The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"It's My Life"
"Episode 24"
Hai, Seung Joo.
Kamu sudah memikirkannya?
Ya, Nam Jin,
jawabanku adalah...
Jawabanku adalah ya.
Terima kasih, Seung Joo.
Sudah kuduga, kamu akan bergabung ke timku.
Tapi dengan satu syarat.
- Satu syarat? - Ayo kita menang.
- Apa? - Jika tujuanmu hanya mengulur waktu
untuk membantu orang-orang yang akan dipecat,
aku tidak mau ikut serta.
Ayo kita menang.
Jika tidak tiga kali,
setidaknya kita menang satu kali.
Aku akan membantumu jika kamu mempunyai tekad seperti itu.
Ya, akan kuusahakan yang terbaik.
Terima kasih, Seung Joo.
Detail mengenai kontes pertama akan segera diumumkan.
Persiapkan semuanya dan datanglah sebelum pengumuman.
Baiklah, sampai jumpa besok.
Kakek, akan kulakukan yang terbaik.
Akan kujaga perusahaan Kakek, Hyunkang.
Kakek akan memperhatikanku, bukan?
- Kamu sudah dengar? - Soal apa?
Kompetisi antara Pak Choi dan Pak Ahn
akhirnya dimulai.
Astaga, hasilnya sangat bisa diprediksi.
Aku mengerti Pak Ahn adalah cucunya mendiang pimpinan,
tapi dia tidak punya pengalaman di perusahaan seperti ini.
Bagaimana dia akan mengalahkan Pak Choi?
- Benar? - Ya.
Aku mendukung Pak Choi. Aku yakin dia akan menang.
Kamu tidak mengerti.
Anak harimau tetaplah harimau.
Secara alami, dia adalah hewan liar.
Siapa yang tahu?
Jika dia mewarisi sifat kakeknya, dia mungkin bisa memenangi
hati semua pegawai dengan karismanya yang bijak.
Lalu siapa yang sebaiknya kudukung?
Hei, kamu di bagian tim penjual. Kenapa kamu mencemaskan itu?
Fokus saja meningkatkan penjualan kita.
Jangan bodoh.
Kita harus memikat hati siapa pun yang akan menang
agar pekerjaan kita bertahan lama.
Bagaimanapun juga,
akan kudukung siapa pun yang menang.
Dasar bodoh.
Mereka tidak sadar siapa yang akan menang?
Sore ini, akan ada pengumuman tentang kontesnya.
Kita akan memeriksa detailnya dan langsung memulainya besok.
Kita masih belum punya desainer?
Sudah. Orang yang sangat berbakat akan bergabung dengan kita.
Katanya, dia akan bersiap dan datang sebelum pengumuman.
Jadi, jangan khawatir.
Aku punya pertanyaan, pak.
Bagaimana jika kita kalah di kontes pertama dan kedua?
Mungkinkah tim ini akan dibubarkan sebelum kontes ketiga?
Kamu sangat pesimistis. Kita bahkan belum mulai.
Awalnya, aku juga berpikiran sama.
"Sudah jelas siapa yang akan kalah, jadi, kenapa repot-repot?"
Namun, saat itulah aku teringat pada mendiang kakekku.
"Makin kamu haus, makin dalam kamu menggali."
"Jika terus menggali, kamu akan menemukan mata air pada akhirnya."
Baiklah. Ayo kita terus menggali.
Sampai kita menemukan mata air.
Apa yang kalian lakukan? Tepuk tangan!
Jangan membuatku malu.
Tidaklah berlebihan jika mengatakan bahwa semua produk
dari Grup Hyunkang awalnya dibuat dengan tangannya.
Kepala desainer tim kita, Pak Jang Hee Cheol.
Seorang genius dalam pemasaran dan periklanan,
Pak Jo Doo Pil yang memiliki kepribadian dan bakat luar biasa.
Ini Nona Kim Ji Young yang ahli dalam kain dan ornamen tambahan.
Dia tahu semua perubahan yang dialami Grup Hyunkang
dalam 20 tahun.
Dia Nona Seo Yeon Ji.
Terakhir, keterampilannya sudah diakui.
Pemenang pameran,
Nona Jung Jin Ah.
Tim Satu hanya berisi orang-orang terbaik.
Anggaplah ini permainan yang bisa kita menangi.
Kita tidak menerima kekalahan.
Untuk setahun ke depan, tidak ada libur pada akhir pekan.
Namun, aku berjanji akan memberikan penghargaan yang besar.
Ayo kita lakukan yang terbaik.
Baiklah. Ayo.
Jin Ah, kenapa kamu di sini?
Jin Ah.
Kenapa kamu...
