Legend of Fei

Legend of Fei (有翡)

Download Indonesian Subtitle

Release info

ㅡLegend of FeiㅡE13 Indo Rev
ㅡLegend of FeiㅡE14 Indo Rev
A Commentary by skysoultan
WeTV. Follow @skysoultan on Instagram. Revisi, tadi salah upload sub Malaysia.

Tags

other
Published on: 2020-12-22
Downloads: 22
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Legenda Fei

Episode 13

Benar.

Tadi kupadamkan Dupa Qinglong, mematahkan Bendera Qinglong.

Takutnya tak mudah diurus.

Jenderal Wen datang di saat yang tepat.

Kaisar.

Sebarkan perintah.

Segera evakuasi rakyat.

Baik!

Gerbang

Pendeta, ada apa denganmu?

Luka lamaku belum sembuh.

Lalu, tadi diserang oleh Feng Wuyan.

Tak apa.

Feng Wuyan itu tak akan menyerah sebelum tujuannya tercapai.

Jika nanti dia ikut masuk, hanya kau yang bisa menanganinya.

Aku?

Aku akan segera ajari kau dasar Formasi Delapan Trigram Taoisme.

Selagi dia belum menyadarinya,...

...kita terobos dulu Formasi Delapan Trigram, lalu kabur.

Apa yang ini?

Ini. Aku pernah lihat ini.

Apakah ini adalah Peta Ramalan Delapan Trigram?

Kau tahu?

Dulu aku pernah asal membaca buku di Klan.

Sepertinya aku ingat.

Bagus sekali.

Senior!

Kau buru-buru lari ke dalam, apa kau terluka?

Kita harus segera pergi.

Ayo.

Mau lewat mana?

Qian tiga garis panjang.

Kun enam garis pendek.

-Jika kau tak bicara, aku akan masuk. -Ayo!

Tetua, tak apa, 'kan?

Zhen bagai mangkuk biasa.

Senior.

Gen bagai mangkuk terbalik.

Keluarlah, ayo kita bicara.

Li terputus di tengah.

Senior.

Kan menyambung di tengah.

Senior.

Dui terputus di atas.

Xun terputus di bawah.

-Ini salah. -Tak bisa lewat sini.

Maju tiga langkah ke kanan.

Kenapa kau dungu sekali?

Jalan.

Pendeta, aku baru pertama kali mendengarnya.

Setidaknya beri aku waktu untuk memahaminya.

Ini didirikan berdasarkan Peta Delapan Trigram.

Kunci pintu sekat bergantung pada simbol trigram.

Qian tiga garis panjang, Kun enam garis pendek.

Bukankah kau pernah baca buku Ramalan Taoisme?

Menurut Formasi Delapan Pintu,...

...hanya pintu Kai, Xiu dan Sheng yang pintu mujur.

Bisa dilewati.

Pintu petaka penuh dengan jebakan, tak bisa dilewati.

Sepertinya aku sudah mengerti.

Dari yang tertulis di buku Ramalan Taoisme,...

...delapan pintu Kai, Xiu, Sheng, Shang, Du, Jing Pertama, Si, Jing Kedua.

Jika temukan pintu Sheng di timur laut, kita bisa keluar, 'kan?

Senior.

Balaslah jika kau dengar.

Ternyata otakmu cerdas juga.

Kita pergi ke arah barat.

Kita sudah tiba di area pintu Jing Kedua.

Aneh, bukankah pintu Jing Kedua pintu petaka?

Ada jebakan.

Kau tak boleh serahkan Tongkat Kepala pada orang luar.

Benar tidak?

Begini saja.

Berikan Tongkat Kepala padaku.

Maka aku takkan persulit kau lagi hari ini. Bagaimana?

Feng Wuyan.

Dulu karena kau tak bisa melepaskan keinginan ini,...

...kau bahkan rela mengundang bencana.

Kini Akademi Qi sudah seperti ini.

Apa kau masih belum menyesal juga?

Menyesal?

Ayahku membelamu.

Sekarang kau membela seorang anak muda?

Kau keterlaluan!

Hari ini, aku mau ambil kembali barangku.

Jangan injak depan pintu Jing Kedua.

Segera lari, cepat!

Pintu Jing Kedua

Kau belajar menjadi iblis.

Feng Wuyan!

Tongkat itu adalah wasiat Kepala.

Aku tak boleh mengecewakan leluhur di alam sana!

Jangan jadikan orang tua yang sudah wafat sebagai alasan!

Sebenarnya aku tak berniat membunuhmu.

