Release info

미씽-그들이-있었다-Missing-The-Other-Side-E09-NEXT-VIU
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-10-04
Downloads: 40
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Drama ini fiksi"

"Semua tempat, organisasi, agama"

"Dan kejadian tidak berkaitan dengan kehidupan nyata"

Wook.

Ibu...

Tidak apa-apa, Wook. Tidak apa-apa.

Kamu baik-baik saja.

Ibu di sini, Wook. Kamu baik-baik saja sekarang. Tidak apa-apa.

Ibu.

"Missing: The Other Side"

"Episode 9"

Detektif Shin Jun Ho?

Datanglah ke Hongdae dahulu.

Aku akan meneleponmu 30 menit lagi.

- Halo? - Detektif Shin Jun Ho.

Aku di tempat yang kamu bilang dan aku punya uangnya.

Di mana kamu?

Aku menyuruhmu datang sendirian.

Ini sungguh tidak akan berhasil.

Choi Yeo Na bilang ini mendesak.

Di mana Yeo Na?

Tidak. Kita tidak bisa melakukan ini di sini.

Aku akan meneleponmu lagi.

Jangan ditutup. Di mana Yeo Na?

Apa yang terjadi?

Dia sudah pergi.

- Dia menyadari ada kalian. - Sial.

Apa dia akan menelepon kembali?

Berikan ini kepada kapten. Aku harus pergi.

Hei. Kamu mau ke mana?

Detektif Shin.

- Apa yang terjadi? - Di sana.

Aku bisa lolos,

tapi Manajer Wang memegang Wook di sana.

Aku memeriksa CCTV di sekitar sini.

Hanya dia yang keluar dari sana.

Berarti mereka masih di dalam.

Kami memasukkan Manajer Wang ke DPO. Bantuan kita akan segera tiba.

Di sini berbahaya. Kamu harus pulang dan menunggu.

- Bisa antar dia agar aman? - Baik, Pak.

Turunkan dia.

Baik, Pak.

Angkat dia.

Kamu tahu masalah yang kualami karenamu?

Kamu melihatku menculik gadis itu?

Silakan bergabung dengannya.

Kamu akan menjadi makanan ikan seperti dia.

Hubungi Kapten Kang.

Suruh dia melemparnya ke laut.

Bodoh.

Kamu bodoh sekali.

Dasar bodoh.

Berapa bayaranmu untuk ini?

Kamu diperintahkan untuk membunuh cucu

pimpinan Choiseung Construction.

Apa yang kamu bicarakan?

Kamu diperintahkan untuk membunuh orang-orang itu

karena mereka bisa saja menjadi cucu Pimpinan.

Tapi tentu saja,

kamu salah orang.

Kenapa aku harus peduli?

Tentu saja.

Cucu asli Pimpinan

belum ditemukan.

Selain itu,

polisi

sudah tahu kamulah yang membunuh mereka.

Tidak ada tempat bersembunyi sekarang.

Dasar bedebah gila.

Nam Guk... Kamu bisa tanya dia langsung.

Orang yang memerintahkanmu

untuk membunuh Nam Guk.

Jika dia tertangkap,

aku yakin

dia akan menjebakmu untuk semuanya.

Kamu bodoh sekali.

Hentikan omong kosong itu.

Aku baru mendengar sesuatu yang sangat menarik.

Kurasa ini tempatnya.

Astaga, apa yang terjadi dengan Nona Lee?

Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.

Astaga, yang benar saja. Wook tidak menjawab teleponnya.

Diamlah.

Jangan bergerak!

Jangan mendekat.

Hei, Wook. Bangun.

Kamu datang.

Letakkan pisau itu.

Jika kamu melakukan hal bodoh, itu hanya memperburuk situasimu.

Kamu salah paham.

Aku akan lebih baik begitu pria ini mati.

- Kumohon. - Diamlah.

Aku tidak bicara denganmu.

Sudah kubilang diam.

Hei, kamu baik-baik saja?

Kamu baik-baik saja, Wook? Sungguh?

- Pak Jang. - Ya.

Astaga, lihat dirimu. Kamu berlumuran darah. Astaga.

Astaga. Ya ampun.

Kamu baik-baik saja?

Dia tidak baik-baik saja. Telepon 119.

Telepon 119 sekarang!

Wook.

Astaga.

Kamu sudah bangun?

Kamu baik-baik saja?

