The first 200 lines.
English Translation by 628Update, Danbi, Seohyunbuzz, Unknown0_00, and wheeiraeth.
Timing oleh Hamba Allah.
[Seluruh tokoh, bisnis, lokasi, sekolah, dan insiden dalam drama ini hanyalah fiksi.]
Hari ini kita jadi ke supermarket, 'kan? Sampai ketemu nanti.
- Tidak, bukan itu. - Hei!
Ji Hyung!
Hari ini, kami akan main game di rumahku.
Mau ikut?
Hari ini?
Maaf, hari ini aku punya janji.
Janji?
Hei, bukankah dia hanya bermain dengan Vil-gar?
Apa kamu pacaran dengan Vil-gar?
Vil-gar?
Villa beggar , Kelas 6 Kang Yura, dia tinggal di distrik C.
Hei, lihat dia. Dia pasti menyukai Vil-gar.
Hei, Oh Jun Ho! Kenapa kamu kaya gitu sama Kim Ji Hyung?
Kamu siapa ikut-ikutan? Kita gak ngobrol sama kamu.
Kamu tinggal di unit 1010, 'kan?
Hei, ayahku seorang dokter.
Ayahmu hanya seorang karyawan, jadi bisa dipecat kapan aja.
Ayahnya Ji Hyung adalah profesor di Universitas Hanguk.
Bahkan jika kamu tinggal di unit 1007, kamu bukan tandingannya.
Hari ini,
aku akan pergi bersama Ibuku untuk menemui kakekku di rumah sakit.
Maaf.
Oh, beneran?
Ji Hyung, dadah. Teman-teman, ayo.
Aku pulang.
Mm.
Gak merasa canggung? Kupikir lebih baik seperti biasanya.
Yah, kamu benar.
- Mau makan? - Gak, udah makan.
Ibu abis dari dokter gigi, jadi Ibu gak nafsu makan. Baguslah.
- Aku mau mandi dulu. - Oke.
Kamu gak akan makan?
Terus Ibu makan apa?
- Katanya gak nafsu makan. - Hm?
Oh benar, gak nafsu makan.
Akan kukirimkan barang-barangmu melalui JNE. Kuharap kau juga melakukan hal yang sama.
Song : 세오 (Se O) - No One Knows
Aduh kaget.
Haruskah kukirim?
Jangan.
Dibiarkan saja?
Entahlah.
Buang?
Entahlah.
Baiklah.
Baiklah.
Yura,
kamu sakit?
Enggak.
Lalu, apa ada masalah?
Bu guru juga nangis, 'kan?
Ibu enggak... Ini hanya infeksi mata.
Kayanya bukan.
Yura, kamu bisa curhat sama Ibu.
Beneran gak ada apa-apa.
Beneran gak ada apa-apa?
Kamu akan merasa lebih baik setelah curhat.
Enggak.
Hanya...
...aku akan pindah.
Jadi kamu akan pindah.
Itu alasan kamu kesal?
Jadi sekarang aku gak bisa bertemu Ibu guru,
teman-temanku,
atau Ji Hyung lagi.
Kami akan berpisah*. *Berpisah dalam artian putus.
Perpisahan sangat menyakitkan.
Aku tahu.
Tapi...
...kemarin ayah menangis saat membicarakan nenek. Ayah bilang kami diusir.
Bu guru, hidup itu sangat sulit.
Aku ingin cepat bisa menghasilkan uang, tapi aku gak bisa.
Aku gak berguna karena aku masih kecil.
- Kuharap aku menghilang. - Tidak, Yura.
Kenapa kamu ngomong gitu?
Anak lain memanggilku pengemis,
Padahal aku gak pernah minta uang atau melakukan kesalahan pada mereka!
- Yura. - Aku yang terburuk!
Aku perlu dihukum.
Aku sangat benci ayahku,
ibuku juga... Aku benci segalanya! Bahkan Ibu guru juga.
Yura.
Yura, lihat ibu guru.
Biarkan Ibu memelukmu.
Maaf, Ibu gak tau kalau kamu sedang kesulitan.
HELLO DRACULA
Seo Yeon, kau harus memilih apa yang paling ingin kau makan.
Siapa peduli?
Mau berapa kali pun kupikirkan, ayam goreng lebih enak daripada pizza.
Kalau aku ramyeon.
Ngagetin aja. Ramyeon juga enak.
Aku mengalami gangguan pencernaan, jadi aku gak bisa makan makanani bertepung.
Aku sangat kesal.
Beneran, Kau harus makan selama masih bisa.
Aku seharunya makan untuk mengisi hatiku.
Temanku!
Sini! Akan kubelikan sate ayam.
Cepatlah masuk! Cepat, cepat, diluar dingin!
Pacar Yura, ayo kesini! Sini masuk!
Tapi temanku, ada apa dengan ekspresimu?
Ini pesanan tambahanmu. Seperti biasa.
- Terima kasih! - Kamu mau sesuatu juga?
Makan!
[Sayangnya "Masna dal kkochi" Hanya akan buka sampai akhir tahun ini, Terima kasih ~ Haengsyo ~ <3]
Sajang-nim, apa yang terjadi?
Ahh tidak mungkin.
Distrik C akan dibangun ulang, jadi bagaimanapun aku harus pindah.
