The first 200 lines.
= Just Between Lovers = =Brought to you by GoldenEto=
Aku jelas-jelas menyuruhmu pergi.
Kalau tidak pergi sekarang,
Aku tidak akan lepaskan tangan ini.
=DO NOT SELL / HARD SUB / RE-UPLOAD / RE-POST My SUBTITLE=
Episode 12
Tidurmu nyenyak ?
Kenapa belum pergi ?
Saat kau terbangun ...
aku tidak ingin kau sendirian.
Sekarang aku harus pergi.
Tidurlah lebih lama. Aku bisa naik bus pertama.
Makasih.
Karena tidak pergi.
Terima kasih.
Selama kau tidak jahat,
Aku bisa menemanimu kapan saja kau mau.
Orang menggunakan 10 otot wajah di saat tersenyum.
Namun saat mengerutkan dahi, kalian menggunakan nyaris seluruh otot wajah.
Daripada mengerutkan kening dengan tegang, semoga seharian penuh kalian tersenyum cerah.
Siaran pagi akan aku mulai.
Kisah aneh tentang kehidupan setelah kematian oleh Im Cheol Woo
Anakku yang malang. Kesedihanmu sangat kuat.
Penderitaan, dendam, dan penyesalan.
semuanya adalah kekuatanmu.
Dengan semua kekuatan itu
Dengan semua kekuatan itu, di dalam hidup yang buruk dan mengerikan ...
entah bagaimana dapat bertahan hidup.
Entah bagaimana ...
Mirip dengan Nenek.
- CEO. - Ya ?
Kau datang pagi.
Ini bagus. Tapi apa tidak terlalu terbuka ?
Beberapa orang mungkin tidak ingin perasaan mereka kelihatan.
Itu benar, tapi ini adalah tempat
di mana orang dapat menangis sepenuh hati tanpa memperdulikan pendapat orang.
Aku harap mereka bisa berduka di sini.
- Ahjussi... - Minggir !!
Maaf. Maaf. Aku sungguh minta maaf. Aku membuat kesalahan.
Kenapa kau harus melakukan kesalahan ?!
Kenapa harus hari itu ?!
Kenapa kau membuat keputusan sebodoh itu ?!
Merasa sedih setiap saat ... apakah bisa ?
Ya ?
"Korban dipenuhi dengan kesedihan"
"Orang miskin selalu lebih baik. Orang cacat selalu lebih lemah."
Bukankah semua itu terlalu bias ?
Orang miskin juga bisa serakah dan orang cacat bisa bersikap curang.
Korban juga bisa menjadi pelaku.
CEO.
Orang yang paling banyak berkunjung di taman memorial ...
Dengan kata lain, mereka adalah orang yang nantinya akan tinggal di sekitar sana.
Aku tidak tahu Moon Soo ssi di pihak mana.
Tapi saat ini, kau adalah arsitek dan bukanlah korban.
Jangan lupakan itu.
Maaf. Aku memintamu bertanggungjawab tapi perkataanku terlalu banyak.
Jumlah uang kontrak akan di depositokan hari ini?
Benar. Itu sebabnya, kau tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Sekeras apapun aku bekerja aku tidak mendapatkan apa-apa yang bisa kupegang di tangan.
Kau membuat uang semudah ini.
Yaa ! Kau tahu berapa banyak kerugian kami karena meneken kontrak itu ?
Mau kita hitung ? Berapa banyak kerugianmu ?
Hentikan, sampai di sini saja. Kau bukannya tidak akan meneken kontrak itu.
Minggu depan aku bisa ke lokasi konstruksi, bukan ?
Setelah aku bicara dulu dengan Pemimpin Proyek.
Aigoo ... bilang padanya jangan terlalu keras padaku. Tolong bicara baik soal aku.
Anak sialan itu ... meskipun tidak punya apa-apa, kenapa dia belagu dan tidak sopan sekali ?
Lee Gang Doo ssi.
Kenapa ? Ada lagi ?
Apa kau sangat dekat dengan almarhum ?
Kenapa ?
Apa hubungan kalian sampai dia menghibahkan mu tanah itu ? Aku penasaran.
Dari perspektif mu dimana anggota keluarga mengitung dan bersaing satu sama lain ...
Aku mengerti kalau ini sulit dipahami.
Mulai sekarang apa yang akan kau lakukan ?
Apa Ha Moon Soo ssi tahu kalau kau akan kembali lagi ke lokasi konstruksi ?
Aku akan memberitahunya lebih dulu.
Kenapa wajahmu begitu ? Kau bilang aku tak boleh melarikan diri.
Ha Moon Soo ssi pasti senang. Aku iri.
Aku akan pergi. Jadi kau mau mundur atau maju terus ...
Putuskan saja sendiri.
Dia tidak goyah sedikitpun. Aku bisa apa ?
Kalau begitu lepaskan dia.
Kalau kau tidak punya keberanian melepaskan dia, maka kau harus melarikan diri.
Aku tak punya tujuan untuk lari.
Tidak ada bagaimana ?
Kalau orang tahu kau bergantung pada lelaki sepertinya, mereka akan menjelek-jelekkanmu.
Sadarkan dirimu.
Terima kasih sudah membantuku mengubah syarat kontrak.
