Season 1

Release info

A Misanthrope Teaches A Class For Demi Humans S01E02 CR WEB-DL Bahasa Indonesia ID
[Crunchyroll] Jingai Kyoushitsu no Ningengirai Kyoushi - 02
A Commentary by Abu3safeer
💢||🅲🆁🆄🅽🅲🅷🆈🆁🅾🅻🅻💢

Tags

webdl
anime
Published on: 2026-01-17
Downloads: 16
Hearing Impaired: No
FPS: 23.976

Indonesian subtitle preview

The first 199 lines.

Pakai cincin itu setiap saat dan jangan pernah dilepas.

RUANG KEPSEK

Cincin itu

bisa menghilangkan ilusi pengalih perhatian,

bukan hanya sekolah ini bisa terlihat,

juga ada satu efek penting lainnya.

Efek penting?

Kalau cincin itu dilepas di luar sekolah,

ingatan tentang tempat ini akan hilang dan diganti dengan ingatan palsu.

Keberadaan tempat ini tak boleh diketahui manusia luar.

Kalau Hitoma-kun keluar dari sini dan jadi orang luar,

cincinnya harus dikembalikan.

Lalu melupakan tempat ini dan kembali hidup sebagai manusia biasa.

Berarti, kalau tak sengaja melepas cincinnya di luar,

aku tak bisa kembali ke sini lagi?

Kalau menyentuh cincinnya lagi, ingatannya akan kembali.

Kau bisa titipkan itu ke guru lain,

lalu minta kembali setelah selesai.

Begitu. Syukurlah.

Sekolah putri nonmansuia...

SMA Swasta Shiranui.

Aku memulai hidup baru di sini sebagai guru.

TINGKAT LANJUT

Ada apa?

Berisik! Jangan teriak!

Maaf.

Ada apa, Minazuki?

PEMBENCI MANUSIA DAN MAHKOTA BUNGA YANG FANA

Bekalnya ada kesalahan lagi...

Satsuma-age?

Bagi ras duyung,

ini sama seperti kamaboko dan chikuwa, terasa kejam dan tidak bisa kumakan.

Oh, satsuma-age juga dibuat dari ikan yang dihaluskan.

Jangan menakut-nakutinya!

Ah, maaf.

Kalau begitu, mau tukaran...

Mau tukaran lauk denganku?

Aku telat lagi.

Kalau begitu, aku ambil, ya!

Terima kasih banyak, Tobari-san!

Gantinya, aku kasih ayam gorengku.

Nih, aku suapi.

Eh? Jangan-jangan, kalau tukaran lauknya denganku,

aku harus menyuapi Minazuki?

Nih, aku suapi.

Mustahil!

Bagiku, itu terlalu berat!

Sebagai guru, aku tak bisa melakukan hal itu!

Eh?

Menu kalian semua hari ini unik, ya.

Iya.

Biasanya ini latihan jadi manusia, jadi bekalnya juga ala manusia,

tapi hari ini kami diberi menu favorit.

Kalau sesekali tidak rehat, stres kami bisa menumpuk.

Begitu.

Karena kalian semua nonmanusia, selera bekalnya juga berbeda, ya.

Minazuki itu duyung.

Dia menghindari ikan dan kerang,

jadi bekalnya nasi nori, wakame cuka, dan kombu-jime.

Serba hitam, ya.

Usami itu kelinci, jadi sayuran...

Malah, lauknya cuma wortel?

Oogami itu setengah serigala, jadi bekalnya daging...

Tunggu, dagingnya kebanyakan!

Haneda itu burung pepet, jadi kau omnivora.

Lauknya mirip manusia dan terlihat normal...

Kau tidak masalah melihat ayam goreng atau tamagoyaki?

Eh? Kenapa?

Soalnya kau juga burung, kan?

Aku kan bukan ayam.

Karena itu?

Kenapa?

Tidak, bagus kalau bukan masalah.

Bu Asrama pasti susah menentukan menunya.

Soalnya di asrama ada banyak jenis ras murid.

Iya.

Di sini juga ada murid dari alam liar yang jadi musuh alami kami.

Jadi bagaimana mengatasinya?

Tidak perlu cemas, di sini semuanya dianggap manusia.

Oh, begitu.

Kalau tidak begitu, aku yang serigala dan Usami yang kelinci juga musuh alami.

Hah? Jangan meremehkanku.

Kalau lancang, nanti kugigit!

Iya, maaf!

Rasanya hubungan musuh alaminya malah kebalik.

Masih banyak hal yang belum kupahami soal sekolah ini.

Oh, iya, Sensei. Pas jam kelima nanti kau senggang?

Tidak senggang, tapi ada apa?

Begini, jam kelima itu olahraga. Mau ikut menonton kami?

Menonton?

Kalau lihat kami olahraga, mungkin akan lebih mudah memahami kami.

