I May Destroy You

I May Destroy You

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

I May Destroy You - First Season (2020) - HBO Go Retail Completed
A Commentary by Chesapeake_Ripper
Credit to: Vilanelle untuk akun HBO GOnya. Completed Retail HBO Go

Tags

other
Published on: 2021-10-29
Downloads: 70
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 173 lines.

Ostia, Italia

Katanya dua menit lagi.

Kita harus menunggu saja.

Dia menciumku di tempat umum.

- Berhentilah merokok. - Ini akibat kecanduan merokok.

- Mungkin harus bilang soal koka... - Jangan.

Di Whisky Love Bar malam ini, aku tahu kau kembali malam ini

Kau Datang

- Semua pria hanya mau menidurimu. - Simon tidak. Aku sudah coba itu.

Aku sangat mabuk, dia mendorongku ke lantai dan lari keluar apartemen.

Teman yang bijak.

Dia ada di sudut jalan sana.

Setiap kau datang, kau membawa begitu banyak barang.

Halo, Marco, aku Arabella.

Aku sibuk saat Februari. Aku punya waktu di bulan Maret.

- Kau mau ke London? - Tidak. London tak menyenangkan.

Tak ada matahari, pantai. Kau datang pada bulan Maret.

Mereka menerbangkanku kemari karena mereka pikir aku bekerja.

- Tunjukkan yang sudah kau kerjakan. - Aku ceritakan itu seperti apa...

Padahal yang kulakukan di sini, hanya makan piza 4 keju dan penis?

Kau harus kurangi kopermu.

Mereka mungkin tak biarkan aku kembali.

- Lalu? - Lalu apa kau akan merindukanku?

- Aku tak suka obrolan seperti ini. - Ini tak perlu menjadi obrolan.

Apa kau akan merindukanku? Apa kita pacaran? Bisa bilang ya?

- Ini tak akan menjadi obrolan. - Penerbangannya sebentar lagi.

Terima kasih. Secepat mungkin.

- Sampai nanti, Cantik. - Jadi, kita akan bicara nanti?

Baiklah.

- Kapan? - Entahlah. Kapan?

Saat aku siap meneleponmu, akan kutelepon.

Sampai jumpa.

Jangan lupakan lautannya. Dia akan tanya kapan kau kemari lagi.

Ya, lalu bagaimana Italia kali ini? Produktif?

- Sangat produktif. - Bagus.

Selamat datang.

Bagus.

Apa pendapatmu soal drafnya?

Bagus, ya. Bagus.

- Kau sudah selesai? - Kurang lebih, ya.

Hanya perlu revisi sedikit dan kurasa kita sudah siap.

Bagus. Kami sudah bicara dengan Henny House.

Hari ini hari Kamis tanggal 21.

Tenggat waktu untuk penyerahannya adalah dalam 4 hari.

Jadi, jika kau mau ikut dalam pertemuannya...

- Itu sangat cepat. - Mungkin bukan draf pertamanya.

Mungkin itu sudah cukup bagus. Coba kau kirimkan.

Aku bisa memeriksanya di akhir hari dan memberi pendapatku.

Aku baru kembali, agak penat terbang tapi aku bisa kirimkan besok.

Hai, Arabella.

Francine.

Halo. Aku tak sadar kalau kita mengobrol bertiga.

- Aku sudah dapat pesan suaramu. - Aku tahu itu.

Aku cemas. Aku senang kau selamat.

Aku menonton Banged Up Abroad tiap akhir pekan.

Aku tak tahu ke mana lagi harus mencarimu.

Aku tahu kau baik saja begitu kutemukan Instagram-mu.

- Mengunduh foto tiap hari. - Ya, baiklah.

- Kehidupan pribadiku. Tentu saja. - Kau baca surelku?

Aku tak pergi ke Italia...

Untuk terus memerhatikan kotak masukku, tapi untuk menulis.

- Arabella? - Ya.

Kami memercayaimu, tapi itu sebabnya kami mewakilimu.

Terima kasih. Terima kasih banyak.

Henny House menantikan, jadi apa ada hal lain yang bisa kami lakukan?

Aku baik saja. Hanya perlu revisi sedikit.

Baiklah, bagus. Aku tak sabar untuk membacanya.

Aku mungkin akan begadang di kantor untuk memeriksa semuanya.

- Untuk melihat apa yang perlu... - Itu tersedia.

Jadi, kami bisa memberi tanggapan.

Aku bisa kosongkan jadwal pagi.

- Pukul 10.00? - Pukul 10.00, sempurna.

Kami butuh tiga atau empat jam membaca sebelum memberi tanggapan.

Jadi, jika kita bertemu pukul 10.00, dan anggap kami butuh empat jam...

Pukul 06.00. Kau akan dapatkan pada pukul 06.00, Julian.

- Kedengarannya sambutan yang hangat. - Mereka sangat aneh.

Kau akan baik saja. Kau pernah melakukannya.

Tapi sekarang agak berbeda. Ada pengusaha kaya yang terlibat.

Itu seperti perusahaan, 'kan? Kutulis buku pertama untuk Twitter.

Siapa pemilik Twitter?

- Pengusaha kaya. - Jadi, apa bedanya?

