The first 200 lines.
"Episode sebelumnya"
Kamu ingat mereka, bukan?
Kedua korban wanita ini meninggal pada 14 Mei
dan 16 Mei 1987.
Wanita menghilang tanggal 20 Mei dan masih menghilang sampai kini.
Karena catatan yang dia tinggalkan,
dia diduga kabur dari rumah.
Namun, dia meninggal.
Aku hanya memberitahumu hal-hal yang tertulis di sini.
Ini novel yang ditulis oleh Ko Mi Sook.
Omong-omong, itulah yang tertulis di naskah. Tiga wanita tewas.
Serta pelaku sebenarnya tidak bisa ditangkap sampai akhir.
Kamu ingin Ko Mi Sook menjadi pelakunya?
Jadi, kamu bertanya kenapa pembunuh di novelku
hanya wanita?
Sama seperti pria mana pun yang bisa melakukan pembunuhan,
wanita mana pun bisa melakukan pembunuhan brutal.
Aku hanya memilih cerita
yang lebih familier untuk kutulis sebagai novel.
Ko Mi Sook yang kukenal lebih dari mampu melakukan semua itu.
"Ko Mi Sook, saksi, adik Ko Min Soo"
"My Perfect Stranger, Episode 10, Jauh atau Dekat"
"Episode 10" Subtitle by VIU, Resync by surya_27895 for NEXT ver.
"Pintu Masuk Penginapan"
Mungkin, beberapa kebenaran
pasti akan mencapai tujuannya.
Bahkan jika itu harus bepergian untuk waktu yang lama,
itu mencapai orang yang dimaksud.
Kamu bisa berjalan?
Ayo ke rumah sakit.
Tidak.
Aku keluar dari penginapan sendirian.
Aku tidak bisa setidak tahu malu itu. Aku tidak pantas diobati.
Sampai kakakku keluar,
aku tidak akan ke mana-mana.
Mungkin itu yang kamu pikirkan.
Kamu mungkin membiarkan kakimu tidak diobati
saat kamu sendirian di sini.
Namun, tidak sekarang.
Aku tidak akan membiarkanmu melakukan itu.
Lepaskan aku. - Hati-hati.
Jangan ganggu aku.
Aku harus menemui kakakku.
Tolong jaga Hee Sub dengan baik begitu dia keluar.
Tunggu.
Sebenarnya, begitu mereka membawa Baek Hee Sub,
aku langsung menelepon rekan-rekanku.
Mereka akan tiba dalam 50 menit. Jadi, mereka akan segera datang.
Kamu yakin itu Penginapan Woojung? - Ya, itu dia.
Kamar berapa? - Kamar 204.
Sungguh? Berapa nomor kamarnya? - Kamar 204.
Hei, naiklah ke Kamar 204.
Sial.
Aku mengerti situasi kita saat ini.
Namun...
Tidak, Pak. Maaf, Pak.
Seperti katamu,
mungkin tidak ada rencana bagus di sini.
Namun, ada seseorang yang bahkan tidak bisa mereka kalahkan.
Seseorang yang tahu masa depan.
Reporter TV mendapat informasi dan akan segera tiba di sini.
Lima belas menit.
Seseorang yang tahu semuanya akan berakhir dalam 15 menit.
Hanya kamu di ruangan ini yang tahu itu.
Keluarkan adikmu dahulu.
Ulur waktu selama mungkin agar cederamu tidak memburuk.
Berhati-hatilah selama 15 menit.
Demi keluargamu.
Ya. Aku akan melakukannya.
Ayo pergi.
Kalian menyiksanya?
Kalian menyiksa mereka, bukan?
Ayo pergi dari sini.
Jawab pertanyaan kami. - Kalian menyiksa mereka, bukan?
Jawab pertanyaan kami. - Kalian menyiksa anak-anak itu?
Kenapa kalian membawa anak SMA ke penginapan ini?
Katakan sesuatu! - Kenapa kalian diam saja?
Jawab kami! - Kalian menyiksa anak-anak itu?
Kenapa membawa mereka ke sini? - Jawab pertanyaannya!
Kenapa? - Jawab kami!
Terima kasih
sudah mewujudkan masa depan yang kutahu.
"Rumah Sakit Woojung"
Apa rekan-rekanmu kembali ke Seoul dengan selamat?
Mereka mendapatkan tujuan mereka kemari.
Aku yakin mereka berpesta di bar makgeolli sepulang kerja.
Kita di tahun 1987.
Tidak mungkin ini akan tayang di TV.
Mereka tetap datang kemari, meski tahu itu.
Kebetulan aku tahu saluran langsung ke orang-orang yang akan datang.
Kalau begitu, tersandung seperti itu pasti juga sudah direncanakan.
