The first 192 lines.
Malam Berbintang, Lautan Berbintang Bagian 2
Gawat! Ombak pasang datang! Semuanya cepat lari!
Cepat lari! Cepat lari!
Cepat lari! Cepat!
Apa yang terjadi?
Cuacanya sangat aneh. Berubah begitu saja.
Barusan masih cerah. Kenapa tiba-tiba berangin besar?
Gawat! Hal buruk terjadi.
Segera beritahu semua orang untuk baik ke atas gunung.
Tidak masalah. Tidak masalah. Hanya angin. Kita hanya perlu memasukkan pakaian yang kita gantung.
Apa yang kau tahu?
Ini adalah keganjilan langit. Raja Duyung sudah marah.
Terima kasih, pemilik toko.
Sama-sama.
- Apakah sesuatu terjadi? - Nona, jangan bertanya lagi.
Cepat berlari untuk menyelamatkan nyawamu.
Sini. Sini.
Semuanya cepat berlari ke atas gunung. Setelah kalian sampai disana, kalian akan selamat.
Nenek, kau tidak boleh berhenti sekarang. Jika kita tidak pergi, maka akan terlambat.
Nona, aku sudah tidak bisa berlari lagi.
Jangan pedulikan aku. Kalian pergi saja.
Nenek, jangan berkata begitu. Nyawa semua orang sama berharganya.
Jika kau tidak memikirkan diri sendiri, pikirkanlah keluargamu.
Jika mereka tidak bisa melihatmu, betapa sedihnya mereka?
Cepat pergi. Ayo.
Seluruhnya! Berlari ke atas gunung!
Cepat! Lari ke gunung!
Cepat! Semuanya, lari ke atas gunung!
Lari saja! Jangan dorong istriku!
Aku bisa mendengar tangisan seorang anak.
Kalian semua cepat lari!
Tidak masalah.
Selamatkan ibuku.
Tidak apa-apa. Aku saja.
Ibu! Ibu!
Bagaimana? Dia sudah keluar. Dia sudah keluar.
Dia sudah keluar. Bagaimana keadaanmu?
Ayo. Cepat bangun.
Dachun, pimpin mereka semua melarikan diri dulu. Aku akan pergi dan melihat apakah masih ada yang tertinggal.
Hati-hati.
- Semuanya cepat! - Lewat sini! Lewat sini!
Ayo cepat! Naik ke gunung!
- Cepat! Cepat! - Cepat!
Semuanya lewat sini!
Cepat!
Ayo, cepat!
Nona, kau akhirnya kembali.
Semuanya berkata bahwa klan duyung mulai berperang dengan kita. Aku sangat khawatir.
Bukankah aku baik-baik saja?
Nenek Tua, aku bantu kau naik keatas.
Hati-hati.
Nona, ayo kita juga naik.
Zixuan, kau pergilah dulu. Aku masih ada urusan.
Nona! Mau kemana kau, Nona?
Nona! Hei!
Cepat lari!
Kenapa istriku masih belum datang? Mungkinkah hal buruk terjadi?
Dachun berhenti khawatir sia-sia.
Nona Yin Hu itu duyung, Dia pasti baik-baik saja.
Istriku. Kenapa kau baru datang?
- Dachun. - Aku kira hal buruk terjadi padamu.
Wu Julan.
Hentikanlah. Rakyat Chang Le tidak bersalah.
Lu Xiao adalah dalangnya.
Demi balas dendam, dia sendiri menghasut perang antara manusia dengan duyung.
Dia bahkan tidak ragu menipuku untuk membunuhmu.
Wu Julan, jika kau tidak berhenti sekarang,
dendam antara manusia dengan duyung akan semakin dalam. Maka itu akan jatuh tepat pada rencana Lu Xiao.
Aku pasti akan menangani Lu Xiao.
Tetapi hutang darah yang manusia utangkan pada kami tidak bisa dihapuskan.
Aku ingin kalian semua membayarnya dengan nyawa kalian.
Aku adalah musuh yang membunuhmu, Jika kau ingin seseorang membayar hutang darah ini, maka orang itu adalah aku.
Kau bukanlah orang yang akan membunuh nyawa tidak bersalah.
Aku tahu bahwa kau membenciku.
Aku berharap nyawaku bisa meredakan kebencian di hatimu.
Wu Julan, jadi pertemuan kembali hanyalah mimpi yang tidak akan pernah menjadi nyata.
Kita tetap harus mengatakan selamat tinggal.
Wu Julan, aku tidak akan melepaskanmu.
Ming Zhu! Ming Zhu!
Ah Hen..
Ming Zhu!
Ming Zhu!
Ah Hen!
Ming Zhu!
Ah Hen!
Aku disini! Ah Hen!
Ming Zhu...
Ah Hen, jangan tinggalkan aku lagi.
Aku, Mo Hen, tidak akan pernah meninggalkanmu lagi di kehidupan ini.
Sadarlah.
Berhenti berpura-pura.
Lu Li!
Kau masih belum membayar semua utangmu padaku. Cepat sadar!
Mereka berkata bahwa orang jahat akan berumur panjang. Kau ternyata tidak mati.
Wu Julan..
Aku mohon padamu untuk melepaskan mereka.
Kau sudah membahayakan dirimu.
Kau masih peduli pada orang lain?
Jangan mengira karena kau beruntung bisa selamat dari ini, aku akan melupakan semua utangmu padaku.
Selama kau bersedia melepaskan rakyat Chang Le,
tidak peduli bagaimana kau ingin membalas dendam, aku tidak akan membantah.
