Hometown Cha-Cha-Cha

Hometown Cha-Cha-Cha (갯마을 차차차)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

갯마을 차차차-Hometown-Cha-Cha-Cha-E06-NEXT-NF
갯마을 차차차-Hometown-Cha-Cha-Cha-E06-WEB-DL-NF
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2021-09-12
Downloads: 41
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kepala Hong.

Ya.

Kita…

malam itu…

Apa benar tak terjadi apa-apa?

Ya, tak terjadi apa-apa.

Benarkah?

Ya.

Aku pergi lebih dahulu karena ada urusan mendadak.

Hye-jin, kau sudah gila.

Hei, kenapa lampunya tak dinyalakan?

Apa? Hei…

Ada masalah?

Kau kenapa?

Ada apa?

Ciuman?

Kau duduk termenung hanya karena itu?

Kukira klinik kita bangkrut.

Hei, hati-hati dengan ucapanmu. Cepat tarik kembali.

Kutarik kembali.

Walaupun sedang mabuk,

kau yang menciumnya lebih dahulu?

Mungkin aku terbawa suasana.

Apa aku terlalu lama tak berpacaran?

Tidak. Aku harus berhenti minum miras.

Kepala Hong bilang apa?

Entahlah.

Jelas dia ingat, tapi pura-pura lupa.

Itu dia! Itu sebabnya kau merasa sedih.

Bukan begitu.

Jangan menyangkalnya. Aku bisa melihatnya dengan jelas.

Aku bertanya karena penasaran,

- tapi apa pendapatmu soal Kepala Hong? - Apa?

Maksudku, sudah lama kau tidak gelisah seperti ini gara-gara seseorang.

Kalau kau menyimpan perasaan…

- Tak bisa begini. - Apa?

Kalau aku sampai mendengar hal mustahil seperti itu darimu,

ada yang salah dengan tindakanku.

Sepertinya aku terlalu santai sejak pindah ke sini.

Kenapa kau berpikir begitu?

Ini tak akan terulang lagi.

Aku tak akan berurusan dengan Kepala Hong lagi.

- Sungguh? - Ya, tidak akan.

CIUMAN

CIUMAN PERTAMA TERASA SEPERTI LUMPUR, SINAR MATAHARI, DAN MAWAR.

Latte dingin dengan es dan sirop yang banyak.

KOPI DI TENGAH HARI DAN BIR DI TERANG BULAN

BUKA

Hei, kau sudah datang.

- Chun-jae di mana? - Dia masih di jalan.

Latte untuk Nona Pyo dan amerikano dingin untukmu, 'kan?

Biji kopi yang baru datang bagus sekali.

Aku mau yang lain.

Ya, pilihlah pelan-pelan.

Aku takut kau sakit karena kehujanan kemarin. Kau baik-baik saja?

Jangan khawatir. Aku bisa menjaga diriku sendiri.

Aku hanya khawatir.

Kenapa kau mengkhawatirkanku?

Kenapa? Sekarang khawatir pun tak boleh?

Aku tahu sifat suka ikut campur memang tak bisa sembuh,

tapi kuharap kau tak mencampuri urusanku lagi.

Kau membuatku merasa tak nyaman.

Bu Dokter, ucapanmu sungguh menyakiti perasaanku…

Walaupun ini bukan ujian akhir,

lihat nilaimu! Astaga.

Semua ini gara-gara kau terlalu sibuk dengan DOS atau apa namanya itu.

Kenapa Ayah menyalahkan mereka? Salahkan aku saja.

Kenapa Ayah aneh sekali?

Apa? Kalau kau bisa memikirkan ayah sedikit saja,

kau tak akan pulang dengan nilai begini.

Aku akan memikirkan Ayah sesekali.

- Nilaimu 20? - Berikan kepadaku.

Kau lihat, 'kan?

- Dia bisa membuatku gila. - Aduh, sakit!

- Duduk di sini. - Astaga.

Tolong beri tahu dia

pentingnya nilai untuk seorang siswa…

Nilai itu tidak penting.

Yang penting impian dan cita-citamu, 'kan?

Hei, kau…

Nilai sangat penting bagi seorang siswa.

Punya impian itu bagus,

kecuali untuk kasus yang sangat istimewa,

kita harus kuliah untuk mewujudkan impian itu. Ini Korea.

Bu Dokter, kita punya pemikiran yang sama.

Ju-ri, kau dengar, 'kan?

Aku harus berangkat. Tolong buatkan pesananku.

Astaga. Kau mau pesan apa?

Satu amerikano dingin dan satu latte dingin.

- Du-sik, kau dengar, 'kan? - Tolong kau yang buatkan.

Aku?

Kau yakin?

Baiklah, akan kubuatkan.

Kalau begitu, akan kubuatkan.

Ayahku tak bisa membuat kopi. Sungguh.

- Chun-jae, aku pergi dahulu. - Ya, terima kasih.

Ju-ri, dengarkan perkataannya.

