The first 200 lines.
^_^ LeeLeeAndo ^_^
- Selamat. - Terima kasih!
Ibu.
Apa yang kamu lakukan?
Katakan sesuatu.
Apa?
Hmm...
Tentang bagaimana rasanya menikahkan anakmu.
Aku tidak merasa apa-apa!
"Apa kamu tahu apa yang kulalui..
karena pernikahan ini? Dasar bajingan!"
Sesuatu seperti itu.
Kamu ingin aku menyumpah di hari pernikahannya?
Pergi dari hadapanku! Bawa itu!
Ibu Jang Soshim, ini sedang merekam.
Singkirkan itu dari wajahku! Hentikan itu!
Aku ayah dari pengantin pria.
Di saat aku membuka mata pagi ini,
aku merasa sangat terharu akan kejadian hari ini sehingga...
Hey! Aku masih berbicara!
Rekam aku! Kamu pergi kemana?
Katakan sesuatu, Dongok.
Hah?
Oh...
Aku malu, Donghui.
Jangan malu.
Katakan, "Selamat atas pernikahannya!
Kuharap yang terbaik dalam hidup kalian!"
Selamat atas pernikahannya!
Kuharap yang terbaik dalam hidup kalian!
Tidak! Jangan mengulangi perkataanku.
Katakan dengan caramu sendiri, ya?
Coba lagi.
Aku tidak tahu mau berkata apa.
Apa yang kamu lakukan?
Merekam pesan dari para tamu?
Iya!
Bagus! Buat yang bagus ya!
Dongok berkata dia malu untuk mengatakan apapun.
Aku bisa berbicara dengan orang,
tapi Donghui terus memaksaku..
bicara dengan kamera!
Jadi aku tidak bisa berkata apa-apa!
Kamu tidak bisa?
Kamu mau mencoba melihat kepadaku?
Sekarang cobalah.
Selamat atas pernikahan kalian.
Mulai sekarang, tersenyumlah dan berbahagia setiap hari.
Episode 37
Berat kan?
Kamu tidak bisa pulang, tidak bisa tidur, atau mencuci muka.
Kamu pikir kami akan membebaskanmu..
kalau kamu bertahan dan tidak bicara,
tapi itu tidak akan pernah terjadi,
jadi berhentilah bermimpi, paham?
Masuk.
Keluargamu menelpon.
Mereka bilang jangan terlambat untuk pernikahan.
Selamat atas pernikahannya.
Yang kuingin katakan adalah..
kalian harus menikmati pernikahan yang bahagia seperti aku ini.
Hello.
Kalian berdua melewati banyak kesulitan untuk sampai kemari,
jadi aku harap kalian dipenuhi kebahagiaan.
Sayang, kamu akan menyebabkan masalah disini.
Aku akan berkata yang sama tentang kamu!
Aku serius!
Tidak seharusnya kamu terlihat..
lebih cantik dari pengantinnya!
Lihat siapa yang bicara?
Kamu sendiri lebih tampan daripada pengantin prianya.
Kenapa?
Kalian membuatku mual.
Lihat? Kan sudah kubilang!
Akhir-akhir ini mereka membuatku mual seharian.
Jangan membenci pasangan yang berbahagia dong.
Pikirkan saja caranya untuk melampaui mereka!
Memangnya aku salah apa?
Aku tidak bisa protes. Aku sendiri yang memilih jalan ini.
Ayo lakukan ini.
Apa yakin kamu mau menikah?
Apa katamu?
Menikah itu gila! Jangan lakukan!
Teganya kamu bicara seperti itu di hari pernikahan!
Tidak, tidak! Matikan itu!
Haeju.
Ya?
Tidakkah ini cantik?
Sangat cantik.
Oh, kamu sangat tampan. Ayo berfoto.
Siap.
Senyum.
Hey, Dongseok.
Dimana Haewon?
Dia di sekitar sini.
Dia mau sendirian untuk berpikir.
Oh...
Dia pasti punya banyak pikiran..
karena pernikahan ini dan lainnya.
Dia sudah melalui banyak hal, itu sebabnya.
