The first 190 lines.
Yin & Yang
Kukira cuma kain lusuh yang berkibar ....
Tahunya malah shinobi tempo hari ....
Kau tampak sekarat, ya.
Mau kugalikan makam?
Oh?
Masih berani melawanku dalam kondisi begitu?
Kau memang bukan orang sembarangan.
Mustahil membunuhnya tanpa terluka, ya?
Kondisimu itu lebih buruk dari yang kauduga.
Gerakanmu akan lebih lamban.
Posturmu yang condong ke kiri, pasti baru dilakukan belakangan ini, 'kan?
Seolah melindungi kelemahan baru.
Pasti karena lengan kirimu tidak bisa dipakai lagi, 'kan?
Iya, iya, sudah cukup.
Tidak usah saling pamer, membuang waktu.
Apanya membuang waktu?!
Sebelum bertarung, perlu menebak gerakan musuh!
Itu dia.
Selain tidak ilmiah, ini bukan waktu yang tepat.
Buang-Buang waktu.
Yang perlu kita lakukan adalah mengorek informasi.
Apa yang dia hadapi sejauh ini dan di mana Asaemon pendampingnya.
Atau minta penjelasan tentang gadis di belakangnya.
Jika saling membunuh, mungkin kehilangan informasi penting.
Karena itu ....
Kita paksa untuk diinterogasi.
Bagaimana jika begitu?
Aku tahu cara menunda kematian orang.
Oh?
Kau bermaksud melawan?
Menghadapi kami sendirian?
Haruskah langsung terjang?
Tapi ....
Mereka berdua tangguh.
Tidak perlu diragukan lagi.
Taktikku harus diubah.
Lagi pula, aku bukanlah Gabimaru si Hampa lagi.
Apa maksudmu itu?
Aku ingin mengajukan sesuatu pada kalian.
Maukah bersekutu denganku?
Diam bergeming, ya?
Artinya, bukan ingin menipu kami.
Tapi aku kecewa.
Hanya orang kuatlah yang kucari.
Bukan pecundang yang dengan mudahnya bersujud.
Kesimpulanmu terlalu dangkal.
Aku ingin mendengar penjelasannya dulu, kenapa sampai begitu.
Monster apa si Tensen itu?!
Yang kutemui tidak sekuat itu, lo!
Kenapa?!
Tidak tahu.
Dia betulan regenerasi?!
Lehernya dipelintir, bahkan dibakar tidak mati?!
Organnya seperti apa?!
Tidak tahu.
Aku tidak tahu seluk-beluknya.
Yang kumau adalah pengampunan demi menemui seseorang.
Untuk tujuan itu, akan kulakoni segalanya.
Tolong bantulah aku.
Tapi apa yang membuktikan semua itu?
Baiklah, kubantu!
Jika tujuan kita dan Tensen itu ada di Horai, maka kebetulan!
Kita saja habis tersesat, 'kan?
Memang iya, tapi dia ini pesaingmu.
Tidak masalah.
Lagi pula, bukan pengampunan yang kuincar.
Bukannya kau ingin memperdalam ilmu berpedang?
Itu hanya salah satu pilihan.
Yang kuingin adalah keabadian.
Maksudnya, kau ingin meminum obat itu sendiri?
Bukan itu!
Abadi secara harfiah, hanya menyiksa diri saja.
Pencapaian besar yang menghebohkan dunia!
Pencapaian yang mengukir namaku menjadi legenda abadi!
Nama Tamiya Gantetsusai ini harus kekal selamanya!
Penampilan ini dan kata-kata ini akan hidup menjadi lukisan dan sajak ...
... hingga jauh di masa mendatang!
Itulah keabadian yang sesungguhnya!
Benar-Benar impian yang tidak realistis.
Terserah, tapi aku serius.
Jadi bagaimana denganmu, Apalah-emon?
Keputusanku sudah bulat.
Yang benar, "Asaemon".
Aku tidak tertarik dengan idealismemu,
tapi lain cerita, jika itu tentang makhluk abadi.
Biar kukalahkan si Tensen itu.
Setelah mati, izinkan kubedah!
Artinya, kita sepakat?
Tapi kami butuh informasi lebih lanjut.
Ya, pertama-tama tentang anak ini ....
Kenapa kau malah terkejut?
Padahal, kemarin masih anak kecil ....
Dia tumbuh besar ....
Tidak usah pedulikan itu.
Pertumbuhan wanita memang misterius.
Bukan itu masalahnya ....
