The first 200 lines.
TAHUN 2005
- Kak Yu Ji-hyuk! - Kak Yu Ji-hyuk!
- Selamat! - Selamat!
- Atas liburan - Atas liburan...
seratus harimu!
Apa kau mendaftar untuk menjadi kuli, bukan masuk militer?
Kenapa dengan wajahmu?
Kukira kau meninggalkan keduniawian.
Kau tidak tahu tabir surya?
Tentu saja, itu juga ada sebelum kau bergabung.
Kita mau makan apa?
Kita menghabiskan banyak uang.
Ayo beli soju dan kembali ke kampus.
Ini malam yang indah!
Terima kasih.
Apa itu?
Ayo pergi.
Dia seharusnya tidak minum banyak. Mengagetkan saja.
Maafkan aku!
Maaf.
Apa dia sendirian? Perlu kita ajak?
Dia memohon untuk itu.
Tak sopan jika mengabaikannya.
Benar. Itu tidak sopan.
Serang!
- Siapa itu? - Siapa itu?
Kau tak apa-apa?
Tiang...
Maaf.
Kau tak apa-apa?
Kau sendirian? Kau bersama siapa?
Aku sendirian.
Aku benar-benar sendirian. Sungguh sendirian.
Ayahku meninggal pada tanggal 2 Maret.
Jadi,
aku sendirian.
Selain itu, aku dan pacarku putus.
Jadi, aku sungguh sendirian.
Kalau teman?
Aku yakin kau punya teman.
Teman...
Orang-orang tidak menyukaiku, jadi, aku tidak punya teman.
Aku bau alkohol.
Ada apa?
Baunya enak.
Apa?
EPISODE 5
Kau sedang mencari apa?
Aku ingin tahu apa ini bir atau soju.
Penglihatanku buruk.
Kau bisa tahu ini bir dengan mata tertutup!
Jika kau tidak tahu,
mungkin sebaiknya jangan minum alkohol lagi.
Tapi aku yang membeli bir ini.
Astaga.
Terima kasih.
Dahimu tidak sakit?
Tidak sakit.
Tapi aku sungguh boleh minum alkohol malam ini.
Kalau begitu, minum di rumahmu.
Kau mau aku minum sendirian? Aku selalu sendirian.
Ayahku meninggal tiga bulan lalu.
Tanggal 2 Maret.
Aku tahu dan kau juga putus dengan pacarmu.
Apa kau punya keluarga lain? Di mana ibumu? Kau punya saudara?
Aku tidak punya saudara.
Ibuku pergi 3.193 hari yang lalu.
Aku waktu itu masih SMP.
Selain itu, teman-teman...
Kau tak disukai, jadi, kau tak punya teman.
Bagaimana kau tahu?
Apa kau seorang peramal?
Ini birmu.
Terima kasih.
Bir memang paling enak!
Sebenarnya, aku punya seorang teman.
Tapi aku tak bisa menghubunginya
saat aku membutuhkan dia dan aku sedang sangat kesulitan.
Mungkin dia sibuk.
Benar. Waktunya sangat tidak pas.
Aku yakin dia juga ingin bersamaku.
Aku yakin dia sedih.
Tapi...
Kurasa jika aku bersama Su-min
pada hari seperti ini,
aku akan merasa seperti pecundang.
Pacarku
mendadak mulai sibuk
dan dia bilang selalu lelah.
Saat ayahku meninggal,
dia bahkan tidak melayat.
Saat itulah aku tersadar.
Tapi aku berpura-pura tidak tahu.
Selama tiga bulan begitu!
Karena...
sendirian
justru lebih menyedihkan.
Jadi, pacarku...
Aku perhatikan dia sering tersenyum kepada Su-min.
Tapi itu wajar.
Su-min itu baik, cantik, dan manis.
Selain itu, dia satu-satunya temanku.
Apa kau tahu perasaan itu?
Aku yakin Su-min itu baik,
cantik, dan manis.
