Release info

트래블러 2 Traveler S02E03 200229-NEXT-VIU
A Commentary by RuoXi
Ep. 3 [VIU Ver.] "When the Parachute Opens". Cast : Ahn Jae Hong, Kang Ha Neul

Tags

other
Published on: 2020-03-01
Downloads: 2
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Mari berangkat lagi, Pelancong.

Kami bepergian ke Argentina selama dua pekan.

Menjauh dari Buenos Aires, kami pergi

ke tempat tujuan kedua kami, Puerto Iguazu.

Aku ingin melihat binatang.

Kenapa mereka bertengkar?

Bukannya aku takut.

Apa? Ada apa lagi?

Sepertinya binatang itu sengaja berpose agar kita memotretnya.

Hei. - Astaga.

"Para anggota akan segera berhadapan dengan air terjun luar biasa ini"

Di Puerto Iguazu, kami berencana menikmati

Air Terjun Iguazu, satu dari tiga air terjun terbesar di dunia.

Tidak mungkin!

"Mereka akan menikmati air terjun melalui tur kapal"

Ayo!

Besar sekali!

Tapi sebelum itu, ada hal penting yang harus dilakukan.

Akhirnya kita melakukan ini.

Kita akan terjun payung hari ini.

Begini,

aku tidak takut apa pun.

Aku hanya...

Saat merencanakan sesuatu,

aku langsung melakukannya.

"Yong Sik keluar lagi"

Tentu saja.

Karena kita sudah datang jauh-jauh ke Argentina,

terjun payung itu mudah.

Ini hanya soal naik dan turun.

Lihatlah mata itu.

Kenapa kamu membuka matamu seperti itu?

Kenapa kamu membuka matamu seperti itu?

"Menatap"

Karena aku takut.

"Episode Tiga. Saat Parasut Membuka"

"Hari ketiga, tanggal 2 Desember, Buenos Aires"

"Pagi kembali datang di Buenos Aires"

"Siapa yang bangun pagi-pagi sekali?"

"Bos Jae Hong"

"Dia membuka jendela untuk menyambut udara pagi yang menyegarkan"

"Direkam oleh Jae Hong"

"Menyeka"

Selamat pagi.

Halo.

"Direkam oleh Jae Hong"

Pagi yang damai telah datang kepada semua orang seperti biasanya,

tapi aku sangat gugup

karena kami akan terjun payung hari ini.

Kenapa fotonya sangat buram?

Itu membuatku cemas.

"Selesai"

Aku minum air

dan mendengarkan musik,

tapi aku masih merasa gelisah.

Apa aku bisa terbang dengan berani hari ini?

Ayo. - Bos tahu jalannya, bukan?

Hati-hati. - Ada apa dengan ini?

Hati-hati. - Tidak rusak, bukan?

Seong Wu juga menjatuhkannya kemarin.

"Dia menjatuhkan kameranya saat pergi sendiri-sendiri kemarin pagi"

Jatuh.

Jatuh?

Ini tidak masuk akal. - Jangan dipikirkan.

Lupakan saja.

Ada beberapa pertanda buruk.

Tidak terpeleset di lantai licin, jadi, kita akan baik-baik saja.

"Lega"

Bukankah cuacanya bagus? - Ya.

Tidak berangin juga.

Kita mestinya bisa terjun payung.

Ini adalah harinya Seong Wu.

"Melihat langit cerah, Jae Hong teringat sebuah kalimat"

Cuaca yang sempurna

untuk terjun payung. - Cuaca yang sempurna untuk itu.

Sebelum kita pergi,

kenapa tidak makan sepiring asado?

Kamu memakai tabir surya hari ini?

Tidak.

Aku jarang memakai tabir surya.

Cahaya matahari mungkin akan lebih menyengat di angkasa.

Di angkasa? - Ya.

Aku hanya perlu menahannya selama 45 detik.

Wajah kita mungkin bisa terbakar dalam waktu itu.

Aku mungkin menahan napas selama 45 detik.

Aku mungkin pingsan saat itu.

Aku senang kita terjun payung bersama, Seong Wu.

Kita benar-benar melakukannya.

Di sini.

"Terjun payung."

"Mereka tiba di mobil yang akan membawa mereka ke tujuan"

"Berlatih"

"Sebelumnya"

Itu Ong Seong Wu.

Mereka orang Korea.

Halo. - Halo.

"Para anggota mendekat dengan senang hati"

Kamu orang Korea?

Halo.

Kalian bisa masuk sekarang. - Baiklah.

"Saatnya berangkat"

Boleh aku duduk di kursi depan?

"Ini gila"

Ayo.

