Release info

[Wibusubs] Kuzu no Honkai Live Action - 02
A Commentary by wibu_subs
Subtitle diterjemahkan langsung dari RAW secara manual, timing-nya pun juga demikian. Terjemahannya sudah dicek ulang, serta telah diberi artian pada lagu penutup. Berikan rate jika memang bagus. Kunjungi kami di wibusubs.wordpress.com! Sekian dan terima

Tags

other
Published on: 2017-01-27
Downloads: 56
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 161 lines.

Aku, Yasuraoka Hanabi,

dengan Awaya Mugi,

status kami adalah pacaran.

Kami ini bisa akrab karena kami tetanggaan.

Aku telah senantiasa memperhatikan kakak sedari dulu.

Makanya, aku pun menyadari lebih awal darinya,

bahwa dia ...

... telah jatuh cinta.

Bu Minagawa yang dua tahun lalu menjadi guru privatnya Mugi ...

... sama sekali tak menganggap Mugi sebagai seorang pria.

Dengan situasi seperti itu,

menjadikannya mirip denganku.

"Kenapa kamu tak coba pura-pura memandangku sebagai "kakak"-mu?"

Aku harus banyak mengingat tentangnya.

Sebanyak mungkin harus kuingat.

Jika sendiri itu sepi ...

... maka mencari pelampiasan itu tak masalah, 'kan?

Kakak ....

Bu Akane ....

Dan dengan ini, kami berdua ...

... mulai berpacaran.

Eh, gaya rambut?

Iya.

Rencananya aku mau panjangin rambutku.

Gimana menurut kakak?

Yah, kalau cocok mah, bebas deh.

Tapi, aku lebih suka kalau rambutmu pendek.

Karena itu cocok denganmu.

Oke, pelajaran hari ini cukup sekian.

Bu guru, ajarin aku bagian ini, dong.

Perasaan suka setiap manusia itu ...

... begitu rumit ...

... dan berantakan.

Meski ingin menyerah, tapi tak bisa.

Begitulah rasanya.

Putih.

-Aduh! -Eh maaf, sakit ya?

Apa kamu cemburu karena aku membaca komik porno?

Hah, kenapa harus cemburu?

Yah, bukan apa-apa sih.

Hari ini ... aku mau pulang bareng temanku.

-Kamu punya teman, toh? -Punya, lah! Namanya Ecchan!

Ecchan?

Ebato Sanae?

Iya, namanya itu.

-Kalian akrab? -Iya.

Malahan, yang kupanggil "teman", cuma dia seorang.

Belakangan ini, dia sering mampir ke kelasku, 'kan?

Eh, kira-kira kenapa, ya?

Ah!

Apa kamu mengira kalau dia tertarik padamu?

Hah?

Ecchan itu sikapnya dewasa, jadi kamu bukan termasuk kriterianya. Sayang sekali!

Iya deh, iya.

Dadah!

Kencan sepulang sekolah setelah sekian lama!

Ecchan, apa kamu sudah lama menunggu?

Ah, belum kok.

Yuk capcus!

Ketika kamu pulang bareng sama Awaya biasanya kalian ngomongin apa?

Kami enggak ngomongin hal-hal yang penting, kok.

Ecchan ....

Temani aku, yuk!

Heh?

TL Note: Ecchan kaget karena dia kira Hanabi ngajak pacaran.

Yuk!

Perawatan rambutnya Ecchan itu biasanya pakai apa?

Biasa saja, enggak ada yang spesifik.

Walah ....

Bikin iri saja.

Rambutku sekarang lagi gampang kering.

Kao, mari buat aku bisa menjadi lebih feminin!

TL Note: Kayaknya Kao di sini maksudnya nama produk kecantikan.

Kenapa tiba-tiba begitu?

Yah, bukan berarti ada maksud khusus, sih.

Oh, 'gitu.

Kamu kaget?

Ah, gambarnya blur.

-Sekali lagi, yuk! -Oke.

Tu, wa!

Oke, beres.

Foto hari ini.

Apa kamu enggak foto bareng Awaya?

Hm, enggak sama sekali.

Karena rasanya hubungan kami bukan seperti itu.

Oh, begitu.

Ah, menyenangkan sekali!

Aku juga merasa demikian.

Pekan depan lagi, yuk.

Oke.

Dadah!

Dadah juga.

Begini ....

Kenapa ...

... harus Awaya?

Eh?

Entahlah ....

Kira-kira kenapa, ya?

Maaf, karena tiba-tiba bertanya hal yang aneh.

Iya, aneh nih kamu.

Senin depan lagi, yuk.

-Dadah. -Dadah juga.

Apa mungkin Ecchan menyadarinya?

Tentang Mugi yang sama sekali tidak menyukaiku.

Dan tentang aku yang juga sama sekali tak menyukai Mugi.

Dan tentang perjanjian di antara kami berdua.

Pacaran ...

Hah?

... yuk. Mau enggak?

Mau enggak?

Dan dengan begitu, kalau lagi butuh,

kita bisa saling membantu.

Meski hanya sekejap ...

... apa kamu yakin tidak akan jatuh cinta padaku?

Tidak akan!

Kamu sama sekali bukan kriteriaku!

Boleh deh, kalau begitu.

Perjanjian ini pun disepakati dengan berlandaskan aturan yang mudah.

Yang pertama: Tak boleh saling mencintai.

Yang kedua: Bila salah satu dari kita mendapatkan cintanya yang sesungguhnya, maka hubungan ini pun berakhir.

Yang ketiga: Bersedia menjadi pelampiasan kapan pun.

Tunggu, kalau begitu kan, hubungan kita jadi ....

Ah, bukan begitu.

Yah, lagian kan kamu tahu, kita enggak pernah "melakukannya".

Hm?

Nge-seks maksudku.

Dan mungkin tak akan pernah.

Kalau kuingat lagi perkataannya itu ...

... apa berarti dia tidak ingin "memanfaatkan"-ku?

Apa itu karena aku masih perawan?

Lurus dan lembab!

Oke sip!

Silakan masuk.

Pak guru.

Ada apa?

Ada buku yang mau kupinjam, nih.

Buku yang waktu itu pak guru rekomendasikan saat mengajar di kelas.

Oh itu ....

Eng ... karena bukunya lagi dipinjam orang lain, jadi lain kali saja, ya.

Ah, Hana ....

Heh?

PR yang tempo hari kuberikan ...

... ternyata sudah kamu kerjakan dengan baik.

Oh, itu toh ....

-Pekan depan berusaha lagi, ya! -Sip.

Apa pak guru ... enggak sadar?

Oh iya, harusnya Yasuraoka.

Silakan masuk.

Permisi!

Bu Minagawa!

Ah ada Yasuraoka juga.

-Ada perlu apa? -Ini kubawakan dari ruang guru.

Karena ini rasanya kebanyakan, makanya saya coba membantu Pak Kanai.

Terima kasih banyak!

Dan satu lagi, buku ini sangat menarik.

Jika Pak Kanai punya buku lain yang kayak begini, bisa pinjamkan padaku lagi?

Dengan senang hati.

Karena ini rekomendasi dari guru Bahasa Jepang, tadinya kukira ini buku yang berat.

Tapi ternyata sangat mudah dibaca.

Iya, 'kan?

Syukurlah Anda menyukainya.

More Indonesian subtitles for Kuzu no Honkai (Scum's Wish / クズの本懐)

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left