The first 200 lines.
Seorang perancang busana mendesain empat koleksi dalam setahun.
Di sebelah sana.
- Ya, kami siap. - Keluarlah sekarang.
Bagus. Ayo.
Semua desainer berharap
tiap karya yang mereka desain akan menjadi karya yang dicintai,
tapi tren selalu berlalu dengan cepat.
Mari bersiap sekarang.
Sun Young, bersiaplah.
Ayo. Cepat.
Pada akhirnya, hanya ada satu hal yang tidak pernah berubah.
Fakta bahwa tidak ada yang abadi.
"Selamat datang di Pekan Mode K pertama di Busan!"
"Mari kita rayakan upacara pembukaan"
"Untuk awal yang baru malam ini!"
Kita harus menghayati momen dan menikmatinya untuk saat ini.
Karena itu juga fana dan tidak akan pernah datang lagi.
"Siapa namamu?"
"Kenapa kamu ingin tahu namaku?"
"Aku bingung harus memanggilmu apa jika kita bertemu lagi"
"Itu tidak akan terjadi"
"Karena kita tidak akan di sini lagi setelah Pekan Mode berakhir"
"Semoga selamat sampai di Paris"
"'Mode selalu ada zamannya, tetapi gaya bertahan selamanya.'"
"'Aku tidak mengikuti mode. Akulah mode.' Gabrielle Coco Chanel"
"Now, We Are Breaking Up"
"Episode 1"
Pengumuman.
Kepada seluruh penumpang Korean Air Penerbangan 0078,
silakan pergi ke gerbang keberangkatan.
Kepada seluruh penumpang Korean Air Penerbangan 0078...
Astaga. Ada banyak model di bandara ini saat ini.
Mereka ada di mana-mana.
Peragaan busana Dior, Chanel, dan Givenchy akan diadakan di Korea?
- Apa ini sungguh terjadi? - Tentu saja.
Korea sekarang adalah pasar yang paling dicari di Asia.
Hei, siapa yang mengira lagu K-pop
- merajai tangga lagu Billboard? - Do Hoon.
Senang bertemu denganmu.
Tapi Olivier bahkan mengadakan pertunjukannya di sini kali ini.
- Aku tidak pernah menduga ini. - Benar sekali.
"Jika mau menonton pertunjukanku, kamu harus datang ke Paris."
Dia selalu bersikap sombong seperti itu.
Lihat. K-pop, K-beauty, dan K-drama.
Apa pun yang berasal dari Korea sedang populer,
begitu pun modenya.
Lagi pula, dia butuh uang jika ingin terus bersikap sombong,
yang artinya dia tidak bisa lagi mengabaikan pasar di Asia.
Intinya, kita jadi tidak perlu mengambil penerbangan jarak jauh.
Jika menginginkan selebritas papan atas,
kita harus mendapat kontrak sponsor dengan Olivier.
- Pokoknya, semoga berhasil. - Terima kasih.
- Santai saja. - Kalau begitu, kami pamit.
- Baiklah. Hati-hati. - Terima kasih.
Hei, ada kabar baru?
Apa yang mereka inginkan?
Terlalu sulit, bukan?
Tapi untungnya, kita punya sesuatu yang disebut penerjemah daring.
Mari kita lihat.
Dengan semua selebritas dan uang,
mereka pikir mereka punya segalanya, tapi ternyata tidak.
Tuan J.
Mereka gagal melobi Tuan J.
Mereka menghubunginya berkali-kali, tapi terus mendapat penolakan.
"Tuan J?"
Fotografer dengan banyak julukan.
Bahkan rumah mode seperti Hermes, Dior, dan Chanel
ingin bekerja dengannya.
Benar, bukankah namanya Jun? Orang Jepang itu.
Kudengar dia orang Tiongkok.
Orang-orang memanggilnya "Cookie" belakangan ini.
"Cookie"?
Itu julukan yang manis.
"Tuan J, saya Sebastien dari lokakarya Olivier"
"Kami dengar Anda menolak"
"Kontrak eksklusif dengan Dior dan Chanel"
"Tuan Olivier de Saint Sauveur kini berada di Busan..."
"Kami dari lokakarya Olivier..."
"Halo, kami dari studio Olivier de Saint Sauveur"
"Tolong telepon kami kembali saat Anda senggang"
"- Ada kabar dari J? - Tidak, belum ada"
"Aku akan mencoba meneleponnya lagi"
"Lobi dia bagaimanapun caranya"
"Aku tahu dia menolak semua orang"
"Tapi dia tidak akan menolakku, karena aku Olivier de Saint Sauveur"
"Aku butuh dia"
"Warna dan sudut yang dia gunakan"
"Kehangatan dan kesejukan, serta kontras di antara keduanya"
"Pokoknya, aku butuh dia"
Tadi, kamu menyuruhku menunggu selama 30 menit.
Ditunda lagi?
Bagaimana pertemuan dengan Olivier?
Dia punya janji temu
dengan lima perusahaan lain selain kita.
Ada banyak orang di sini yang ingin bertemu dengannya.
Aku sudah menunggu selama tiga jam.
