After Life

After Life

Download Indonesian Subtitle

Season 3

Release info

After Life S03 NF WEB-DL Complete
A Commentary by ChoBot
Netflix Retail.

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2022-01-15
Downloads: 51
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Mereka membuatnya terlihat mudah di televisi, bukan?

- Di Olimpiade? - Ya.

Ya. Kurasa kau tak berhasil tahun ini.

- Tidak? - Tidak.

- Astaga. - Astaga!

- Ya. - Kita hanya memutar.

- Dilihat orang. - Tidak!

Orang-orang melihatku dan bersimpati.

Mereka melihatku dan bersimpati.

Mereka bilang, "Lihat dia. Dia berusaha membantunya, tapi dia…"

Dia tak berusaha membantunya!

Dia menertawakannya dan merekamnya! Itu tak membantu!

- Hai. - Hai.

Pintu belakang terbuka jadi aku masuk saja.

- Bagus. Kau lapar? - Ya.

- Kita mau ke mana? - Yang cepat.

- Aku harus bekerja pukul 10.00. - Oke.

Kau mau mendayung kapan-kapan?

- Mendayung? - Ya.

Hanya untuk hiburan, di telaga?

Telaga? Kenapa?

Kupikir kau mungkin menyukainya.

Tidak begitu.

Sampai nanti!

Ayo, Em.

SURAT KABAR GAZETTE

- Pagi. - Pagi.

Kau siap?

Tunggu.

Kau baik-baik saja?

- Apa? - Duduklah.

"Apa?" Sambutan macam apa itu? Halo.

- Nanti mau datang… - Tidak.

Aku belum selesai.

Ke rumah untuk makan malam.

Kau bisa ajak Emma. Berempat atau semacamnya.

Aku dan Emma bukan pasangan.

Maksudku, kita berempat.

Kalau begitu, akan kuajak Brian, jika itu soal jumlah.

Tak ada yang mudah denganmu.

Bawa saja teman platonismu yang baik, Emma.

Kita akan menikmati waktu orang dewasa.

Terus terang saja, itu bagus untuk kami. Aku dan Jill.

Menyenangkan mengundang orang, bukan? Kami jarang keluar dan…

Kurasa itu bagian dari permasalahan pernikahan kami.

Apa? Tak mengundang tamu?

- Tidak. Kau paham maksudku. - Tidak.

Oke, dengar, ya?

Jill kira aku tak begitu suka bertualang. Kau percaya itu?

Ya.

Tapi serius.

Itu konyol. Aku punya dua jaket parka.

Kenapa punya itu jika tak suka bertualang?

Atau bisa dibilang, betapa bertualangnya pria yang tak suka rambutnya basah?

Aku melihat peralatan berkemah. Aku mungkin akan beli sepatu bot itu.

Ayo, datanglah. Kumohon.

Bantu buktikan dia salah. Kurasa ada sedikit salah paham.

Tontonlah Oprah.

Adakah cara untuk membuktikan dia salah tanpa melibatkanku?

Bukan masalah besar! Kau bahkan tak perlu lama.

Hanya kau dan Emma datang, kita bersenang-senang, selesai.

- Bukankah kau harus beri tahu Jill? - Tidak, spontan.

Aku akan memberitahunya sekarang. Jika tidak, dia akan khawatir.

Dia ingin bersiap-siap dan kami biasanya tak makan bersama.

Makanlah sebelum kau datang, lalu kita akan minum-minum,

mendengarkan lagu, dan tertawa.

Tak akan ada tawa.

Pukul 19.30?

Biasanya aku minum anggur kedua.

Bagus. Kau bisa minum di tempatku.

- Baik. - Ya?

- Baiklah. - Bagus.

Jika Emma mau.

Terima kasih.

Berengsek.

- Aku mendengarmu. - Aku tahu.

- Tunggu sampai kau keluar kantor untuk… - Ayo.

Hari yang buruk.

PANTAI JOMPO AUTUMNAL LEAVES

- Halo. - Halo.

Bagaimana hubunganmu dengan temanmu, Tony?

Benar begitu. Kami hanya berteman.

Sejujurnya, bahkan terkadang agak regang,

Kami bahkan belum pernah swafoto.

Dia pasti gila karena tak memperhatikanmu.

Ya.

Kupikir akan bagus untuk mendokumentasikan novelku ke-50.

Lima puluh? Sudah berapa lama kau menulis?

Aku menulis sepanjang hidupku. Hanya itu yang ingin kulakukan.

Menulis novel pertamaku saat usiaku 15 tahun

dan aku menulis setidaknya satu dalam setahun sejak itu.

Siapa penerbitmu?

Diterbitkan sendiri.

Aku mendesain sampulnya. Sangat profesional.

Bukan dalam hal mencari uang.

Aku sebenarnya rugi, tapi begitulah kegemaran, bukan?

- Ya. - Aku harus membuat peninggalan.

Aku tak pernah menikah atau punya anak atau apa pun, jadi…

Bagaimana kau menghasilkan uang?

