The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"It's My Life"
"Episode 43"
Halo, Bu.
Nam Jin.
Bisakah kamu menghubungi Jin Ah?
Tolong
cari dia, Nam Jin.
Itu... Aku bisa menghubungi Jin Ah, tapi...
Kondisi ayah Jin Ah kritis.
Kurasa dia tidak akan bertahan.
Apa?
Baiklah. Nanti kutelepon balik.
Baiklah.
Ada apa?
Bahkan ibunya Jin Ah meneleponmu?
Maaf soal itu.
Seung Joo dan aku akan menemui Nona Han Mi Ra
segera setelah dia ditemukan.
Selain itu, kalian tahu kita harus memeriksa
semua produk saat kita menerimanya malam ini, bukan?
Kita harus melakukan itu? Ada perusahaan yang mengurusnya.
Mereka tidak bisa melakukannya karena terus dipesan.
Karena kuantitas kita sedikit, perusahaan enggan mengambilnya.
Kita bisa melakukannya.
Nona Lee, kamu punya waktu untuk membantu?
Ya, akan kuminta suamiku mengurus anakku, lalu aku kembali.
Bagaimana dengan kalian, Pak Koo dan Nona Kim?
Tentu saja aku ikut.
Kamu akan membutuhkanku karena aku sangat teliti.
Aku juga ikut.
Baiklah, kita akhiri rapat ini.
Jin Ah, ada yang harus kusampaikan.
Bisakah kita bertemu di ruang istirahat staf?
Ini mendesak.
Ada apa? Kamu tampak sangat serius.
Apa yang terjadi? Kamu membuatku sangat penasaran.
Kenapa ibunya Jin Ah meneleponmu?
Ayahnya Jin Ah dalam keadaan kritis.
Apa?
Benar juga.
Jin Ah kabur dari rumah karena mereka.
Itu pasti mengganggu kesehatan fisik dan mental mereka.
Sekarang?
Baiklah.
Pak Ahn sudah sangat berubah.
Dia biasanya langsung keluar pintu untuk hal yang menyangkut Jin Ah,
tapi dia menunggu rapat selesai karena kini dia manajer.
Apa maksudmu?
Apakah Pak Ahn berpacaran dengan Nona Jung Jin Ah
dari tim lain?
Bukan begitu.
Haruskah kukatakan mereka teman masa kecil?
Tidak, "teman masa kecil" kurang tepat.
Haruskah kukatakan cinta pertamanya?
Astaga, cinta pertama?
Mendengarnya saja sudah membuat jantungku berdebar.
Astaga, aku penasaran di mana cinta pertamaku sekarang
dan sedang apa dia.
Apa yang kamu pikirkan? Aku yakin dia bahagia menikah
dan memiliki dua anak.
Pria memang konyol.
"Cinta pertama", "cinta kedua", dan "cinta terakhir".
Mereka menciptakan istilah itu untuk membenarkan perasaan mereka.
Itu benar-benar konyol.
Apa?
Ayahku dalam keadaan kritis?
Ya.
Dokternya mengatakan dia mungkin tidak akan selamat malam ini.
Lalu apa?
Kamu mau aku melakukan apa?
Apa maksudmu?
Kamu harus pergi.
Kamu harus menemui ayahmu.
Tidak, aku tidak mau pergi.
Jika ibuku meneleponmu lagi, katakan aku tidak bisa dihubungi.
Jin Ah.
Pernahkah kamu mendengarkanku?
Sudah kubilang, aku telah memutus hubungan dengan mereka.
Kamu pikir aku mudah meninggalkan mereka dan semuanya?
Aku tahu itu tidak mudah, tapi...
Apa yang bisa kulakukan untuk ayahku jika aku menemuinya sekarang?
Bisakah aku meringankan sakitnya? Bisakah aku menyembuhkannya?
Aku hanya bisa memegang tangannya dan menangis.
Aku harus kembali. Aku ada rapat.
Meski kamu memutuskan hubungan, mereka tetap orang tuamu.
Meski mereka miskin, bangkrut, dan tidak berdaya,
mereka tetap orang tuamu.
Aku akan mengunjungi mereka lain kali.
Aku akan mengunjungi mereka setelah sukses dalam karierku.
Tapi...
Bagaimana jika ayahmu sudah meninggal sebelum saat itu?
Kamu akan menyesal.
Kamu akan putus asa.
Kamu akan stres dan menyalahkan dirimu sendiri.
Aku tidak bisa melihatmu mengalami kesengsaraan itu
karena aku temanmu.
Jika ayahmu meninggal tanpa bertemu denganmu,
kamu akan menyesal seumur hidupmu.
Jadi, turutilah aku kali ini.
Akan kupertimbangkan.
Tidak ada waktu untuk berpikir.
