The first 200 lines.
"Semua karakter, organisasi, tempat, kasus, dan insiden"
"Dalam drama ini bersifat fiktif"
"Episode 13"
Bagus.
Sudah lama aku tidak menikmati sebuah resital.
Kamu datang. Aku tidak tahu.
Bagaimana penampilanku?
Apakah bagus?
Kamu hebat. Tidak ada satu kesalahan pun.
Maukah kamu bekerja denganku jika aku memintamu?
Undangan ke resitalmu akhirnya sudah siap?
Lalu? Tidakkah kamu merasa gugup?
Aku tidak merasa gugup tentang resital itu,
tapi kurasa cinta pertamaku akan datang.
Karena itu aku merasa gugup.
Orang tuaku datang, jadi, aku harus pergi.
Astaga, siapa dia?
Pacarmu?
Dia bukan pacarku.
Dia cinta pertamaku.
Cinta pertamamu terlalu tampan.
Aku ragu itu akan berakhir seperti itu.
Kerjamu bagus hari ini. Istirahatlah.
Baik, kerjamu juga bagus hari ini.
Aku tidak tahu soal itu.
Itu memang benar.
Apa kegiatanmu hari ini?
Hari ini?
Kamu mengajakku bekerja denganmu. Kita harus rapat lebih dahulu.
Tidakkah kamu lelah?
Sama sekali tidak.
Seperti yang kamu ketahui,
perasaan sebuah lagu sangat berbeda tergantung siapa yang memainkannya.
Tapi aku belum menemukan musisi yang memenuhi ekspektasiku.
Tapi setelah aku melihat resitalmu, akhirnya aku menemukannya.
Dari semua pujian yang kudengar hari ini,
itu yang paling mengharukan.
Terima kasih sudah menerima tawaranku.
Bagaimana aku bisa menolak jika dirutnya sendiri
yang datang untuk memilihku?
- Kirimkan lagunya kepadaku. - Baik, itu tidak terlalu sulit.
Berapa lama yang kamu butuhkan untuk berlatih?
Aku cepat belajar.
Tidak hanya mahir, aku juga cepat.
Apa kamu selalu seperti ini?
Kurasa hatiku masih di atas panggung.
Sulit kupercaya aku makan denganmu seperti ini.
Bisakah kita bertemu sekarang?
Kenapa? Apa waktunya tidak tepat?
Aku lebih suka tidak ada kesempatan lain.
Usiaku 38 tahun.
Aku sudah bukan di usia di mana aku memilih sesuatu yang akan berakhir.
Aku tidak boleh gegabah,
dan aku tahu bagaimana hal tertentu akan berakhir.
Aku pikir aku tahu segalanya,
tapi aku terlalu arogan.
Menurutmu bagaimana kita akan berakhir?
Menurutku kita akan berakhir saling mencintai.
Karena itukah kamu tidak menghubungiku?
Aku pikir kamu mungkin akan melarikan diri
jika aku terlalu menekanmu kali ini.
Apakah kamu
sudah menenangkan pikiranmu?
Belikan aku sepasang anting-anting.
Pada hari pertama pertemuan kita,
aku membeli sepasang anting-anting
setelah bermalam denganmu.
Tapi aku kehilangan anting-anting itu.
Aku meminjamkannya kepada seseorang, tapi dia menghilangkannya.
Itu sungguh menyebalkan.
Itu sangat menggangguku.
Aku akan membeli ini.
Kami juga akan membeli kalungnya.
Aku ingin memakainya. Maukah kamu memakaikannya untukku?
Kepada siapa kamu meminjamkan anting-anting itu?
Guru pianoku.
Dia orang yang jahat.
Dia membuatku kesal karena menghilangkannya.
Aku menyetir ke sini. Aku akan pergi sekarang.
Terima kasih untuk anting-anting ini.
Apa yang kamu pikirkan?
Apa yang ada di benakmu? Kenapa kamu membuatku gelisah?
Morgan.
Apakah kamu ingin aku melepaskanmu?
Akankah kamu pergi jika aku melepaskanmu?
Apakah kamu ingin melepaskanku?
Apa kamu ingin melepaskanku sekarang?
Tidak, aku ingin mempertahankanmu.
Aku menggunakan anting-anting sebagai alasan
untuk mengajakmu pergi.
Aku tahu kita bertengkar karena harga diri kita,
tapi aku malah melupakan harga diriku
karena aku ingin mempertahankanmu.
Berhenti mengatakan sebaliknya dan katakan kamu mau mempertahankanku.
Lantas kenapa jika aku ingin mempertahankanmu?
Menurutmu apa yang akan terjadi
jika aku memliih untuk mempertahankanmu?
Aku tahu bahwa impianmu adalah membangun sebuah keluarga,
dan aku bahkan tahu kisah pribadimu. Sulit bagiku untuk mengabaikan itu.
Rasanya tidak tahu malu memaksakanmu untuk memahami nilai-nilaiku
padahal aku tahu betapa berartinya membangun sebuah keluarga bagimu.
