The first 200 lines.
"Mengesankan sejak awal"
"Konsep perjalanan ini adalah Perjalanan Mengesankan"
"Makan siang bergantung pada menemukan telur matang"
"Mereka berenam berhasil?"
"Mari nikmati perjalanan mengesankan ini"
"Ke-30 telurnya matang"
"Mereka mengerjai kita..."
"Perjalanan mengesankan ini dimulai sekarang!"
"Jong Min dan Ravi pergi memancing"
"Mari menuju laut yang mengesankan!"
"Laut memberi mereka hadiah mengesankan"
"Ravi berteriak"
"Mengesankan!"
"Ini monkfish"
"Ramyeon terasa lezat bahkan saat kamu takut"
"Masalah selesai"
"Kebahagiaan dimulai"
"Perjalanan memancing yang mengesankan sukses besar"
"Hal mengesankan apa lagi yang menanti mereka di perjalanan ini?"
"2 Days 1 Night"
"Setelah perjalanan memancing..."
Apa ini?
- Halo. Hebat! - Astaga.
- Ada Americano. - Ada kopi.
"Mereka lupa soal es kopinya"
- Bagus sekali. - Bagus.
Menyenangkan bisa minum es kopi.
Bos kita menepati janjinya.
Benar. Terima kasih.
Terima kasih, Bos.
Mari minum.
- Kamu hebat hari ini. - Kamu juga.
Kita harus menang lain kali.
"Kopinya tiba-tiba terasa pahit"
"Para pemenang menikmati kopi manis mereka"
- "Ini bagus sekali" - Ini lezat.
"Mereka dapat sesuatu yang lebih manis dan mahal"
"Mengusap"
"Mengendus"
"Bau apa ini?"
"Memeriksa bau dari jarinya"
Aku mencuci tangan, tapi baunya tidak hilang.
"Mengendus"
- Aku harus mandi. - Aku tidak sebau itu.
Begitukah?
"Mengendus"
Apa itu bauku?
"Tertawa terbahak-bahak"
Bukan bau amis dari ikan sebelah?
- Aku... - Bau tubuhmu.
"Bau sekali"
- Kamu hebat, Jong Min. - Kamu hebat.
"Berkendara jauh"
- Di mana kita? Apa ini penginapan? - Di sini cukup hangat.
"Anggota yang tiba lebih dahulu beristirahat"
- Berapa nomor kamarnya? - Berapa nomor kamarnya?
- Nomornya 204. - Kamar 204.
Jangan buka pintunya.
"Menyiapkan jebakan"
"Menunggu saat yang tepat"
"Tergelincir"
"Terjatuh"
Apa yang terjadi?
Se Yoon, kamu baik-baik saja?
"Malu"
Aku merindukan kalian. Selamat datang.
Selamat datang!
Inilah para pahlawan kita.
- Tapi wajah mereka... - Bagaimana tadi?
- Wajah mereka tidak seburuk itu. - Kurasa tidak sesulit itu.
"Apa aku tampak baik-baik saja?"
Hei, lihat.
- Kenapa? - Kamu tampak baik-baik saja.
- Tapi... - Kulitmu tidak kecokelatan.
Ada banyak pekerjaan.
Kami menangkap 100 ikan sebelah.
Mereka semua muncul
- di jaring seperti ini. - Kalian melepas jaringnya?
Kupikir kami di Biro Tenaga Kerja.
Kalian makan apa?
Sashimi ikan sebelah dan keong.
- Keong? Keong juga muncul? - Keong?
- Kerang murex? - Itu kerang murex?
- Kami juga menangkap dua kepiting. - Astaga.
- Kepiting? - Kami membuat ramyeon dengan itu.
"Iri"
Kalian makan ramyeon kepiting?
- Ya. - Kami makan enam bungkus bersama.
Astaga.
"Mengerang"
- Kenapa? - Selera makan kalian kecil.
"Tiga orang dengan selera makan kecil"
Aku sangat merindukanmu, Adikku.
Ravi, aku tidak bisa. Aku menyerah.
Hei, duduklah di sampingku saat makan malam.
Astaga, dia bahkan menyeretku.
"Reuni mengharukan dengan teman-teman berselera makan besar"
"Ini sudah malam"
Aku gugup saat ada bantal duduk.
Apa mereka akan memberikan kuis lagi?
Apa ini saatnya merasa malu?
- Baiklah. - Apa akan ada tes?
Dilihat dari cara kita duduk,
kurasa ini saatnya kita dipermalukan.
- Astaga. - Aku...
Kita banyak dipermalukan dalam formasi ini.
Sekarang kita akan memainkan Permainan Makan Malam.
- Astaga. - Kami sudah menyiapkan
menu yang akan membuat kalian terkesan.
