The first 200 lines.
Sang Konglomerat Legendaris
Episode 20 -
Aku tidak tahu apa alasan
Tn. Kubo datang kesini hari ini?
Kalau begitu aku akan terus terang saja,
aku sangat menyukai film-film Cina,
tapi bukan cuma aku yang menyukainya.
Juga Jenderal Nishiyama Hideki. Dia adalah komandan kami.
Karena bahasa Mandarinku lebih bagus.
Karena itu dia menunjukku untuk memimpin kelompok kebudayaan.
Tugas utamaku ada bertanggung jawab untuk kegiatan artistik seperti film dan drama.
Yang lebih penting lagi, menjalin komunikasi dengan
orang-orang film di Hong Kong sepertimu.
Tn. Gu, kau juga sudah tahu kami telah mendirikan Asosiasi Film Hong Kong,
tujuannya adalah menyatukan semua insan perfilman Hong Kong untuk bekerja pada kami.
Dan orang yang paling ingin kami ajak bekerjasama adalah Da'ge-mu.
Tapi Jepang sendiri memiliki banyak aktor dan aktris,
kenapa kau ingin bekerjasama dengan kami?
Film adalah cara promosi terbaik untuk suatu negara.
Film yang akan diputar di Cina
akan lebih baik bila dibuat oleh orang Cina sendiri.
Karena itu, kalian ingin agar kami orang Cina membuat film yang mempromosikan Jepang
untuk menipu orang-orang Cina?
Kami ingin membuat film untuk orang Cina yang dapat
mempromosikan persahabatan antar Cina dan Jepang.
Maaf, tapi Da'ge-ku mungkin tidak bisa membantu kalian.
Tn.Gu,
saat aku meminta bantuan dari Da'ge-mu dulu, kau bilang dia tidak punya waktu.
Dia sedang membuat film. Kami bisa memahami alasan seperti itu.
Tapi hari ini, bila kau masih menggunakan alasan yang sama untuk menolak,
Jenderal Nishiyama pasti tidak akan diam saja.
Tapi Da'ge sedang sakit.
Sejak perang pecah,
kami empat saudara harus mencari jalan masing-masing.
Da'ge-ku kelelahan, baik secara fisik dan mental.
Saat ini, apakah itu tubuhnya,
atau kekuatan fisik dan mentalnya,
dia tidak akan sanggup membantu kalian membuat film.
Oh, jadi begitu. Sayang sekali.
Kalau begitu Tn. Gu, bagaimana denganmu? Kau bersedia membantu kami?
Dalam perjalanan kesini tadi,
aku melihat studio film dibombardir sampai hancur.
Maaf, aku tidak bisa membantumu.
Aku mengerti.
Aku akan menyampaikan jawabanmu pada Jenderal Nishiyama.
Aku sudah merepotkanmu. Aku pamit dulu sekarang.
Tidak bisa! Bagaimana mungkin kita menghentikan donasi pada saat seperti ini?
Tenanglah sedikit.
Kita selalu membiayai kegiatan-kegiatan kelompok yang melawan musuh.
Tapi apa hasilnya? Kau lihat sendiri.
Benar. Meskipun kita terus berusaha membantu, maka percuma saja.
Kalau kita mundur sekarang, tanpa dana, kelompok-kelompok itu tidak akan dapat meneruskan pekerjaannya.
Bagaimana mungkin kita mundur disaat seperti ini?
Ada banyak rekan kita di garis depan yang siap berkorban kapan saja. Mereka masih belum mundur.
Kita begitu jauh dari medan pertempuran, apa tidak cukup bila kita menyumbangkan uang dan tenaga?
Tidak bisa begitu.
Saat ini kita memboikot semua barang-barang Jepang dan eknomi lesu.
Mata uang nasional juga mengalami depresiasi. Kita semua menderita kerugian.
Linjie, yang kau katakan itu juga benar.
Tapi apa kau tahu
kalau Jepang akan segera menyerang Singapura?
Benar, Jepang saat ini sedang menyerang Malaysia.