Tapi saat aku berdiri di sampingnya,
aku merasa sangat buruk.
Seperti pecundang besar.
Jika dia membuatmu merasa begitu, jangan berteman lagi.
Siapa peduli jika dia baik atau buruk? Kau tidak nyaman.
Bukankah dia buruk bagimu?
Kau tahu apa artinya tidak punya keluarga?
Kau pernah naik perahu?
Setelah ayahku meninggal,
setiap hari rasanya seperti di atas perahu.
Kakiku menjejak kuat, tapi perahunya terus bergoyang.
Aku merasa cemas.
Aku ingin kestabilan.
Aku ingin berdiri di atas tanah.
Hanya Su-min yang akan menjadi tanahku.
Aku hanya memiliki dia.
Tapi ini karena aku pecundang. Tamat.
Kurasa itu membuatku pecundang juga.
Ibuku meninggal 15 tahun lalu.
Tepat 5.328 hari yang lalu.
Setelah beberapa waktu, aku punya ibu tiri dan adik.
Mereka orang yang baik, tapi aku merasa asing.
Aku membencinya.
Kau sungguh pecundang.
Sebaiknya kukendalikan diriku.
Pecundang sebenarnya ada di sini.
Kematian ibumu itu menyedihkan,
tapi ayahmu yang bisa memulai hidup baru adalah hal yang baik, bukan?
Ayahku seharusnya melakukan itu.
Jika ayahku begitu...
dia tidak akan meninggal.
Ayahku bisa memulai hidup baru, tapi meninggal juga.
Jangan berpikiran begitu.
Bersulang.
Kau hangat sekali.
Anggap saja kita berdua bukan pecundang.
Tapi kau benar soal satu hal. Ayahku bahagia sebelum dia meninggal.
Ayahmu meninggalkanmu dengan keluarga baru.
Selamat!
Selamat atas teman yang solid.
Tidak.
Kau bisa memiliki teman yang baik dan solid.
Selamat.
ATLET TUMIS KLUB OLAHRAGA
Yu Ji-hyuk menang!
Ji-hyuk.
Jo Dong-suk, cadangan untuk tim nasional,
dikalahkan oleh mahasiswa jurusan ekonomi biasa.
Kenapa?
Kenapa kau bertindak sejauh ini?
Kau itu warga sipil!
Kau bukan atlet profesional!
Kau itu prajurit. Kita istirahat dulu.
Apa?
Kau mau coba lagi?
Sepertinya begitu.
Lalu kenapa dia mengambil jurusan ekonomi?
Aku terbangun
dan rupanya aku mendengkur di samping pria tua jelek!
Aku sangat kaget.
Semoga dia tidak kuliah di sini.
Itu akan sangat memalukan.
Aku benci itu.
Tapi dia juga aneh.
Kenapa lakukan itu dengan gadis mabuk?
- Maksudku... - Benar.
Aku perlu kendalikan diri.
Usiaku sudah 23 tahun.
Kapan aku akan dewasa?
Dia itu kakak tingkat?
Selagi melakukannya, kau bisa kalahkan Sin-u juga? Serius!
- Aku berhenti judo. - Kumohon.
Bagaimana?
Kenapa?
Ada yang salah?
Rupanya aku mendengkur di samping pria tua jelek!
Hei.
Apa aku pria tua jelek?
Maksudmu bagian yang mana?
Jelek atau pria tua?
Kau mau kusarankan tabir surya?
Kalau sekarang?
- Itu bagus. - Bagus.
Sangat bagus.
- Kau sangat tampan. - Ya.
Ya.
Hei, tunggu! Berhenti!
Hei.
Kau makan dengan lahap.
Ini empat lagi.
Akan kuberikan sembilan. Habiskan.
Pelan-pelan makannya.
Minumlah air.
Kau bisa gemuk jika makan seperti itu.
CAMILAN KUCING
No comments yet. Be the first to leave one.