The first 200 lines.
Dia adalah raja.
Dia punya mata seorang raja.
Dia janji untuk melindungi rahasia perunggu, 'kan?
Bukan waktunya membahas itu.
Dia janji padamu?
Ya. Dia janji padaku.
Kapan? Sebelum semua ini terjadi?
Tagon...
telah berubah.
Bagaimana bisa tidak?
Seumur hidup dia coba jadi raja tanpa lakukan hal macam ini.
Ayah tahu betapa dia putus asa?
Ayah tahu betapa hancur hatinya?
Pada akhirnya,
Ayah dan Asa Ron mengacaukan segalanya.
Aku merasa kasihan pada Tagon.
Kau mau aku hafalkan ini?
Katakan tulisan ini di Sidang Keramat.
Kau masih tak bisa membaca, ya?
"Akan kusampaikan ucapan Airuju, awal dan akhir dunia ini,
kepada putranya, Aramun Haesulla."
Mulai kini, semua ramalan berasal dari Airuju,
bukan Isodunyong dari Gunung Puncak Putih.
Aku harus apa setelahnya?
Penggal Asa Mot dan semua orang yang terlibat
dalam insiden semalam.
Potong kedua kaki keluarga mereka
dan semua kerabat mereka.
Ingat semua perkataanku. Jangan keliru.
Aku tak bisa. Banyak orang tak bersalah.
Mereka bahkan tak ada di kuil.
Aku...
tak bisa lakukan.
Kau tak bisa? Maka hanya kematian menunggu.
Sekalipun kau membunuhku...
Bukan kau. Suku Wahan.
Kuharap tak perlu begini.
Aku juga sedih karena ini.
Namun, Tagon sudah membunuh Asa Ron dan para kepala suku.
Kini, dia punya banyak musuh.
Kami tak punya pilihan.
Kami harus buat orang takut.
Agar Arthdal bisa berfungsi.
Karena keberadaanmu
memberi Tagon kekeramatan dari dewa,
pertumpahan darah ini bisa diakhiri oleh seratus orang di alun-alun itu.
Jika bukan karenamu, Tagon harus bunuh seribu orang.
Hanya itu yang buat mereka patuh.
Ingat bahwa kau selamatkan seribu orang.
Niruha.
Aku tahu betapa Ayah tak mau melakukan ini.
Karena itu, kesempatan ini sangat berarti bagiku.
Aku bersumpah
akan bantu Ayah sekuatku, Niruha.
Selama terkurung dalam menara,
kutunggu Ayah meraih posisi ini.
Tidak ada pilihan lain jika kita mau memimpin banyak orang.
Kita tak bisa mendengarkan semua keluhan mereka.
Buat mereka takut agar menaati kita.
Maka kita akan berdiri
di atas ketakutan itu.
Aku mau pulang.
Aku mau kembali ke Iark bersama rakyatku.
Bantuanku belum cukup?
Asa Ron tersingkir, Tagon Niruha jadi Aramun Haesulla.
Kau sudah dapat yang kau mau.
Biarkan aku dan Suku Wahan pergi sekarang.
Tak bisa kulakukan.
Kenapa? Kenapa kau tak bisa membiarkan kami pergi?
Semua keinginan kalian sudah tercapai.
Apa lagi yang mau kau ambil dari kami?
Apa lagi yang kalian mau?
Kenapa menjadikan Mungtae seperti itu?
Apa yang kau lakukan pada Mungtae?
Kami tak melakukan apa pun.
Dia hanya dapat pelajaran dengan cepat.
Tanpa kekuasaan, kau tak bisa kembali atau menolak,
terlebih lagi menentang yang diperintahkan.
Kau tak berdaya tanpa kekuasaan,
kecuali menuruti perintah.
Pendeta Tinggi, Tanya Niruha,
apa rakyatmu sungguh ingin
kembali ke Iark sekarang?
Pengawal!
Tangkap semua keluarga para tetua Suku Ggachinol dan Bato,
tahan mereka di alun-alun. Penggal semua
yang melawan.
- Ya, Tagon Niruha! - Ya, Tagon Niruha!
- Bawa mereka! - Bawa mereka!
- Menyingkir! - Divisi militer.
Awasi para suku yang mungkin mendendam.
Ya, Niruha.
- Astaga. - Bawa mereka!
- Kemari! - Jalan.
- Cepat! - Minggir!
Kita tangkap anak yang baru belajar jalan?
Kita disuruh tangkap semua.
Aku tak peduli. Turuti perintah saja.