Tak ada bedanya, kau sangat pintar. Kemari!

- Aku merindukanmu, Kawan. - Aku juga.

Kejutan!

Tessie!

Hari ketiga pertempuran dengan tentara.

- 43 orang terluka... - Bagaimana sekarang?

Aku terus berpikir, satu orgasme lagi lalu aku sadar dan kesal.

Tapi setiap kali aku kembali, seolah aku lebih terobsesi.

Sudah berapa kali kau ke sana? Tiga kali? Empat?

Ya, seperti wanita jalang yang putus asa, aku tahu.

Aku mengajaknya berpacaran sebelum aku pergi ke bandara.

- Apa? - Aku kehilangan kendali.

Kau mengajaknya berpacaran, ada apa denganmu?

Apa sebenarnya tujuanku?

- Apa katanya? - Dia tak mau.

Sangat bodoh.

- Aku harus pergi. - Kau mau ke mana?

- Aku harus selesaikan drafku, 'kan? - Baiklah.

Aku harus bersiap, ada audisi besok.

- Keren! Untuk apa? - Iklan kecantikan feminis.

Satu kalimat saja. Selalu begitu.

Dapatkan itu! Baiklah, sampai nanti.

- Semoga beruntung! - Ya.

Sampai jumpa.

Lebih tinggi dari negara lain...

Pada 1950-an, di Barat Afrika...

Selamat Menulis, Julian Dan Francine

Tina, di usia 30, aku tak paham kenapa kau, Terrell, juga usia 30...

Mengajaknya ke sana saat kencan pertama

Aku juga tak bisa paham

Cara menulis dengan cepat

- Sayangku, apa kabar? - Hai, Sayang.

- Apa kabar? Selamat datang. - Senang jumpa kau.

- Apa kabar? - Ya?

Ya?

- Hai, Sahabatku. - Selamat datang di rumah.

Kembali dengan cepat.

Kau tak bisa mengabaikan teleponku. Aku jadi cemas.

- Ayolah. Kau tahu cintaku tak pudar. - Cintanya nyata. Kau paham.

Aku tahu kau sedang bekerja, jadi aku singkat saja.

Malam ini, kau, aku, Kat...

Dan sepupuku, pemain basket itu dan suka fotomu.

- Orang Amerika itu. - Ya.

Ini malam terakhirnya di London dan mau menemuimu.

- Maaf, aku harus bekerja. - Jangan lakukan itu kepadaku.

Aku mau, jika hanya untuk menemui Kat di bar.

Ayolah. Aku tahu kau mencari alasan pergi.

- Jangan. - Aku tahu kau mencarinya.

- Aku... - Sekarang hari Kamis, ayolah.

- Tutup. - Aku tahu kau mau.

Aku harus tutup dan bekerja.

Akan kututup ponselnya.

Sekarang hari Kamis.

Pria itu, kau tahu, 'kan? Pria itu...

Berengsek.

Aku bisa menelepon Natasha. Ini mendadak tapi dia mungkin mau.

Dia suka minum. Dia tipe yang disukai semua orang.

- Sayangku? - Kita baik saja.

Aku tak mau buang waktu untuk pergi agar sepupumu bisa ganggu kita...

Dan ubah kencan tiga orang ini menjadi kencan ganda.

- Kita baik saja. - Dia akan kacaukan semuanya.

Kita baik saja. Aku sudah membereskannya.

- Siapa? - Arabella.

Arabella?

Bagaimana cara dia menyibukkannya, dengan trik sulap?

Pria itu tinggi. Dia akan punya pilihan. Dia baik saja.

- Kenapa dia harus ikut? - Apa maksudnya itu?

Ini malam terakhirnya. Kenapa kita tak bisa atur ulang jadwalnya?

Tidak, karena jika begitu kita hanya akan terus membuat alasan...

Bukannya melakukan sesuatu yang akan baik bagi kita.

- Siapa namanya? - Alissa.

Coba kulihat fotonya.

Sangat seksi.

Bisakah kita hapus aplikasinya? Aku sudah punya nomornya.

Baiklah.

Kecuali kau mau pertahankan untuk suatu alasan.

Apa?

Maaf, itu tak perlu diucapkan.

- Jangan lakukan itu. - Aku tahu. Maafkan aku.

Babnya tak berurutan.

Bertahun-tahun, Tinsel Town menjadi tempat bergaul...

Karena tersedia sepanjang hari dan bernuansa nyaman.

Itu tempat ultah tanpa usaha yang hanya bisa disaingi Nando's.

Dan tentunya, itu pusat pertemuan untuk generasi baru remaja...

Yang berhasil menghemat tunjangan pendidikan hingga akhir pekan depan.

Dan mau mengesankan gadis dengan burger ayam dan susu kocok. Jadi...

Kau membuatku mengunduhnya, kau membuatku melihatnya tanpamu.

- Aku merasa seperti orang mesum. - Aku mau kau merasa bebas.

Jika aku lakukan kesukaanku, aku akan batalkan ini.

Aku mau kau merasa bebas.

Bagaimana bisa kau paksa aku atur kencan bertiga...

Kau akan berhenti mengeluh dan merengek...

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left