Jangan paksa aku!

Ayo.

Pintu Jing Kedua

Pintu Sheng

Qian tiga garis panjang, Kun enam garis pendek.

Zhen bagai mangkuk biasa, Gen bagai mangkuk terbalik.

Li terputus di tengah, Kan menyambung di tengah.

Dui terputus di atas, Xun terputus di bawah.

Sudah ingat susunan yang kuajarkan padamu?

Lumayan.

Sudah ingat semuanya.

Pendeta?

Pendeta.

Pendeta!

Sekarang kau ada di dalam Formasi Bintang Biduk,...

...salah satu dari Delapan Formasi Hutan Tersembunyi.

Pikirkanlah cara untuk keluar.

Formasi Bintang Biduk?

Qian tiga garis panjang, Kun enam garis pendek.

Zhen bagai mangkuk biasa.

Kan menyambung di tengah, Li terputus di tengah.

Saudara Ji sangat jujur.

Merasa dia berutang padamu karena kejadian waktu itu.

Aku tak mau berutang padamu!

Jujur?!

Apa dia berani bilang begitu?!

Dia jelas-jelas bilang, nyawanya ada di tanganku.

Aku bebas membunuh atau mencincangnya.

Namun nyatanya,...

...kau sembunyi hingga aku tak bisa menemukanmu.

Menurutku, kau masih sama seperti dulu, pura-pura baik.

A-Pei.

Kau tenang saja.

Kini aku orang yang tak berguna.

Cepat atau lambat, nyawaku akan jadi milikmu.

Namun, aku memang tak rela Pedang Utara ini...

...musnah di tanganku.

Tak rela Pedang Utara musnah?

Bagaimana dengan Pedang Shanchuan keluargaku?

Kau tak rela?

Ayahku bahkan tak sempat merasa tak rela!

Namun, kau tenang saja.

Aku pasti akan minta kembali hutangmu padaku.

Kau tak akan bisa kabur hari ini.

Jadi, kau memancing Ketua Qinglong kemari...

...agar dia membunuhku?

Klan-48

Lapor, Kepala.

Ada surat merpati dari tempat tersembunyi.

Pergilah.

Baik.

Nyonya Besar.

Ada murid yang melapor.

Masih belum ada kabar dari pihak Nyonya Wang.

Aku mengerti.

Kepala Kou.

Aku terus merasa hal ini aneh.

Tolong utus beberapa orang hebat turun gunung.

Teruskan mencari tahu perjalanan Nyonya Wang.

Jika tetap tak ada kabar, aku akan pergi cari sendiri.

Baik.

Saudara Hua, sepertinya tak boleh tinggal lama di sini.

Kau yang telah menolong nyawaku.

Kau bisa memanfaatkanku selama aku masih hidup.

Tak ada yang kusesali.

Namun, aku tak rela kehilangan penginapan ini.

Kaisar.

Para tamu sudah dievakuasi.

Mari ikut aku pulang.

Takutnya Ketua Qinglong akan segera tiba.

Akulah penyebab masalah Ketua Qinglong ini.

Aku tak bisa pergi jika masih ada orang di penginapan.

Ini...

Oh ya.

Zichen sekarang sudah di mana?

Sudah di jalan kembali ke Jian Kang.

Kali ini berkat Kaisar yang membuat strategi bagus...

...saat di Hua Rong.

Jika tidak, masalah ini akan sulit diatasi.

Kebetulan bertemu.

Hanya sekalian saja.

Mohon Kaisar ikut aku pulang.

Jenderal Wen.

Tidak bisakah kau anggap tak pernah menemuiku?

Aku tak berani.

Kaisar.

Kali ini ada banyak orang yang melihat Kaisar.

Kaisar, jangan mempersulitku lagi.

Kau mengepungku berlapis-lapis seperti menangkap pencuri.

Aku mau mempersulitmu?

Apa aku mampu melakukannya?

Waktu itu, saat Jenderal Wang Lin memimpin tiga pasukan,...

...negaraku masih sangat kuat.

Kini Jenderal Wang Lin sudah tiada.

Seluruh pasukanku berharap Kaisar...

...bisa segera kembali dan mengendalikan situasi.

Kenapa aku sudah tak ingat lagi...

...pada semua yang kau katakan ini?

Aku yang salah bicara.

Tak apa.

Oh ya.

Tolong suruh juru masak di bawah...

...ambilkan dua botol saus sapi untukku.

Jika kulewatkan, mungkin tak akan bisa makan lagi nanti.

More Indonesian subtitles for Legend of Fei

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left