- Jalan! - Cepat!
Kau tak pikir ini berlebihan?
Lihat, anak kecil itu jelas tak terkait dengan pemberontakan.
- Benar! - Ini terlalu kejam!
Kalian seharusnya malu!
Diam!
Tutup mulutmu!
Diam!
Kami tak melakukan kesalahan apa pun!
- Keterlaluan. - Kenapa begini pada kami?
Aku juga berpikir tak tepat jika kalian pergi sekarang.
Kenapa?
Itu agak... Bagaimana mengatakannya?
Kupikir
itu bodoh.
Apa maksudmu?
Apa maumu saat menerima tawaran Tagon
dan putuskan kerja sama denganku?
Jika aku menjadi Pendeta Tinggi, apa aku akan berkuasa?
Aku bisa selamatkan suku Wahan dari perbudakan?
Bahkan yang sudah dijual jauh?
Aku tahu kau lakukan itu karena niat baik,
dengan niat mulia menyelamatkan klanmu,
tapi itu juga termasuk keserakahan.
Kau jatuhkan Asa Ron
dan meraih posisinya demi keserakahanmu.
Jika kau tolak tawaran Tagon,
dia tak takkan jadi seperti ini.
Kau dapat bagian juga.
Berkat itu, Suku Wahan kini selamat dan nyaman.
Kau tak bisa menyuruh membunuh orang?
Kau hanya mau berbuat baik. Jangan jadi pengecut.
Itu tanggung jawabmu dan harga yang harus kau bayar.
Jangan berlagak bodoh.
Kau setuju melakukannya begitu memutuskan
untuk membantuku dan Tagon.
Karena aku tak punya kekuasaan,
kubiarkan Taealha dan Tagon memperlakukanku bak orang mati
selama 20 tahun.
Tak hanya Suku Wahan yang mengalami tragedi.
Semua orang hidup dalam tragedi.
Kau harus lebih kuat jika ingin bangkit.
Lalu melawan Tagon.
Warga Serikat sudah percaya padamu. Kau tak merasakannya?
Warga sudah menganggapmu orang penting.
Itulah kekuasaanmu,
dan panggilanmu.
Kumpulkan Suku Wahan untukku.
Sayangku. Hebat, kau datang jauh-jauh kemari tanpa terluka.
- Dia datang bersama Eunseom. - Apa?
Aku terkejut melihatnya di ahli obat.
Jadi, kau baik-baik saja, tapi kami tak tahu.
Ibumu...
- Hentikan. Ini hari bahagia. - Baiklah.
Tak apa.
Kini, aku sudah besar.
Aku sungguh baik-baik saja.
Omong-omong, apa kabar semuanya?
Aku bekerja
di bawah pimpinan Serikat Bachi.
Dia mengajariku membedakan barang dagangan.
Barang dijual lebih mahal daripada biaya membuatnya?
Ya, benar!
Ayah Yeolson pasti sudah kaya
jika tumbuh besar di sini.
Itulah maksudku.
Kita harusnya kemari dahulu kala.
- Ayah Yeolson? - Ya?
Dari mana kau dapat itu?
Ini? Mihol berikan ini, katanya kerjaku sangat bagus.
- Benarkah? - Astaga.
Astaga, aku iri.
Aku pasti bisa segera beli itu
jika terus belajar dari Daedae?
- Kupikir begitu. - Tentu.
- Lihat ini. - Apa?
Ini dari orang di kuil begitu aku mulai bekerja di sana.
Sangat indah dan berkilau, 'kan?
- Astaga. - Lepas, aku mau coba pakai.
- Mestinya tak boleh kulepas. - Mungtae!
- Mungtae! - Ayo gabung dengan kami.
Kenapa wajahmu?
- Mungtae. - Kau tersandung dan jatuh lagi?
Dia terluka tiap jatuh
karena badannya besar.
Kuakui, seragam itu membuatnya sangat gagah.
- Ya, dia tampak hebat. - Sangat cocok.
Kau tampak keren.
Setelah semuanya di sini...
Ya. Kau mau bicarakan apa dengan kami?
Bagaimana
jika kita pulang
ke Iark?
Kenapa?
Kenapa kita harus kembali ke Iark?
Kau nyaris tewas kali ini,
kau pasti ketakutan.
Benar, aku juga takut.
Namun, Tagon Niruha berhasil menumpas kudeta sepenuhnya.
Tepat. Itu tak akan terjadi lagi.
Semua orang kini memujanya.
Aku disuruh
No comments yet. Be the first to leave one.