Akan kuumumkan detail kontes mode
- untuk babak pertama. - Tunggu sebentar.
Halo, maaf aku terlambat.
Aku Han Seung Joo, kepala desainer Tim Dua.
Dia desainer Tim Dua?
Apa-apaan ini?
Han Seung Joo?
Jadi, kamu orangnya?
- Aku tidak terlambat, bukan? - Hai.
Akan kuumumkan detail kontes mode
untuk babak pertama.
Tema babak pertama adalah muda.
Tiga desain akan diajukan.
Juri akan melihat desain kalian dan memberikan nilai.
Tapi ini bukan satu-satunya cara untuk menentukan pemenang.
Skor dari kontes ini akan bernilai 50 persen.
Sisa 50 persennya akan ditentukan
dari penjualan desainnya.
Pemenangnya ditentukan dari skor yang terkumpul.
Kontesnya akan dimulai...
Tunggu. Bisa kita bicara?
Jangan sekarang. Lain kali.
Aku akan ada di kantor. Mampirlah usai kerja.
Aku akan menunggu.
Kalian saling mengenal?
Ya. Itu...
Kami teman kampung halaman.
Teman kampung halaman?
Aku merasa tidak nyaman
karena kamu mengenal ketua dari tim lain.
Apakah Pak Choi tahu soal ini?
Ya, aku tahu.
Itu sebabnya kamu memilih dia sebagai anggota tim?
Bagaimana jika dia diam-diam
memberikan informasi pribadi kepada teman kampung halamannya?
Mereka tidak dekat.
Katanya, dahulu
Pak Yang sering menguntitnya.
Apa? Menguntitnya?
Bukan main.
Bukankah seharusnya kita larang dia menemui Jin Ah?
Benarkah itu?
Kamu sungguh mengatakan itu?
Tidak benar, bukan? Kamu tidak mungkin begitu, bukan?
Jin Ah.
Teganya kamu.
Menguntitmu?
Bukankah kamu tahu
semua orang di kampung tahu bagaimana perlakuannya terhadapmu?
Tiap ada masalah, kamu menemuinya untuk mencari ketenangan.
Dia akan menghentikan pekerjaannya dan membantumu.
Teganya kamu melakukan ini kepadanya.
Tidak apa-apa.
Kamu harus menjelaskan ini kepadaku. Aku berhak mendengarnya.
Jadi, kita bicara lagi nanti.
Selain itu, aku bukan berandal tidak tahu malu
yang mencari keuntungan dari temannya.
Terlebih lagi, aku bukan bedebah
yang suka menguntit wanita.
Aku tidak akan menyusahkan kalian,
jadi, jangan khawatir.
Bu Choi.
Mencemaskan hal tidak berguna hanya akan menyakitimu.
Sampai jumpa di rumah.
Sampai jumpa lagi.
Halo, Bu Choi
dan Pak Choi.
Aku akan bekerja sebagai desainer Tim Dua.
Akan kuusahakan yang terbaik.
Tolong bimbing aku.
Ayo pergi.
Kita adakan rapat hari ini?
Kita akan sibuk sekali saat kontes dimulai.
Hari ini sempurna.
Ayo pergi.
- Ayo. - Ayo.
Entah apa yang terjadi, tapi kuharap kamu tidak akan
berhubungan dengan mereka.
Kamu mengerti?
Ya, Bu.
Kita harus bicara di ruangan ibu.
Baik, Bu.
Sedang apa Seung Joo di sini?
Dia desainer mereka?
Apa yang dia pikirkan?
Aku tidak mengira dia akan melakukan ini.
Semua orang akan tahu bahwa pernikahannya dibatalkan.
Bisa-bisanya mantanmu menjadi desainer mereka?
Bayangkan rumor-rumor yang akan tersebar.
Ibu benci semua orang.
Ibu harus mendesak Presdir Han untuk memberikan sahamnya.
Ya. Aku akan menemui Seung Joo.
- Apa rencanamu? - Tentu saja membujuknya.
Akan kuminta dia mengundurkan diri sebelum dia malu.
Tidak perlu.
Setelah ibu mendapatkan saham, kita tidak perlu melihat mereka lagi.
Setelah itu, kita akan mengatakan bahwa sebelum pertunangan
Seung Joo berselingkuh dengan Nam Jin
sehingga kita membatalkannya.
Satu lagi. Hati-hatilah dengan Jin Ah.
Kenapa?
Ibu tidak yakin dia gadis yang baik.
Karena Pak Lee marah seperti itu,
ibu tidak yakin Nam Jin benar-benar menguntitnya.
Lalu kenapa dia harus berbohong?
Agar dia bisa bergabung ke tim kita?
No comments yet. Be the first to leave one.