Kurasa dalam waktu dekat, mereka akan mengincar Singapura.
Dan juga, kudengar banyak orang-orang Cina yang mendukung kelompok pergerakan telah ditangkap.
Mereka semua punya keluarga.
Kita juga ada hal-hal yang perlu dipikirkan.
Aku sudah membicarkaan masalah ini dengan ayahmu.
Sebetulnya kita sudah memindahkan sebagian besar uang kita ke luar negeri.
Itu karena kita takut perang akan merambat kesini.
Jadi apa gunanya pertemuan hari ini?
Linjie!
Saat si tudung merah nyaris dimakan serigala buas,
untunglah ada pemburu yang lewat untuk membantunya.
Dia menyelamatkan si tudung merah.
Apa yang membuatmu begitu senang?
Dia mendengarkan neneknya mendongeng.
Ada bagian yang hilang...
Bagian yang mana?
Ayah biasanya akan mendongengkan tiga cerita sekaligus.
Wenwen, makan kue dulu sana.
Biar nenek istirahat dulu. Nanti dia akan mendongeng lagi untukmu, oke?
Benar. Mari, biar aku membantumu cuci tangan. Ayo.
Wenwen, dengarkan kata-kata nenekmu. Jadi anak yang baik.
Ibumu saat ini,
benar-benar tidak mau terpisah dari Wenwen selangkahpun. Dia menjaganya dengan sangat ketat.
Kau tidak bisa menyalahkannya.
Kalau bukan kami kembali untuk menjauhkan diri dari peperangan,
dia tidak akan punya kesempatan untuk melihat Wenwen.
Tentu saja dia ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan Wenwen.
Entah
berapa lama kedamaian masih bisa bertahan di tempat ini.
Kudengar dari ayahku, dimana-mana keadaan kacau.
Pertahanan di Singapura juga sebentar lagi akan runtuh.
Dia bilang ingin membawa kami semua ke Amerika.
Aku dan Ruoxia mungkin akan ikut.
Jangan melihatku seperti itu, aku tidak akan pergi.
Sudah berhari-hari. Masih belum ada kabar soal Yanmei.
Tidak ada gunanya bagimu untuk terus menunggu seperti ini.
Aku sudah bertanya kemana-mana.
Meskipun tidak banyak, tapi masih ada kapal
yang berangkat dari Hong Kong setiap minggu.
Meskipun kita tidak mendapat kabar apa-apa soal Yanmei,
aku yakin dia akan mencari cara
untuk menyusul kami ke Singapura.
Kalau aku pergi, dia tidak akan bisa menemukan kami lagi.
Berapa lama kau akan menunggu?
Sampai dia datang.
Jenderal.
Kau ada perlu denganku?
Ada yang perlu kulaporkan.
Ada 12 orang lagi yang bergabung dengan Asosiasi Film Hong Kong hari ini.
Salah satunya adalah wartawan.
Dua juru kamera.
Ada juga satu orang aktor. Dan juga---
Siapa perempuan ini?
Jangan putus asa. Aku akan minta temanku untuk terus mencari tahu.
Aku pasti bisa mendapatkan kabar dari Singapura.
Kau kenapa? Sakit perut lagi?
Bukankah sudah sakit selama beberapa hari?
Alkohol sekarang mahal.
Kalau aku bisa minum sedikit, perutku pasti tidak sakit lagi.
- Kakak ipar ada? - Oh, Shi Lei, kau ada di sini.
Kakak ipar ada di atas sedang mengurusi da'ge.
Aku ingin minta bantuannya untuk menambal jaketku.
Aku akan cari lagi ke dalam apa yang masih perlu dikemas.
Apa Tn. Gu Yanmei ada?
Tn. Kubo, kukira waktu itu aku sudah berikan penjelasan.
Aku paham maksudmu.
Kami kesini hari ini tidak untuk mencarimu atau da'ge-mu.
Orang yang kami cari adalah da'sao-mu.
Silahkan duduk.
Begini ceritanya. Jenderal Nishiyama
menonton salah satu film yang dibintangi oleh da'sao-mu, dan menyukainya.