Aku cenayang.

Baik.

Aku baca aura atau telapak tangan orang atau bola kristal, daun teh, apa pun.

Tapi ini kegemaranku. Novel.

Ini semua tentang satu orang, bukan?

Ya.

Dr. Barnaby Love, MD.

Aku menggabungkan drama medis dengan fiksi erotis.

"Dr. Barnaby Love, MD, in Two in a Deathbed."

Kenapa "Dr. Barnaby Love, MD, in Two in a Deathbed?'"

Kuharap ini akan selama serial Columbo.

Tapi sayangnya tidak.

Pilihan pertamaku adalah Roger Moore,

tapi sekarang mungkin George Clooney.

Dia berperan sebagai dokter. Dia hebat.

Mungkin lebih hebat dariku.

Kau tak pernah mengikuti pelatihan medis?

Tidak.

- Bagaimana kau tahu hal teknisnya? - Dari kehidupan sehari-hari.

Tentu.

Kau mau membacanya?

Ya.

Open Wide.

Bukan yang itu. Itu vulgar.

Mari kita lihat. Ini yang bagus.

Jadi, Dokter Barnaby mengoperasi seseorang

yang menurut semua ahli bedah di dunia tak bisa diselamatkan.

Tapi Dokter Barnaby berpikiran lain.

Oke. "Perawat Stacey membersihkan alisnya."

"Apa itu lebih baik, Dokter?"

"Mata mereka melihat masker yang harus kau pakai di ruang operasi."

"Panggil aku Barnaby."

"Dia tersipu. 'Oke, kita mulai!'"

"Dia menyuntikkan obat ke dalam arteri utama pasien."

"Sudah," kata Barnaby. Jahit dia, Perawat.

"Makan malam?" "Ya," jawabnya. Sampai jumpa pukul 20.00."

Sudah.

- Apa dia hidup? - Siapa, Sayang?

Pasien.

Aku tak bilang. Aku tak peduli.

Aku yakin dia baik-baik saja jika obat disuntikkan ke arteri utama.

Tepat.

Aku heran kenapa semua ahli bedah di seluruh dunia tak memikirkan itu.

Dokter Barnaby itu spesial, bukan?

Dia yang terbaik di dunia.

Dan hasrat seksualnya tinggi, tak ada salahnya.

- Bagus. Fotolah. - Ya.

Tersenyumlah.

Bagus.

- Ini akan diliput di koran minggu depan? - Ya.

Bisa ditulis aku akan membaca dan menandatangani buku

di Pameran Tambury?

Tentu.

Bagus. Dan ajak istrimu. Sebagian besar untuk wanita.

Aku tak punya istri.

Gay? Bahkan lebih baik.

Aku bukan gay. Hanya saja…

Aku…

Aku kehilangan istriku.

Aku turut prihatin.

Kau mau menghubunginya?

Dengan segenap hatiku.

- Oke. - Tidak, maksudku…

Aku…

Aku tak percaya semua itu. Tapi terima kasih.

Ini untukmu.

Open Wide.

Dalam konteks ini, itu hanya berarti satu hal.

- Ya. - Bukan begitu?

Aku benci itu.

Dia tahu kita menyeberang jalan, tapi dia harus terburu-buru

karena dia pekerja berengsek penuh waktu!

Aku ingin membawa batu bata untuk dilempar ke jendela.

Itu solusinya, ya?

Kau sungguh membawa batu bata,

bertebaran di penyeberangan.

Hukuman layanan sosial. Aku akan seperti Batman.

Tapi gila.

Ya. Mungkin aku tak akan sedih.

Mungkin aku orang berengsek. Aku suka menghukum orang.

Kisah main hakim sendiri yang klasik, bukan?

Aku seperti Batman, atau Dexter.

Dia pembunuh berantai, tapi ayahnya mengajarinya untuk membunuh orang jahat,

tapi dia gila.

Atau Spider-Man.

Pamannya terbunuh dan dia menghabisi orang jahat, bukan?

Bukankah dia digigit laba-laba? Aku tak ingat pamannya.

Ya, lalu dia membuat kostum yang dibuat-buat.

Aku tak mau repot dengan itu. Aku akan pakai bajuku sendiri.

Aku juga akan menghajar Spider-Man.

Bocah kecil dengan piama ketat?

- Dia punya indra Laba-laba. - Ya? Injak! Hancur!

"Dokter Barnaby bersandar di kursi kantor kulitnya, termangu-mangu."

"Dia mencemaskan pasien dengan tumor otak terburuk yang pernah dia lihat."

"Ada ketukan di pintu. 'Masuklah,' kata Dokter Barnaby."

"Pintu dibuka untuk Perawat Cindy,

perawat paling cantik di rumah sakit." Jelas.

"Maaf," katanya. 'Ruang ganti wanita rusak,

apa aku bisa ganti baju di sini, karena kau dokter.'"

"Tentu saja," kata Dokter Barnaby."

"'Aku dokter bedah,

More Indonesian subtitles for After Life

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left