Impianmu adalah sesuatu yang harus kuhargai.
Dan aku tidak bisa berhenti memikirkan bahwa itulah
yang pada akhirnya akan membuatmu bahagia.
Aku sangat yakin oleh itu.
Aku sepuluh tahun lebih tua darimu.
Jadi, aku merasa aku menghalangimu mendapatkan apa yang kamu inginkan
dengan mempertahankanmu.
Kamu salah.
Bukan kamu yang mempertahankanku.
Aku yang mempertahankanmu, memohonmu untuk tinggal. Kamu tahu kenapa?
Karena jika tidak,
aku tahu kamu akan melepaskanku.
Aku tahu
akulah yang berusaha keras dalam hubungan ini.
Aku tahu ini akan berakhir
begitu aku melepaskannya.
Dan itu selalu melukaiku.
Fakta bahwa kamu tidak akan pernah sepenuhnya membuka diri kepadaku
karena rasa bersalahmu itu.
Sama seperti hari ini.
Sangat mudah bagimu
untuk mengatakan bahwa kamu akan melepaskanku.
Jika mudah bagimu mengatakan itu, lakukanlah dan lepaskan aku.
Berhentilah membuat alasan
untuk menunjukkan bahwa kamu tidak mencintaiku.
Aku akan pergi sekarang.
Bahkan sulit untuk melihatmu sekarang.
Aku tidak tahu Ibu punya cukup waktu untuk mencuri sesuatu seperti ini.
Kamu pikir ibu mengambil ini dari mereka?
Jin Woo, ayah mertuamu sendiri yang mengirimkan ini kepada ibu.
Ini yang mereka inginkan.
Mereka menolak semua uang ini agar mereka bisa membela ibu.
Menurutmu kenapa mereka melakukan itu?
Karena mereka takut kepada ibu?
Itu karena mereka masih ingin mempertahankan kekuasaan mereka.
Orang tua tidak akan memedulikan anak
demi memenuhi keinginan mereka.
Ya, Ibu benar. Begitu pula sebaliknya.
Jadi, Ibu tunggu saja.
Lihat apa yang bisa diubah oleh keinginanku dan Ga Gyeong
tanpa dukungan orang tua kami.
Kami merasa positif tentang konferensi persmu.
Kamu menyingkirkan pimpinan pesaingmu
dan memperbaiki citra Unicon.
Tapi aku dihukum karena konferensi pers itu.
Dihukum? Kenapa?
Kudengar kamu akan datang ke Shanghai.
Aku akan menemuimu di sana.
Aku ingin membicarakan tentang bagaimana pengelolaan Unicon Korea.
"Formulir persetujuan untuk melihat isi surel intranet"
Aku yakin kamu tahu berapa nilai proyek ini.
Jika kesepakatan ini berantakan, kamu akan bertanggung jawab
dan aku akan menuntutmu atas kerugiannya.
Itu tidak akn berhenti dengan tindakan disiplin.
Kamu harus menghadapi hukum.
Hukum?
Apa kamu yakin kamu ingin melibatkan hukum?
Apa maksudmu?
Jangan membuang-buang energi dengan ancaman yang tidak berguna.
Bu Song.
Benarkah kamu akan bercerai?
Bercerai atau tidak,
aku akan mengikuti apa pun keputusan yang kubuat.
Tunggu!
Terima kasih.
Pintu menutup.
Kamu pasti senang
soal disetujuinya UI baru untuk peringkat kata kunci.
Aku yakin itu akan menguntungkan Barro.
Akibat itu, timku sangat tertekan.
Aku tidak mendasarkan keputusanku atas keuntungan tim tertentu.
Saat kamu muncul di persidangan sebagai karyawan Unicon,
aku mencarimu karena penasaran tentangmu.
Aku pikir kamu bersemangat dan gigih.
Setelah kupikirkan,
orang lain pasti telah dikorbankan
agar kamu bisa terlihat seperti itu.
Pintu menutup.
50,3 persen untuk Unicon, 46,7 persen untuk Barro.
Saat ini selisihnya 3,6 persen.
Bisakah laman utama baru mendorong kita?
Tata letak baru tidak akan cukup untuk mengubah keadaan.
Bagaimana jika kita mengadakan acara pada hari peluncurannya?
Maksudmu sesuatu seperti hadiah promosi?
Benar.
Aku ingin sesuatu yang bisa mengajak orang-orang untuk mendaftar masuk.
Kita juga harus menciptakan sebuah isu.
Benar. Masing-masing dari kita akan memikirkan ide
dan mendiskusikannya pada hari Senin.
Jadi, siapa yang akan menghadiri rapat akhir pekan?
Aku dan Joseph.
Aku berterima kasih karena kalian mau bekerja di akhir pekan.
Tidak masalah. Kami bisa menangani ini.
Sialan.
Ini dia, Pendek.
Terima kasih, Scarlett.
Kenapa murung?
Apa ada sesuatu?
Berhentilah bersikap seperti istriku.
No comments yet. Be the first to leave one.