Aku sudah memperhitungkan segalanya dan melakukan yang seharusnya. Jangan salah paham.
Oh, yaa ...
Hei, Gang Doo !
Minumlah ini.
PimPro ... dia bahkan tak sempat makan dan di panggil ke kantor pusat.
Saat tahu kau akan datang, dia marah sekali. Aku sih senang.
Selama aku tak ada kau baik-baik saja ?
Aigoo, jangan dibahas.
Karena CEO mu mengamuk, kita harus melakukan eksplorasi permukaan bawah tanah lagi.
Karena selama ini kita hanya menyingkirkan sampah ...
Aku merasa "Aku di mana ?", "Aku siapa ?" aku mengalami konflik identitas.
Jadi, aku sangat menantikanmu.
Aku ?
Hmm. Aku takut sendirian.
Kenapa ?
Ada rumor aneh.
Rumor apa ?
Orang kerap melihat hal aneh.
Kau tahu, kan ? Di sini pernah terjadi kecelakaan besar.
Saat itu, kudengar mereka mengubur semuanya dan menyelesaikannya dengan buru-buru.
Bahkan jasad korban tidak diambil dengan layak.
Setiap tugas malam, bulu kuduk ku merinding.
Sedang apa ?
Kubilang tolong aku.
Yaa !!
Yaa, aku juga ! Aku juga.
Ada orang di sini.
Kau kenapa ? Tidak apa-apa ?
Aduh ... / - Aigoo benar-benar ...
Apa itu ? Yang di sana !
Hati-hati ! Hati-hati !
Korban juga bisa menjadi pelaku.
Aku tidak tahu Moon Soo ssi di pihak mana.
Tapi saat ini kau bukanlah korban, melainkan arsitek. Jangan lupakan itu.
Hmm ?
Oh ....
Halo ?
Oh ... kenapa ?
Kenapa apa ? Kau yang menelponku.
Ah ... benar. Sudah makan ?
Aku tidak nafsu makan. Kau ?
Aku juga ... sudah nyemil.
Kenapa cuma nyemil ? Makan yang benar.
Sudah pulang kerja ?
Hmm. Kau ? Hari ini kau melakukan apa ?
Cuma ... berjalan panjang.
Ke mana ?
Cuma ... di sana-sini.
Saat berjalan-jalan seperti itu ...
Aku sadar kalau aku memikirkanmu.
Aku rindu.
Kau sekarang di mana ?
Oh ... di sini ...
Enak ...
Cara makanmu cantik.
Hmm?
Kau bekerja keras terlihat imut.
Kukira kau tak nafsu makan?
Tapi ... tadinya begitu. Tapi setelah melihatmu aku jadi lapar.
Aku juga ingin pangsit. Kau juga mau ?
Hmm.
- Minta pangsit kimchi juga. - Ya.
Ah ... minta 5 pangsit untuk di bungkus.
Ya.
Ibu dan bibiku suka sekali.
Syukurlah.
Hmm?
Hari ini bisa melihatmu ... aku bersyukur.
Aku juga.
Silahkan. / - Terima kasih.
Aduh panas ! Panas !
Tidak apa-apa?
Tidak ... aduh panas. Panas ...
Tapi enak.
Ini bukan apa-apa.
Apanya ?
Kebahagiaan.
Nenek ! Lihat kami ?
Aigoo, dingin sekali ...
Bibi ...
Oh, sudah pulang ?
Syukurlah. Kukira kau sudah pergi.
Pangsit. / - Wuah, enaknya !
Siapa pria yang pergi denganmu ?
Kelihatan ?
Jangan katakan ke ibu.
Kenapa ? Senang bisa melihat anak muda sedang kasmaran.
Belum waktunya. Ibu tidak suka padanya.
Ada berapa banyak orang di dunia ini yang bisa membuatmu tersenyum seperti ini ?
Aku yakin ibumu tidak bisa protes jika melihat wajahmu saat ini.
Aigoo, aigoo, aigoo ! Kau bahagia setengah mati !
Aigoo dingin sekali. Ayo masuk.
Sudah kubilang jangan menggangguku.
Ada apa ?
Sekarang sedang waktu sibuk, apa yang kau lakukan dengan gadis-gadis ini ?
Aku bisa membayar mereka.
Kau bahkan tak bermain dengan mereka. Kau hanya membuang uang dan kami akan rugi.
Kenapa begitu ?
Aku harus begini agar kau mau menemuiku !
Kau pergi begitu saja tanpa mau menjawab telponku.
Kalau merasa bersalah padaku, minta maaf. Akan kuterima.
Karena tidak bisa makanya aku begini.
Aku lebih nyaman menyelesaikan masalah dengan uang. Aku hanya tahu cara ini !
Kau pasti ... sama sekali tidak menyukaiku.
Aku juga tahu. Tidak banyak yang suka padaku.
Kau tahu ?
Tahu. Orang membungkuk di depanku, tapi menjelek-jelekkan aku di belakang.
Kau kira aku tidak tahu ?
Syukurlah kalau tahu. Jangan khawatir soal itu.
Meskipun begitu, mereka semua di bawahmu. Makanya mereka menjelekkan mu.
Aku tahu itu.
No comments yet. Be the first to leave one.