The first 107 lines.
- Itu Woo-soo. - Itu murid terbaik.
- Itu murid pintar. - Harta karun sekolah.
Oh Jong-geun?
Kang Ji-soo.
Kim Jun.
Lee So-ra. Yoo Tae-hyun.
Doo-shim.
Ga Doo-shim.
Kau baik-baik saja?
Ada
orang-orang di sini.
Ada lebih banyak orang yang tidak kukenal
jika mimpiku benar.
- Kurasa... - Murid-murid terbawah.
Mereka pasti murid yang tewas di sekolah ini.
Maksudmu roh jahat itu mengunci jiwa mereka?
Kenapa?
Kita akan tahu saat menangkapnya.
Apa yang akan kau lakukan sekarang?
Kau harus memikirkan strategi.
Apa yang harus kita lakukan lebih dahulu?
Apa ini permainan bagimu?
Kau bilang ini permainan. Kau bilang mau menjadi yang terbaik dalam permainan ini.
Jika ini permainan, kita butuh rekan tim.
Apa yang kalian lakukan di sini? Kelas akan segera dimulai.
Pak Sa.
Ya?
Roh jahat?
Ya. Ada roh jahat di sekolah ini
yang hanya membunuh murid terbawah.
Roh yang sama melakukan itu kepada Il-nam.
Kalian meminta bapak memercayai kalian?
Baiklah. Bapak akan memercayai kalian.
Benarkah?
Jika hanya kau, bapak tidak akan percaya.
Namun, Woo-soo juga mengatakannya.
Murid terbaik memang berbeda.
Sebenarnya bapak bertugas jaga malam ini.
Bapak akan menunggu dengan kunci ke basemen. Sampai jumpa di sana.
Ini pedang perunggu
dengan pegangan pohon royal foxglove berusia 500 tahun.
Saat roh jahat itu keluar, kau harus memukul bagian atas kepalanya.
- Bagian atas kepala roh jahat? - Ya.
Apa yang mereka lakukan?
Mereka akhirnya menjadi gila.
Mereka sudah gila.
Menurutmu mereka sudah gila?
Mereka mengejar hantu.
Hantu? Apa yang membuatmu mengatakan itu?
Kita tidak bisa melihatnya, tapi mereka bisa.
Mereka pasti sudah menangkapnya.
Nak.
Kau bisa keluar di malam hari?
Bu Na.
- Su-jeong. - Halo.
Senang bertemu denganmu lagi.
- Bagaimana kabarmu? - Baik.
Ibuku titip salam.
- Benarkah? - Anda harus datang berkunjung.
Tentu. Kau makin tinggi.
Ibumu pasti sangat menyukai Su-jeong.
Benar. Amat menyukainya.
Kau mau ke mana? Apa kau sudah gila? Kau tidak boleh pergi.
Doo-shim.
Ibu menyesal mengirimmu ke sekolah itu.
Maafkan ibu. Itu salah ibu, jadi, ayo pindah ke sekolah lain, ya?
Aku tidak akan pindah.
Kenapa tidak mau?
Apa hubungannya anak mati denganmu?
Ini bukan untuk mereka.
Lalu?
Ini untuk diriku sendiri.
Aku tidak akan melarikan diri.
Doo-shim...
Itu tidak terduga.
Aku tidak pernah mengira kau akan mengajakku belajar bersama.
Apa? Benar.
Apa kau akhirnya sadar?
Su-jeong. Maafkan aku.
Tentang apa?
- Cepat masuk. - Masuk apa?
Bukan kau.
Cepat masuk, kumohon.
Kau benar-benar memanfaatkanku.
Apakah itu kau, Hyun-soo?
Hyun-soo. Kali ini saja.
Tidak.
Hyun-soo.
Tidak. Aku tidak mau.
Enyahlah dari hadapanku. Waktu kita tidak banyak.
Bapak tidak tahu ada tempat seperti ini di sekolah.
Pak Sa. Kuncinya.
Apa? Baiklah. Pegang ini.
Berjanjilah untuk tetap di sisiku.
Kenapa tiba-tiba? Kau takut?
Berjanjilah kepadaku.
Tidak ada kunci yang berfungsi.
Hanya tersisa beberapa.
Bisakah bapak memercayai kalian?
Di mana?
Akhirnya.
Bapak sebaiknya tetap di atas.
Hei. Bapak seorang guru.
Bapak tidak bisa meninggalkan kalian berduaan di sini.
Kalau begitu, tetaplah di belakang.
Bolehkah?
Tidak ada apa-apa di sini.
No comments yet. Be the first to leave one.