Lekas ganti baju. Waktunya sudah hampir tiba.
Baik.
Oh.
Ya, Ada apa? Ada apa?
San, Ayah disini. Ayah disini.
Ibu juga disini!
- Ciluk ba, ciluk ba! - Ciluk ba!
Haewon.
Kamu kan pengantin, sedang apa disini?
Aku tahu.
Kamu banyak pikiran?
Aku tidak tahu bagaimana perasaanku.
Aku senang dan bahagia,
tapi juga merasa ingin menangis.
Apa ini nyata? Atau mimpi? Aku tidak tahu.
Aku merasa takut karena tidak tahu..
apakah aku berhak berbahagia.
Rasanya aku mau gila.
Aku tidak yakin apakah akan menjadi suami yang baik,
tapi aku akan selalu di sampingmu,
kapanpun kamu membutuhkan aku.
Terima kasih sudi menikahi ku.
Cita-citaku adalah menikah dengan Dongseok.
Aku tidak bisa membelikan baju mahal,
ranjang yang bagus atau makanan mewah.
Tidak mengapa. Aku tidak peduli.
Kalau aku bisa bersamamu,
aku sudi menjadi pemulung atau makan dari sampah.
Mau kemana?
Upacaranya sudah selesai.
Aku lelah, jadi ingin pulang dan beristirahat.
Kita belum mengambil foto keluarga.
Donghui, tunggu!
Keluarga pengantin pria!
Harap berkumpul.
Baik, baik! Tolong Lekas!
Lebih rapat lagi. Bagus.
Baiklah.
Apa kalian siap?
Tunggu. Ada yang kurang.
Tidak ada.
Semua sudah disini.
Ayahku belum disini.
Ayo!
Ibu Muda!
Apa semua sudah hadir? Bersiap ya!
Tunggu! Sebentar!
Kakek buyut datang..
ke pernikahan Dongseok.
Beliau bahkan tidak memakai kursi roda. Beliau berjalan.
Dongju dan Mul bilang aku berbohong,
Mereka bilang tidak percaya padaku,
tapi kakek buyut benaran datang.
Setelah acara aku bilang ke Nenek..
kalau aku melihat kakek buyut di pernikahan..
dan bertanya apa Nenek juga melihatnya.
Nenek menjawab, "Iya. Kakek buyut sangat..
bahagia, jadi aku juga bahagia."
Aku tidak berbohong.
Tolong hadap sini!
Kamu pasti lelah. Kamu harus berbaring.
Kamu mau kemana?
Oh.
Mau ke dapur.
Ayah, aku senang melihatmu baik-baik saja.
Andai Dongseok tahu, dia juga akan bahagia.
Kalau anda sempat,
anda harus mengunjungi Dongok..
dan Donghui di hari pernikahan mereka.
Enaknya strawberry atau blueberry ya?
Boleh saya minta yang itu?
Kamu benar-benar tidak mau?
Kalau begitu kumakan semuanya!
Kenapa? Apa masalahnya sekarang?
Apa itu rok atau sapu tangan?
Apa kamu yakin itu pakaian?
Apa?
Apa yang salah dengan ini?
Aku memakai ini spesial untuk hari ini.
Kenapa repot-repot memakai pakaian?
Kenapa repot-repot membeli pakaian?
Apa?
Tutupi dirimu dengan ini.
Permisi ya Tuan Kang!
Hey, kamu!
Lihat apa kamu?
Awas ya!
Oh, panas sekali. Kenapa rasanya panas sekali ya?
Kim Mari!
Menurutmu aku bercanda?
Kamu itu cukup muda untuk menjadi seorang bintang idola,
tapi tingkahmu sungguh kuno!
Apakah kamu hidup di jaman yang salah?
Apa?
"Kim Mari, kamu terlihat cantik dan seksi."
Kenapa tidak bisa memujiku seperti itu?
Bu guru Kim?
Aku pergi dulu. Aku sangat kesal.
Pakaian ini..
di rancang oleh Dongok, kakakmu.
No comments yet. Be the first to leave one.