- Coba renungkan kesalahanmu. - Ayah…

Jadi dia sudah ingat.

Kopiku sudah lebih enak.

Lihat saja nanti.

Ayah, aku ingin memasang behel.

Kau mulai lagi.

Aku akan rajin belajar.

- Janji. - Tidak usah.

Aku akan mendapat nilai 200.

Sudah ayah bilang tidak boleh.

Kak Hye-jin, coba lihat ini.

Kenapa memanggilku begitu?

- Aku sudah lihat. - Aku perlu behel.

- Benar, 'kan? - Tidak boleh.

Kenapa?

Gigi gingsulmu itu manis.

Itu yang membuatmu menarik.

Kalau itu hilang, tak ada yang menarik darimu.

Jangan bohong. Aku tahu Ayah tak setuju karena uang.

Kak Hye-jin, coba lihat baik-baik.

Coba lihat secara medis, ya?

Baiklah.

Biasanya alasan memasang behel untuk gigi gingsul

adalah karena makanan mudah menyangkut atau rawan gigi berlubang.

Kulihat susunan gigimu lumayan

dan terawat dengan baik.

Kalau untuk alasan estetika, aku tak akan merekomendasikannya.

Astaga.

Tak kusangka.

Kau tak membantu. Aku pergi.

Bu Dokter, itu di luar dugaan.

Aku senang sekali.

Aku suka semua yang kau katakan hari ini.

Sudahlah. Hari ini kau tak perlu membayar kopinya.

Aku akan mengambil es. Astaga.

KLINIK GIGI YOON SELAM SKUBA CHUNG-HO

Dari foto sinar-X, gigimu terlihat bersih.

Seperti yang kusampaikan waktu itu,

rasa nyerinya berasal dari otot yang berada di atas gigi geraham.

Jadi, aku baik-baik saja?

Tentu saja. Kuberikan resep

relaksan otot dan pereda nyeri.

Silakan diminum secara rutin selama satu pekan.

Untuk sementara, hindari makanan yang alot.

Baiklah.

Aku bersyukur telah menyewakan tempat ini untukmu.

Ini berkat Kepala Hong yang meminjamkan sandal toilet restoranku untukmu.

Sepertinya ini takdir.

Begitu, ya.

Kalau gejalanya muncul lagi setelah satu pekan, datanglah kemari.

Aku harus sembuh sebelum itu. Terima kasih.

Aku pergi dahulu.

- Ya. Selamat jalan. - Hati-hati di jalan.

Astaga, kuntum bunganya sudah terlihat.

Ini tanaman apa?

Aku tidak tahu namanya.

Pohon keberuntungan.

- Ini pohon keberuntungan? - Ya.

Siram tanamanmu. Kau tak lihat daunnya layu?

Kenapa kau tak tahu nama tanaman yang kau pelihara?

Jangan ikut campur.

Kenapa kau kemari?

Aku tak membuat janji. Boleh, 'kan?

- Aku akan turunkan kursinya. - Kau seperti dokter sungguhan.

Pasien, ini klinik gigi. Tolong bedakan urusan pekerjaan dan urusan pribadi.

Lebih mirip lagi.

Kau datang untuk pemeriksaan rutin?

Ya, katanya kita harus rutin diperiksa dokter gigi.

Mari kuperiksa.

Astaga. Aku tak suka memakai itu. Langsung periksa saja.

Lampunya terang. Tolong tutup matamu.

Baiklah.

Begini, 'kan?

Buka mulutmu.

Sekarang tutup.

Buka lagi.

Tutup lagi.

Secara keseluruhan, gigimu bersih.

Tak ada keluhan, 'kan?

- Ada. - Keluhan apa?

Hubungan kita saat ini.

Ini gara-gara ciuman malam itu?

Lihat. Sudah kuduga.

Inilah alasanku pura-pura tidak tahu.

- Apa? - Apa-apaan ini?

Kau merasa tak nyaman dan canggung karena kesalahan saat mabuk.

Ini karena negara kita menganut kebudayaan Timur.

Di negara lain, ini bukan apa-apa.

Di belahan dunia yang lain,

Jean dan Chloe saling menyapa sambil menempelkan pipi satu sama lain.

Lagi pula, pria dan wanita yang sungguh ingin berteman

harus bisa melalui krisis seperti ini.

Artinya, kita punya kesempatan untuk menjadi teman baik.

Kau tak memerlukanku?

Gigi dan gusimu sangat bersih.

Syukurlah, tak ada krisis yang terjadi di dalam mulutmu.

Nona Pyo, tolong lakukan pembersihan karang gigi.

- Ya. - Kenapa?

Tiba-tiba? Katanya gigiku bersih?

Walaupun begitu, pembersihan karang gigi sebaiknya dilakukan setahun sekali.

Baiklah. Tolong pelan-pelan, ya.

- Silakan berbaring. - Ya.

- Silakan berbaring. - Kenapa lampunya di sini?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left