Ayo.

Haruskah kuberi tahu perasaanku sekarang?

Aku mau kabur.

Kita berangkat.

Sampai jumpa lagi, Buenos Aires.

Akhirnya kami berangkat.

Untuk pergi ke pusat terjun payung yang jaraknya sekitar 130 km

dari Buenos Aires,

kami harus bepergian dua jam naik mobil.

Kamu sedang berwisata?

Ya, kami belajar di Brasil.

Sudah berapa lama kamu belajar di Brasil?

Sekitar setahun.

Dia baru enam bulan. - Begitu rupanya.

Kamu pernah terjun payung?

Tidak, ini juga kali pertama bagi kami.

Kami juga tidak tahu akan terjun payung.

Sungguh. - Aku membujuk mereka.

Benarkah?

Banyak orang bilang itu menakutkan,

jadi, kami ragu dan hampir membatalkannya sebelum kemari.

Benarkah?

Sekarang pun aku takut.

"Aku juga"

"Telepon berdering saat itu"

"Telepon untuk sopir"

"Mereka fokus pada ucapannya"

"Anginnya terlalu kencang."

"Apa dia menerjemahkan?"

"Tidak ada yang bisa terjun hari ini."

"Dia langsung berpura-pura agar mereka tidak perlu terjun payung"

"Tapi kami sudah ada pelanggan. Apa yang harus kami lakukan?"

"Aku akan mencoba membawa mereka kembali."

"Tapi kami sudah di jalan raya."

"Kami tidak bisa berputar balik."

"Ambil jalur jalan raya nasional."

"Anginnya terlalu kencang?

Bukankah pemandangannya sangat berbeda

setelah kita di pinggiran kota? - Ya.

Kamu benar.

Kurasa kita hampir sampai.

Kurasa di sana.

"Mereka tiba di pusat terjun payung"

"Mereka tiba di tujuan setelah dua jam perjalanan naik mobil"

Semoga berhasil. - Terima kasih.

Sampai jumpa. - Terima kasih.

Bersenang-senanglah. - Sampai jumpa.

Itu pasti landasannya.

Kami sampai.

Di sinilah kami akan terjun payung.

Sebuah pesawat yang siap terbang kapan saja

menyambut kami dengan tangan terbuka.

Di depan mata kami ada lapangan terbang besar di tempat terbuka.

"Landasan besar membuat mereka merasa bebas dan bersemangat"

Banyak sekali pesawat terbang ringan lepas landas dari landasan ini.

"Mereka naik pesawat dan terbang ke udara"

Dan orang-orang melompat ke udara

dari ketinggian sekitar 3.000 meter.

Langit biru dipenuhi parasut warna-warni.

Tempat ini penuh energi dengan penerjun payung yang turun

dengan jantung berdebar kencang.

Ini sesuatu yang sudah lama ingin kulakukan.

Dan ini saatnya mewujudkan impianku.

Kurasa seseorang harus tetap di sini untuk memotret pemandangan.

"Ha Neul ingin memotret hari ini karena suatu alasan"

Haruskah aku memotret pemandangannya?

"Direkam oleh Ha Neul"

"Dia terus memotret pemandangan"

"Tempat ini memiliki pemandangan terbaik"

"Dia juga menata rambut Jae Hong"

Rasanya menyenangkan.

Rambutmu bagus.

Kamu juga.

"Bahkan sehelai rambut pun tampak indah"

"Karena mereka masih di darat"

Kamu tahu teknik jatuh?

"Teknik jatuh"?

Ya, aku tahu. Tapi apa itu perlu?

Mungkin kita akan selamat jika berguling seratus kali.

Mau masuk?

Aku sungguh tidak sabar.

Seong Wu, berkat kamu, aku bisa terjun payung hari ini.

Itu akan sangat menyenangkan. - Kurasa itu akan luar biasa.

"Mereka masuk ke dalam dan berkata bahwa itu akan luar biasa"

Aku akan memberi kalian pernyataan sangkalan ini. Ya?

Kalian harus membacanya, ya?

Mengerti?

Kami diberi formulir persetujuan yang ditulis dalam bahasa Inggris.

Intinya adalah kami memahami risiko aktivitas ini

dan kami bersedia menerima kemungkinan kecelakaan.

Aku tidak pernah merasa begini, bahkan saat menulis dengan kuas.

Tapi aku menjadi sangat kaku saat perlahan menandatangani namaku.

Menurutmu kalian kita akan baik-baik saja?

Apa pendapat kalian?

"Mereka dengan tegas dan berani menandatangani nama mereka"

"Ragu-ragu"

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left