The first 200 lines.
Itu akan diadakan di wastu tua yang jauh dari kota.
Aku merasa gelisah.
Apa ini intuisi detektif?
Atau aku hanya paranoid?
UNDANGAN PERJAMUAN MAKAN MALAM
Aku bisa merasakan aura kasus dari surat ini.
Aku tidak sabar untuk berkencan denganmu, Pak Nagumo!
- Kasusnya… - Kau butuh sikat gigi?
Kau akan membawanya?
Kasusnya…
Aku akan membawa sampoku sendiri.
- Kasus… - Kau siap, Pak Nagumo?
Apa dia sengaja melakukan ini?
DETECTIVES THESE DAYS ARE CRAZY!
PEMBUNUHAN DI RUMAH TERIAKAN
Pak Nagumo, aku sangat bersemangat!
Kenapa?
Karena itu skenario tipikal.
Sejujurnya,
dengan wastu Barat tua yang diisolasi oleh jembatan gantung,
mayat yang tiba-tiba keluar tidak akan terlalu mengejutkan.
Kau berkhayal.
Ini tidak seperti drama TV.
Ini hanya perjamuan makan malam biasa,
hiburan bagi orang kaya saat mereka bosan.
Apa ini tempatnya?
Wastu mewah Kuroi Yasuo yang kaya raya.
Bekas Wastu Nagasaki ini juga dikenal sebagai Rumah Teriakan.
Mereka bilang pembantaian pernah terjadi di sini
dan sekarang pun, orang-orang masih bisa mendengar teriakan dari masa itu.
Suasana yang mengerikan.
Selamat datang.
Terima kasih sudah datang jauh-jauh kemari hari ini.
"PELAYAN, WATANABE KAZUYUKI, 61 TAHUN" Namaku Watanabe.
Perjamuannya sudah dimulai.
Silakan masuk.
Kalau begitu, kurasa sebaiknya kami tidak menolak.
Silakan masuk.
Ini akan menjadi malam yang menarik.
Kau pembunuhnya, bukan?
Aku mengerti perasaanmu, tapi tidak ada pembunuh.
Maafkan aku.
Aku tidak mau ada yang melihat wajahku.
Tapi desain topengnya terlalu berani.
Silakan lewat sini.
Lihat lecet itu!
Dia pasti berkelahi dengan korban!
Seperti yang kubilang, tidak ada korban.
Ini dia tokoh utamanya.
"FOTOGRAFER, TAHARA TSUYOSHI, 39 TAHUN" Detektif Nagumo Keiichiro.
Pasti sulit bagimu.
Kau dipaksa mengikuti permainan orang tua.
"SUTRADARA, SHIRAISHI MEGUMI, 29 TAHUN" Pak Kuroi melakukan ini setiap tahun,
mengundang orang dari semua lapisan masyarakat.
"MUSISI, OKI MANABU, 31 TAHUN" Astaga, aku ingat kau!
Detektif SMA, Nagumo Keiichiro!
"SELEBRITAS, SAITO HIDEO, 45 TAHUN" Bagaimana kalau kalian menginap?
"AHLI BELA DIRI, HASEGAWA MASATAKA" Berbahaya di pegunungan saat malam.
Pria bertudung itu tampak mencurigakan,
tapi kurasa dia tidak bersalah.
Baiklah.
Omong-omong,
sudah berapa lama ini berlangsung?
Sudah 15 tahun. Kami melakukannya setiap tahun.
Kecuali tiga tahun lalu.
Tiga tahun lalu? Apa yang terjadi?
Tidak, tidak sopan mengungkit luka lama.
Apa yang terjadi tiga tahun lalu?
Mashiro!
Aku terkena flu.
Alasan yang payah!
Hei, lama tidak bertemu!
Aku senang melihat kalian baik-baik saja.
Kau…
"EDITOR MAJALAH, MIYANO SHIGERU, 31 TAHUN" Miyano.
Apa? Aku tidak boleh datang?
Sepertinya semua orang sudah datang.
Tunggu, Pak Watanabe!
Bukankah kita sepakat tak mengundang Miyano?
Maafkan aku! Aku lupa.
Hei.
Megumi, kau dingin sekali.
Jangan panggil nama depanku!
Mereka berdua sepertinya punya riwayat.
Ya.
Kau benar.
Mereka berdua pernah menikah.
Pak Oki.
Kudengar mereka putus karena Miyano kasar.
Tapi sepertinya mereka memperebutkan hak asuh sejak itu.
Bahkan sekarang, keadaan tetap tegang.
Kenapa dia memberiku tatapan "Orang dewasa sangat kotor"?
Aku tidak tahan berada di dekat orang seperti itu!
Pak Watanabe, aku mau ke kamar mandi.
Baiklah.