- Sewanya tambah mahal. - Tak bisa dipercaya.
Sebenarnya, aku perlu mencari rumah juga.
Kalau begitu, apa Yura pindah juga?
- Pindah? Yura pindah? - Ahh, temanmu pasti tinggal disini.
Distrik C sudah bertahan untuk waktu yang sangat lama tapi tak bisa lagi.
- Apa mereka harus pindah? - Mereka tak perlu.
Sebenarnya di sini sedang voting untuk pembangunan kembali.
Jadi, kalau banyak orang yang menolaknya, mereka tak perlu pindah?
Benar, tapi apa itu mungkin?
- Apa aku bisa vote juga? - Tidak, hanya orang tua yang bisa.
- Lalu, bu guru akan voting? - Aku?
Hanya orang yang punya properti yang bisa vote.
Di area ini, bukan hanya apartemen sekitar sini. Ada banyak pemilik di distrik C juga.
Semua orang tinggal disini.
Bagaimanapun, mereka hanya bisa tidur di satu tempat,
jadi kita hanya perlu mengubah pemikiran mereka, bukan?
Wow, tak seperti kids zaman now, kamu sangat polos.
Iya, kan?
Bu guru, kalau polos itu pujian, 'kan?
Tapi tampaknya itu hal buruk.
Semua orang bilang kalau aku tak tahu apa-apa.
Tapi mereka tak memberi tahu apa yang aku tak tahu.
Tunggu.
Ini dingin, ngapain kamu diam disini?
Apa itu? Jangan lakukan hal seperti ini.
Itu karena aku merasa kamu menghindariku.
Aku terus memikirkan alasannya, tapi aku tak tahu. Jadi aku datang untuk menanyakannya sendiri.
Kemarin, kita seharusnya pergi ke supermarket setelah pulang sekolah.
- Bukankah kamu punya rencana? - Kamulah satu-satunya rencanaku.
Yura, ada apa tiba-tiba?
Apa sekarang kamu benci bermain denganku?
Aku mau pindah.
Ini perpisahan kita. Kita tak bisa main bersama lagi.
Hati-hati di jalan pulang.
Anna.
Suhu hari ini dibawah nol derajat.
Benar. Aku pergi.
Tunggu. Hei!
Anna.
Dosa-nim! Sebelumnya kau bilang aku akan bertemu mantanku di bulan Desember, 'kan?
Aku ingin bertemu, tapi aku juga tak ingin bertemu.
Aku sungguh tak ingin bertemu dengannya lagi, tapi aku juga ingin bertemu.
Ahh dasar... Maksudku, itulah takdirmu, apa yang bisa kulakukan?
Takkan ada yang berubah meski bertemu dengannya. Aku harus bagaimana?
Dosa-nim... What theㅡ
Ahh kampret...
Hari ini aku punya perasaan buruk.
- Halo, Joo Seo Yeon, 'kan? - Ya, halo.
Lewat sini.
Terima kasih sudah datang hari ini. Da Hye bilang kita bisa mempercayakannya padamu.
Ya, akan kulakukan yang terbaik.
Kau tahu ada acara kejutan, 'kan?
- Ya, aku mempersiapkan lagunya sebaik mungkin. - Baik, lewat sini.
Kudengar Jin Mi akan bulan madu ke Maldives. Kupikir itu janjinya sejak awal pacaran.
Tapi dia sungguh dianggap anaknya sendiri sama ortunya.
Mereka memberikan rumah dan toko, Mereka mengakhiri penderitaanya. Aku juga ingin.
Kudengan lelaki itu akan mengundurkan diri tepat setelah pernikahannya.
Bukankah itu agak...
Sang Woo?
Jangan bilang di depan Jin Mi
Ahh. Maaf, aku terlambat.
Ini pengantin pria untuk acara hari ini. Sapa dia, Seo Yeon.
Aku pulang.
Kenapa kau memintaku bertemu denganmu?
Biarkan aku meminta maaf terlebih dahulu.
Aku minta maaf, aku datang tanpa diundang. Kepribadianku...
...tak suka dengan akhir yang ambigu.
Anna bilang dia mengalami kesulitan karena ibunya.
Kini aku tahu alasannya.
Begitu rupanya.
Aku tahu, aku hanya ingin membuat perasaanku menjadi lebih baik.
Menurutmu ini lucu saat aku mulai bertingkah layaknya ibu?
Aku tak bisa bilang "tidak."
Kamu salah.
Aku selalu menjadi ibunya.
Benar, aku tak pernah ikut campur dalam hubungan kalian.
Aku bahkan tak tahu bagaimana kalian berakhir putus.
Namun,
bukankah mengirimkannya ke rumah terlalu pengecut?
Ya?
Tanpa memikirkan kemungkinan bahwa aku mungkin yang membukanya. Kupikir itu tidak benar.
Terlepas dari niat Anna, aku bisa menemukannya.
So Jung, kupikir itu tak tahu malu.
Kau tak mau tahu dan tak mau mengakuinya. Namun karena aku mengirimkannya...
Bukankah itu alasan kau marah?
Kau sudah tahu. Dia bilang kau sudah lama tahu.
So Jung.
Aku yang paling tahu anakku.
Jika aku tak membawanya sendiri, dia akan terus begini...
No comments yet. Be the first to leave one.