Baiklah. Kalau begitu tinggallah disini
dan hidup atau mati sendirian.
Kau masih berencana untuk membunuhku sekali lagi?
Kenapa? Kau tidak bisa menahan kesakitan ini?
Terima kasih.
Berhenti berasumsi.
Aku menyelamatkanmu karena aku tidak mau kau mati dengan mudahnya.
Apakah orang yang menenggelamkan Cangming dan merendam Chang Le dengan tsunami
adalah mantan Raja Julan?
Aku melihatnya sendiri. Memang mantan Raja Julan.
Yang Mulia, apa yang sebenarnya terjadi?
Yang Mulia waktu itu terluka berat dan sulit untuk sembuh.
Seluruh Klan Duyung sangat khawatir.
Untuk mencegah manusia tahu bahwa Yang Mulia masih hidup dan mencegah percobaan pembunuhan lainnya,
Imam Agung dan aku tidak punya pilihan lain selain melakukan ini.
Kita menyembunyikan hal ini dari semua orang bahwa Yang Mulia masih hidup
dan aku sementara mengambil alih takhta.
Sekarang lukamu sudah sembuh,
kekuatanmu juga lebih baik dari sebelumnya.
Aku sudah mengurus kerajaan atas namamu selama beberapa hari.
Karena kau sudah sembuh, bisakah aku memintamu kembali untuk mengatur Kerajaan sesegera mungkin?
Mohon kembalikan kemegahan Klan Duyung.
Yang Mulia!
Yang Mulia! Kami sudah diam-diam memeriksa lautan sekitar Chang Le.
Kita tidak menemukan jejak mantan Raja Julan.
Tidak di laut. Dia juga tidak ada di Gua Biru.
Mungkinkah mantan Raja Julan masih berada di Kota Chang Le?
Katakan, mungkinkah mantan Raja Julan
jatuh ke perangkap yang dibuat oleh manusia?
Sangat mungkin. Kita tidak bisa menunggu lagi.
Segera umumkan perintah! Kumpulkan seluruh pasukan elit Gua Biru dan petarung terkuat.
Ikut aku naik ke daratan untuk menyelamatkan mantan Raja!
Baik!
Tuan, tunggu!
Semuanya, mohon jangan panik.
Aku bisa menjamin bahwa
Yang Mulia pasti akan kembali dengan selamat.
Kenapa Imam Agung sangat yakin
bahwa Yang Mulia pasti akan kembali dengan selamat?
Untuk itu, kau harus tahu bagaimana Yang Mulia kembali dari kematian
dan kenapa kekuatannya lebih kuat dari sebelumnya.
Apakah bukan karena pengobatan hebat dari Imam Agung
ditambah dengan bantuan peti mati es ajaib?
Tidak.
Hari itu, saat Yang Mulia ditembak oleh panah besi,
Peluang bertahan hidupnya sangat redup. Dalam keputusasaan,
Aku tiba-tiba teringat pada sebuah legenda yang kudengar saat aku masih kecil.
Dikatakan bahwa leluhur kita tidak sengaja mendapatkan sebuah mutiara gaib.
Mutiara gaib ini harus diberi makan darah duyung
sebelum bisa perlahan mengungkap kekuatannya.
Jadi, leluhur kita
menyembunyikannya ditempat yang orang lain tidak akan terpikirkan.
Memiliki mutiara gaib ini,
tidak hanya bisa menghidupkan daging dan tulang orang mati,
Itu juga bisa menyebabkan seseorang memiliki kekuatan tiada tanding.
Itulah semua orang bisa tenang.
Di dunia ini, tidak ada lagi
yang bisa membahayakan Raja Julan kita.
Jadi begitu.
Tentara kita baru saja bertarung pertarungan sulit.
Mohon Tuan Huan Bo memimpin semua orang untuk beristirahat untuk mengembalikan tenaga.
Aku percaya tidak lama lagi,
Yang Mulia pasti akan kembali dengan selamat.
Tuan Muda Qin, sekarang, aku masih belum mencapai rencana besar kita
atau memberimu keadilan.
Aku sudah membuatmu menderita selama beberapa waktu ini.
Tuan Muda,
Aku tidak bisa melayani disisimu lagi.
Kau harus menjaga dirimu dengan baik.
Jika ada kehidupan selanjutnya,
kau tidak boleh seperti kehidupanmu saat ini,
selalu membuat dirimu menderita demi orang lain.
Erliang, apakah kau sungguh akan pergi?
Tuan Muda pasti khawatir akan Tuan dan Nyonya.
Aku sewajarnya harus bersama dengan mereka untuk berbakti atas nama Tuan Muda.
Erliang..
Jika kau bertemu masalah suatu hari nanti, beritahu kami.
Erliang, masalahmu merupakan masalah kami.
Ini..
Ini sepertinya surat yang ditulis secara pribadi oleh Lu Xiao kepada Liu Mantang.
Apa ini?
Surat Pengakuan Liu Mantang.
Surat Pengakuan? Tulis tangan?
Bukankah semuanya ini sudah terbakar?
Setelah aku selesai mengurus masalah disini,
Aku akan pergi ke Chang'an untuk mencarimu.
Tidak, Tuan Muda, kau berbohong padaku.
Kau berbohong padaku! Aku tidak percaya!
Jadi Qin Hao sudah menebak sebelumnya bahwa Lu Xiao akan mengirim seseorang untuk mencuri buktinya,
jadi dia merancang sebuah gangguan. Bukti yang dikirim oleh orangnya itu palsu.
Surat pengakuan yang sebenarnya selalu bersama dengan Erliang.
No comments yet. Be the first to leave one.