melaporkanmu, aku, dan Nam Joon.
Gold Asset melaporkan Oh San Ha, Oh Ha Young, dan Kim Nam Joon
atas penipuan karena berpura-pura menjadi eksekutif perusahaan.
Kudengar dalangnya adalah
Anda, Oh San Ha.
Apa?
Aku dalangnya?
Aku korban penipuan mereka.
Bu Oh San Ha,
Anda berpura-pura menjadi Oh Jemma, direktur utama Gold Asset,
dan memasuki kesepakatan antara Gold Asset dan Aura Bio.
San Ha.
Soo Ho.
Kamu baik-baik saja? Kamu pasti terkejut.
Jangan cemas. Aku akan segera mengeluarkanmu.
Akan kubuktikan kamu tidak bersalah.
Kami sudah menemukan Kim Nam Joon.
Dia di rumah Oh San Ha.
- Ayo. - Baik.
Nam Joon. Kenapa dia di rumah mertuaku?
Soo Ho, aku tidak apa-apa, jadi, pergilah ke ayahku.
Dia harus dioperasi.
Pak Oh seharusnya sudah tiba.
Kenapa belum tiba juga?
Kita tidak mau dia cemas sebelum operasi,
jadi, jangan bilang San Ha dipanggil Kantor Kejaksaan.
Tentu saja.
Dia tidak boleh stres sebelum operasi.
Pimpinan, kornea untuk transplantasi sudah tiba.
Tapi di mana pasiennya? Apa dia keluar?
Dia belum tiba.
Dia harus diperiksa sebelum dioperasi.
Kenapa dia belum datang juga?
Hei, kita harus bagaimana?
Esther, cepat telepon mereka.
- Baik, Kakek. - Bagus.
Nomor yang Anda tuju...
Ibunya San Ha tidak mengangkat telepon.
Astaga.
Apa menurutmu terjadi sesuatu?
Bagaimana jika mereka mengalami kecelakaan?
Segera hubungi Soo Ho.
Baik.
Soo Ho sudah dengar soal San Ha dipanggil
dan pergi ke Kantor Kejaksaan.
Ada apa ini?
Ini
rumahnya San Ha.
Apa yang kulakukan di sini?
Aku harus ke toilet, jadi, jaga kamarnya.
Ibu, Ayah.
Ada apa?
Kenapa kalian diikat?
Siapa orang-orang di luar?
Nam Joon, kumohon.
Aku tidak tahu kenapa sikapmu terus berubah,
tapi suamiku harus ke rumah sakit untuk menjalani operasi mata.
Rumah sakit bilang dia tidak boleh terlambat.
Apa?
Segera bawa dia ke Rumah Sakit Aura.
Dia harus menjalani transplantasi kornea.
Baik.
Aku akan membawanya. Ayo.
Kami akan menghentikan orang-orang itu.
Jadi, tolong bawa dia ke rumah sakit.
Tidak, Sayang.
Kami akan menyusulmu.
- Apa? - Ayo.
Tapi aku tidak memercayai...
Ayo.
Aku menemukan tabung posternya!
Kamu menemukannya? Serahkan.
Ini bukan perhiasan.
Kim Nam Joon.
Bedebah itu membohongi kita.
Kakek.
Gun.
Aku mau menggambar bersama Kakek.
Benarkah?
Apa ini?
Ke mana pensil warna dan gambarku?
Sungguh kalung yang indah.
Ini.
Aku pasti salah membawa tabung dari rumah kakek satunya.
Akan kukembalikan kepadanya
setelah operasinya.
Kamu anak yang pintar.
Ini. Kamu bisa melukis di sini.
Kim Nam Joon.
Di mana dia?
Aku menyuruhnya menjaga mereka selagi aku ke toilet.
Kenapa...
Kim Nam Joon, buka!
No comments yet. Be the first to leave one.