Menu makan malam hari ini luar biasa karena ukurannya.
Dengan berbagai jenis herba,
hidangan ini direbus dalam waktu lama
untuk meningkatkan rasa yang kaya.
Yaitu sup ayam herba.
"Sup ayam herba"
"Ayam kampung liar"
"Kaldu yang kaya rasa"
"Tidak perlu penjelasan lebih lanjut"
"Ini sudah jelas"
Sudah lama sekali.
Kita harus makan sup ayamnya.
Aku kurang sehat belakangan ini. Aku harus makan itu.
Benar, kita harus makan sup ayam saat musim berganti.
Kudengar itu membuat kita lebih sedikit berkeringat di musim panas.
Ini menegangkan.
"Tidak akan kulewatkan hari ini"
Aku harus menang.
Hidangan lengkap dengan sup ayam herba
dipertaruhkan dengan Permainan Makan Malam hari ini.
Inilah Nasi Mangkuk Mengesankan.
Nasi Mangkuk Mengesankan?
- Nasi Mangkuk Mengesankan? - Nasi Mangkuk Mengesankan?
"Ada yang masuk"
- Apa itu? Itu mangkuk nasi. - Sesuatu akan terjadi.
"Enam mangkuk nasi"
Ravi, nomor enam pasti enam mangkuk nasi.
"Nomor enam berarti enam mangkuk nasi"
- Menakutkan. - Enam mangkuk.
Nasi Mangkuk Mengesankan
akan menjadi Permainan Makan Malam hari ini.
Kalian semua tahu Permainan Mafia, bukan?
Ya, aku suka permainan itu.
- Tunggu. Mafia? - Dia begitu bersemangat.
Dia sudah sedikit bersemangat. Dia pasti payah.
- Dia pasti payah memainkannya. - Benar.
Lihat betapa berkilau matanya.
Dia baru mengisi kartu sampahnya.
- Dia mengisi penuh dayanya. - Dia isi dayanya selama istirahat.
Ya, aku mengisinya. Kamu mau?
"Aku suka Permainan Mafia"
Katakan saja.
Alih-alih menemukan mafia,
Nasi Mangkuk Mengesankan adalah permainan
menemukan mangkuk nasi bertuliskan "mengesankan".
- Ada enam mangkuk nasi di sini. - Benar.
Dari semua ini, hanya tiga mangkuk yang bertuliskan "mengesankan".
Begitu rupanya.
Tiga orang yang akan mendapatkan mangkuk nasi
bertuliskan "mengesankan" bisa makan malam.
- Baiklah. - Pertama, masing-masing kalian
akan memilih mangkuk nasi secara acak.
- Ya. - Kemudian...
Akan ada lima misi.
Pemenang setiap misi
bisa menukar mangkuk nasinya dengan orang yang mereka pilih.
- Baiklah, aku mengerti. - Astaga.
- Itu juga bisa salah. - Benar.
- Astaga. - Tapi jika...
"Itu sebabnya kamu harus pandai berakting"
Bagaimana jika kupilih mangkuk dengan "mengesankan" dan menang?
Meski begitu, aku tidak bisa menolak menukarnya, bukan?
- Kamu tidak bisa menolak bertukar. - Begitu rupanya.
- Kamu bisa sengaja kalah. - Tidak bisa menolak bertukar?
Benar, psikologi semacam itu...
- Kita harus menggunakan psikologi. - Jika seseorang...
Jika seseorang pasti menang, tapi tetap kalah dalam permainan,
- orang itu pasti "mengesankan". - Benar. Dia pasti "mengesankan".
- Kalau begitu kita tukar dengannya. - Benar.
Tapi itu juga bisa menjadi jebakan.
Jadi, itu juga bisa menjadi jebakan?
- Begitu rupanya. - "Menjadi jebakan"?
"Anak kelas 14 begitu bersemangat tentang permainan psikologi"
Mangkuk pertama yang dipilih tidak terlalu penting.
- Kita tetap akan menukarnya. - Benar.
Harus dideteksi dengan baik.
Jadi, ini permainan pikiran.
Baik, untuk saat ini, kurasa kalian sudah paham.
Kalian bisa memilih mangkuk nasinya.
Itu tidak penting.
- Ini DinDin. - Nomor empat?
- Nomor empat? - Astaga!
Aku dapat firasat. Baik, aku yakin yang ini.
"Mereka memilih mangkuk nasi"
Astaga, berat sekali.
"Mereka memilih mangkuk nasi"
"Memeriksa mangkuk nasi masing-masing"
"Berseru"
Astaga.
"Apa tertulis 'mengesankan'?"
- Kamu melihatnya? - Astaga.
No comments yet. Be the first to leave one.