Ga—
Gabi—
maru!
Kau sudah bisa bicara?!
Siapa kau sebenarnya?!
Bukan.
Tolong jelaskan tentang Obat Keabadian itu!
Maaf.
Terima kasih sudah menolongku.
Jika bisa bicara, tolong jelaskan padaku.
Kekuatan misteriusmu itu ....
Apa kau sejenis dengan Tensen itu?
Setelah dipikir-pikir lagi, tetap saja aneh ....
Senta-dono?
Katamu, Tensen adalah dewa yang menyeleksi jiwa masuk ke Horai, 'kan?
Ya.
Setelah mengkaji ceritamu, kini aku mulai yakin.
Tempat ini memang tidak mungkin Tanah Surga yang sesungguhnya.
Sistem religi ini jelas buatan manusia.
Maksudmu apa?
Istilah "Horai", "Eishu", dan sebagainya ....
Termasuk nama-nama Tensen adalah istilah dari berbagai keagamaan.
Di pulau misterius begini, wajarlah tercampur-campur?
Itu dia masalahnya.
Seluruh elemennya berasal dari penafsiran agama-agama yang berbeda.
Terus?
Maniaknya kumat ....
Artinya, agama ini tercipta dari berbagai sudut pandang manusia.
Penggabungannya juga sangat kasar.
Era dan budaya tertentu hanya dikait-kaitkan semata.
Kejanggalan ini pernah kurasakan!
Eh? Apaan?!
Moro Makiya.
Dia adalah pendiri agama baru yang ingin menggulingkan keshogunan.
Agamanya serupa dengan tempat ini.
Berisi kontradiksi dari gabungan beberapa agama.
Itulah sebabnya, aku merasa tempat ini cacat.
Bukan hanya kepercayaan, tapi juga monster dan geografis pulau ini.
Ada pendiri yang mengaku 'nabi' di pulau ini.
Ini sekadar teori, tapi bukan tidak ada yang bisa keluar dari tempat ini.
Melainkan hanya membiarkan pergi manusia yang menjadi bunga untuk memancing kita masuk.
Tapi— Tidak, justru karena itu ...!
Jika ada yang sengaja memancing kita, artinya ada juru kunci tempat ini ...!
Begitu menemukann Obat Keabadian, kita pun pasti menemukan cara untuk pergi!
M–Maaf, a–aku mengoceh sendiri!
Enggak masalah buatku, sih.
Wawasanmu memang luas, Senta-dono.
Kamu suka hal-hal begini, ya.
B–Bukannya suka, sih ....
Kamu sangat bisa diandalkan, kecuali berjaga malam.
Jika teorimu itu benar, berarti masalah kita berat.
Hal yang sudah bertahan seribu tahun ini ...
... memang bisa kita putus begitu saja?
Bisa saja, Gabimaru dan anak itu sudah jadi mayat.
Tidak, kuyakin dia masih hidup.
Dan juga belum menyerah.
Pasti dia sedang menyusun rencana di suatu tempat.
Demi bertemu orang yang dia sayangi.
Seperti itulah watak Gabimaru.
Jika kau mengetahui rahasia Tensen dan cara mengalahkannya,
jelaskanlah padaku.
Surganya Neraka
Jika ada semacam metode untuk mengalahkan Tensen,
tolong jelaskan padaku.
Tao.
Tao?
Itukah nama kekuatan itu?
Tao.
Kuat-lemah.
Pikiran-badan.
Kuat-lemah.
Tanden, berputar.
Kuat-lemah.
Seram?
Tao!
Kuat-lemah!
Sama sekali tidak paham.
Mungkin yang dia maksud "tanden" itu, istilah bagian pusar di bela diri?
Lebih tepatnya, persis di bawah bagian pusar.
Dalam ilmu medis Cina, dikenal juga sebagai pusat energi.
Terus, "Tao" itu apa?
Entah.
Tao adalah energi yang mengalir di dalam semua hal.
"Energi di dalam semua hal"?
Para Tensen itu dapat mengendalikannya?
Benar.
Segala hal di dunia ini tercipta oleh aliran Tao.
Menyentuh Tao, sama saja menyentuh asal muasal alam semesta.
Gak jelas banget.
Mungkin ini salah satu kepercayaan mereka.
Menafsirkannya ke dalam bahasa kita juga mungkin sulit.
Halah.
Gak ada guru ganteng yang bisa lebih jelas mengajari kita, 'kah?
No comments yet. Be the first to leave one.