Ya.

Ini tidak akan terjadi

jika mereka tidak menangkapku.

Ini bukan salahmu.

Kamu dalam bahaya

karena aku.

Berhenti bicara, kembali tidur saja.

Untungnya, tulangmu baik-baik saja.

Tapi memarmu akan terasa sakit untuk sementara.

Tapi sepertinya kamu menangani cederamu lebih baik dari dugaanku.

Bukan ini alasanku berolahraga.

Baiklah. Aku akan kembali tidur.

Nona Lee, kamu juga harus tidur.

- Baiklah. - Baiklah.

Aku juga tidak bertemu dengannya kemarin.

Dia sudah pergi?

Ya. Dia pergi.

Apa?

Dia sudah pergi?

Apa maksudmu?

Tidak apa-apa. Dia sudah pergi, tapi dia akan kembali.

Bermainlah dengan Joon Soo di sini.

- Aku akan pergi sebentar. - Baiklah.

Hei.

Kamu melihat Pak Jang?

Kali terakhir aku melihatnya saat minum dengan Detektif Park.

Apa dia mengalami pengar parah?

Aku juga belum pernah melihat pemuda bernama Wook itu.

Aku belum melihatnya sejak kemarin.

Apa terjadi sesuatu kepadanya?

- Apa? - Bukan apa-apa.

Untuk apa sepeda itu?

Jang Mi bilang dia ingin naik sepeda.

Kamu punya banyak pekerjaan, mengurus orang-orang di sini.

Itu bukan apa-apa.

Aku melakukannya karena ingin.

Omong-omong,

kamu tahu sesuatu tentang Wook?

Seperti bagaimana dia bisa berakhir di sini?

Atau apa yang dia lakukan sebelum datang ke sini?

Hal-hal seperti itu.

Kamu tertangkap basah

atas penculikan, penyerangan, dan penghasutan pembunuhan.

Kamu tidak bisa lolos dari hal ini.

Di mana Choi Yeo Na? Seseorang melihatmu menculik dia.

Benarkah?

Tidak mungkin.

Orang berkuasa pasti mendukungmu.

Apa itu konglomerat?

Contohnya, mungkinkah itu Choiseung Construction?

Hei, aku tahu semuanya.

Ada yang menyuruhmu membunuh Jang Myung Gyu dan Kim Nam Guk.

- Benar, bukan? - Pikirkan baik-baik sebelum jawab.

Sepertinya kamu akan hancur karena ini saja.

Kamu bisa tanya dia langsung. Orang yang memerintahkanmu

untuk membunuh Nam Guk.

Dia pasti akan menjebakmu untuk semuanya.

- Boleh aku menelepon? - Tentu.

Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.

Silakan tinggalkan pesan setelah nada berikut.

- Setelah nada berikut, Anda akan... - Ada apa? Dia tidak menjawab?

Aku ingin menelepon pengacaraku.

Pengacara?

Baiklah. Mari kita mulai.

Aku akan memeriksa penjualan kuartal ini dahulu.

Kenapa Manajer Wang menculikmu?

Wook memberitahuku

Manajer Wang menjadikanku umpan agar bisa menangkap Wook.

Bagaimana keadaan Pak Kim?

Dia terluka parah.

Dokter bilang dia harus istirahat.

Kamu sudah memeriksa nomor yang dihubungi Manajer Wang?

Ya, itu ponsel sekali pakai.

- Di mana lokasinya? - Dekat Choiseung Construction.

Aku yakin ada kaitannya dengan perusahaan itu.

Ada apa? Kamu menunggu telepon?

Tidak, bukan apa-apa.

Omong-omong, apa Pak Kim memberitahumu sesuatu

tentang Choi Yeo Na baru-baru ini?

Tidak.

Yeo Na

sudah mati.

Kamu harus tinggal di sini beberapa hari lagi.

Dokter bilang aku akan membaik jika makan dan istirahat yang benar.

Aku bisa melakukannya di rumah.

Jika kamu pulang, aku harus mengurusmu.

Kamu sudah boleh pulang?

Aku bersedia tinggal lebih lama

jika polisi membayar biaya rumah sakitku.

Aku harus melepas perbannya dan biarkan lukaku mendapat udara

agar sembuh dengan cepat.

Apa maksudmu saat kamu bilang

bahwa Yeo Na sudah meninggal?

Aku serius dengan ucapanku.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left