Begitu rupanya. Itu semua bagian dari penampilan. Benar, bukan?
Itu.
Kamu lihat itu.
Itu manis.
Itu mengingatkanku saat aku masih baru dalam pekerjaanku.
Dunia adalah tempat yang menakutkan.
Aku khawatir apakah dia bisa bertahan di dunia yang keras ini.
Astaga. Dia melakukan lebih dari sekadar bertahan.
Dia memiliki karier terpanjang
sebagai direktur departemen berita.
Pria yang tampak seperti pemula itu?
Ya.
Tidak mungkin.
Menurutmu, seperti apa masa depan mereka?
Kuharap
mereka bisa mulai lagi dari sini.
Karena mereka sudah menderita dan sangat kesulitan sejauh ini,
kuharap mereka bisa menjalani hidup
yang mereka inginkan.
Pasti.
Operasinya berjalan lancar.
Mereka berdua akan pulih sepenuhnya dari ini.
Aku yakin banyak yang sudah berubah.
Saat kita kembali, kamu harus melihat
keluarga seperti apa yang menunggumu di rumah.
Kamu tahu? Aku ingin mentraktirmu makan.
Kamu punya uang dari era ini?
Kamu harus meminjamiku uang.
Namun, aku ingin aku yang traktir.
Aku akan membayarmu saat kita kembali.
Traktir aku makan besok.
Aku akan mencari restoran mahal.
Yu Sub.
Pak.
Apa yang terjadi?
Aku tidak bisa menghubungimu untuk beberapa saat.
Kenapa kamu muncul dengan babak belur seperti ini?
Apa itu masuk akal? Lepaskan aku!
Kamu pikir ini masuk akal?
Bagaimana bisa kamu mengirimnya pergi
padahal tidak ada bukti?
Kamu tahu betapa berengseknya mereka!
Kamu bahkan tidak memberitahuku!
Jangan konyol, Berengsek.
Jika kamu sangat mengkhawatirkan keponakanmu,
kenapa kamu menangkapnya dan menyeretnya kemari?
Kenapa kamu melakukan itu kepada Baek Hee Sub?
Apa? Apa bedanya?
Benar juga.
Jika dia pembunuh, itu akan menjadi nilai tambah untuk evaluasimu.
Namun, dengan seorang demonstran, itu akan membuat kita dalam masalah!
Dia bahkan punya riwayat! Kamu setuju, bukan?
Tenanglah! - Apa?
Hei, bagaimanapun,
kita melakukan ini untuk mencari nafkah,
jadi, jangan berlebihan.
Ini memalukan bagi kita berdua!
Dong Sik! Ada apa denganmu?
Apa ini?
Hei! Tunggu.
Pimpinan datang.
Astaga.
Kami sedang rapat,
dan kami sedikit tersulut.
Memalukan sekali.
Dua orang tewas di desa kita.
Aku mentraktir kalian minum dan makan setiap hari.
Para penduduk desa meneteskan air mata pahit
karena mereka kehilangan keluarga mereka,
tapi kalian bertengkar.
Apa kalian selalu semenyedihkan ini?
Maafkan aku.
Maafkan aku. - Maafkan aku.
Aku sangat kecewa.
Lalu tentang Baek Hee Sub...
Jangan berani menyentuh muridku dengan barbar lagi.
Mengerti?
Sialan kalian.
Pimpinan Yoon. Tunggu...
Semoga hari Anda menyenangkan, Pak!
Astaga.
Sial!
Astaga.
"Lebih enak jika kamu mencelupkannya ke dalam kecap"
Sedang apa kamu di sana?
Apa itu?
Entahlah.
Ini roti kepang.
Dahulu Kyung Ae menyukai ini.
Makan malam sudah siap. Ayo masuk, Ok Ja.
"Tersangka Kasus Pembunuhan Berantai Woojung-ri"
Dia akhirnya kembali.
Siapa?
Pahlawan kita.
Ada dua syarat
yang kuminta darimu.
Tiba-tiba?
Aku biasanya lebih suka makan sekali sehari di malam hari.
Itu adalah roti keju panggang.
Akan lebih baik jika kamu siapkan antara pukul 20.00 dan 21.00.
Syarat kedua adalah
tidak menggangguku kecuali untuk makan.
Aku benci diganggu begitu aku fokus.
Baiklah. - Lalu syarat awalnya adalah
kamu bisa menyelesaikan Kubus Rubik dalam lima detik.
Lima, empat, tiga, dua...
Baiklah. Aku akan memperbaikinya untukmu.
Kamu cukup mendominasi, ya?
Begitu kamu membuka kapnya, kamu akan memohon kepadaku
No comments yet. Be the first to leave one.