The first 196 lines.
=Kau Pelindungku=
=Episode 10=
Ayo masuk, masuk.
Taruh di meja saja.
Sudah melelahkanmu.
Baik.
Tidak apa-apa.
Lihatlah, berapa banyak yang kubeli.
Apakah Anda terbiasa tinggal di sini?
Terbiasa, terbiasa.
Jauh lebih bagus daripada hotel,
juga bisa memasak.
Baguslah kalau begitu.
Bibi.
Kulihat begitu naik, Anda kelihatannya familier dengan tempat ini,
kenapa bisa tersesat?
Aku tadi sambil berjalan,
lalu, teringat kembali.
Hari ini akhir pekan, tidak perlu bekerja, 'kan?
Tidak kerja.
Kalau begitu, tetaplah di sini dan temani Bibi makan.
Baik.
Sayuran di kota kalian benar-benar mahal,
seikat sayuran saja seharga empat RMB.
Di ladang Bibi sekali ambil satu ikat besar,
dimakan juga tidak habis-habis.
Bibi, juga bisa bercocok tanam, ya.
Hebat sekali.
Padi,
terong, kentang, mentimun,
semuanya bisa Bibi tanam.
Semuanya ditanam menggunakan
pupuk kandang rumah milik sendiri.
Kalian orang-orang kota, semuanya berebut membelinya,
katanya apa itu…
hijau dan alami.
Kau mau, tidak? Aku kirimkan untukmu.
Aku…
Aku tidak bisa masak,
tetapi aku bisa belajar.
Belajar itu baik,
gadis itu harus belajar merawat diri sendiri.
Tetapi Wenbo itu,
keahlian memasaknya sangat baik.
Kelak minta dia mengajarimu.
Baik.
Xia.
Berapa umurmu tahun ini?
Tahun ini, aku berumur 26 tahun.
Shio anjing.
Shio anjing, ya?
Wenbo shio kuda.
Shio anjing bagus,
juga lumayan cocok dengan shio kuda.
Xia.
Apakah kau punya pasangan?
Tidak punya.
Lalu, yang 4 tahun lebih tua darimu, bisakah kau terima?
Bibi tidak bertele-tele padamu lagi.
Aku tanya padamu,
apakah kau menyukai
Wenbo?
Aku…
Tidak menyukainya?
Bukan, bukan.
Suka, suka.
Sudah lebih dari kata suka.
Bocah bodoh itu,
apa yang kau sukai darinya?
Menurutku, kebodohannya sangat lucu,
selain itu, dia polos dan jujur,
juga sangat setia!
Pokoknya semuanya baik.
Selama kau mau, kita langsung bertindak.
Putraku itu lamban,
harus diketuk berulang kali,
dia baru bisa mengerti.
Bibi, aku rasa…
aku hampir meluluhkannya,
hanya kurang waktu bersamanya saja
setiap hari.
Itu karena caramu yang salah.
Kali ini, Bibi akan membantumu.
Ini yang disebut… ada orang belakang.
Bibi.
Kalau Wenbo bisa blak-blakan sepertimu,
mana mungkin begitu sulit untuk dikejar.
Wenbo sama kakunya seperti ayahnya,
gadis biasa,
tidak akan bisa menggodanya.
Panekuk telur kesukaannya,
kau mau belajar, tidak?
Kakak Mi,
apakah masih ada yang ingin Adik kerjakan?
Cepat pergilah,
cari kakak kecilmu itu.
Hatimu sudah tidak ada di sini,
untuk apa orangnya masih di sini? Cepat pergi.
Baiklah.
Kalau begitu, aku pergi.
Pergilah.
Ibu, aku pulang.
Xia!
Kau… kau kenapa ada di sini?
Hari ini, aku tersesat saat berbelanja.
Untungnya, Xia mengantarku pulang.
Pasar sayur hanya di lantai bawah,
saat di rumah, aku melihatmu berjalan sejauh tiga mil,
juga tidak pernah melihatmu tersesat.
Jalanan di perkotaan banyak,
tidak seperti di desa kita,
satu jalan itu lurus saja sampai ujung.
Kenapa?
Memandang rendah ibumu yang belum pernah ke kota besar, ya?
Tidak, tidak, bukan itu maksudku.
Maksudku kelak,
kalau ada masalah langsung cari aku.
Xia sibuk bekerja,
kau…
Tidak apa-apa, akhir-akhir ini aku tidak sibuk.
Masih bilang mencarimu?
Begitu kau menjalankan tugas,
ponselmu akan dimatikan.
Jika bisa mencarimu, itu baru aneh.
Ayo, cepat duduklah untuk makan.
Ayo,
cobalah panekuk telur itu,
enak atau tidak.
Baik.
Ibu,
agak asin.
Dibandingkan kemampuan memasakmu di rumah,
ini jauh sekali.
Lihatlah ini,
bentuknya sangat aneh.
Ini Bibi yang mengajariku,
aku yang membuatnya,
mungkin memasukkan garamnya terlalu banyak.
Menurutku, lumayan enak.
Siang hari, kau banyak berkeringat,
makan lebih banyak garam itu bagus.
Beberapa suap setelahnya, juga tidak terasa asin,
lumayan enak.
Makanlah lebih banyak, jangan sungkan.
Bibi menganggapmu sebagai keluarga.
Makanlah, makanlah.
Ibu,
dia adalah gadis kota,
memperhatikan bentuk tubuh, sedang diet.
Diet apanya?
Dia sudah begitu kurus,
banyak makan adalah berkat, paham, tidak?
Lagi pula,
terlalu kurus, tidak bagus untuk kesuburan.
Ibu.
Dia seorang gadis,
lagi pula, dia gemuk atau kurus,
apa hubungannya denganmu?
Cepat makan.
Mengapa tidak ada hubungannya denganku?
Hubungannya denganku sangat besar.
Ayo, ayo.
Terima kasih, Bibi.
Cukup, cukup.
Kalian minumlah.
Setelah meminumnya, akan saling mencintai,
dan bersama selamanya.
Abaikan saja ibuku, makanlah.
Halo.
Oh, iya,
di sini, aku mencarikan lagi
pasangan untuk Wenbo.
Wenbo sudah punya pasangan,
tidak perlu memperkenalkannya lagi.
Apa?
Sejak kapan?
Baru saja berpacaran.
Gadis kota, kondisinya sangat baik,
perawakannya cantik, seorang reporter,
orang yang berliterasi.
Baru saja membawaku pergi perm rambut.
Ibu.
Bibi Kedua, ibuku bicara sembarangan.
Jangan menarikku, sedang berbicara.
Kukatakan padamu,
tidak perlu mengkhawatirkannya lagi.
Wenbo di kota ini,
diperebutkan.
Ibu, bisakah kau jangan
bicara sembarangan kepada Bibi Kedua?
Mana ada hal seperti itu.
Siapa suruh dia tidak bisa diandalkan?
Bibi keduanya itu,
tahun lalu memperkenalkan seorang gadis.
Saat sampai di rumah,
setelah melihat tidak ada rumah baru,
No comments yet. Be the first to leave one.