Dia harap da'sao-mu dapat
bergabung dalam film pertama kami sebagai aktris utama.
Ini adalah film yang mempromosikan hubungan Cina-Jepang yang sudah aku ceritakan waktu itu.
Sayang sekali
kau dan kakakmu tidak bisa bekerja untuk kami.
Karena itu, kami terpaksa mengundang orang lain dari dunia film untuk membantu kami.
Da'sao Gu, Gu da'ge! Oh, tidak!
Ada apa?
Ada masalah besar.
Apakah da'sao-mu tidak ada di rumah?
Aku tidak ada pilihan lain kalau begitu.
Aku terpaksa menunggunya di sini.
Karena ini adalah satu-satunya misiku hari ini.
Harap tidak keberatan.
Tidak usah menunggunya lagi.
Tn. Kubo, Meiyan sudah meninggalkan Hong Kong.
Benar dia tidak ada di Hong Kong.
Benar.
Da'sao-ku berangkat ke Singapura untuk membantu menjaga istri dan putriku.
Dia berangkat beberapa hari yang lalu.
Tapi aku tidak pernah mendengarmu menyinggung soal ini.
Orang-orangku harus memeriksa wilayah sekitar sini.
Dengan begitu, kami bisa memberikan penjelasan pada Jenderal.
Mohon tidak keberatan. Maaf kami sudah bersikap tidak sopan.
Aku sudah bilang da'sao tidak ada di rumah.
Ya, aku harap kau bisa menghilangkan prasangkamu.
Berhentilah menentang kami.
Aku sungguh berharap kau tidak menyembunyikan apa-apa dari kami.
Karena jika demikian, konsekuensinya akan lebih berat.
Da'ge....
- Kau Tn. Gu Sangluo? - Benar.
Halo, aku pimpinan kelompok kebudayaan,
kepala Asosiasi Film Cina, Kubo Masashi. Senang bertemu denganmu.
Siapa namamu?
Kubo Masashi.
Jadi kau yang waktu itu datang untuk memintaku membuat film?
Kami sangat mengagumi bakatmu.
Dan juga kontribusimu pada industri perfilman Cina.
Kau terlalu memuji.
Begini, kau membawa banyak sekali prajurit ke rumahku.
Aku tidak melihat dimana sebenarnya rasa hormatmu padaku.
Tn. Gu, melihat keadaanmu,
sepertinya kesehatanmu belum membaik.
Setahu aku, hubungan antara
da'sao-mu dan Tn. Gu sangat bagus.
Tapi kenapa dia kali ini pergi
dan tidak tinggal untuk merawatmu?
Aku tidak bisa mempercayainya.
Lapor! Kami sudah mencari dengan teliti. Tidak ditemukan apa-apa.
Karena istri Tn. Gu benar-benar tidak ada di Hong Kong,
aku tidak akan mengganggu kalian lagi.
Aku juga tahu
perawatan medis di luar sana sangat kacau.
Tapi jangan khawatir. Kau bisa berobat ke dokter. Aku sudah memberikan persetujuan.
Tn. Gu aku harap kau bisa memahami hal yang kukatakan tadi.
Kalau ada kabar soal da'sao-mu, atau bila dia sudah kembali,
aku akan senang sekali bila kalian bisa segera memberitahuku. Sampai jumpa.
Hati-hati.
Tidak usah berusaha meyakinkanku lagi. Aku akan menanti Yanmei, aku tidak akan pergi.
Aku sudah keluar uang banyak
dan meminta bantuan dari banyak koneksi sebelum bisa mendapatkan tiket kapal.
Kalau begitu kau dan ibu saja yang berangkat ke Amerika.
Kau takut Yanmei tidak bisa menemukanmu bila dia datang nanti, begitukan?
Kita tinggalkan saja alamat kita di Amerika
pada temanku yang membantu membelikan tiket kapal.
Dia bekerja untuk departemen luar negeri.
Atau begitu kita tiba di Amerika, kita keluarkan sedikit uang
No comments yet. Be the first to leave one.