Aku punya firasat ini pengaturan besar untuk sesuatu yang besar.
Pasti ada sesuatu yang akan terjadi.
Aku setuju.
Tapi omong-omong, mari makan.
Tentu.
Aku kelaparan.
Tidak, aku…
Kau tak bisa mengabaikanku dalam situasi ini!
Maafkan aku. Jadi, kau di sini.
Kukira itu noda di lensa kontakku yang mirip denganmu.
Kebohongan yang buruk!
Sebenarnya, ini kali keduaku menghadiri perjamuan ini.
Kau mulai mengoceh tiap kali ada kesempatan.
Asunaro, bukankah sesuatu akan terjadi selanjutnya?
Maafkan aku.
Dia dari tadi mengatakan itu.
Tidak, Pak Nagumo.
Sebenarnya, aku juga bisa samar-samar merasakan keberadaan misteri.
Contohnya, makanannya.
Mungkinkah sudah diracuni?
Tahun lalu kubilang aku tidak makan tomat,
tapi hidangan utamanya sebagian besar tomat.
Orang akan mengira kita kenalan.
Tolong menjauh dari kami.
Ini aneh.
Dengan semua elemen di sini, seharusnya sudah terjadi sesuatu.
Contohnya, teriakan tiba-tiba.
Itu Shiraishi.
Kamar mandinya di lantai dua.
Kita harus bagaimana, Pak Nagumo?
Kau mendengar sesuatu?
Ayolah! Sadarlah!
Tidak, aku tidak bisa mendengar suara bernada tinggi.
Ini sebabnya aku tidak tahan dengan pria tua!
Nona Shiraishi.
Nona Shiraishi, buka pintunya!
Tak ada respons.
Pak Watanabe, di mana kunci utamanya?
Ada di gudang basemen.
Kita tidak bisa membuang waktu lagi.
Maafkan aku. Aku akan mendobrak pintunya!
Sepertinya bahuku cedera.
Tidak mungkin.
Minggir, Pak Tua!
Rasakan ini!
Pasti ada kecoak di kamar mandi.
Tidak apa-apa. Aku sudah sering melakukan ini.
Bahkan jika menemukan mayat, aku tidak akan panik atau mengganggu TKP.
Aku akan berusaha menjaga TKP.
TKP…
Jangan lihat, Mashiro.
Kau belum perlu tahu.
Pak Nagumo.
Kecoak.
Benar-benar ada kecoak di kamar mandi.
Tadi aku sangat gugup!
Padahal kau terus membicarakan ada kasus.
Dia di usia saat rasa penasarannya menjadi liar.
Karena kau sangat penasaran, Mashiro,
akan kuceritakan tragedi yang terjadi di sini.
Seorang pria bernama Nagasaki Kanpachi, yang kaya karena perdagangan,
dahulu tinggal di sini.
Suatu hari, seorang pria yang dendam kepada Kanpachi menerobos masuk ke wastu
dan membantai seluruh keluarga dengan golok.
Untuk mencegah siapa pun kabur,
pria itu memotong jembatan gantung sebelumnya.
Itu satu-satunya jalan yang menghubungkan wastu ke luar.
Untungnya, putri sulungnya kebetulan mengunjungi teman hari itu.
Itulah yang menyelamatkannya dari tragedi itu.
Itu terjadi 15 tahun lalu di hari badai.
Tepat di tanggal ini.
Dekat sekali.
Lihat!
Di dekat jembatan gantung.
Ini buruk.
Jika jembatan itu hancur,
semua akses ke wastu ini akan terputus.
Apa itu artinya…
Rumah ini akan menjadi pulau terpencil di darat.
Dengan kata lain, ini ruangan rahasia.
Mari kita lihat!
Baiklah.
Apa mereka akan baik-baik saja?
Pak Watanabe.
Kau menyebutkan pembantaian keluarga Nagasaki.
Aku sudah menyelidikinya secara menyeluruh.
Ada yang salah, bukan?
Kau bilang pembunuhnya memotong jembatan.
Tapi sebenarnya, jembatan itu dibakar dan disamarkan sebagai tersambar petir.
Apa yang terjadi?
Begitukah?
Aku hanya membaca yang tertulis di Wikipedia.
Begitu rupanya.
Sepertinya baik-baik saja.
Petir menyambar pohon di dekatnya.
Tetap saja, kita harus periksa secara menyeluruh.
Mungkin masih ada bara api.
Hei, Mashiro.
Tunggu!
Kurasa pilarnya longgar.
DETECTIVES THESE DAYS ARE CRAZY!
Tidak ada yang terjadi sejauh ini.
Pak Nagumo, jembatannya baik-baik saja?
Semuanya, tolong tenang dan dengarkan aku.
Ada kabar baik dan kabar buruk.
No comments yet. Be the first to leave one.