Yang kami bisa dan tidak, lalu banyak hal lain lagi.

Begitu.

Pelajaran olahraga hari ini masih lanjut belajar tarian.

Pertama, perlihatkan hasil latihan sebelumnya.

Sesuai nomor absen, mulai dari Usami.

Baik.

Terakhir Minazuki.

Sudah siap?

Siap!

Tariannya jelek.

Alasan dia ingin jadi manusia karena ingin menari, kan?

Tapi...

Dia kelihatan sangat menikmatinya.

Terima kasih sudah menonton!

Terima kasih, Minazuki.

Aku juga jadi ikut menikmatinya.

Kalau lebih perhatikan ritme dan gerakannya, nanti pasti lebih bagus!

Baik!

Akan kuperhatikan lebih baik lagi!

Eh?

Ada apa?

Sepertinya ini agak rusak.

Aku mau ambil cadangannya. Bisa titip para murid sebentar?

Oh, bisa.

Aku akan segera kembali.

Pemutar kaset ini sudah kuno.

Ajaib masih berfungsi.

Sudah payah, berisik pula!

Maaf, Usami-san.

Aku terlalu memaksa, ya.

Senyummu itu membuatku kesal dan aneh!

Kau bilang suka menari tapi payah melakukannya!

Kau tidak punya bakat.

Kalau begitu, meski jadi manusia, kau tak akan bertahan!

Tunggu, Usami. Itu keterlaluan.

Itu kenyataan!

Kalau alasannya karena suka, siapa pun tak perlu berusaha!

- Usami! - Sensei.

Jangan dipikirkan.

Soal itu, aku juga sependapat.

Soal tarianku jelek, aku sendiri sudah sadar.

Tapi,

aku yakin tak ada yang lebih mencintai tarian daripada aku.

Aku mempertaruhkan seluruh hidupku di sekolah ini.

Sebesar itulah tekadku.

Akan kubuktikan bahwa perasaan suka saja cukup untuk mewujudkannya.

Sikapmu itulah yang membuatku jengkel!

Sadar tak bisa tapi tidak kesal itu namanya menyerah!

Malah sok tenang, dasar bodoh!

Daripada kesal,

rasa ingin tahuku jauh lebih besar.

Itu cuma ucapan indah saja.

Kau tidak punya rasa minder.

Bagiku, itu artinya kau merendahkanku.

Sama sekali tidak!

Kau itu sangat hebat!

Aku justru banyak belajar darimu!

Perfeksionis, keras pada diri sendiri,

dan semangat untuk terus maju, semuanya sangat kukagumi!

Berisik!

Iya, aku memang kadang suka bawel.

Ah, Minazuki.

Ya?

Kau hebat, ya.

Begini, Usami mengkritik keras dirimu, kan?

Lalu bisa membalasnya seperti itu, menurutku kau hebat.

Sensei, kau baik sekali, ya.

"Tommorrow is another day."

Aku hanya ingin selalu menjadi diriku yang kucintai.

Besok aku bergerak mengikuti angin.

Itu kutipan dari film Terbawa Angin, ya?

Iya.

Dulu aku membenci diriku sendiri.

Aku selalu gelisah.

Latar belakang kelahiranku agak mengekangku...

Apa Sensei tahu Poseidon?

Tahu. Dewa Laut yang sering muncul di gim.

Membawa tombak bercabang tiga dan sangar, kan?

Dewa sangar itu adalah leluhurku.

Serius?

Aku ini keturunan langsung Poseidon,

dan kelak harus menjadi penguasa laut.

Jadi, masuk sekolah ini dan menjadi manusia

sangat ditentang orang tuaku.

Masuk akal.

Tapi, pada hari itu, cara hidupku berubah.

Langkah ringan manusia yang menari di atas kapal itu,

membuatku terpikat!

Benar! Saat itu juga, keseharianku yang bosan dan terkekang

langsung berubah menjadi berwarna!

Seketika, aku menemukan alasan untuk hidup!

Aku...

Kalau tak bisa menjadi manusia, aku sudah siap mengorbankan nyawaku.

Lebih tepatnya, aturannya memang begitu.

Aturan?

Sejak zaman dulu,

duyung yang ingin menjadi manusia harus berhasil sebelum batas waktu.

Kalau gagal, mereka akan berubah menjadi buih laut.

Lalu, kapan batas waktunya?

Aku tidak bisa bilang. Itu aturan.

Tolong jangan khawatir!

Aku pasti akan menjadi manusia!

Lagi pula, kalau berakhir gagal pun, aku tidak menyesal.

Karena aku akan selalu menjadi diriku yang kucintai!

Minazuki...

"Tommorrow is another day."

Besok aku akan menjadi diriku yang baru!

Karena itu, hari ini akan kujalani sepenuh hati!

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left