Aku akan mengantarmu ke rumah sakit setelah bekerja.
Kamu...
Tidak apa-apa. Aku bisa pergi sendiri dengan bus.
Aku akan merasa bersalah jika kamu pergi sendirian.
Aku juga harus bertemu dengan ayahmu.
Temui aku di tempat parkir pukul 18.00, ya?
Baiklah.
Nam Jin, kamu akan mengantarnya ke sana?
Ya.
Kamu sungguh harus melakukan itu?
Aku ingin menunjukkan kepada ayahnya Jin Ah
bahwa Jin Ah memiliki teman di sekitarnya.
Tapi kita akan bekerja lembur.
Produknya akan tiba tidak kurang dari pukul 23.00.
Aku akan kembali sebelumnya.
Baiklah.
Jangan terlambat atau kamu akan menerima akibatnya.
Baik, Bu.
Hei, Han Seung Joo. Kamu selalu berpikir sesempit ini?
Mereka berdua sudah berteman sebelum kamu bertemu mereka.
Bukankah wajar jika sesama teman saling khawatir.
Jika Nam Jin mengabaikan hal seperti ini,
itu bahkan lebih buruk.
Benar. Tenanglah. Mengerti?
Dibungkus?
Tentu. Jika kamu bekerja di Hyunkang, kami akan mengantarnya.
Tentu saja.
Aku akan berlari dengan cepat sekarang.
Satu vanilla latte, tiga Americano, dan dua caffe latte.
Kurasa pegawai Hyunkang menyukai layanan antar kita.
Aku selalu punya ide bagus.
Aku selesai bekerja hari ini setelah mengantar pesanan.
Sekarang?
Aku harus menjenguk kakakku.
Hanya aku keluarga yang dia punya.
Dia keguguran karena temanmu sembarangan menuduhku.
Kamu tidak merasa bersalah?
Maafkan aku.
Kalau begitu, buatkan dua lagi caffe latte.
Kenapa?
Aku harus mengambil hati para resepsionis
agar aku bisa masuk ke gedung itu dengan bebas mulai sekarang.
Benar. Aku tidak memikirkan itu. Kamu harus mengambil hati mereka.
Kamu tidak akan membuat kopi?
Ya. Kubuat kopinya sekarang.
Astaga. Dia sangat lamban.
Aku harus pergi lebih awal hari ini.
Ayahku dalam keadaan kritis, jadi aku harus ke kampung halaman.
Pergilah.
Jika terjadi sesuatu, kabari tim.
Baik, Pak.
Hei. Kamu sudah membeli tiket?
Pak Ahn akan mengantarnya ke sana.
Begitu.
Teman memang yang terbaik.
Syukurlah kita sedang tidak sibuk.
Hati-hati di jalan.
Mengunjungi orang tua adalah tindakan terbaik untuk mereka.
Kamu tidak akan bisa datang ke upacara pertunangan Pak Choi.
Ya.
Pak Choi, selamat atas pertunanganmu.
Aku pasti akan kembali pada pukul 23.00.
Kabari aku jika waktu kedatangan produknya berubah.
Ibumu pasti tidak akan senang soal ini.
Aku akan memberitahunya.
Tolong jangan beri tahu dia.
Kenapa orang tuanya selalu mengganggumu tiap ada masalah?
- Itu bahkan menggangguku. - Sudahlah. Mereka berteman.
Itulah yang teman saling lakukan.
Sudah kuduga, kamu gadis kota yang baik, Seung Joo.
Aku bukan GKB. Aku GKBH.
GKBH?
Gadis kota yang baik dalam hati. Benar?
Tentu saja.
Astaga. Itu norak sekali.
Hati-hatilah di jalan. Jangan mengebut.
- Aku berangkat, Seung Joo. - Baiklah.
Selamat.
Kudengar kamu bertunangan besok.
Jika dia putri pemilik Grup Juseong,
dia pasti tidak punya saham Hyunkang.
Aku penasaran apa yang kamu butuhkan kali ini.
Uang?
Kenapa kamu peduli pada urusan orang lain?
Bagi wanita yang akan kamu nikahi, seluruh hidupnya dipertaruhkan.
Tapi kalian memutuskan mengadakan pernikahan karena kepentingan.
Aku hanya penasaran bagaimana otak kalian bekerja.
Kuharap semuanya lancar kali ini.
Jadi, kamu akan bertunangan sesuai keinginanmu.
Aku juga tidak tahu
apa yang kulakukan sekarang,
ke mana tujuanku,
dan akhirnya akan seperti apa.
Jangan khawatir soal Nona Han Mi Ra.
Ibu akan memastikan dia tampil di acara peragaan busana tim kita.
Ibu percaya diri?
Ibu tahu rahasianya yang ingin dia sembunyikan.
No comments yet. Be the first to leave one.