Pasti itu menyebalkan.
Omong-omong, Direktur Hwang juga sudah tiba.
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.
Silakan tinggalkan pesan...
Bagaimana dengan buku fotonya?
Aku baru mengambilnya di percetakan.
- Aku akan segera berangkat. - Telepon aku jika sudah sampai.
Nona Ha, Olivier masih belum turun.
Berapa banyak janji temu yang dia punya sebelum kita?
Dua.
Dia bertemu dengan Viace sebelum kita.
Kamu pasti lapar. Makanlah dahulu.
Aku akan menunggu di sini.
Aku sudah sarapan siang.
Kamu yang sebaiknya makan dahulu.
Aku bisa menunggu sampai rapatnya selesai.
Tapi kamu belum makan apa pun.
Aku akan meneleponmu segera setelah rapat Viace dimulai.
Makanlah dahulu.
Karena Olivier memutuskan untuk memasuki pasar di Asia,
mereka pasti akan membutuhkan bantuan kita
karena Sono adalah merek mode nomor satu di negara ini.
Itu akan menjadi fokus presentasiku.
Aku tidak perlu mendengar ini. Aku menginginkan hasil.
Apa yang diketahui penjual kain sepertiku ini?
Tidak ada gunanya memberitahuku.
Aku akan terus mengabarimu, Pak.
Chi Sook sedang apa? Aku bahkan belum mendengar kabarnya.
Karena pertunjukan Olivier diadakan besok,
Chi Sook harus memeriksa banyak laporan
untuk pertemuan setelah pertunjukan.
Sekretarisku memesan tempat di restoran pukul 19.00 hari ini.
Pastikan Chi Sook tiba di sana tepat waktu.
Young Eun. Si berengsek ini punya wanita lain.
Pastikan kamu membawa cukup banyak...
Ini pertemuan dua keluarga. Jangan sampai dia mempermalukanku.
Suruh dia bersikap baik.
Baik, Pak.
"Direktur Hwang"
Direktur Hwang, jangan lakukan apa pun.
Aku akan tiba 15 menit lagi.
Maaf, aku akan kembali lain kali.
Hei, lama tidak bertemu.
Dasar kurang ajar.
Dia selalu membuatku meneleponnya lebih dahulu dan mendatanginya.
Berani-beraninya dia.
Aku membiarkan dia masuk kamar lebih dahulu.
Beraninya dia tidur dengan wanita lain.
Dia bahkan mengunggah foto mereka bersama.
Siapa kamu?
Bisa minta Jimmy keluar?
Jimmy. Keluarlah sebentar.
- Ya, sebentar lagi! Sabarlah. - Cepat!
Bagaimana lagi cara memuaskanmu?
Kakiku masih lemas karena...
Nona Ha.
Jimmy, kamu adalah model pakaian pria The One.
Dan kamu telah melanggar klausul
dalam kontrakmu mengenai sopan santun dan kehidupan pribadimu.
Maafkan aku. Ini hanya kesalahpahaman.
Benar. Percayalah kepadaku.
Kamu harus membayar tiga kali lipat dari jumlah yang kamu terima.
Kamu tahu itu, bukan?
Sumpah, tidak terjadi apa-apa. Aku tidak kenal dia.
Hei, kamu mengenalku? Tidak, bukan?
Kenapa kamu di sini?
Ikut aku.
Bukan main.
Memangnya kamu siapa bisa memerintahku?
Bukan kamu.
Kamu, Jimmy.
Bisakah kita mengusirnya?
Berengsek.
Chi Sook!
Jangan bertengkar, ya?
Mari selesaikan ini diam-diam.
Kalau begitu, kita bunuh dan kubur dia saja, ya?
Kalau itu dilakukan diam-diam, tidak akan ada yang tahu.
Kamu mau tetap di sini atau ikut denganku?
Pintu akan ditutup.
Pintu akan dibuka.
Pintu akan ditutup.
Tunggu! - Pintu akan dibuka.
Kamu salah paham.
Tidak ada yang terjadi.
Aku bertemu dengannya di kelab semalam.
Dia bilang dia tidak punya tempat untuk tidur.
Apa yang harus kulakukan? Meninggalkannya di jalanan?
Dingin sekali saat malam di tepi laut.
Mengertilah. Aku tidak bisa kejam seperti itu.
Kami tidur seranjang, tapi tidak terjadi apa-apa.
Kamu pikir aku menjalin hubungan satu malam? Sama sekali tidak.
Aku bersungguh-sungguh. Percayalah kepadaku.
Tunggu, hei!
Hei!
Kumohon, maafkan aku sekali ini saja. Kumohon.
Aku sudah memesan kamar dengan pemandangan laut,
tapi temanku bilang dia tidak mendapat kamar.
Dia masih baru di industri humas.
Jadi, dia tidak tahu akan sulit mendapatkan kamar.
Lalu? - Jadi,
aku bilang dia boleh mengambil kamarku.
Kenapa? Dingin sekali saat malam di tepi laut.
Karena aku bisa tetap bersamamu.
No comments yet. Be the first to leave one.